Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 DAN RAVIK KARSIDI. TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010 2 L TEORI INI MENGACU PADA TEORI STRUKTURAL, DIMANA UNTUK MENJELASKAN TINGKAH.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 DAN RAVIK KARSIDI. TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010 2 L TEORI INI MENGACU PADA TEORI STRUKTURAL, DIMANA UNTUK MENJELASKAN TINGKAH."— Transcript presentasi:

1 1 DAN RAVIK KARSIDI

2 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI L TEORI INI MENGACU PADA TEORI STRUKTURAL, DIMANA UNTUK MENJELASKAN TINGKAH LAKU MANUSIA DAN PROSES SOSIAL YANG TERJADI DENGAN CARA MENCARI FAKTOR2 LINGKUNGAN MATERIAL MANUSIA SEBAGAI PENYEBABNYA. L DASARNYA PADA PANDANGAN KARL MARX: TENTANG HUBUNGAN SUPERSTUCTURE (BANGUNAN ATAS/IDE ATAU NON MATERIAL) DAN BASE STRUCTURE (BANGUNAN BAWAH/KONDISI METERIAL). L BANGUNAN BAWAH DIANGGAP SEBAGAI ASPEK STRUKTUR GEJALA SOSIAL. KALAU BANGUNAN BAWAHNYA BERUBAH, MAKA BANGUNAN ATASNYA AKAN MENGIKUTINYA. ASPEK MATERI LEBIH PENTING DARI ASPEK IDE  MATERIALISME.  MATERIALISME.

3 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI L NEGARA-NEGARA DIBAGI ATAS NEGARA MAJU (INDUSTRI) DAN TERBELAKANG (PERTANIAN), YANG SALING BERDAGANG. L ADA NEGARA “PUSAT” DAN NEGARA “PINGGIRAN”. L HUBUNGAN PUSAT DAN PINGGIRAN TAK SEIMBANG, TIDAK SALING MENGUNTUNGKAN  EKPLOITASI.

4 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI DARI STUDINYA TENTANG KAPITALISME DI NEGARA2 TERBELAKANG MELALUI INVESTASI MODAL ASING, TERNYATA YANG ADA JUSTRU MEMBUAT SURPLUS PADA NEGARA MAJU.DARI STUDINYA TENTANG KAPITALISME DI NEGARA2 TERBELAKANG MELALUI INVESTASI MODAL ASING, TERNYATA YANG ADA JUSTRU MEMBUAT SURPLUS PADA NEGARA MAJU. ALASANNYA KARENA HASIL INVESTASI TSB. DIAMBIL OLEH PENDATANG/ INVESTOR DAN SEBALIKNYA DI NEGARA BERKEMBANG/ PINGGIRAN TIDAK TERJADI AKUMULASI MODAL, TETAPI MALAH PENYUSUTAN MODAL.ALASANNYA KARENA HASIL INVESTASI TSB. DIAMBIL OLEH PENDATANG/ INVESTOR DAN SEBALIKNYA DI NEGARA BERKEMBANG/ PINGGIRAN TIDAK TERJADI AKUMULASI MODAL, TETAPI MALAH PENYUSUTAN MODAL.

5 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI KETERGANTUNGAN KOLONIAL 2.KETERGANTUNGAN FINANSIAL-INDUSTRIAL 3.KETERGANTUNGAN TEKNOLOGIS-INDUSTRIAL ADA 3 BENTUK KETERGANTUNGAN NEGARA KETIGA

6 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI ADA HUBUNGAN ANTARA NEGARA “METROPOLIS” DAN NEGARA “SATELIT”. MIRIP DENGAN ISTILAH PREBISCH = “PINGGIR DAN PUSAT”ADA HUBUNGAN ANTARA NEGARA “METROPOLIS” DAN NEGARA “SATELIT”. MIRIP DENGAN ISTILAH PREBISCH = “PINGGIR DAN PUSAT” SUATU PEMBANGUNAN DI NEGARA “SATELIT” DIPENGARUHI OLEH 3 KOMPONEN UTAMA, yaitu:SUATU PEMBANGUNAN DI NEGARA “SATELIT” DIPENGARUHI OLEH 3 KOMPONEN UTAMA, yaitu: 1.modal asing; 2.pemerintah lokal di negara satelit; 3. kaum borjuis lokal.

7 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI HASIL PEMBANGUNAN HANYA TERJADI DI 3 KALANGAN TERSEBUT, SEDANGKAN RAKYAT KECIL HANYA SEBAGAI BURUH. 1.KEHIDUPAN EKONOMI NEGARA PINGGIR TERGANTUNG KE NEGARA PUSAT 2.TERJADINYA KERJASAMA MODAL ASING DENGAN KELAS BORJUASI DAN KELAS PENGUASA 3.TERJADI KETIMPANGAN YANG KAYA DAN YANG MISKIN  TERJADI EKPLOITASI RAKYAT KECIL

8 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI MENYARANKAN NEGARA KETIGA/PINGGIR HARUS MELAKUKAN INDUTRIALISASI SENDIRI, TIDAK MENGIMPOR TEKNOLOGI, MENINJAU HUTANG DAN PERDAGANGAN DENGAN NEGARA PUSAT CONTOH ADA GERAKAN SELATAN-SELATAN, PERDAGANGAN REGIONAL, DAN LAIN-LAIN

9 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI MEMBELA TERHADAP KRITIK TEORI SOSIOLOGI STRUKTURAL-FUNGSIONAL BAHWA TEORI KETERGANTUNGAN KURANG BERORIENTASI PADA KUANTIFIKASI DAN KURANG OPERIONAL DIA BERPENDAPAT BAHWA YANG PENTING ADALAH BAGAIMANA MENGERTI PROSES HISTORIS TERJADINYA KETERBELAKANGAN DINEGARA PINGIR DAN DESKRIPSI TENTANG KETERBELAKANGAN YANG TERJADI TERSEBUT SETELAH BERSENTUHAN DENGAN NEGARA MAJU.

10 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI MENEKANKAN ASPEK INTERNASIONAL 2.MEMPERSOALKAN AKIBAT DARI POLITIK LUAR NEGERI. 3.MEMBAHAS PROSES INTERNAL DARI PERUBAHAN DI NEGARA-NEGARA PINGGIRAN. 4.MENEKANKAN PADA KEGIATAN SEKTOR SWASTA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEGIATAN PERUSAHAAN- PERUSAHAAN MULTINASIONAL. 5.MEMBAHAS HUBUNGAN ANTAR KLAS YANG ADA DI DALAM NEGERI. 6.MEMPERSOALKAN BAGAIMANA KEKAYAAN NASIONAL INI DIBAGIKAN ANTAR KLAS-KLAS SOSIAL, ANTAR DAERAH, DAN ANTAR NEGARA MENYEBUTKAN KEKUATAN DARI ‘TEORI KETERGANTUNGAN’ :

11 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI “PACKENHAM” MENYEBUTKAN KELEMAHAN DARI ‘TEORI KETERGANTUNGAN’ : 1.MENYALAHKAN HANYA KAPITALISME SEBAGAI PENYEBAB DARI KETERGANTUNGAN. 2.KONSEP-KONSEP INTI, TERMASUK KONSEP KETERGANTUNGAN ITU SENDIRI  KURANG DIDEFINISIKAN SECARA JELAS. 3.HANYA DIDEFINISIKAN SEBAGAI KONSEP DIKOTOMI. 4.SEDIKIT SEKALI DIBICARAKAN TENTANG PROSES YANG MEMUNGKINKAN SEBUAH NEGARA DAPAT LEPAS DARI TEORI TERSEBUT. 5.SELALU DIANGGAP SEBAGAI SESUATU YANG NEGATIP. 6.KURANG MEMBAHAS DENGAN TEORI LAIN (OTONOMI). 7.KURANG …

12 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI KURANG MEMBAHAS ASPEK PSIKOLOGI. 8.MENYEPELEKAN KEKUATAN NASIONALISME. 9.SANGAT MENEKANKAN PADA KONSEP KEPENTINGAN KELOMPOK, KLAS DAN NEGARA  SEAKAN DIANGGAP SEBAGAI KONSEP YANG JELAS. 10.TERLALU JAUH BERANGGAPAN BAHWA ADA KEPENTINGAN YANG BERBEDA ANTARA NEGARA- NEGARA PUSAT DAN NEGARA-NEGARA PINGGIRAN. 11.KETIDAKJELASAN KONSEP YANG MEMBATASI TEORI TERSEBUT. 12.TERLALU MEREMEHKAN KEBEBASAN BERTINDAK DARI AKTOR-AKTOR POLITIK. 13.KURANG DIKAJI SECARA RINCI DAN TAJAM.

13 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI  BAGAIMANA MENGUKUR DERAJAT KETERGANTUNGAN ?  TIDAK CUKUP HANYA DIUKUR KONSEPNYA TAPI JUGA DERAJAJATNYA.  PERLU DIPAKAI PERHITUNGAN KWANTITATIF.

14 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI L MELAKUKAN PERHITUNGAN KWANTITATIF, YAITU MENGUKUR INVESTASI MODAL ASING DAN KETERGANTUNGAN BERPENGARUH BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMERATAAN PENDAPATAN. L URAIAN MEKANISME MENUNJUKKAN HASIL NEGATIF DAN POSITIF.

15 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI INVESTASI ASING DAN SUMBER- SUMBER ALAM DI NEGARA PINGGIRAN HABIS. 2.PRODUKSI YANG BERORIENTASI KE LUAR NEGERI DAN MASUKNYA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MULTINASIONAL KARENA:

16 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI KARENA: 1.MODAL ASING LANGSUNG MEMPRODUKSIKAN BARANG DAN MENIMBULKAN PERMINTAAN BAGI BARANG-BARANG LAIN. 2.UTANG LUAR NEGERI YANG TURUT MEMBIAYAI PEMBANGGUNAN SARANA-PRASARANA

17 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI L SUATU KEADAAN DIMANA PEREKONOMIAN NEGARA2 TERTENTU DIKONDISIKAN OLEH PEMBANGUNAN DAN PERLUASAN PEREKONOMIAN NEGARA LAIN L HUBUNGAN KETERGANTUNGAN TERJADI BILA NEGARA YANG DOMINAN DAPAT MEMPERLUAS DAN SELF SUSTAINING TAPI SEBALIKNYA TIDAK TERJADI PADA NEGARA YANG TIDAK DOMINAN

18 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI BENTUK-BENTUK KETERGANTUNGAN DUNIA KETIGA MOTTO IMPERIALISME 1.GOD 2.GOLD 3.GLORY

19 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI (PASCA KETERGANTUNGAN) MENGKRITIK BAHWA TEORI KETERGANTUNGAN TIDAK BISA MENJELASKAN PEMBANGUNAN DI DUNIA KETIGA, YANG BISA DIJELASKAN HANYA GEJALA TERJADINYA KETERBELAKANGAN.MENGKRITIK BAHWA TEORI KETERGANTUNGAN TIDAK BISA MENJELASKAN PEMBANGUNAN DI DUNIA KETIGA, YANG BISA DIJELASKAN HANYA GEJALA TERJADINYA KETERBELAKANGAN. DUNIA DULU DIKUASAI OLEH SISTIM2 KECIL ATAU SISTIM MINI DALAM BENTUK KERAJAAN2 ATAU BENTUK PEMERINTAHAN LAINNYADUNIA DULU DIKUASAI OLEH SISTIM2 KECIL ATAU SISTIM MINI DALAM BENTUK KERAJAAN2 ATAU BENTUK PEMERINTAHAN LAINNYA KARENA WAKTU ITU BELUM ADA SISTIM DUNIA. DAN MASING-MASING SISTIM MINI TIDAK SALING BERHUBUNGAN ATAU DUNIA WAKTU ITU TERDIRI DARI BANYAK SISTIM MINI YANG TERPISAH.KARENA WAKTU ITU BELUM ADA SISTIM DUNIA. DAN MASING-MASING SISTIM MINI TIDAK SALING BERHUBUNGAN ATAU DUNIA WAKTU ITU TERDIRI DARI BANYAK SISTIM MINI YANG TERPISAH. LALU TERJADI PENAKLUKAN2 SECARA MILITER MAUPUN SUKARELA BERGABUNG.  LALU MUNCUL APA YANG DISEBUT “KERAJAAN DUNIA” (WORLD EMPIRE). KARENA BESARNYA LALU DIKENDALIKAN DENGAN SUATU “ CARA” TERMASUK “SISTIM UPETI”.LALU TERJADI PENAKLUKAN2 SECARA MILITER MAUPUN SUKARELA BERGABUNG.  LALU MUNCUL APA YANG DISEBUT “KERAJAAN DUNIA” (WORLD EMPIRE). KARENA BESARNYA LALU DIKENDALIKAN DENGAN SUATU “ CARA” TERMASUK “SISTIM UPETI”.

20 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI KARENA BESAR DAN LUASNYA ITU, MAKA DAERAH TAKLUKAN TERSEBUT JAUH DARI PUSAT KEKUASAAN, DAN SEKAIN BEBASLAH NEGARA TAKLUKAN TERSEBUT.KARENA BESAR DAN LUASNYA ITU, MAKA DAERAH TAKLUKAN TERSEBUT JAUH DARI PUSAT KEKUASAAN, DAN SEKAIN BEBASLAH NEGARA TAKLUKAN TERSEBUT. DALAM PERKEMBANGNNYA MUNCULLAH “SISTEM PEREKONOMIAN DUNIA YANG MENYATU”.DALAM PERKEMBANGNNYA MUNCULLAH “SISTEM PEREKONOMIAN DUNIA YANG MENYATU”. SISTIM DUNIA = KEKUATAN YANG MENNGERAKKAN NEGARA2 DI DUNIA (TERMASUK SISTIM EKONOMI, MISALYA KAPITALISME GLOBAL, EKONOMI PASAR, DSB.)SISTIM DUNIA = KEKUATAN YANG MENNGERAKKAN NEGARA2 DI DUNIA (TERMASUK SISTIM EKONOMI, MISALYA KAPITALISME GLOBAL, EKONOMI PASAR, DSB.) MENURUTNYA, SEBUAH SISTIM DUNIA TIDAKLAH HARUS BERARTI MENGUASAI SELURUH DUNIA, ATAU HARUS ADA SATU KEKUASAAN PUSAT, NEGARA2 DAPAT BERDIRI SENDIRI DENGAN PEMBAGIAN KERJA TERTENTU SATU DENGAN YANG LAIN DAN DAPAT BEKERJASAMA.MENURUTNYA, SEBUAH SISTIM DUNIA TIDAKLAH HARUS BERARTI MENGUASAI SELURUH DUNIA, ATAU HARUS ADA SATU KEKUASAAN PUSAT, NEGARA2 DAPAT BERDIRI SENDIRI DENGAN PEMBAGIAN KERJA TERTENTU SATU DENGAN YANG LAIN DAN DAPAT BEKERJASAMA.

21 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI DALAM MENGADOP TEORI KETERGANTUNGAN, IA MENGKLASIFIKASIKAN NEGARA-NEGARA MENJADI 3 KELOMPOK KELAS: 1.NEGARA PUSAT 2.NEGARA SETENGAH PINGGIRAN 3.NEGARA PINGGIRAN L (1) MENGEKSPLOITIR (2) L (2) MENGEKSPLOITIR (3) L (3) YANG PALING DIEKSPLOITIR PERBEDAAN POKOK DIANTARANYA ADALAH PADA PADA KEKUATAN EKONOMI, DAN YANG PALING KUAT ADALAH NEGARA PUSAT. KETIGANYA SALING BERINTERAKSI, SEHINGGA UNTUK MENGANALISIS SUATU NEGARA HARUS DILIHAT SEBAGAI KESELURUHAN DUNIA

22 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI SETIAP KELOMPOK NEGARA BISA NAIK ATAU TURUN KELAS. SETELAH NEGARA-NEGARA EROPA HANCUR (INGGRIS, BELANDA DAN PERANCIS) KINI AMERIKA YANG TERKUAT. MUNCULNYA NEGARA-NEGARA INDUSTRI BARU (KORSEL,TAIWAN, SINGAPURA HONGKONG, CINA) MERUPAKAN CONTOH NAIKNYA KELAS NEGARA PINGGIRAN KE SETENGAH PINGGIRAN DAN MUNGKIN MEREBUT MENJADI PUSAT

23 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI (PANDANGAN TEORI SISTIM DUNIA) 1.DENGAN MEREBUT KESEMPATAN YANG DATANG 2.MELALUI UNDANGAN (KEIKUTSERTAAN DALAM SAHAM MULTI NATIONAL COORPORATION) 3.MEMANDIRIKAN NEGARA SENDIRI, SEPERTI: KENYA YANG BERUSAHA MELEPASKAN DIRI DENGAN SEGALA BENTUK EKPLOITASI NEGARA LAIN.

24 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI  MEREBUT KESEMPATAN L HANYA BISA DILAKUKAN DENGAN CARA MEREBUT KESEMPATAN YANG DATANG. L PADA SUATU KONDISI TERTENTU KARENA TIDAK SEIMBANGNYA PERDAGANGAN NEGARA PUSAT DAN PINGGIR, AKAN TERJADI “HARGA BARANG MENTAH SANGAT MURAH DAN HARGA BARANG INDUSTRI/ OLAHAN SANGAT MAHAL”  NEGARA PINGIRAN TIDAK TIDAK BISA IMPOR BARAMNG INDUSTRI OLAHAN. KARENA ITU, HARUS BERANI MELAKUKAN TIDAKAN RADIKAL, antara lain: 1.MELAKUKAN INDUSTRIALISASI DI NEGERI SENDIRI SEBAGAI SUBSTITUSI BARANG-BARANG IMPOR TSB. DENGAN RESIKO ADA KETERGANTUNGAN LAIN YAITU BARANG-BARANG SEPERTI IMPOR MESIN PRODUKASI. 2.MENGOPTIMALKAN POTENSI DALAM NEGERI DAN KENCANGKAN IKAT PINGGANG BARANG PRODUKSI

25 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI  BIASANYA KARENA KETERBATASAN TENAGA KERJA DAN WILAYAH DI NEGARA PUSAT, MAKA MEREKA BERUSAHA MENGEKSPANSI PERUSAHAAN MULTINASIONAL KE NEGARA LAIN.  MEREKA BUTUH MITRA USAHA DI NEGARA LAIN, TERMASUK MENDIRIKAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN/PABRIK SEBAGAI “CABANG”NYA. BAGI NEGARA PINGGIRIAN YANG MENERIMA TAWARAN SEPERTI INI, MAKA AKAN BANYAK BERDIRI PERUSAHAAN/PABRUK, TETETAPI MILIK “NEGARA LUAR”.  KEGIATAN INDUSTRIALISASI SEAKAN CEPAT BERKEMBANG, PENDUDUK TERTAMPUNG SEBAGAI PEKERJA, DAN SEBAGAIAN KEUNTUNGAN AKAN DINIKMATI OLEH NEGARA PINGIRAN TERSEBUT.  DALAM HAL INI TERGANTUNG “BARGAINING” YANG DIBUAT ANTARA NEGARA PINGGIRIAN DAN PUSAT ”KAPAN NEGARA PINGGIRIAN DAPAT NAIK KELAS/ KAPAN PAERUSAHAAN DAPAT DIALIHKAN KEPEMILIKANNYA KE NEGARA PINGGIR. DENGAN CARA DEMIKIAN NEGARA PINGGIR AKAN MENJADI “NEGARA SETENGAH PINGGIRAN”

26 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI BERUSAHA MELEPAS KETERGANTUNGAN DENGAN NEGARA PUSAT. TERGANTUNG ADA TIDAK KESEMPATAN UNTUK INI. PUNYKAH KEMAMPUAN UNTUK LEPAS DARI KUNGKUNGAN NEGARA PUSAT. ADA CONTOH NEGARA KENYA DENGAN KONSEP UJAMAA UNTUK MELEPASKAN DARI EKSPLOITASI NEGARA MAJU.

27 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI (TOKOH TEORI KETERGANTUNGAN) MELIHAT HUBUNGAN NEGARA PINGGIR DAN NEGARA PUSAT SELALU MERUGIKAN NEGARA PINGGIR (TOKOH TEORI SISTIM DUNIA) TIDAK SEPESIMIS ITU. MERUTUNYA DINAMIKA SISTIM DUNIA, YAKNI KAPITALISME GLOBAL, SELALU MEMBERIKAN PELUANG-PELUANG BAGI NEGARA PINGGRIR UNTUK BISA MEMPERBAIKI DIRI/NAIK KELAS/TURUN KELAS

28 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI PARADIGMA PEMBANGUNAN DI ERA OTDA FENOMENA GLOBALISASI = BORDERLESS WORLD, HANYA MENGAKUI DAYA SAING ADA WACANA PRO-KONTRA ISUE PEMBANGUNAN: (1) PERTUMBUHAN VS. DISTRIBUSI, (2) PEMBANG. PERTANIAN VS.INDUSTRI, (3) TEKNO PADAT MODAL VS.PADAT KARYA, (4) SENTRALISASI VS.DESENTRALISASI, (5) MODERN VS. TRADISIONAL, (6) PEDESAAN VS.PERKOTAAN, (7) PERENC. SOSEK VS. FISIK.  MANA YANG BENAR? MANA YANG TEPAT?

29 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEOPLE CENTERED DEVELOPMENT TOP DOWN VS. BOTTOM UP SENTRALISASI VS DESENTRALISASI MENGUTAMAKAN KEMANDIRIAN DAN KESWADAYAAN PERAN CHANGE AGENT = FASILITASI BUKAN MENGGURUI

30 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI  TITIK PUSAT PERHATIANNYA ADALAH PADA PENDEKATAN KE ARAH PEMBANGUNAN YANG LEBIH BERPIHAK KEPADA RAKYAT.  KESEJAHTERAAN DAN REALISASI DIRI MANUSIA MERUPAKAN JANTUNG KONSEP PEMBANGUNAN YANG MEMIHAK RAKYAT DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. (Korten, 1984)

31 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI  HARUSLAH MEMBANTU MASYARAKAT AGAR MAMPU MENGEMBANGKAN DIRI ATAS DASAR INOVASI-INOVASI YANG ADA, DITETAPKAN SECARA PARTISIPATORIS.  PERAN PETUGAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (SEBAGAI OUTSIDER PEOPLE) DAPAT DIBEDAKAN MENJADI 3 BAGIAN YAITU PERAN KONSULTAN, PERAN PEMBIMBINGAN DAN PERAN PENYAMPAI INFORMASI. MERUPAKAN INTI DARI USAHA BAGAIMANA BISA MENGANGKAT RAKYAT DARI KELEMAHANNYA SELAMA INI (Friere, 1984) ORIENTASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Sikhondze, 1999)

32 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI BELAJAR DARI MASYARAKAT. 2.PENDAMPING SEBAGAI FASILITATOR, MASYARAKAT SEBAGAI PELAKU. 3.SALING BELAJAR, SALING BERBAGI PENGALAMAN. PENDAMPINGAN MASYARAKAT Bla… Blaaa.. Blaaaaa …

33 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI REINVENTING GOVERNMENT (David Osborn) 1.Fungsi Katalis ( mengarahkan drpd pemenuhan >> fasilitator) 2.Memberdayakan drpd melayani 3.Layanan yang bersaing/tdk monopolistik 4.Digerakkan oleh misi bukan aturan 5.Berorientasi pada hasil 6.Berorientasi pada kepuasan penlanggan 7.Menerapkan prinsip kewirausahaan 8.Antisipatif: mencegah drpd mengobati 9.Bersifat desentralistik tdk sentralistik 10.Berorientasi pada pasar ( beri kesempatan swasta /individu ikut memecahkan masalah sosial)  REINVENTION = MENGGANTI SISTIM BIROKRASI OLEH SISTIM KEWIRAUSAHAAN/SISTIM PUBLIK YG BIASA INOVATIF, EFEKTIF, EFISIEN, DAN ADAPTIF.

34 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI TERIMA KASIH


Download ppt "1 DAN RAVIK KARSIDI. TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010 2 L TEORI INI MENGACU PADA TEORI STRUKTURAL, DIMANA UNTUK MENJELASKAN TINGKAH."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google