Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BY ENI SUMARMININGSIH, SSI, MM

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BY ENI SUMARMININGSIH, SSI, MM"— Transcript presentasi:

1 BY ENI SUMARMININGSIH, SSI, MM
SYARAT KUHN-TUCKER BY ENI SUMARMININGSIH, SSI, MM

2 Kasus 1 Sebagai syarat agar ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 menjadi solusi optimal bagi NLP dengan kendala pertidaksamaan : Maks/min 𝑓( ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ) s.t. 𝑔 1 ( ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ) â‰Ī 𝑏 1 . 𝑔 𝑚 ( ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ) â‰Ī 𝑏 𝑚 Kendala â‰Ĩ dirubah menjadi negatif dari â‰Ī

3 Teorema 1 Untuk masalah maksimisasi, ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 solusi optimal, maka titik tersebut harus Memenuhi kendala – kendala Terdapat  1 , â€Ķ,  𝑚 yang memenuhi : 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 - 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 = 0 j = 1, â€Ķ, n (1)  𝑖 𝑏 𝑖 − 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ = 0 i = 1, â€Ķ, m (2)  𝑖 â‰Ĩ i = 1, â€Ķ, m (3)  𝑖 adalah harga bayangan bagi kendala ke – i: Jika rhs kendala ke – I : b ï‚Ū b +  maka z naik sebesar :   𝑖 - Kendala – kendala: penggunaan sumber daya

4 TEOREMA 1’ Untuk masalah minimisasi, ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 solusi optimal, maka titik tersebut harus Memenuhi kendala – kendala Terdapat  1 , â€Ķ,  𝑚 yang memenuhi : 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 + 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 = 0 j = 1, â€Ķ, n (1)  𝑖 𝑏 𝑖 − 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ = 0 i = 1, â€Ķ, m (2)  𝑖 â‰Ĩ i = 1, â€Ķ, m (3)  𝑖 adalah harga bayangan bagi kendala ke – i: Jika rhs kendala ke – I : b ï‚Ū b +  maka z turun sebesar :   𝑖

5 Kasus 2 Adanya kendala nonnegative untuk seluruh peubah Maks/ min 𝑓( ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ) s.t. 𝑔 1 ( ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ) â‰Ī 𝑏 1 . 𝑔 𝑚 ( ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ) â‰Ī 𝑏 𝑚 - ð‘Ĩ 1 â‰Ī0 , â€Ķ, - ð‘Ĩ 𝑛 â‰Ī0

6 Teorema 2 Untuk masalah maksimisasi, ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 solusi optimal, maka titik tersebut harus Memenuhi kendala – kendala Terdapat  1 , â€Ķ,  𝑚 , 𝜇 1 , â€Ķ, 𝜇 𝑛 yang memenuhi : 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 - 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 𝜇 𝑗 = 0 j = 1, â€Ķ, n  𝑖 𝑏 𝑖 − 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ = 0 i = 1, â€Ķ, m 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 − 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 ð‘Ĩ 𝑗 = 0 j = 1, â€Ķ, n  𝑖 â‰Ĩ i = 1, â€Ķ, m 𝜇 𝑗 â‰Ĩ j = 1, â€Ķ, n

7 Theorema 2’ Untuk masalah minimisasi, ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 solusi optimal, maka titik tersebut harus Memenuhi kendala – kendala Terdapat  1 , â€Ķ,  𝑚 , 𝜇 1 , â€Ķ, 𝜇 𝑛 yang memenuhi : 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 + 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 𝜇 𝑗 = 0 j = 1, â€Ķ, n  𝑖 𝑏 𝑖 − 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ = 0 i = 1, â€Ķ, m 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 + 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 ð‘Ĩ 𝑗 = 0 j = 1, â€Ķ, n  𝑖 â‰Ĩ i = 1, â€Ķ, m 𝜇 𝑗 â‰Ĩ j = 1, â€Ķ, n

8 Penjelasan Untuk kasus maksimisasi syarat (1)
Pada saat ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 kita gunakan 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ 1 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 unit resource i dan bi unit sumber daya tersedia. Jika kita tingkatkan ð‘Ĩ sebesar  (yang kecil), maka nilai dari fungsi objective meningkat sebesar 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗  Nilai kendala ke – i berubah menjadi 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ + 𝜕 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 ∆â‰Ī 𝑏 𝑖 atau 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ â‰Ī 𝑏 𝑖 − 𝜕 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 ∆ Atau rhs meningkatkan sebesar − 𝜕 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 ∆ shg perubahan pada z adalah −∆ 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 total perubahan z karena peningkatan peningkatan xj sebesar  adalah  𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 − 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 Jika term dalam kurung lebih dari 0, kita dapat meningkatkan f dengan memilih  > 0

9 Sebaliknya, jika term tersebut kurang dari 0, kita dapat meningkatkan f dengan memilih  < 0.
Sehingga agar ð‘Ĩ optimal maka syarat (1) harus terpenuhi

10 Penjelasan syarat (2) Syarat 2 merupakan generalisasi dari kondisi complementary of slackness untuk Pemrograman Linier. Syarat (2) berimplikasi bahwa Jika i > 0 maka 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ = 𝑏 𝑖 ( kendala ke –i binding) Jika 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ < 𝑏 𝑖 maka  𝑖 = 0

11 Penjelasan syarat (3) Jika untuk  > 0 kita tingkatkan rhs kendala ke I dari bi ke bi + , maka nilai fungsi tujuan optimal akan meningkat atau tetap sehingga  𝑖 â‰Ĩ 0

12 Pengertian  i = nilai resources yang digunakan untuk membuat sebuah barang – harga jual barang tersebut Sehingga jika i > 0, perusahaan rugi sehingga lebih baik tidak produksi atau xi = 0 Sedangkan jika xi > 0 untuk solusi optimal maka i =0, Setiap variabel xi sebagai basic variabel , marginal revenue yang didapatkan dari produksi satu unit xi harus sama dengan marginal cost resources yang digunakan untuk memproduksi satu unit xi

13 Theorema 3. Misalkan kasus 1 adalah masalah maksimisasi. Jika 𝑓 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konkaf dan 𝑔 1 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ,â€Ķ, 𝑔 𝑚 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konveks, maka setiap titik ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 ,â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 yang memenuhi hipotesis pada theorema 1 adalah solusi optimal untuk kasus 1. Jika kasus 2 adalah masalah maksimisasi, 𝑓 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konkaf dan 𝑔 1 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ,â€Ķ, 𝑔 𝑚 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konveks, maka setiap titik ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 ,â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 yang memenuhi hipotesis pada theorema 2 adalah soludi optimal

14 Theorema 3’ Misalkan kasus 1 adalah masalah minimisasi Jika 𝑓 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konveks dan 𝑔 1 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ,â€Ķ, 𝑔 𝑚 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konveks, maka setiap titik ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 ,â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 yang memenuhi hipotesis pada Theorema 1’ adalah solusi optimal untuk kasus 1. Jika kasus 2 adalah masalah minimisasi, 𝑓 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konveks dan 𝑔 1 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 ,â€Ķ, 𝑔 𝑚 ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 , â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 adalah fungsi konveks, maka setiap titik ð‘Ĩ = ð‘Ĩ 1 , ð‘Ĩ 2 ,â€Ķ, ð‘Ĩ 𝑛 yang memenuhi hipotesis pada Theorema 2’ adalah solusi optimal

15 Contoh Selesaikan masalah optimisasi berikut max 𝑧= ð‘Ĩ 1 30− ð‘Ĩ 1 + ð‘Ĩ 2 50− 2ð‘Ĩ 2 −3 ð‘Ĩ 1 −5 ð‘Ĩ 2 −10 ð‘Ĩ 3 s.t ð‘Ĩ 1 + ð‘Ĩ 2 − ð‘Ĩ 3 â‰Ī0 ð‘Ĩ 3 â‰Ī17.25 Gunakan syarat berikut 𝜕𝑓( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 - 𝑖=1 𝑚  𝑖 𝜕 𝑔 𝑖 ( ð‘Ĩ ) 𝜕 ð‘Ĩ 𝑗 = 0 j = 1, â€Ķ, n (1)  𝑖 𝑏 𝑖 − 𝑔 𝑖 ð‘Ĩ = 0 i = 1, â€Ķ, m (2)  𝑖 â‰Ĩ 0 i = 1, â€Ķ, m (3) Kemudian kombinasikan nilai i > atau = 0 dan carilah solusi yang tidak melanggar semua syarat

16 Soal - soal Gunakan syarat KT untuk menemukan solusi optimal dari permasalahan berikut: max 𝑧= ð‘Ĩ 1 − ð‘Ĩ 2 s.t ð‘Ĩ ð‘Ĩ 2 2 â‰Ī1 max 𝑧=3 ð‘Ĩ 1 +2 ð‘Ĩ 2 s.t 2x1 + x2 â‰Ī 100 x1 + x2 â‰Ī 80 x1 â‰Ī 40 x1 , x2 â‰Ĩ 0


Download ppt "BY ENI SUMARMININGSIH, SSI, MM"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google