Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BEDAH SKL IPA FISIKA SMPN 231 JAKARTA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BEDAH SKL IPA FISIKA SMPN 231 JAKARTA"— Transcript presentasi:

1 BEDAH SKL IPA FISIKA SMPN 231 JAKARTA
1/31/2013 BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA BEDAH SKL IPA FISIKA SMPN 231 JAKARTA Taufik,S.Pd Bedah SKL Kec. Makasar

2 APA YANG HARUS KITA LAKUKAN UNTUK MEMBANTU SISWA AGAR SUKSES NILAI UN?
1/31/2013 Beritahu SKL Kepada Siswa Jelaskan kompetensi yang diujikan beserta contohnya. Buat soal yang sesuai SKL dan setara UN (perhatikan kriteria penulisan soal) Latih cara menjawab (tip dan trick menjawab soal) Try out berkali-kali Analisis hasil jawaban siswa Adakan program remedial bagi yang perlu Try out lagi bagi yang belum mampu dan analisis lagi. Jika perlu dibentuk cluster BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA Bedah SKL Kec. Makasar

3 BEDAH SKL KEC. JATINEGARA
MATERI NOMOR Neraca 108-2 ; 120-1; 9-2; 11. Kacamata 121-10 2. Wujud Zat 90-5,6 ; 96-1; 108-3,4; 114-2; 126-2 12. Listrik Statis 92-12; 3. Termometer 91-8; 108-5,6; 114-3; 120-3; ; 12-1,2,3; 12-1, 13-2 13. Kirchoof 92-13 4. Grafik Kalor 91-10; 109-8; 114-4; 13-1,2; 14-3 14. Energi Listrik 92-15; 98-14; ; 38-3 5. Hukum Newton 96-2,3; 121-5 15. Magnet Buatan 115-15; 40-1,2 6. Energi Kinetik 121-6; 115-6, 18-2; 19-2 16. Transformator 104-17; ,17; ; ; 40-1,2 7. Pesawat Sederhana 97-8; 115-6 17. Rotasi/Revolusi 122-17 8. Hukum Pascal - 18. Ion 98-19; ; ; ; 9. Getaran 27-1 19. Asam basa 98-20; ; ; ; 12219; 10. Pemantulan bunyi 103-8; 29-3 20. Campuran 92-20 ; ; ; 1/31/2013 BEDAH SKL KEC. JATINEGARA Bedah SKL Kec. Makasar

4 besaran turunan dan satuannya
SKL 1 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari NO. 1 A menentukan besaran pokok, besaran turunan dan satuannya atau Pasangan besaran pokok dengan satuannya dalam SI dan alat ukurnya yang benar ditunjukkan pada nomor …. 1, 2, 3, 4, dan 5 1, 2, 3, dan 4 2, 3, dan 4 2, dan 4 penggunaan alat ukur dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

5 Gelas Ukur/Gelas berpancuran besaran pokok,
SKL 1 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari NO. 1B ALAT UKUR menentukan Mistar Neraca Stopwatch Termometer Amperemeter Fotometer Analisator Kimia Gelas Ukur/Gelas berpancuran besaran pokok, besaran turunan dan satuannya atau penggunaan alat ukur dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

6 besaran turunan dan satuannya
SKL 1 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari NO. 1 menentukan besaran pokok, besaran turunan dan satuannya atau Massa benda sesuai pengukuran adalah .... A g B g C g D g penggunaan alat ukur dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

7 besaran turunan dan satuannya
SKL 1 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari NO. 1 menentukan besaran pokok, besaran turunan dan satuannya atau penggunaan alat ukur dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

8 MISTAR STOPWATCH NERACA BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

9 FOTO METER AMPERE METER THERMOMETER BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

10 sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya
1/31/2013 SKL 2 Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari NO Sifat-sifat zat Padat Cair GAS 1 Bentuk tetap berubah Berubah 2 Volume 3 Jarak Partikel rapat renggang Berjauhan 4 Susunan Partikel teratur Tidak teratur 5 Gaya tarik antar partikel Sangat kuat Kurang kuat lemah 6 Gerakan partikel Bergerak ditempat Dapat bergerak bebas, tapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya Bergerak bebas, NO. 2 menentukan sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya atau penerapan dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA Bedah SKL Kec. Makasar

11 sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya
1/31/2013 SKL 2 Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari NO. 2 Tentukan sifat-sifat benda seperti CUKA, BATU DAN ASAP berdasarkan bentuk ,volume, jarak partikel dan susunannya berdasarkan teori partikel zat! menentukan sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya atau penerapan dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA Bedah SKL Kec. Makasar

12 Menentukan konversi suhu pada termometer
SKL 2 Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari Menentukan konversi suhu pada termometer NO. 3 NO. 3 Suhu suatu cairan dalam wadah diukur dengan menggunakan 2 buah termometer berskala Reamur dan termometer berskala Fahrenheit. Jika skala yang ditunjukkan oleh termometer Fahrenheit = 203 °F, maka skala yang terbaca pada termometer berskala Reamur adalah …. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

13 Menentukan konversi suhu pada termometer
SKL 2 Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari Menentukan konversi suhu pada termometer NO. 3 NO. 3A Jika Termometer C = 80 . Tentukan angka yang ditunjukkan termometer Reamur Fahrenheit Kelvin BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

14 besaran kalor dalam proses perubahan suhu
SKL 2 Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari NO. 4 menentukan besaran kalor dalam proses perubahan suhu Disajikan grafik menentukan kalor untuk : Perubahan suhu dan Perubahan wujud atau penerapan perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

15 besaran kalor dalam proses perubahan suhu
SKL 2 Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari 2 kg es bersuhu 5ºC di bawah nol dipanaskan hingga menjadi air yang bersuhu 10 ºC seperti pada gambar. Jika kalor jenis es J/kg ºC. Kalor lebur es J/kg dan kalor jenis air J/kg ºC, maka kalor yang dibutuhkan untuk melakukan proses A → C adalah .... NO. 4 menentukan besaran kalor dalam proses perubahan suhu atau penerapan perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

16 penerapan hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari NO. 5 a menentukan jenis gerak lurus atau penerapan hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

17 penerapan hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari NO. 5 menentukan jenis gerak lurus atau Jika massa benda 2 kg, maka percepatan yang dialami benda adalah …. penerapan hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

18 besaran fisis pada usaha
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan seperti tertera pada gambar. Kecepatan mobil dari A ke B adalah 8m/s, kemudian dari B ke C dipercepat dan ketika menempuh jarak dari C ke D kecepatannya menjadi 16m/s. Perbandingan energi kinetik yang dimiliki mobil antara A – B dengan C – D adalah .... A. 4 : C. 1 : 2 B. 2 : D. 1 : 4 NO. 6 menentukan besaran fisis pada usaha atau energi . A B C D BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

19 penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari c. NO. 7 menentukan penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

20 penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari c. NO. 7 INDIKATOR SOAL Disajikan pesawat sederhana seperti tuas atau bidang miring, siswa dapat menentukan besar KM nya menentukan penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

21 besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat.
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari NO. 8 menentukan Tekanan pada zat padat besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat. Tekanan Hidrostatis Hukum Pascal Hukum Archimedes BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

22 besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat.
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari NO. 8 menentukan besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

23 besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat.
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari NO. 8 menentukan besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

24 besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat.
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari Alat pengangkat mobil, terlukis seperti gambar berikut. NO. 8 menentukan Jika berat mobil 6000N, maka diperlukan gaya F untuk mengimbang berat mobil sebesar .... A. 300 N C. 450 N B. 400 N D N besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat. Zat cair 15cm2 200cm2 F BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

25 F1 F2 BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

26 Perhatikan gambar disamping!
SKL 3 Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari menentukan NO. 8 a Perhatikan gambar disamping! Orang manakah yang mengalami tekanan hidrostatis yang terbesar, jelaskan Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan hidostatis Berapa perbandingan tekanan yang dialami P dan Q besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat. Q P BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

27 besaran fisis pada getaran
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 9 Gambar, menentukan : Disajikan data dan atau gambar (bandul atau pegas) yang bergetar, siswa dapat menentukan besaran-besaran getaran (T, f) menentukan besaran fisis pada getaran atau gelombang BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

28 besaran fisis pada getaran
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 9 Jika bandul berayun dari A – O – B memerlukan waktu 0,4 sekon, maka frekuensi ayunan bandul tersebut adalah … . A. 0,5 Hz C. 2 Hz B. 1, 25 Hz D. 4 Hz menentukan besaran fisis pada getaran atau gelombang BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

29 penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 10 Disajikan beberapa pernyataan tentang pemanfaatan, sifat, atau ciri bunyi, siswa dapat mengidentifikasi pernyataan yang benar (Hukum Marsenne) menjelaskan sifat bunyi Disajikan gambar atau data rambatan atau pemantulan bunyi, siswa dapat menentukan jarak atau cepat rambat bunyi tersebut atau penerapannya dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

30 penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 10 menjelaskan Untuk mengukur kedalaman laut digunakan prinsip pemantulan bunyi. Bunyi pantul terdengar ½ sekon sesudah bunyi asli. Jika cepat rambat bunyi dalam air m/s, maka kedalaman laut adalah …. a. 375 meter b. 750 meter c meter d meter sifat bunyi atau penerapannya dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

31 besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 11 menentukan Sifat cahaya Disajikan data dan atau gambar cacat mata, siswa dapat menentukan lensa (jenis, kekuatan) untuk menolong penderita cacat mata tersebut besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa atau penerapan alat optik dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

32 besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 11 Seseorang tidak dapat melihat dengan jelas pada jarak 100 cm. agar ia dapat melihat normal maka kekuatan lensa yang diperlukan adalah …. menentukan Sifat cahaya besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa atau penerapan alat optik dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

33 besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 11 Seseorang dapat membaca dengan jelas pada jarak 100 cm. agar ia dapat membaca secara normal maka kekuatan lensa yang diperlukan adalah …. menentukan Sifat cahaya besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa atau penerapan alat optik dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

34 besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa
SKL 4 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari NO. 11 a menentukan 30 cm 20 cm Sifat cahaya besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa Berdasarkan gambar disamping maka jarak bayangan dan perbesarananya adalah ... . A. 30 cm dan 2 kali B cm dan 2 kali C cm dan 2 kali D cm dan 1 kali atau penerapan alat optik dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

35 Cacat mata Rabun jauh (Myopi) Rabun dekat (Hipermetropi)
Dibedakan berdasarkan kemampuan optimal daya akomodasinya menjadi : Rabun jauh (Myopi) Rabun dekat (Hipermetropi) Mata Tua (Presbiopi) BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

36 MIOPI Disebut juga rabun jauh
Kurang jelas melihat benda-benda yang letaknya jauh Titik jauhnya terbatas Diakibatkan karena bentuk lensa yang tidak dapat terlalu pipih Bayangan benda selalu jatuh di depan retina jika benda berada di tempat jauh BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

37 Jangkauan penglihatan mata MIOPI
X X PP < 25 cm PR = tertentu BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

38 MIOPI Titik jauh BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

39 Dalam perhitungan P = 100/(-PR)
Lensa negatif membentuk bayangan maya di depan lensa Benda yang berada pada jarak tak hingga (So = ) bayangannya terbentuk pada titik jauhnya (Si = -PR) Dengan rumus pembentukan bayangan 1/f = 1/So + 1/Si 1/f = 1/  + 1/(-PR) 1/f = /(-PR) F = - PR Kekuatan lensa yang digunakan P = 1/f = 1/(-PR) P = 100/(-PR) BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

40 HIPERMETROPI Disebut juga rabun dekat
Kurang jelas melihat benda-benda yang letaknya dekat Titik dekatnya lebih besar dari 25 cm Diakibatkan karena bentuk lensa yang tidak dapat terlalu cembung Bayangan benda selalu jatuh di belakang retina jika benda berada di tempat yang dekat (jarak baca) BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

41 Jangkauan penglihatan mata HIPERMETROPI
X X PP > 25 cm PR =  BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

42 Hipermetropi Jarak baca normal BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

43 Dalam perhitungan 1/f = 1/Sn + 1/(-PP) P = 4-(100/PP)
Lensa positif membentuk bayangan maya di depan lensa Benda yang berada pada titik bacanya (So = Sn) bayangannya terbentuk pada titik dekatnya (Si = -PP) Dengan rumus pembentukan bayangan 1/f = 1/So + 1/Si 1/f = 1/Sn + 1/(-PP) Sn = titik baca normal (25 cm) Kekuatan lensa yang digunakan P = 1/f P = 4-(100/PP) BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

44 PRESBIOPI Disebut juga mata tua
Kurang jelas melihat benda-benda yang letaknya jauh maupun dekat Titik dekatnya lebih besar dari 25 cm dan titk jauhnya kurang dari tak hingga Diakibatkan karena melemahnya daya akomodasi Bayangan benda selalu jatuh di belakang retina jika benda berada di tempat yang dekat (jarak baca) dan di depan retina jika melihat jauh. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

45 Jangkauan penglihatan mata PRESBIOPI
X X PP > 25 cm PR = tertentu BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

46 PRESBIOPI BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

47 gejala listrik statis dalam penerapan kehidupan sehari-hari
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 12 INDIKATOR Menjelaskan perpindahan electron pada benda yag digosok supaya timbul muatan listrik Prinsip kerja Elektroskop Menghitung besar gaya coulomb menjelaskan gejala listrik statis dalam penerapan kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

48 gejala listrik statis dalam penerapan kehidupan sehari-hari
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 12 Setelah digosok dengan kain sutera, batang kaca dapat menarik serpihan kertas seperti pada gambar. Hal ini membuktikan bahwa batang kaca tersebut bermuatan listrik … . positif, karena melepaskan beberapa elektron yang dimiliki positif, karena jumlah proton yang dimiliki bertambah negatif, karena menerima beberapa elektron dari kain wol negatif, karena jumlah elektron berkurang menjelaskan gejala listrik statis dalam penerapan kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

49 gejala listrik statis dalam penerapan kehidupan sehari-hari
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KACA PLASTIK WOL SUTERA NO. 12 menjelaskan gejala listrik statis dalam penerapan kehidupan sehari-hari Proses perpindahan elektron Jenis muatan yang dihasilkan A Kaca digosok dengan kain sutera sebagian elektron kain sutera berpindah ke batang kaca Kaca muatan positif B Plastik digosok dengan wol sebagian proton kain wol berpindah ke batang plastik Plastik muatan negatif C sebagian proton kain sutera berpindah ke batang kaca D sebagian elektron kain wol berpindah ke batang plastik BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

50 BEDAH SKL KEC. JATINEGARA
Mendapatkan muatan listrik pada benda dengan menggosok Klik Klik netral netral kain wol Klik Klik Plastik yang digosok gosok dengan kain wol maka plastik akan menjadi bermuatan listrik negatif, karena elektron kain wol pindah plastik BEDAH SKL KEC. JATINEGARA

51 BEDAH SKL KEC. JATINEGARA
Mendapatkan muatan listrik pada benda dengan menggosok Klik Klik netral netral kain sutra Klik Klik kaca yang digosok gosok dengan kain sutra maka kaca akan menjadi bermuatan listrik positif, karena elektron kaca pindah ke kain sutra BEDAH SKL KEC. JATINEGARA

52 Hukum Coulomb F F r q 1 q 2 q 1 q 2 F F q 1 r q 2 q 2 q 1 Klik Klik
BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

53 Besar gaya tarik atau tolak antara muatan sebanding dengan besar muatan masing masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan. F = gaya coulomb ( N ) q = muatan ( C ) r = jarak ( m ) k = ketetapan Nm2/C2 BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

54 Muatan listrik pada elektroskop dengan induksi
Klik Muatan listrik pada elektroskop dengan induksi Klik Klik Klik Netral Kepala elektroskop didekati benda bermuatan positif, elektron dari daun bergerak menuju kepala elektroskop dan daun elektroskop membuka Kepala elektroskop disentuh tangan maka elektron dari bumi mengalir menuju elektroskop dan menetralkan daun elektroskop maka daun elektroskop menutup Elektroskop menjadi bermuatan negatif karena menerima elektron dari bumi Klik Klik Klik Jenis muatan benda terinduksi berlawanan dengan jenis muatan benda yang menginduksi Bagaimana kalau yang didekatkan pada kepala elektoskop benda bermuatan negatif Jelaskan ! Klik BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

55 Klik Contoh Dua buah benda masing masing bermuatan listrik 3µC dan –2 µC yang terpisah sejauh 10 cm bila ketetapan coulomb N m2/C2 berapakah besar gaya tarik antara kedua muatan ? Klik Klik Catatan Ubah satuan – satuan besaran yang ada kedalan satuan SI μC = 10 –6 C cm =10 –2 m F = 54 N BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

56 serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 13 menentukan besaran-besaran listrik dinamis dalam suatu rangkaian (seri/paralel, Hukum Ohm atau Hukum Kirchhoff) serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

57 atau Energi listrik (W = V. I. t)
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 14 menentukan Menghitung rekening listrik atau Energi listrik (W = V. I. t) besaran fisis energi atau daya listrik dalam kehidupan sehari-hari. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

58 daya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 14 NO ALAT TEGANGAN ARUS WAKTU 1 TV 220 V 1 A 2 JAM 2 SETRIKA 2 A 30 MENIT 3 LAMPU 0,5 A 10 JAM menentukan besaran fisis energi atau daya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Tentukan energi listrik yang diperlukan untuk keperluan tersebut ! BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

59 cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 15 menjelaskan Disajikan peristiwa pembuatan magnet, siswa dapat menentukan kutub magnet yang terjadi cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

60 cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 15 menjelaskan Disajikan peristiwa pembuatan magnet, siswa dapat menentukan kutub magnet cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan R Q P BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

61 BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

62 cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 15 menjelaskan Tentukan kutub-kutub pada ujung-ujung besiyang sudah menjadi megnet seperti pada gambar di atas! Ujung I = …… ……, ujung J = …………… Ujung K = …………, ujung L = …………… cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

63 u s U S Cara membuat magnet 1. Dengan menggosok
Ujung yang lepas dari penggosokan membentuk kutub yang berlawanan dengan kutub yang digunakan untuk menggosok U S BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

64 2. Mengalirkan arus listrik dc ( Elektromagnet )
Kutub-kutub magnet yang terbentuk dapat ditentukan dengan aturan genggaman tangan kanan kutub Utara arah arus listrik Arah arus listrik ditunjukkan oleh arah ke empat jari Ibu jari menunjuk kutub utara U S BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

65 Induksi ( Imbas ) Mendekatkan magnet
Besi menjadi magnet pada saat didekati magnet u s U B s I e S U S U S U S BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

66 peristiwa induksi elektromagnetik penerapannya pada transformator
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 16 Menjelaskan Menghitung salah satu besaran pada transformator peristiwa induksi elektromagnetik atau penerapannya pada transformator BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

67 peristiwa induksi elektromagnetik penerapannya pada transformator
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 16 Menjelaskan peristiwa induksi elektromagnetik atau penerapannya pada transformator Transformator step down ditunjukkan oleh…. 1 dan 2 C. 3 dan 4 2 dan 3 D. 1 dan 4 BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

68 peristiwa induksi elektromagnetik penerapannya pada transformator
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 16 Perhatikan skema trafo berikut. Kuat arus listrik pada penghambat R adalah .... A. 12 A C. 3 A B. 6A D. 0,2 Menjelaskan peristiwa induksi elektromagnetik atau penerapannya pada transformator BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

69 peristiwa induksi elektromagnetik penerapannya pada transformator
SKL 5 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. NO. 16 Menjelaskan peristiwa induksi elektromagnetik atau penerapannya pada transformator BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

70 Faktor yang mempengaruhi besar GGL induksi
1. GGL Induksi sebanding dengan kecepatan perubahan flug magnet. G S U G BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

71 Faktor yang mempengaruhi besar GGL induksi
1. GGL Induksi sebanding dengan jumlah lilitan G S U G BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

72 Besar GGL Induksi : 1. Sebanding dengan jumlah lilitan
Besar GGL Induksi : 1. Sebanding dengan jumlah lilitan Jika Lilitan semakin banyak maka GGL yang dihasilkan semakin besar 2. Sebanding dengan kecepatan perubahan jumlah garis gaya magnet yang memotong kumparan Jika Kecepatan gerak Magnet semakin besar maka GGL akan semakin besar BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

73 SKL 6 Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya
NO. 17 Rotasi Bumi Akibat Rotasi bumi : 1). Terjadinya pergantian siang dan malam 2). Terjadinya gerak semu harian matahari. 3). Bumi tidak bulat seperti bola tetapi pepat pada kedua kutubnya dan menggelembung pada kedua kathulistiwa. 4). Adanya perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda bujur standartnya. Menjelaskan ciri-ciri anggota tata surya atau peredaran bumi-bulan terhadap matahari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

74 SKL 6 Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya
NO. 17 Revolusi Bumi Akibat Revolusi Bumi : 1). Terjadinya pergantian musim 2). Terjadinya gerak semu tahunan matahari. 3). Terjadinya perbedaan lamanya siang dan malam. 4). Terlihatnya rasi bintang yang berbeda setiap bulan. Menjelaskan ciri-ciri anggota tata surya atau peredaran bumi-bulan terhadap matahari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

75 Periode Revolusi Akibat Revolusi bumi Terjadinya pergantian musim di bumi Terlihatnya rasi bintang yang berbeda tiap bulan Terjadi perbedaan lamanya waktu siang dan malam Gerak semu tahunan matahari Periode revolusi adalah waktu yang diperlukan planet mengitari matahari satu kali putaran Belahan Bumi Selatan Awal musim semi, Malam sama panjang dengan siang Belahan Bumi Utara Awal musim gugur, Malam sama panjang dengan siang 23 September Belahan Bumi Selatan lebih condong ke matahari awal musim panas Siang lebih panjang dari malam Belahan Bumi Utara menjauhi matahari awal musim dingin Malam lebih panjang dari siang Belahan Bumi Utara lebih condong ke matahari awal musim panas Siang lebih lama dari malam Belahan Bumi Selatan menjauhi matahari awal musim dingin malam lebih lama dari siang 22 Desember 21 Juni 21 Maret KU KS Belahan Bumi Utara Awal musim semi, Malam sama panjang dengan siang Belahan Bumi Selatan Awal musim gugur, Malam sama panjang dengan siang BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

76 Periode rotasi adalah waktu yang diperlukan planet berputar pada sumbunya satu kali putaran
Akibat Rotasi 1. Pergantian siang dan malam 2. Perbedaan waktu dibumi yang garis bujurnya berbeda 3. Gerak semu harian matahari 4. Bentuk bumi menggelembung pada katulisiwa dan pepat pada kutubnya. 5. perubahan arah angin di katulistiwa Siang Malam Matahari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

77 TATA SURYA Susunan Matahari dan anggota tata surya yang mengitarinya.
Planet Asteroid 3. Satelit 4. Meteoroid 5. Komet BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

78 1. Planet Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri. Contoh : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus Merkurius Neptunus Venus Uranus Saturnus Bumi Mars Yupiter Komet Asteroid BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

79 Pengelompokan Planet Planet inferior a. Bumi sebagai pembatas planet dikelompokkan menjadi dua yaitu planet inferior dan planet superior. Planet superior Planet inferior adalah planet yang orbitnya berada di dalam orbit bumi. Yang termasuk planet inserior antara lain Merkurius dan Venus Planet superior adalah planet yang orbitnya berada diluar orbit bumi. Yang termasuk planet superior adalah Mars, Jupiter , Saturnus, Uranus dan Neptunus Bumi BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

80 Planet dalam planet yang orbitnya di dalam peredaran Asteroid
b. Asteroid sebagai pembatas planet dikelompokkan menjadi dua planet dalam dan planet luar Planet dalam Planet luar Planet dalam planet yang orbitnya di dalam peredaran Asteroid Yang termasuk planet dalam antara lain Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Planet luar adalah planet yang garis edarnya berada diluar garis edar Asteroid, Yang termasuk planet luar antara lain Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Asteroid BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

81 Berdasarkan ukuran dan komposisi penyusunnya, Planet dikelompokkan menjadi planet Terrestrial dan Jovian Planet Terestrial Planet Terrestrial yaitu planet yang memiliki ukuran dan koposisi yang hampir sama dengan bumi, Yang termasuk planet Terrestrial antara lain Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Planet Jovian yaitu planet yang memiliki ukuran sangat besar dan komposisi penyusunnya hampir sama dengan planet Jupiter. yang termasuk planet Jovian antara lain Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Planet Jovian BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

82 Gerhana Bulan Matahari Penumbra Bumi Umbra Penumbra Matahari Penumbra
BL Terjadi gerhana bulan BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

83 Gerhana Matahari Matahari Penumbra Bumi Umbra Penumbra Tempat terjadi Gerhana Matahari Total Gerhana matahari terjadi ketika posisi matahari , bulan dan bumi segaris dan sebidang BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

84 Pasang surut air laut Pasang neap Matahari Pasang Purnama
Atau pasang perbani Pasang Purnama Atau pasang perbani BL Pasang neap BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

85 Perhatikan daftar berikut 1. NaCl 3. O2 2. NaOH 4. N2
SKL 7 Mendeskripsikan konsep atom, ion dan molekul dihubungkan dengan produk kimia sehari-hari NO. 18 Perhatikan daftar berikut 1. NaCl 3. O2 2. NaOH 4. N2 Daftar diatas yang termasuk molekul unsur adalah A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 3 dan 4 Mendeskripsikan atom, ion, dan molekul serta hubungannya dengan produk kimia sehari-hari BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

86 NaCl N2O3 Cara membaca senyawa
SKL 7 Mendeskripsikan konsep atom, ion dan molekul dihubungkan dengan produk kimia sehari-hari NO. 18a Perhatikan daftar berikut NaCl N2O3 Cara membaca senyawa Mendeskripsikan atom, ion, dan molekul serta hubungannya dengan produk kimia sehari-hari NaCl = Natrium Klorida N2O3 = Dinitrogen Trioksida BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

87 SKL 8 Memahami klasifikasi zat serta perubahannya
NO. 19 No. Larutan yang diuji Kertas Lakmus Warna Merah Biru Berubah menjadi 1. P merah biru 2. Q 3. R 4. S 5. T Mendeskripsikan larutan asam, basa atau garam Dari hasil uji larutan dengan kertas lakmus diperoleh data sebagai berikut: Larutan yang bersifat asam, basa, dan garam berturut-turut adalah .... P, Q, dan R C. Q, R, dan S R, S, dan T D. S, T, dan R BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

88 SKL 8 Memahami klasifikasi zat serta perubahannya
NO. 19.b Mendeskripsikan Suatu larutan setelah diidentifikasi menghasilkan data sebagai berikut: rasanya pahit, dapat menghantarkan listrik, membirukan lakmus merah. Larutan tersebut dapat diprediksikan sebagai larutan ... . A. asam B. basa C. netral D. garam larutan asam, basa atau garam BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

89 SKL 8 Memahami klasifikasi zat serta perubahannya
NO. 20 Mendeskripsikan Pernyataan yang benar mengenai unsur, senyawa dan campuran adalah … unsur, senyawa dan campuran termasuk rumus kimia unsur senyawa campuran A Zat tunggal Dapat diuraikan Perbandingan sembarang B Terdiri dari satu jenis Perbandingannya tetap C Tersusun atas 2 atom atau lebih D Tak dapat diuraikan BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

90 SKL 8 Memahami klasifikasi zat serta perubahannya
NO. 20 Mendeskripsikan Asam sulfat merupakan senyawa yang memiliki rumus kimia … H2O CaCO2 H2SO4 NaCl unsur, senyawa dan campuran termasuk rumus kimia BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

91 SKL 8 Memahami klasifikasi zat serta perubahannya
NO. 21 Perhatikan peristiwa alam berikut! 1. besi dilapisi cat 2. besi berkarat 3. bensin menguap 3. air membeku 4. sampah membusuk 5. petasan meledak Dari keenam peristiwa tersebut yang merupakan kelompok perubahan fisika dan perubahan kimia secara berurutan ditunjukkan nomor …. A. (2), (5), (6), dan (1), (3), (4) B. (3), (4), (5) ,dan (1), (2), (6) C. (1), (3), (4), dan (2), (5), (6) D. (1), (2), (6), dan (3), (4), (5) Mendeskripsikan sifat kimia atau fisika zat tertentu serta perubahannya. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

92 Bahan kimia tertentu yang terdapat dalam beberapa produk kimia.
SKL 9 Mendeskripsikan pemakaian bahan kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari NO. 22 Mendeskripsikan Daftar bahan kimia! 1. sakarin 2. karamel 3. sorbitol 4. Asam sorbat Bahan kimia sebagai pemanis buatan ditunjukkan oleh nomor …. A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 3 dan 4 Bahan kimia tertentu yang terdapat dalam beberapa produk kimia. BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

93 Bahan kimia adiktif dan obat psikotropika serta cara menghindarinya.
SKL 9 Mendeskripsikan pemakaian bahan kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari NO. 23 Zat adiktif/ psikotropika dan gejala yang ditimbulkan pada tubuh manusia pada tabel yang sesuai adalah … Mendeskripsikan Bahan kimia adiktif dan obat psikotropika serta cara menghindarinya. Zat Adiktif Gejala A Nikotin Mual, susah tidur, cepat kecanduan,kejang B Sabu sabu Plak hitam pada gigi, batuk, nafas bau C Ganja Berfikir lamban, hilang rasa malu, cemas, curiga D ekstasi Pupil mata menyempit, plak pada gigi, susah tidur BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA

94 TERIMA KASIH SEMOGA MEMAHAMI DAN MENGERTI
BEDAH SKL SMPN 231 JAKARTA


Download ppt "BEDAH SKL IPA FISIKA SMPN 231 JAKARTA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google