Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LATAR BELAKANG Malaria menjadi beban Masyarakat & Pemerintah Indonesia Menimbulkan kematian dan penurunan kwalitas SDM serta produktivitas kerja & wisatawan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LATAR BELAKANG Malaria menjadi beban Masyarakat & Pemerintah Indonesia Menimbulkan kematian dan penurunan kwalitas SDM serta produktivitas kerja & wisatawan."— Transcript presentasi:

1

2

3 LATAR BELAKANG Malaria menjadi beban Masyarakat & Pemerintah Indonesia Menimbulkan kematian dan penurunan kwalitas SDM serta produktivitas kerja & wisatawan (Dampak Ekonomi) Upaya eliminasi malaria menjadi bagian dari Pembangunan Nasional dan tercantum dalam Millenium Development Goal (Tujuan Pembangunan Milenium) Penyebaran Malaria disebabkan faktor yang kompleks: perubahan lingkungan, vektor, sosbud masy, resistensi obat dan akses pelayanan kesehatan Upaya eliminasi malaria perlu dilakukan secara terpadu oleh seluruh stake holder yang terlibat

4 GOAL 1 : MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN GOAL 2 : MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA GOAL 3 : MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN GOAL 4 : MENURUNKAN KEMATIAN ANAK GOAL 5 : MENINGKATKAN KESEHATAN IBU GOAL 6 : MENGENDALIKAN HIV DAN AIDS, MALARIA DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA (TB)‏ GOAL 7 : MENJAMIN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP GOAL 8 : MENGEMBANGKAN KEMITRAAN PEMBANGUNAN DI TINGKAT GLOBAL 4 8 TUJUAN MDGs 4

5 ELIMINASI MALARIA

6 DASAR HUKUM 1.Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor: 293/MENKES/SK/IV/2009, Tanggal: 28 April 2009, Tentang : Eliminasi Malaria di Indonesia. 2.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI, Kepada Gubernur dan Bupati/Walikota Seluruh Indonesia Nomor : 443.41/465/SJ, Tanggal : 8 Februari 2010, Tentang : Pedoman Pelaksanaan Eliminasi Malaria di Indonesia

7 PENGERTIAN Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat (indigenous) dalam satu wilayah geografis tertentu, dan bukan berarti tidak ada kasus malaria import serta sudah tidak ada vektor malaria di wilayah tersebut, sehingga tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali.

8 INDIKATOR ELIMINASI MALARIA 1.Tiga tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus indigenous (penularan setempat) di suatu kabupaten/kota, provinsi, dan pulau. 2.Mempunyai kemampuan pelaksanaan surveilans yang baik.

9 SPR < 5% dari malaria kllinis < 1 kasus/1000 penduduk berisiko 3 Tahun Sertifikasi WHO Reorientasi program menuju eliminasi Reorientasi program menuju pemeliharaan PemberantasanPra- Eliminasi EliminasiPemeliharaan Kasus Indigenous 0 PENTAHAPAN ELIMINASI MALARIA

10 Eliminasi di DKI, Bali, Batam: 2010 Eliminasi di Jawa, NAD, Kepri: 2015 Eliminasi di Papua, Papua Barat, Maluku, NTT, Malut : 2030 Eliminasi di Sumatra, NTB, Kalimantan, Sulawesi: 2020 SASARAN ELIMINASI MALARIA DI INDONESIA

11 POKOK KEGIATAN DALAM ELIMINASI MALARIA 1.Penemuan dan tatalaksana penderita. 2.Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. 3.Surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah. 4.Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). 5.Peningkatan sumber daya manusia.

12 TATA LAKSANA KASUS MALARIA

13 Pendekatan Terbaru Penanganan Kasus Malaria Berdasarkan diagnosa pasti Terapi Kombinasi (ACT = Artemisinin-based Combination Therapy) Pengobatan radikal Outcome : fokus pada penyembuhan klinis, parasitological clearance, dan menghambat penularan Monitoring efikasi pengobatan berdasarkan respons klinis dan parasitologis

14 ACT YANG ADA DI INDONESIA Artesunate + amodiaquine : Artesunate + amodiaquine :  Artesdiaquine  Arsuamoon Dihydro-Artemisinin + Piperakuin : Dihydro-Artemisinin + Piperakuin :  Artekom  Artekin  Arterakin  Darplex Artemether-lumefantrine (Co-artem)  swasta Artemether-lumefantrine (Co-artem)  swasta Arco  TNI Arco  TNI

15 Malaria1 st line1 nd line2 nd line Malaria falciparum AS3 + AQ3+ PQ1 Artesunate + Amodiaquine + Primaquine DH3+ P3 + PQ1 Dyhidro- artemisinin + Piperaquin + Primaquine Q7 + D/T7+ PQ1 Quinine + Doxycycline + Primaquine Doxy atau Tetracycline Malaria vivax AS3 + AQ3+ PQ14DH3+P3+PQ14Q7 + PQ14 PENGOBATAN MALARIA TANPA KOMPLIKASI

16 KEMOPROFILAKSIS Malaria Falciparum Untuk mengurangi resiko terinfeksi malaria, sehingga bila terinfeksi maka gejala klinisnya tidak berat Bila bepergian ke daerah endemis malaria dalam waktu yang tidak terlalu lama (peneliti, pegawai kehutanan, turis dll) Doksisiklin diberikan tiap hari dengan dosis 2 mg/kgbb/hari (orang dewasa : 2 x 50 mg atau 1 x 100 mg selama tidak lebih dari 12 minggu. Diminum 1 hr sebelum berangkat Obat ini tidak boleh diberikan kepada anak < 8 tahun dan bumil.

17

18 SISTEM INFORMASI KEWASPADAAN MALARIA IMPORT (SURVAILANS MIGRASI) Malaria :potesial KLB/masalah kesmasy.di Bms MALARIA IMPORT :Ks.malaria dari luar wilayah domisili penderita berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi. STRATEGI : Surveilans migrasi penduduk. KEBIJAKAN : 1.Pendataan dan sosialisasi tentang wilayah endemis malaria. 2.Wajib lapor bagi yg datang/pulang dari daerah endemis. 3.Pemeriksaan SD Malaria yg datang/pulang daerah endemis. 4.Bila positif diadakan PE (adanya penularan setempat). 5.U.memastikan adanya penularan setempat perlu dilakukan spot survey nyamuk penyebar malaria( Anopheles.sp).


Download ppt "LATAR BELAKANG Malaria menjadi beban Masyarakat & Pemerintah Indonesia Menimbulkan kematian dan penurunan kwalitas SDM serta produktivitas kerja & wisatawan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google