Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS MALARIA BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS MALARIA BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013."— Transcript presentasi:

1 PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS MALARIA BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

2 TUJUAN Mampu membuat, mewarnai dan melakukan pemeriksaan mikroskpis sediaan darah malaria sesuai standar : Melakukan pewarnaan. Melakukan pemeriksaan. Pencatatan dan pelaporan.

3 ALAT DAN BAHAN UNTUK PEMERIKSAAN SEDIAAN DARAH MALARIA Pembuatan reagen giemsa 3 % Larutan Giemsa Larutan buffer (pH 7.2) Gelas ukur 5 cc,10 cc dan 100 cc Botol penyimpan giemsa dan botol buffer Pipet tetes Botol Semprot Timer Kertas Whatman 2 Kertas lakmus Pemeriksaan Minyak immersi Kertas lensa Mikroskop Box slide Plastic box (untuk pembuangan) Counter Kertas tissue

4 Pembuatan reagen giemsa 3 % NOGiemsa stokLarutan PengencerJumlah Larutan % ,787, ,477, ,167, ,858, ,548, ,238, ,929, ,619, ,39,7103

5 Larutan Giemsa Beberapa hal yang harus diperhatikan : Giemsa stock disimpan dalam botol coklat dan hindari sinar matahari langsung Untuk menghindari rusaknya giemsa stok ==> disimpan dalam botol2 kecil Giemsa stok tidak boleh dikocok/diaduk. Larutan giemsa yang sudak tercampur dengan larutan buffer jangan dimasukkan kembali ke dalam giemsa stok.

6 Melakukan pewarnaan pada 1-2 SD  Hasil sesuai dengan standar  baik, giemsa bisa dipakai. Menggunakan kertas whatman no tetes giemsa stock  3-4 tetes metil alkohol absolut  terbentuk 3 lapisan : lingkaran biru, cincin ungu dan lingkaran tipis merah

7 Dapat dibuat dengan 2 cara ; 1 tablet buffer dalam 1 liter aquades 0.7 gr KH 2 PO 4 dan 1 gr Na 2 HPO 4 dalam 1 liter aquades Larutan Buffer (pH 7.2)

8 Perbedaan warna pengaruh pH pengencer larutan

9

10 PEWARNAAN SEDIAAN DARAH MALARIA SD tipis yang sudah kering difiksasi dengan methanol. Letakkan di atas rak. Siapkan larutan giemsa 3% (pewarnaan lambat) Tuang larutan giemsa, biarkan selama 30 s/d 45 menit. Tuangkan air bersih perlahan sampai giemsa terbuang, angkat SD dan keringkan. SD siap diperiksa

11 PEMBACAAN SEDIAAN DARAH MALARIA Taruh SD diatas meja sediaan mikroskop Lihat dengan pembesaran objektif 10 x dan okuler 5x atau 7x atau 10x Pindah ke objektif 100 x dengan menggunakan minyak imersi Putar mikrometer supaya fokus

12 Komponen Darah Normal Sediaan Darah Tipis –Sel darah merah (eritrosit) –Sel darah putih (leukosit) Leukosit multilobul (PMN = polymorphonuclear) –Netrofil –Eosinofil –Basofil Leukosit non-multilobul. –Monosit –Limfosit –Sel pembeku darah /Trombosit/Platelets Sediaan Darah Tebal

13 Eritrosit

14 Lekosit

15 PEMERIKSAAN SEDIAAN DARAH TIPIS –Lensa objektif diletakkan pada SD 1 cm dari ujung lidah. –Pemeriksaan dilakukan ke arah kanan, bergerak seperti spiral (batleman cross). –Pemeriksaan dilakukan sampai 100 lapangan pandang untuk menentukan apakah SD positif atau negatif. Bila diperlukan dapat dilihat sampai 400 lapangan pandang.

16 Pemeriksaan rutin SD tebal dinyatakan negatif bila tidak ditemukan parasit pada 200 lapangan pandang. Bila ditemukan parasit, pemeriksaan dilanjutkan dengan 100 lapangan pandang sebelum diagnosa ditegakkan → untuk memastikan ada tidaknya infeksi campuran. Letakkan lensa objektif di bagian tepi SD tebal. Pemeriksaan dilakukan ke arah kiri atau kanan, bergerak seperti spiral (batleman cross), PEMERIKSAAN SEDIAAN DARAH TEBAL

17 Parasit malaria terdiri : –Inti/kromatin; bentuknya bulat dan berwarna merah. –Sitoplasma; bentuknya seperti cincin sampai bentuk yang tidak beraturan, umumnya berwarna biru. sitoplasma PENGENALAN PARASIT MALARIA vakuola pigmen Host (sel darah merah) Inti / kromatin Titik - titik

18 Inti berwarna merah Sitoplasma berwarna biru Pigment Titik-titik Schuffner’s Sitoplasma pigmen inti

19 Stadium Trofozoit Paling umum terlihat, disebut sebagai bentuk cincin. Bentuk cincin parasit malaria Ukuran bervariasi (kecil – besar) Pigmen (kuning pucat - coklat kehitaman atau hitam) STADIUM PARASIT MALARIA

20 Stadium Skizon Terjadi pembelahan inti menjadi 2, 4, 8 dst secara aseksual tanpa melibatkan sel kelamin jantan dan betina.

21 Stadium Gametosit Bentuk bulat atau seperti pisang tergantung spesies. Plasmodium vivax : Inti dipinggir untuk betina, jantan inti ditengah Plasmodium falciparum : Inti ditengah untuk betina dan inti difus pada jantan

22 Dilihat dari ukuran sel darah merah (dapat terlihat membesar atau normal). Pada sitoplasma eritrosit yang terinfeksi dapat ditemukan titik Schuffner atau Maurer. SPESIES PARASIT MALARIA

23 Sel darah merah tidak terlihat, parasit berukuran lebih kecil dibandingkan pada SD tipis. Parasit dapat berada pada lapisan yang berbeda  Gunakan mikrometer untuk memfokuskan objek yang dilihat Sitoplasma berbentuk cincin halus (terputus-putus atau tidak sempurna) Terdapat zona/bayangan merah pada spesies tertentu

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39 P. Malariae

40

41

42 Benda-benda yang gambarannya menyerupai parasit  bisa menimbulkan kesalahan dalam diagnosis parasit malaria. Jamur  terlihat sebagai artefak pada SD Kontaminan lain dapat berasal dari lingkungan (debu) Artefak lain : kotoran yang berasal dari jari penderita, atau object glass yang kurang bersih.

43 PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN SEDIAAN DARAH Informasi yang harus dicatat dari pasien : –Wilayah, propinsi atau kecamatan dimana pemeriksaan dilakukan. –Alamat lengkap pasien (jalan, RT/RW, dsb). –Nama, umur dan jenis kelamin pasien. –Kode SD sesuai program TB ( Kode Kab/fasyankes/register lab) Dibawah kode diberi tanggal pemeriksaan

44 PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN SEDIAAN DARAH Tidak ditemukan parasit malaria Ditemukan parasit malaria: –spesies parasit malaria Misalnya : Plasmodium vivax (Pv) –stadium parasit malaria Misalnya : Pvt,g Salinan/copy data dari semua laporan harus tersedia.

45 Pelaporan hasil Negatif: Tidak ditemukan parasit malaria Pf: Plasmodium falciparum stadium trofozoit Pfg: Plasmodium falciparum stadium gametosit saja Pf+g: Plasmodium falciparum stadium trofozoit dan gametosit Pv : Plasmodium vivax semua stadium Pm : Plasmodium malariae semua stadium Po : Plasmodium ovale semua stadium Mix (Pf+Pv) : Infeksi campuran Mix (Pv+Pm+Pfg) : Infeksi campuran

46 Terima Kasih Ada pertanyaan ? ? ? Selamat berlatih


Download ppt "PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS MALARIA BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google