Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BERDO’A, BACA SURAT AL-FAATIHAH. 5. Hidup Penuh Kepasrahan dan Ketundukan 3. Menghilangkan Energi Negatif 2. Mempermudah Datangnya Rezeki 6. Sukses Dunia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BERDO’A, BACA SURAT AL-FAATIHAH. 5. Hidup Penuh Kepasrahan dan Ketundukan 3. Menghilangkan Energi Negatif 2. Mempermudah Datangnya Rezeki 6. Sukses Dunia."— Transcript presentasi:

1 BERDO’A, BACA SURAT AL-FAATIHAH

2 5. Hidup Penuh Kepasrahan dan Ketundukan 3. Menghilangkan Energi Negatif 2. Mempermudah Datangnya Rezeki 6. Sukses Dunia dan Akhirat 1. Memperpanjang Usia 4. Hidup Damai Dan Tenteram Dahsyatnya Efek Ikhlas Bagi Kita Sumber : (Mohammad Irsyad, 2012), Dalam Buku “Hilangkan Stres dengan Terapi HIPN IKHLAS”

3 STUDI KASUS : AUDIT SISTEM INFORMASI (AUSI)

4 Context Diagram SIA Siswa OFF-LINE Tidak Boleh Tidak Boleh

5 ALIRAN SISTEM INFORAMSI SEKOLAH Tidak Boleh Tidak Boleh

6 STUDI KASUS : AUDIT SISTEM INFORMASI (AUSI) ON-LINE

7 SISTEM LAMA

8 STUDI KASUS : AUDIT SISTEM INFORMASI (AUSI) USULAN SISTEM BARU

9 STUDI KASUS : AUDIT SISTEM INFORMASI (AUSI)

10 USE CASE DIAGRAM PENDAFTARAN STUDI KASUS : AUDIT SISTEM INFORMASI (AUSI)

11

12

13 Dengan mengacu pada identifikasi e-Layanan yang disediakan oleh Perusahaan tertentu, untuk itu perlu adanya identifikasi kebutuhan infrastruktur TIK yang minimal harus dipenuhi agar e-Layanan dapat berjalan dengan baik dan benar. Berikut adalah kebutuhan- kebutuhan standar yang perlu dipenuhi. 1. Aplikasi e-Layanan Aplikasi yang diperuntukkan sebagai e-Layanan haruslah berbasis WEB atau biasa dikenal sebagai web based appiication. Dengan demikian, aplikasi ini dapat diakses secara luas oleh pengguna melalui internet atau intranet. Standar Kebutuhan Infrastruktur TIK eServices

14 2. Media Penyimpanan Data Media yang digunakan untuk menyimpan data hendaknya dapat menampung seluruh data yang diunggah oleh pengguna dan dapat mengakomodasi pertumbuhan datanya. Selain itu, media penyimpanan data yang digunakan harus dapat menyimpan data dengan format dan ukuran yang diperlukan. Disamping itu, aspek pengamanan data harus tinggi. Aspek berikutnya adalah reliabilitas dan kemudahan dalam hal management dan administrasinya. Untuk menghindari terjadinya kehilangan data karena kerusakan sistem, perlu adanya penjadwalan proses backup data yang diatur sesuai dengan besar data dan media backup yang dipergunakan. Data yang perlu di-backup adalah data dan juga aplikasi yang terkait. Penyimpanan hasil backup tersebut harus diletakkan di tempat yang aman dan lebih baik disimpan di tempat yang berbeda dengan server. Mekanisme restore yang baik hendaknya dibuat agar pada saat terjadi kerusakan sistem dapat ditangani dengan cepat.

15 3. Server Spesifikasi Server yang dipilih hendaknya didasari oleh kapasitas e- Layanan yang akan di bangun, antara lain meliputi jumlah proses, volume data, sistem operasi dan database platform yang dipergunakan. Selain itu pemilihan perangkat keras tersebut hendaknya mempertimbangkan pertumbuhan data dan aplikasi sampai beberapa tahun ke depan. Perlu dipertimbangkan pula kemampuan untuk dapat di tingkatkan kemampunannya dengan mudah, dengan kata lain sampai beberapa tahun kedepan suku cadang server tersebut masih dapat di peroleh. Sebaiknya server e-Layanan memiliki mirror system untuk mengantisipasi apabila server induk mengalami kerusakan. Dengan adanya mirror system, sistem akan beralih ke server cadangan ketika server induk mengalami kerusakan. Untuk mengurangi kerusakan data akibat listrik padam, maka perlu dipasang UPS yang mampu menopang sistem sampai dengan 15 menit atau lebih.

16 Ruang Server Menempatkan Server dalam ruangan khusus yang memang di desain untuk ruang server hendaknya perlu di pertimbangkan. Selain untuk masalah keamanan ruang server tersebut memudahkan kegiatan pemeliharaan. Mengingat perangkat Server adalah perangkat elektronik yang dapat menimbulkan panas, maka suhu ruang diatur dalam kisaran C sehingga perangkat tersebut memiliki umur pakai lebih lama dan tidak cepat rusak. Selain itu, perlu juga disediakan penerangan yang cukup, kunci ruangan yang baik serta alat pemadam kebakaran.

17 4. Jaringan Komunikasi Jaringan komunikasi yang dipergunakan dipilih berdasarkan perhitungan besarnya data dan jumlah akses user terhadap server e-Layanan. Secara tidak langsung, hal tersebut menjadi dasar pemilihan media komunikasi, bandwidth, dan provider komunikasi. Media Transmisi Pemilihan media komunikasi khususnya media transmisi yang akan dipergunakan hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan bandwith untuk e-Layanan. Penggunaan Fiber Optic sangat tepat jika dipergunakan untuk backbone jaringan baik LAN maupun WAN, mengingat karakteristik bahannya yang dapat mengantisipasi bandwidth besar walapun diperguanakan untuk menghubungkan node dalam jarak yang jauh. Sedangakan penggunaan kabel UTP atau gelombang radio sesuai untuk implementasi dalam jarak dekat, misalnya dalam gedung.

18 Kebutuhan Bandwidth Menentukan besaran bandwidth hendaknya mempertimbangkan estimasi lalu lintas data yang lewat selama proses unduh dan unggah berikut bentuk e-Layanannya. Tipe e-Layanan yang masuk golongan transaksional membutuhkan bandwidth lebih besar daripada e-Layanan yang masuk golongan informasi. Beberapa faktor yang dapat dipakai sebagai acuan untuk menentukan kapasitas bandwidth yang anantinya dibutuhkan antara lain, estimasi jumlah pengguna, jumlah e-layanan yang akan disediakan, ukuran file berikut jumlahnya yang dapat di unduh pengguna. Tidak lupa diperhitungkan kemungkinan terjadinya peningkatan akses ke e-layanan secara tiba-tiba pada waktu-waktu tertentu. Faktor-faktor tersebut dimonitor secara berkala untuk proses evaluasi apakah kapasitas bandwith yang disediakan saat ini

19 masih mencukupi terutama untuk menghadapi masa-masa "peak-season" pelayanan. Dengan mempertimbangkan variable- variabel diatas, maka kebutuhan minimal bandwidth untuk e- Layanan ini minimal 2MBps. Internet Service Provider Pemilihan ISP (Internet Service Provider) harus mempertimbangkan kapasitas dari ISP tersebut baik besar bandwidth yang dimiliki, tingkat SLA (Service Level Agreement), dan cakupan wilayah kerja serta sumber daya yang dimilikinya baik hardware, software dan SDM-nya.

20 Perangkat Jaringan Perangkat jaringan yang nantinya akan dipergunakan hendaknya mempertimbangkan aspek-aspek sebagai berikut. 1.Skalabilitas; kemampuan untuk ditingkatkan fitur dan fasilitasnya dengan mudah serta mudah didapat di pasaran. 2.Manageable; tersedianya parameter yang dapat diatur disesuaikan dengan kebutuhan yang ada baik dalam hal kemanan dan manajemen akses ke jaringan. 3.Tersedianya dukungan purna jual dari pihak vendor, berupa garansi perangkat, help-desk, penyediaan back-up device.

21 5. Arsitektur e-Layanan Secara garis besar, arsitektur e-Layanan dapat digambarkan sebagai berikut : Setiap e-Layanan memiliki sistem security, workflow dan private database yang digunakan oleh e-Layanan tersebut secara private. Beberapa data yang dapat dipakai secara bersama disimpan dalam Common Database. Setiap e-

22 Layanan dapat mengakses Common Database ini. Selanjutnya, beberapa e-Layanan yang ada dapat diakses melalui portal Kemdiknas. Topologi Jaringan e-Layanan Struktur topologi jaringan e-Layanan dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.

23 Server e-Layanan diletakkan dalam sebuah segmen yang terpisah dari jaringan internal, biasa disebut DMZ Zone, untuk mencegah pengguna luar mengakses langsung ke server- server internal. DMZ (Demilitarized Zone) yaitu sebuah segmen jaringan kecil yang terletak antara jaringan komputer internal dengan jaringan luar / internet. Pengaturan seperti ini dapat mengurangi resiko gangguan terhadap sistem internal akibat penyusup dari luar. Untuk menjaga keamanan sistem e-Layanan, sebuah firewall atau sejenisnya dapat diletakkan pada ujung koneksi ke internet. Selain menggunakan komputer atau notebook, Pengguna dapat menggunakan perangkat portabel lain dengan memanfaatkan fasilitas hot-spot atau media komunikasi nirkabel lainnya untuk mengakses e-Layanan.

24 Penggunaan Attachment Beberapa e-Layanan terkadang membutuhkan pengiriman dokumen dari pengguna secara elektronik yang biasa disebut dengan attachment. Pengiriman attachment melalui sistem e- Layanan harus diatur agar tidak mempengaruhi unjuk kerja sistem. Hal-hal yang perlu ditentukan antara lain batasan maksimum ukuran file, format file, dan cara penyimpanannya (di folder atau di database).

25 Untuk menjaga keamanan aplikasi e-Layanan, perlu adanya sebuah mekanisme pengamanan yang baik. Mekanisme yang dapat digunakan antara lain dengan menggunakan otentifikasi User ID dan Password. User ID dan password tersebut diberikan ketika pengguna telah terdaftar sebagai User sistem pada e-Layanan. Untuk data dan aplikasi tertentu yang sifatnya terbatas/rahasia, hanya pengguna yang telah terdaftar saja yang diperbolehkan untuk mengakses. Sedangkan informasi yang sifatnya umum, pengguna tidak memerlukan User ID dan Password untuk mengaksesnya. User sistem dibedakan dalam beberapa Group User. Setiap group mempunyai hak akses tertentu terhadap data dan aplikasi, termasuk juga jenis operasi apa saja terhadap data (baca, tulis, ubah, hapus) yang dapat dilakukan. Dengan demikian, keamanan sistem dari pengguna yang tidak berhak untuk mengakses sistem dapat dijaga. Aspek keamanan lain adalah pengamanan data selama dalam proses transmisi melewati jalur internet. Harus dipastikan bahwa data yang ditransmisikan sudah melalui proses enkripsi agar tidak mudah "dibajak“orang lain. Selain itu, setiap aktivitas user di dalam sistem perlu dimonitor agar dapat diketahui user tersebut telah melakukan apa dan dimana saja, untuk itu diperlukan fungsi audit traii. 6. Pengamanan Sistem dan User Management

26 7. Workflow Workflow merupakan engine yang terdapat dalam sebuah aplikasi atau sistem e- Layanan yang bertugas mengatur arus data/dokumen yang lewat dalam sistem akibat proses transaksi. Proses notifikasi dan trancking dilakukan selama lalulintas dokumen transaksional di proses. Reminder dan warning kepada pengguna maupun admin muncul selama proses layanan hal ini mengakibatkan waktu yang diperlukan untuk memproses dokumen relatif singkat. Selama proses pelayanan tersebut, sebuah mekanisme pengukuran kinerja dijalankan. Proses tersebut diperlukan untuk mengukur kinerja dari setiap state apakah sesuai dengan standarnya atau tidak. Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk evaluasi guna meningkatkan kinerja layanan di waktu mendatang. 8. Dokumentasi Sistem Untuk memudahkan proses pemeliharaan sistem, perlu adanya dokumentasi yang lengkap dari sistem yang telah dibangun. Dokumentasi tersebut dapat digunakan sebagai sumber informasi dan acuan terhadap sistem dalam menangani masalah yang mungkin timbul di kemudian hari. Dokumenasi yang perlu dibuat antara lain dokumen struktur database, modul dan fungsi aplikasi, network structure, identitas user, hak-hak akses user, dan mekanisme backup/restore. Dokumentasi yang baik juga memudahkan SDM internal untuk menangani pemeliharaan sistem secara mandiri.

27 Pemeliharaan sistem perlu dilakukan dengan baik agar kinerja sistem tidak menurun seiring dengan berjalannya waktu operasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan sistem antara lain: 1.Kapasitas media penyimpanan dalam menampung pertumbuhan data. 2.Unjuk kerja aplikasi apakah masih mamppu melayani user yang terus bertambah. 3.Ancaman infeksi virus Computer berikut metode penanggulangannya 4.Monitoring umur perangkat keras mulai di hitung saat pemsangan pertama kali berikut perbaikan / penggantian komponen yang rusak. 5.Evaluasi terhadap aplikasi sebagai dasar untuk perlu tidaknya penambahan fitur, penyesuaian prosedur atau proses bisnis sesuai dengan perkembangan SOP sistem. 6.Pemantauan terhadap performance system yang dilakukan secara terus- menerus/terjadwal akan dapat mengetahui potensi gangguan sistem sejak dini. 9. Pemeliharaan Sistem

28 Kondisi Existing Sistem Arsitektur e-Layanan di Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal saat ini dapat digambarkan seperti terlihat pada gambar berikut: DITJEN PNFI meletakkan servernya di MASTERWEB dengan cara sewa ruang (hosting). E-Layanan Ijin Kursus Online, NIPUK, dan Info Lowongan/Pencari kerja dapat diakses melalui portal utama Kemdiknas dan portal Sedangkan untuk e-Layanan NILEK hanya bisa diakses dari portal Untuk e-Layanan NILEM PKBM dapat diakses dari portal kemdiknas tetapi harus terhubung dahulu dengan portal pnfi.kemdiknas.go.id.www.infokursus.net Setiap e-Layanan mempunyai security tersendiri. Database untuk e-Layanan Ijin Kursus Online, NIPUK, Info Lowongan/Pencari kerja, dan NILEK tergabung menjadi satu. Sedangkan NILEM PKBM mempunyai database tersendiri yang terpisah.

29 Topologi jaringan dari e-Layanan yang ada di DITJEN PNFI dapat digambarkan sebagai berikut.

30 Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa dua Direktorat menggunakan ISP FIRSTMEDIA/FASTNET UNTUK TERHUBUNG KE INTERNET. KONEKSI JARDIKNAS DIMANFAATKAN SEBAGAI backup link. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan meletakkan beberapa e-Layanan sekaligus dalam satu hosting dan terhubung ke satu portal induk infokursus.net. Berikut ini penjelasan detil dari kondisi infrastruktur e- Layanan di dua Direktorat tersebut.

31 T OPOLOGI LAN PNFI

32 Gap Analysis Berdasarkan kajian terhadap kebutuhan infrastruktur TIK e-Layanan dan kondisi existing yang telah dibahas sebelumnya, berikut ini adalah hasil Gap Analysis yang dilakukan.No.KomponenStandarExistingRekomendasi 1Aplikasi e-Layanan Berbasis webvV 2Dapat diakses oleh berbagai macam web browservv 3MEDIA PENYIMPANAN DATA Database Enginevv 4Dapat menampung pertumbuhan data yang besarvxupgrade 5Menggunakan mekanisme security saat akses datavv 6Ada mekanisme restore akibat kerusakan datavv 7Management dan Administrasi mudahvv 8Back-up dan Restore data terjadwalvv 9Ada media penyimpanan backup data eksternal Servervv 10Memiliki Mirror Systemvv 11Memiliki UPSvv 12Memiliki Ruang Server khususvv 13jaringan komunikasi Jaringan yang digunakan cukup lancarvv 14Dapat menggunakan attachmentvxTidak perlu 15pengamanan sistem Menggunakan User ID dan Passwordvv

33 INFRASTRUKTUR UPI-YPTK PADANG

34 34 Evolution ?

35

36 Gap Analysis Berdasarkan kajian terhadap kebutuhan infrastruktur TIK e-Layanan dan kondisi existing yang telah dibahas sebelumnya, berikut ini adalah hasil Gap Analysis yang dilakukan. No.KomponenStandarExistingRekomendasi 16Terdapat leveling hak akse data dan appvxperlu dibuat leveling 17Menggunakan audit trailvxtidak perlu audit trail 18Workflow 19Bila bersifat transaksi, perlu adanya workflowvxTidak perlu adanya Workflow 20Dokumentasi Sistem 21Dokumentasi Aplikasivxperlu dilengkapi 22Dokumentasi hardwarevv 23Dokumentasi jaringanvv

37 e-Layanan di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan No.Standar KebutuhanStandarExistingRekomendasi 1Berbasis webvv 2Dapat diakses oleh berbagai macam web browservv Media Penyimpanan Data 1Database Engine; MySql, SQL Server, Oraclevv 2Dapat menampung pertumbuhan data yang besarvxupgrade 3Menggunakan mekanisme security saat akses datavv 4Ada mekanisme restore akibat kerusakan datavv 5Management dan Administrasi mudahvv 6Back-up dan Restore data terjadwalvxperlu dibuat 7Ada media penyimpanan backup data eksternalvxperlu diadakan Server 1Memiliki Mirror Systemvv 2Memiliki UPSvv 3Memiliki Ruang Server khususvv

38 e-Layanan di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan No.Standar KebutuhanStandarExistingRekomendasi JARINGAN TELEKOMUNIKASI 1Jaringan yang digunakan cukup lancarvv 2Dapat menggunakan attachmentvxupgrade Pengamanan sistem 1Menggunakan User ID dan Passwordvv 2Terdapat leveling hak akse data dan appvxperlu dibuat leveling 3Ada Otorisasivv 4Menggunakan enkripsi dalam pengiriman datavxperlu enkripsi 5Menggunakan audit trailvxtidak perlu audit trail Workflow 1 Bila bersifat transaksi, perlu adanya workflowvx perlu ada workflow untuk e-Layanan Ijin Kursus 2Dokumentasi Aplikasivxperlu dilengkapi 3Dokumentasi hardwarevxperlu dibuat 4Dokumentasi jaringanvxperlu dibuat

39 Rekomendasi Berdasarkan Gap Analysis yang telah dibuat, berikut ini beberapa hal yang kami rekomendasikan untuk memperbaiki gap yang terjadi antara standar kebutuhan dan existing sistem yang ada. Untuk e-Layanan di Direktorat Pendidikan Masyarakat 1.Media penyimpanan perlu di upgrade agar dapat menampung pertumbuhan data yang besar 2.Perlu adanya pembedaan leveling hak akses data dan aplikasi 3.Dokumen aplikasi perlu dilengkapi

40 Rekomendasi Untuk e-Layanan di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan : 1.Media penyimpanan perlu di upgrade agar dapat menampung pertumbuhan data yang besar 2.Backup data perlu dijadwalkan secara rutin 3.Perlu disediakan media penyimpanan eksternal untuk menyimpan backup data 4.Kemampuan jaringan perlu ditingkatkan agar dapat menggunakan attachment 5.Perlu adanya pembedaan leveling hak akses data dan aplikasi 6.Perlu adanya enkripsi dalam pengiriman data 7.Perlu adanya workflow untuk e-Layanan Ijin Kursus 8.Dokumen aplikasi, hardware dan jaringan perlu dilengkapi


Download ppt "BERDO’A, BACA SURAT AL-FAATIHAH. 5. Hidup Penuh Kepasrahan dan Ketundukan 3. Menghilangkan Energi Negatif 2. Mempermudah Datangnya Rezeki 6. Sukses Dunia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google