Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENANGGULANGAN KEMISKINAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAHUN 2007-2012 Abdul Rahman Lubis Kepala Bappeda Nanggroe Aceh Darussalam.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENANGGULANGAN KEMISKINAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAHUN 2007-2012 Abdul Rahman Lubis Kepala Bappeda Nanggroe Aceh Darussalam."— Transcript presentasi:

1 PENANGGULANGAN KEMISKINAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAHUN Abdul Rahman Lubis Kepala Bappeda Nanggroe Aceh Darussalam

2 PERENCANAAN PEMBANGUNAN 1.Fokus dan hasilnya terukur 2.Berkelanjutan dan tuntas 3.Sinergi & tidak tumpang tindih 4.Proporsional dan adil 5.Partisipatif dan mensejahterakan rakyat PENGENDALIAN PEMBANGUNAN Meminimalisir Disparitas antara perencanaan dengan hasil pembangunan ( target VS realisasi ) VISI & MISI PEMDA ( GUB/ WAGUB ) Visi Perubahan Fundamental disegala bidang kearah yang lebih baik (dsk) Misi 1. Kepemimpinan yang Aspiratif, Intuintif dan Inovatif 2.Aparatur pemda yang bersih, kompeten dan berwibawa. 3.Penegakan hukum 4.Peningkatan mutu SDM 5.Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. 6.Membangun infrastruktur perekonomian dan memberdayakan ekonomi masyarakat 7.Mengelola dan memamfaatkan SDA 8.Menjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas politikMenjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas politik 9.Mengembangkan Adat istiadat, Kebudayaan dan Olah ragaMengembangkan Adat istiadat, Kebudayaan dan Olah raga PERMASALAHAN DAN TANTANGAN (Tahun 2007) Jumlah penduduk miskin masih besar A : 26,65 % N : 17,18% Jumlah pengangguran terbuka masih tinggi A : 10,27% (Feb), 9,84 %(Agt) N : 9,1% Tingkat inflasi tinggi. BNA : 11,00% L.S : 4,58% N : 6,59% Pertumbuhan ekonomi masilh rendah. A.(migas) -2,21 % Tp. migas 7,46% N.6.29 % IPM : 69,4 (A)IPM : 69,4 (A) : 70,1 (N) ICOR Tinggi = 5,5ICOR Tinggi = 5,5 Pertumbuhan investasi dan ekspor masih rendah (r= (-))Pertumbuhan investasi dan ekspor masih rendah (r= (-)) Pemenuhan energi jauh dari cukup – devisit 13,34 MW Rendahnya produktivitas sektor pertanian dalam arti luas IPP = 4,76Rendahnya produktivitas sektor pertanian dalam arti luas IPP = 4,76 Pengelolaan dan pemanfaatan SDA dan potensi energi terbarukan belum optimalPengelolaan dan pemanfaatan SDA dan potensi energi terbarukan belum optimal Kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan rakyat masih rendah IKP tinggi 48,20 (BA), terendah 30,82 (A.jaya) IPK tinggi 71,52 (sabang),terendah 10,49 (nagan Raya) Penyehatan birokrasi pemerintah belum mencapai kondisi optimal Letak Aceh diujung barat (given) Aceh daerah rentan bencana dan rendahnya kemampuan dalam menangani bencanaAceh daerah rentan bencana dan rendahnya kemampuan dalam menangani bencana Terdapatnya kesenjangan pembangunan antar wilayah, daerah perbatasan dan terisolirTerdapatnya kesenjangan pembangunan antar wilayah, daerah perbatasan dan terisolir Pelaksanaan keistimewaan Aceh belum seluruhnya mencapai hasil optimalPelaksanaan keistimewaan Aceh belum seluruhnya mencapai hasil optimal Dukungan infrastruktur belum memadai. Daya saing Daerah masih rendah Ketentuan dan peraturan belum seluruhnya sinkron. BINGKAI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEBIJAKAN UMUM PEMBANGUNAN Terciptanya keamanan dan kedamaian untuk pembangunan. Pembangunan berbasis pada potensi, karakter dan kebutuhan riil Daerah. Meningkatkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Pembangunan antar wilayah yang proporsional dan adil. Pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pembangunan melalui peningkatan daya saing daerah dan pasar yang berkelanjutan. TUPOKSI DAN KEWENANGAN BAPPEDA Qanun No. 5 Tahun 2007 AGENDA PEMBANGUNAN ( RPJM, ) Pergub No.21 thn Menjaga keamanan/ perdamaian dan stabilitas Politik pemerintahan/ politik.Menjaga keamanan/ perdamaian dan stabilitas Politik pemerintahan/ politik. 2.Pembangunan bidang EkonomiPembangunan bidang Ekonomi 3.Pembangunan InfrastrukturPembangunan Infrastruktur 4.Pembangunan PendidikanPembangunan Pendidikan 5.Pembangunan KesehatanPembangunan Kesehatan 6.Pembangunan bidang Agama, Sosial dan BudayaPembangunan bidang Agama, Sosial dan Budaya 7.Penanganan dan Pengurangan Resiko BencanaPenanganan dan Pengurangan Resiko Bencana PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2008 RKPA dan KUA Thn Pemberdayaan ekonomi masyarakat, membuka kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan. 2.Pembangunan dan pemeliharaan Infrastruktur dan sumber daya energi (Ekonomi dan Investasi). 3.Peningkatan mutu, akses dan daya saing pendidikan. 4.Peningkatan kualitas, akses dan daya saing pelayanan kesehatan 5.Penyehatan birokrasi pemerintahan 6.Pelaksanaan syariat dan nilai- nilai Islam serta pemb. Sosial budaya. 7.Pencegahan dan Pengurangan resiko bencana alam (akibat banjir, tanah longsor dan Gempa Bumi) NAD Bappeda NAD Abdul Rahman Lubis Visi Misi Bappeda ACEHHIJAUACEHHIJAU Hasil Pemb Dasar hukum; Semua ketentuan dan perundang-undangan yang relevan dengan perencanaan dan pengendalian pembangunan Perenc.& Pelaksanaan Teknis/ Operasional Menurut sektor Pembangunan ( SKPA )

3 KONDISI KEMISKINAN 2006/ 2007 % Pengangguran pedesaan mulai menurun % Kemiskinan mulai menurun

4 PENYEBAB KEMISKINAN 1. Struktural  Porsi dana dan bantuan ke program infra structure dan aparatur pemerintah terlalu tinggi, tidak proporsional ke bidang produktif misalnya pertanian dan perikanan yang merupakan mata pencaharian penduduk terbanyak (80%).  Perencanaan Program dan Kegiatan tidak tepat sasaran  Terbatasnya dukungan sistem kelembagaan sosial, ekonomi dan politik untuk Penanggulangan kemiskinan  Proyek mikro dikelola oleh masyarakat “under funded” atau memberi bantuan saja tidak didukung dengan pembinaan.  Nilai hasil produksi rendah disebabkan industri pengolahan tidak tersedia  Industri besar kurang melibatkan masyarakat tertinggal  Terbatasnya kapasitas wilayah  Hak milik tanah dan akses tanah

5 2. Kultural  Tingkat Pendidikan dan Kesehatan yang rendah  Sikap mental dan perilaku masyarakat ketergantungan  Dominasi laki laki dalam mengambil keputusan alokasi dana  Siklus ekonomi desa (subsistence) belum akses ke pasar 3. Dampak Bencana  Konflik  Gempa Bumi dan Tsunami  Peningkatan inflasi (29%) dari proyek darurat  Traumatik …… PENYEBAB KEMISKINAN

6 FOKUS PEMBANGUNAN Fokus pembangunan Aceh pasca tsunami dan pasca konflik diarahkan untuk mempercepat proses Rehabilitasi dan Rekontruksi, sehingga kondisi Aceh dapat pulih kembali dan pembangunan Aceh tertata dan terlaksana secara lebih baik sesuai dengan cetak biru Pembangunan Aceh yang telah disusun, meliputi:  Penyeselesaian konflik, berkelanjutan, kongkrit dan tuntas  Mengoptimalkan nilai sosial budaya, adat-istiadat.  Pelaksanaan Syari’at Islam secara kaffah.  Pembangunan ekonomi lokal dan industri yang konektif dengan masyarakat  Pelayanan kesehatan dan ekonomi pedesaan  Peningkatan prasarana, sarana dan mutu pendidikan  Penyediaan infra struktur yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat Jagung Kopi Coklat Karet Kelapa sawit Pengembangan potensi pertanian Mayoritas masyarakat miskin, baik laki-laki maupun perempuan, adalah petani dan nelayan. Sehingga bidang pertanian, perikanan dan industri pengolahan serta pemasaran menjadi prioritas utama. Transient Poverty di Prov. NAD diperkirakan 60%, Nasional ± 42 %

7 Pentingnya Penanggulangan Kemiskinan, karena :  Konflik akan kembali terjadi jika kemiskinan meningkat dan masyarakat merasa diasingkan dari proses pengembangan aset, rendahnya produktivitas atau tidak ada dukungan, pelayanan dan tersedia lapangan kerja.  Pengembangan potensi bidang ekonomi pedesaan, agro-industri dan informal perkotaan adalah kunci untuk pembangunan berkelanjutan di Aceh, dengan perkiraan menurunnya pendapatan di bidang migas.  Masyarakat membutuhkan pertolongan untuk memulai kembali mata pencahariannya agar hidup makmur Sebuah Strategi Penanggulangan kemiskinan perlu direncanakan semua daerah (Tsunami and Konflik) untuk membangun kembali yang lebih baik ( tidak kembali pada kemiskinan). KEPENTINGAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN

8 KEBIJAKAN  Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi  Perluasan Lapangan Kerja dan Usaha  Pengurangan Kesenjangan antar wilayah  Peningkatan Pemenuhan Hak Dasar  Perwujudan dan Kesetaraan Gender  Pengembangan Wilayah Guna Mendukung Pemenuhan Hak Dasar  Pembangunan dan Penataan pedesaan dan perkotaan  Pengembangan Kawasan Pesisir  Percepatan Pembangunan Daerah TertinggalD

9 PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN TERPADU TAHUN SISTEM PENANGGULANGAN KEMISKINAN P4K ( P embinaan P eningkatan P endapatan P etani / Nelayan K ecil ) PERUBAHAN SIKAP KERJA dan USAHA KERJASAMA KELOMPOK PROGRAM INFRASTRUKTUR DESA PENDIDIKAN DEWASA AKSES PASAR PEMBINAAN FASILITATOR DESA PARTISIPASI MASYARAKAT JASA KEUANGAN MIKRO KESEHATAN & BKKBN MANFAAT MODAL INTERNET & TEKNOLOGI TEPAT MANAJEM TERPADU Keterkaitan masyarakat tertinggal dengan program Penanggulangan kemiskinan Pemerintahan Aceh (Makro) dengan program terpadu (Mikro) yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan. Program Pemberdayaan masyarakat dan jaringan sehingga bisa naik dan meraih peluang untuk kemandirian mereka

10 MEKANISME PELAKSANAAN Penanggulangan kemiskinan dikembangkan oleh masyarakat dan perangkat Mukim bersama-sama pemerintah di tingkat Kecamatan dengan program mikro terpadu PERIKANAN KESEHATAN PERTANIAN PENDIDIKAN LAPANGAN KERJA SOSIAL PEMBERDAYAAN MASYARAKT INFRASTRUKTUR INDUSTRI & PERDAGANGAN

11 PROGRAM TERPADU MIKRO - BALAI PENGHUBUNG  Database keluarga miskin (BPS) dan kelompok keluarga tertinggal (KTT)  Fasilitator- fasilitator program mikro Penanggulangan kemiskinan  Fasilitas pertemuan masyarakat  Akses Internet dan pelayanan informasi untuk pengembangan organisasi dan masyarakat lokal.  Pelayanan Keuangan mikro ` Dukungan Wilayah, Infra strukur tanah, lingkungan Program Mikro dari Dinas Ekonomi dan Sosial Balai Penghubung (Connections Centres) PemerintahSektor Swasta Masyarakat Folder Informasi Masyarakat Kerangka Konsep Balai Penghubung di BPP Balai Penghubung Kecamatan membantu stakeholder makro untuk melakukan transaksi/informasi dengan masyarakat miskin meliputi :

12 SASARAN KECAMATAN, KELUARGA DAN KELOMPOK DALAM PROGRAM TERPADU Target dari 49,85 % Kemiskinan menjadi 13 % dalam enam tahun dengan sasaran tepat

13 TARGET MDGs NAD Target-target Milenium Situasi 2005Target 2012 NADNasionalNAD Pendapatan dibawah $2 per hari 49,85 %15,97 %13 % Anak yang pendidikan dasar saja 94,72 %97% Rasio gender di pendidikan*) 101,63103,40100,00 Angka kematian bayi 42/1000 LH35/1000 LH26/1000 LH Kurang Gizi ( Balita ) 22,7 %20 %15 % HIV/AIDS 0/1194/5090/1 Penyakit malaria 8,459 ‰ 19,61 ‰ 5,0 ‰ Akses sumber air bersih/Lading 10,86 %57,5 %61 % Rumah Dhuafa 30%-13 % Pemukiman Kumuh 600 Desa (10,2%) -- Indek Pembangunan Manusia69,4 %69,6 %72 % * ) Tamat Sampai Sekolah Menengah

14 KEBUTUHAN DANA UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN ACEH

15 KESIMPULAN Penanggulangan kemiskinan di NAD bisa dicapai jika :  Target dan sasaran yang tepat  Ada program makro dan mikro yang selaras dan proporsional  Program terpadu dilaksanakan di tingkat kecamatan  Tanggulangi dengan “Kejujuran (Honesty)”

16 TRIMENG GEUNASEH


Download ppt "PENANGGULANGAN KEMISKINAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAHUN 2007-2012 Abdul Rahman Lubis Kepala Bappeda Nanggroe Aceh Darussalam."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google