Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN KE-5 TEORI KLASIK, TEORI BEHAVIOURISTIK, TEORI KOGNITIF Teori Belajar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN KE-5 TEORI KLASIK, TEORI BEHAVIOURISTIK, TEORI KOGNITIF Teori Belajar."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN KE-5 TEORI KLASIK, TEORI BEHAVIOURISTIK, TEORI KOGNITIF Teori Belajar

2 MENGAPA ANDA PERLU MEMPELAJARI TEORI BELAJAR? Apa teori itu? Apa belajar itu?

3 Pengertian A theory is an explanation of events on which future cources of action can be based. (Teori adalah suatu penjelasan tentang kejadian- kejadian yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan terjadinya peristiwa di waktu yang akan datang). (Hansen, 1982).

4 Kegunaan Mempelajari Teori Menemukan dan mempelajari teori. Dari mempempelajari teori diperoleh prinsip, dalil, hukum. Prinsip, dalil, dan hukum diterapkan ke dalam praktek untuk memecahkan/ menghadapi masalah (agar lebih efektif dan efisien). Dari hasil praktek, bisa diperoleh/dibangun juga prinsip, dalil, hukum (teori) baru yang bisa digunakan untuk mengadapi masalah-masalah berikutnya.

5 SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI SM Abad ke-17 & Kajian psikologi bermula dr. zaman Greek purba Aliran Empirisme Aliran Strukturalisme Aliran Functionalisme Aliran Interaksionisme Aliran Behaviorisme Aliran Psikologi Gestalt Aliran Humanistik Aliran Kognitivisme Aliran Konstruktivisme

6 TEORI-TEORI BELAJAR 1.Teori Klasik Pada zaman Awal Greek psikologi adalah bagian dari filsafat dan belum masuk kajian saintifik. 2.Teori Behaviorisme (Tingkah Laku) menekankan pada “hasil” dari proses belajar Tokoh: Thorndike; Watson; Clark Hull; Edwin Guthrie; Skinner 3. Teori Kognitif menekankan pada “proses” belajar Tokoh: Piaget; Ausubel; dan Bruner

7 TEORI KELASIK Pada zaman Awal Greek psikologi adalah bagian dari filsafat dan belum sebagai satu kajian saintifik Sebelum Masihi Aristotele (384 BC BC Plato (427 BC – 347 BC)

8 Plato, bahwa belajar hanya dipengaruhi oleh “akal or rasio” saja. TEORI KELASIK Aristoteles, bahwa selain dipengaruhi oleh “akal or rasio” juga dipengaruhi oleh peran Jiwa or Form. bahwa jiwa yg stabil akan lebih bisa menyerap dibanding jiwa yg labil.

9 Penganut dualisme Dunia kejiwaan berisi ide-ide berdiri sendiri terlepas dari pengalaman hidup sehari-hari. Jiwa berisi ide-ide diberi nama “psyche”, teridiri dr 3 bagian: –Berfikir, berpusat di otak disebut “logicticon” –Berkehendak, berpusat di dada disebut “thumeticon” –Berkeinginan, berpusat di perut disebut “abdomen” 3 bagian ini disebut “trichotomi plato” Berfikir adlh bagian terpenting, sehingga ia dikenal dg faham rasionalisme mementingkan rasio diatas fungsi-fungsi kejiwaan yg lain. Setiap orang sudah ditetapkan sejak lahir status dan kedudukannya dlm masyarakat, sehingga ia juga dikenal dg faham determinisme atau nativisme. Plato

10 Aristoteles Penganut faham empirisme Segala sesuatu hrs bertitik tolak dari realita, yaitu matter; Segala sesuatu yg berbentuk jiwa (form) harus menempati wujud tertentu (matter), wujud ini pd hakekatnya adlh pernyataan atau ekspresi dari jiwa; Tuhan adalah form tanpa matter, satu 2 nya hal tanpa wujud; Matter yg dpt diketahui melalui pengamatan atau pengalaman empiris merupakan sumber utama dari pengetahuan; Sehingga ia disebut Bapak Psikologis Form dibedakan mjd 3 macam : –Plant, yg mengontrol fungsi 2 vegetatif; –Animal, yg dpt dilihat dlm fungsi 2 seperti berkhayal, mengingat, mengharap, persepsi, dsb; –Rasional, yg memungkinkan manusia melakukan penalaran (reasoning) dan bentuk konsep 2. Pandangan ini disebut “dichotomi”

11 TEORI BEHAVIORISTIK ALIRAN BEHAVIORISME ( ) J.B.WATSON ( ) Pengasas aliran ini di Amerika Utara. Terkenal dengan Teori Pelaziman Klasik. Kajian dilakukan ke atas seorang kanak-kanak, Albert & seekor tikus putih. “ Psychology as the Behaviorist Views It” merupakan artikel beliau yang diterbitkan pada Beliau berpendapat psikologi ialah ilmu yang mengkaji tingkah laku yang nyata.

12 IVAN PAVLOV THORNDIKE 1874 – 1949 B. F. SKINNER 1904 – 1990 CORDELL HULL ( ) Dikenali juga sebagai aliran: -Associationism ( mengkaji kaitan mental antara dua peristiwa atau antara dua idea yang membawa kepada terjadinya pembelajaran)

13 KAJIAN DALAM ALIRAN BEHAVIORISME Hasil kajian Diaplikasikan kepada Pembelajaran & tingkah laku manusia mengfokus kepada tingkah laku manusia dan menolak aspek kerohanian.

14 ALIRAN BEHAVIORISME ( )

15 DEFINISI OPERASIONAL KONSEP SAINTIFIK PROSES PENGUKURAN KEPADA SESUATU YANG DIKAJI CONTOH: LAPAR (didefinisikan sebagai sesuatu yang dialami oleh manusia atau haiwan setelah tidak makan pada saat yang sepatutnya mereka makan. Definisi ini tidak dapat diterima oleh aliran logik positif kerana untuk mengesahkan situasi ini perlu ada satu cara pengukuran yang tepat.

16 ALIRAN BEHAVIORISME ( ) Ahli psikologi behaviorisme Menegaskan TUJUAN ILMU PSIKOLOGI mengurai menerang meramal Membentuk tingkah laku

17 PENDEKATAN BEHAVIORISTIK Ahli psikologi tidak perlu memberi perhatian kepada peristiwa yang berlaku dalam mental ( sedar dan tidak sedar) sebaliknya memberi penekanan kepada tingkah laku yang diperhatikan secara nyata atau tidak nyata. Menurut Watson, tingkah laku seseorang dipengaruhi Lingkungan dan bukannya dari unsur-unsur dalam. Pembelajaran sangat berkaitan dengan perubahan tingkah laku. TEORI BEHAVIORISTIK

18 PENDEKATAN BEHAVIORISTIK Menekankan ide bahwa tingkah laku dan proses mental adalah hasil daripada pembelajaran. Bernstein et al., 1994 Pendekatan ini juga dikenali sebagai psikologi rangsangan gerak balas atau R-G. Tingkah laku ialah satu ciri gerak balas yang berlaku dengan wujudnya rangsangan.

19 Dikaitkan dengan konsep pelaziman klasik IVAN PAVLOV Beliau menjalankan eksperimen ke atas seekor anjing bagi menunjukkan perkaitan antara rangsangan (makanan) dengan gerak balas (air liur)

20 E.L.THORNDIKE 1874 – 1949 Terkenal dengan Teori Pelaziman Cuba Jaya (Teori of Trial and Error Conditioning) Prinsip asas pembelajaran adalah pengaruh ganjaran dan denda. (Organisme akan membuat sesuatu yang membawa keseronokan sebaliknya organisme berkenaan akan mengelak drp melakukan sesuatu yang membawa kesakitan atau membahayakan diri). Konsep ini dinyatakan sebagai:- -pembelajaran instrumental atau -pembelajaran operan

21 B. F. SKINNER 1904 – Kesinambungan daripada kajian yang telah dijalankan oleh E.L.Thorndike. - Terkenal dengan pelaziman operan yang mengukur pengaruh ganjaran dan denda. - Beliau menjalankan eksperimen ke atas tikus dan burung merpati. - Dalam eksperimennya yang terkawal, beliau telah dapat mengukur proses pembelajaran dengan cara menukar frenkuensi ganjaran dan denda.

22 IMPLIKASI ALIRAN BEHAVIORISME TERHADAP PENDIDIKAN Implikasi Behaviorisme dalam pendidikan amat mendalam kesannya. Dalam merancang pengajaran sesuatu konsep atau kemahiran, seseorang guru akan menulis objektif untuk perlakuan yang boleh diukur atau diperhatikan pada akhir pengajaran. Guru tidak perlu mengambil tahu apa yang muridnya telah tahu atau mengambil kira apakah perubahan yang mungkin berlaku dalam minda muridnya semasa pengajaran. Guru hanya mengatur strategi dengan memberi ganjaran kepada murid yang menunjukkan tingkah laku yang dikehendaki dengan menekankan latih tubi. Guru menekankan kepada apa yang murid boleh lakukan, bukannya kefahaman murid. Gardner, 2000

23 TEORI KOGNITIF ALIRAN KOGNITIVISME ( ) KAJIAN DLL Pemikiran manusia Persepsi & penanggapan Kognisi Meta kognisi Kem. belajar Motivasi

24 Max Wertheimer Wolfgang Kohler Kurt Koffka AHLI-AHLI PSIKOLOGI KOGNITIVISME Ahli-ahli Psikologi Gestalt Jean Piaget ( ) Lev Semenovich Vygotsky ( 1896 – 1934) Jerome S. Bruner (1915- ) David Ausubel (1918 -) Robert Mills Gagné (1916 – 2002)

25 ALIRAN KOGNITIVISME ( ) satu pandangan tentang cara manusia belajar. Penggerak utama aliran ini ialah Jean Piaget. Ide utama aliran ini adalah perwakilan mental yang dikenali sebagai skema. Skema akan menentukan bagaimana data dan informasi yang diterima akan difahami oleh otak manusia. Jika informasi baru sesuai dengan skema, maka informasi itu diterima. Jika tidak informasi itu ditolak atau skema diubah dan disesuaikan.

26 Pendekatan Kognitivisme Pendekatan yang memberi perhatian khusus kepada proses pemikiran individu seperti, kemahiran belajar, motivasi, dll. Ahli psikologi kognitif percaya bahawa peristiwa- peristiwa mental yang berlaku pada seseorang mesti dikaji, jika keseluruhan tingkah laku ingin difahami. Berbeda dengan pendekatan psikoanalisa yang mengfokus kepada pemikiran tidak sedar, pendekatan behaviorisme yang mengfokus kepada faktor lingkungan dan tingkah laku.

27

28 ISI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK No Nama dan Tokoh BinatangCoba Prinsip-prinsip isi Teori 123Koneksionisme(Thorndike) Classical Conditioning (Pavlov) Operant Conditioning (Skinner) Kucing (puzzle box) Anjing Burung merpati 1. Hukum kesiapan 2. Hukum Latihan 3. Hukum 1.Extinction 2.Spontaneous recovery 3.Generalisasi 4.Diskriminasi 1.Reinforcement 2. Punishment 3. Extinction 4. Spontanious recovery 5. Tingkah laku Superstitious 6. Generalisasi stimulus 7. Shaping 8. Avoidance

29 Teori stimulus-respon (behavioural) Berpangkal dari psikologi asosiasi  belajar adalah membentuk tanggapan dan menggabungkan tanggapan2 dengan jalan pengulangan “anak mendapatkan tanggapan sebanyak mungkin; materi sebanyak- banyaknya, anak diminta menghafal, guru aktif-siswa pasif” makin banyak diberi stimulus, makin memperkaya respon dalam proses belajar Tidak memperhitungkan faktor internal yang terjadi pada diri subjek

30 Teori Belajar Behaviourisme Dipelopori oleh B.F Skinner Menekankan pada tingkah laku yang teramati Manusia dibentuk oleh lingkungan. Ia lahir dengan potensi yang bisa dikembanglan kearah mana saja. Melalui proses pembentukan (shaping), maka manusia menjadi sosok tertentu dan dengan kepribadian tertentu. Pada prinsipnya, manusia bukanlah organisme yang pasif tetapi ia aktif mencari akibat-akibat (konsekuensi) yang menyenangkan, karena memandang bahwa manusia itu pada dasarnya bebas menetukan perilakunya, maka teori Skinner disebut teori operant conditioning Skinner memakai refleks sebagai unit dasar untuk menganalisa tingkah laku organisme atau individu.

31 Behaviourisme Teori belajar Behavioristik ( Watson dan E.R. Guthrie ) Mementingkan pengaruh lingkungan Mementingkan bagian – bagian Mementingkan peranan reaksi (respon) Mementingkan mekanisme terbentuknya hasil belajar Mementingkan hubungan sebab akibat pada waktu yang lalu Mementingkan pembentukan kebiasaan Pemecahan masalah dengan “mencoba dan gagal

32 Seseorang belajar adalah dengan merespon situasi yang baru dengan respon yang lama atau memakai respon yang baru dipelajari Cara efektif u/ mengubah dan mengontrol PL adalah dengan reinforcment, penguatan  reward& punishment Pemberian reinforcment  countinous reinforcment,dan intermitted reinforcmnet

33 Jenis Respon Respondent Behavior  respon yang diperoleh atau dibangkitkan oleh karena adanya stimulus. Hal ini merupakan pandangan dari conditioning classic, S – R yang dikemukakan oleh Pavlov. Atau lebih tegas lagi dikemukakan oleh Watson “ no stimulus, no respon”. Contoh responden behavior adalah menyempitnya mata kalau ada sinar yang tajam, saliva (keluarnya air ludah kalau ada makanan) dan lain sebagainya. Operant Behavior yaitu perilaku yang dikeluarkan tanpa adanya stimulus yang jelas.

34 Jenis conditioning berdasarkan respon Type S, yaitu kondisioning untuk responden behavior karena reinforcement dikaitkan dengan stimulus. Stimulus yang hendak dikondisikan (misalnya: sinar atau bel) dikaitkan dengan stimulus tak terkondisi misalnya makanan. Kondisioning jenis ini digunakan untuk respon-respon otonom. Type R yaitu kondisioning untuk operant behavior. Huruf R dimasudkan untuk menekankan pentingnya respon untuk mendatangkan reinforcement. Pandangan Skinner tentang conditioning operant behavior ini sesuai dengan pandangan Thorndike tentang law of effect. Jadi reinforcement tergantung pada respon yang dilakukan oleh organisme. Conditioning jenis kedua ini digunakan untuk respon-respon jenis kerangka.

35 Behaviourisme Setiap respon yang diikuti oleh stimulus penguat cenderung diulang. Stimulus penguat adalah segala sesuatu yang dapat meningkatkan dimunculkannya respon operan.

36 Prinsip dalam Pendekatan Behaviourisme Generalisasi  kecenderungan individu untuk memberikan respons yang sama terhadap stimulus original. Diskriminasi  individu merespons pada stimulus tertentu dan tidak pada stimulus lainnya. Untuk memproduksi diskriminasi misalnya Pavlov memberikan anjing sekerat daging persis setelah bunyi lonceng, dan bukan setelah stimulus yang lain, akibatnya anjing tadi hanya memberi respons pada stimulus khusus tersebut yakni pada bunyi lonceng. Extinction  pelemahan atau penghapusan reaksi terkondisi (conditioned response). Dalam salah satu penelitian Pavlov membunyikan bel berulang-ulang tanpa disertai pemberian makanan, akhirnya anjing itu mendengar suara bel tanpa mengeluarkan air liur.

37 Klasikal kondisioning  TL dipelajari dengan memanfaatkan hubungan stimulus dan respon yang bersifat refleks bawaan Operan kondisioning  reinforcment tidak diasosiakan dengan stimulus yang dikondisikan, tetapi diasosiasikan dengan respon (respon dianggap sebagai pemberi reinforcment)

38 Jenis Reinforcment Reinforcement positif, yaitu stimulus yang pemberiannya terhadap operant behavior menyebabkan perilaku itu akan diperkuat atau dipersering untuk dimunculkan. Reinforcement negative, yaitu stimulus yang penghilangannya untuk stimulus-stimulus yang tidak menyenangkan (aversive stimulus) akan menyebabkan diperkuat atau diperseringnya perilaku.

39 Jadwal Pemberian Reinforcment Reinforcment Countinous reinforcment Intermitted reinforcment Interval Ratio Fixed Variabel Fixed Variabel

40 Fix Interval Reinforcement Schedule (FI)  jadual pemberian reinforcement yang tetap dihitung waktu. Misalnya: Dalam penelitian Skinner, setiap 5 menit makanan akan keluar (setelah diberi makanan, respon tikus santai. Selanjutnya lebih cepat dari 5 menit/mendekati 5 menit) Fix Ratio Reinforcement Schedule (FR)  jadual pemberian reinforcement yang tetap dihitung menurut beberapa kali respon. Misalnya: tiap 5 kali tikus memukul pedal, maka makanan akan otomatis keluar, setelah makanan keluar, maka tikus akan memukul sehingga diagram akan menanjak tajam. Variable Interval Reinforcement Schedule (VI)  interval yang tidak tetap. Misalnya: waktunya tidak jelas/ tidak tetap. Terkadang makanan baru keluar setelah 5 menit, terkadang makanan bisa keluar setelah tiga menit. Sehingga respon jadi malas-malasan. Variable Ratio Reinforcement Schedule (VR)  tidak jelas beberapa kali ketukan maka makanan akan keluar.

41 Isi Teori Belajar Kognitif No Nama dan Tokoh Binatang coba Prinsip-prinsip Isi Teori 1 Cognitive Learning (Wertheimer, Kohler) Simpanse 1.Insight 2.Figure Ground 3.Prinsip Pragnanz 4.Prinsip transposisi

42

43 Subyek Penelitian Selain Manusia Penelitian dalam Psikologi Belajar sering menggunakan binatang sebagai subyek. Alasannya: Hemat Hewan cepat bereproduksi Kesempatan yang lebih leluasa Waktu relatif tidak terbatas Kode etik yang ketat terhadap manusia

44 Etika Penelitian Peneliti harus melindungi hak-hak subyek dan toidak menempatkan subyek dalam bahaya psikis maupun fisik. Peneliti harus menjelaskan detail prosedur penelitian dan meminta persetujuan dari subjek


Download ppt "PERTEMUAN KE-5 TEORI KLASIK, TEORI BEHAVIOURISTIK, TEORI KOGNITIF Teori Belajar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google