Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ch 3 to 4 : Internet Protocol (IP) Address Versi 4 E. Ully Artha

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ch 3 to 4 : Internet Protocol (IP) Address Versi 4 E. Ully Artha"— Transcript presentasi:

1 Ch 3 to 4 : Internet Protocol (IP) Address Versi 4 E. Ully Artha mas.ully@gmail.com

2 Agenda Pembagian IP Address Mengartikan IP beserta Class nya Special IP Address

3 Tujuan Dapat memahami arti dan fungsi IP address dalam komunikasi antar host di internet. Dapat melakukan konversi IP address dari biner ke desimal dan sebaliknya. Dapat memahami pembagian IP address ke dalam beberapa kelas.

4 Pembagian IP Address Dikenal dua cara pembagian IP Address, yakni: Classfull dan Classless Addressing

5 IP Protocols dan Pendukungnya Application

6 HTTP Request TCP Header Header berisi source & destination port numbers Header berisi: source & destination IP addresses; tipe transport protocol IP Header Header berisi: source & destination physical addresses; tipe network protocol FCS Ethernet Header Encapsulation

7 Model Service Connectionless (datagram-based) Best-effort delivery (unreliable service)  packets bisa hilang  packets diterima tidak berurut  duplikasi paket yang diterima  delay packets dapat cukup besar Format Datagram VersionHLen TOSLength IdentFlagsOffset TTLProtocolChecksum SourceAddr DestinationAddr Options (variable) Pad (variable) 048161931 Data

8 IP Internet Concatenation of Networks Protocol Stack R2 R1 H4 H5 H3 H2 H1 Network 2 (Ethernet) Network 1 (Ethernet) H6 Network 3 (FDDI) Network 4 (point-to-point) H7R3H8 R1 ETH FDDI IP ETH TCP R2 FDDI PPP IP R3 PPP ETH IP H1 IP ETH TCP H8

9 Fragmentation dan Reassembly Tiap network punya harga MTU Strategi  fragment jika diperlukan (MTU < Datagram)  Usahakan mencegah fragmentation pada source host  re-fragmentation dimungkinkan  fragments adalah self-contained datagrams  tunda reassembly sampai destination host  Tidak melakukan recover dari fragments hilang

10 Contoh Ident = xOffset = 0 Start of header 0 Rest of header 1400 data bytes Ident = xOffset = 0 Start of header 1 Rest of header 512 data bytes Ident = xOffset = 512 Start of header 1 Rest of header 512 data bytes Ident = xOffset = 1024 Start of header 0 Rest of header 376 data bytes

11 IP Addresses Struktur IP address Classful IP addresses Batasan dan Masalah dg Clasful IP Addresses Subneting CIDR IP version 6 Addressing

12 IP Addresses

13

14 Apakah IP address? IP address adalah address global unik utk interface suatu jaringan Sebuah IP address:  adalah 32 bit identifier  mengkodekan nomor jaringan (network prefix) dan nomor host/host number

15 Notasi Dotted Decimal IP addresses ditulis dalam bentuk dotted decimal notation Tiap byte diidentikasikan dengan nomor decimal dlm range [0 … 255] Contoh:

16 Network Prefix dan Host Number Network prefix mengidentifikasikan suatu jaringan dan host number mengidentifikasikan suatu host spesifik (kenyatannya suatu interface pd jaringan) Bagaimana kita tahu berapa panjang network prefix?  Network prefix secara implisit didefinisikan (lihat class-based addressing)  Network prefix diindikasikan dg netmask

17 Contoh Contoh: ellington.cs.virginia.edu Network id : 128.143.0.0 Host id : 137.144 Network mask : 255.255.0.0 atau ffff0000 Prefix Notation: 128.143.137.144/16 > Network prefix panjang 16 bit

18 Cara Lama : Classful IP Addresses Saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address Internet dibagi dlm 4 kelas:  Class A : Network prefix 8 bit  Class B : Network prefix 16 bit  Class C : Network prefix 24 bit  Class D : Multicast  Class E : Eksperimen Tiap IP address memp satu kunci yg mengidentifikasi kelas  Class A : IP address mulai dg “0”  Class B : IP address mulai dg “10”  Class C : IP address mulai dg “110”  Class D : IP address mulai dg “1110”  Class E : IP address mulai dg “11110”

19 Cara Lama: Kelas Address Internet

20 Address yg lain : Multicast addresses

21 Masalah Dengan Classful IP Addresses Skim classful address original punya sejumlah masalah Problem 1. Terlalu sedikit network addresses utk jaringan-jaringan yg besar  Address Class A dan Class B telah lenyap Problem 2. Hierarki 2 tingkat tidak sesuai utk jaringan besar dg address Class A dan Class B  Fix#1: Subnetting

22 Masalah Dengan Classful IP Addresses Problem 3. Tidak fleksibel. Misalkan perusahaan memerlukan 2000 address  Address class A dan B berlebihan (overkill!)  Address class C tidak mencukupi (memerlukan 10 address class C)  Fix#2: Clasless Interdomain Routing (CIDR)

23 Masalah Dengan Classful IP Addresses Problem 4. Tabel Routing Membengkak. Routing pd backbone Internet memerlukan satu entry utk tiap network address. Pd 1993 ukuran tabel routing mulai melebihi kapasitas router  Fix#2: Clasless Interdomain Routing (CIDR)

24 Masalah Dengan Classful IP Addresses Problem 5. Internet memerlukan address lebih dari 32-bit  Fix#3: IP version 6

25 Subnetting Problem. Organisasi memp. Multiple network yg di- manage secara independen  Solusi 1: alokasikan satu atau lebih address class C utk tiap jaringan Sulit di-manage Dari luar organisasi, tiap jaringan harus addressable  Solusi 2: tambah level hierarki dari IP addressing

26 Classfull Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan klas, dimana IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni: Class AClass D Class BClass E Class C

27 Klasifikasi IP Address Address kelas A 1 bit pertama IP Address-nya “0” Address kelas B 2 bit pertama IP Address-nya “10” Address kelas C 3 bit pertama IP Address-nya “110” Address kelas D 4 bit pertama IP Address-nya “1110” Address kelas E 4 bit pertama IP Address-nya “1111”

28 Class A Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh Bit pertama : 0 Panjang NetID : 8 bit Panjang HostID: 24 bit Byte pertama : 0 - 127 Jumlah Kelas : 128 (2 7 ) (0 dan 127 dicadangkan) Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx (1. 0. 0. 1 s/d 1.255.255.254) … (126. 0. 0. 1 s/d 126.255.255.254) Jumlah Host : 16.777.214 (2^24-2)IP pada setiap Kelas A Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar 26104019

29 IP Address Class A Ciri : bit pertama = 0 Standar: 8 bit network dan 24 bit host Ada 128 (2 7 ) IP kelas A di dunia ( - 2) Satu kelas A dapat menampung sampai lebih dari 16 juta host ( 256 3 - 2 ) 0-1270-255 0nnnnnnnhhhhhhhh Bit-bit NetworkBit-bit Host

30 Class B Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh Bit pertama : 10 Panjang NetID : 16 bit Panjang HostID: 16 bit Byte pertama : 128 - 191 Jumlah Kelas : 16.384 (2 14 ) Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx (128. 0. 0. 1 s/d 128. 0.255.254) … (191.255. 0. 1 s/d 191.255.255.254) Jumlah Host : 65.534 (2^16-2)IP Address pada setiap Kelas B Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang 12866121

31 IP Address Class B 128-1910-255 10nnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhh Bit-bit NetworkBit-bit Host Ciri : dua bit pertama = 10 Standar : 16 bit network & 16 bit host Ada 2 14 IP kelas B di dunia (64 x 256) 64 adalah jumlah range IP dari 128 hingga 191 Satu kelas B dapat menampung sampai lebih dari 65 ribu host (256 2 - 2)

32 Class C Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh Bit pertama : 110 Panjang NetID : 24 bit Panjang HostID : 8 bit Byte pertama : 192 - 223 Jumlah Kelas : 2.097.152 (2 21 ) Range IP : 192. 0. 0.xxx sampai 223.255.255.xxx (192. 0. 0. 1 s/d 192. 0. 0.254) … ( 223.255.255. 1 s/d 223.255.255.254 ) Jumlah Host : 254 (2 8 - 2)IP Address pada setiap Kelas C Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil 192178161

33 IP Address Class C 192-2230-255 110nnnnnnnnnnnnn hhhhhhhh Bit-bit NetworkBit-bit Host Ciri : tiga bit pertama = 110 Standar : 24 bit network & 8 bit host Ada 32 x 256 x 256 (2 21 ) IP kelas C di dunia 32 adalah jumlah range IP dari 192 hingga 223 Satu kelas C dapat menampung sampai 254 host

34 Class D Format : 1110mmmm.mmmmmmm. mmmmmmm. mmmmmmm Bit pertama : 1110 - 11110111 Bit multicast : 28 bit Byte inisial : 224 - 239 Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicast (RFC 1112)

35 Class E Format : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr Bit pertama : 1111 Bit cadangan : 28 bit Byte inisial : 240 - 255 Deskripsi : Kelas E adalah kelas yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental (research).

36 Classful and Classless IP Addressing

37 Contoh Soal (Classfull) Termasuk klas apa IP Address 10.10.0.1? (Klas A) Termasuk klas apa IP Address 100.100.100.100? (Klas A) Termasuk klas apa IP Address 128.0.0.1? (Klas B) Termasuk klas apa IP Address 192.168.0.254? (Klas C)

38 Mengartikan suatu Address 26104019 12866 192178161 Host 104. 0.19 dari network 26 (Klas A)

39 Mengartikan suatu Address 2610401912866121 192178 Host 12.1 dari Network 128.66 (Klas B)

40 Mengartikan suatu Address 26104019 12866 192178161 Host 1 dari network 192.178.16 (Kelas C)

41 IP Address Classes

42 Identifying Address Classes

43 Address Class Prefixes

44 Network and Host Division

45 Class A Address

46 Class B Address

47 Class C Address

48 Class D Address Architecture

49 Class E Address Architecture

50 IP Address Range

51 Classless Addressing Metode classless addressing (pengalamatan tanpa klas) saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga dengan Network Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash) “/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit. Contoh : 192.168.0.0/24

52 Contoh IP Private (Khusus Local) dengan metode classless addressing 0/8  0.0.0.1 s.d. 0.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214 10/8  10.0.0.1 s.d. 10.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214 127/8  127.0.0.1 s.d. 127.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214 169.254/16  169.254.0.1 s.d. 169.254.255.254 Hosts/Net: 65.534 172.16/12  172.16.0.1 s.d. 172.31.255.254 Hosts/Net: 1.048.574 (Private Internet) 192.0.2/24  192.0.2.1 s.d. 192.0.2.254 Hosts/Net: 254 192.168/16  192.168.0.1 s.d. 192.168.255.254 Hosts/Net: 65.534 (Private Internet)

53 Filtered Source Addresses 0/8 ! broadcast 10/8 ! RFC 1918 private 127/8 ! loopback 169.254.0/16 ! link local 172.16.0.0/12 ! RFC 1918 private 192.0.2.0/24 ! TEST-NET 192.168.0/16 ! RFC 1918 private 224.0.0.0/4 ! class D multicast 240.0.0.0/5 ! class E reserved 248.0.0.0/5 ! reserved 255.255.255.255/32 ! broadcast

54 Aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang akan digunakan Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam keperluan ‘loop-back’. (‘Loopback’ adalah IP address yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri). Host ID tidak boleh semua bitnya diset 1 (contoh klas A: 126.255.255.255), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut. Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0 seperti 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukan suatu host. Host ID harus unik dalam suatu network (dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama).

55 Contoh Soal Classless Addresing Berapa Range IP 10/8 10.0.0.1 s.d. 10.255.255.254 Berapa Range IP 169.254/16 169.254.0.1 s.d. 169.254.255.254 Berapa Range IP 192.168/16 192.168.0.1 s.d. 192.168.255.254 Berapa Range IP 192.168.0/24 192.168.0.1 s.d. 192.168.0.254

56 Contoh Soal Classless Addresing Berapa Range IP 192.168.0.0/26 192.168.0.1 s.d.192.168.0.62 Berapa Range IP 192.168.0.65/26 192.168.0.65 s.d.192.168.0.126 Berapa Range IP 192.168.0.130/26 192.168.0.129 s.d.192.168.0.190 Berapa Range IP 192.168.0.200/26 192.168.0.193 s.d.192.168.0.254

57 Mengartikan suatu Address 10/8 artinya:  Netmask : 255.0.0.0  IP Network : 10.0.0.0  IP Address : 10.0.0.1 s/d 10.255.255.254  IP Broadcast : 10.255.255.255

58 Mengartikan suatu Address 169.254/16 artinya:  Netmask : 255.255.0.0  IP Network : 169.254.0.0  IP Address : 169.254.0.1 s/d 169.254.255.254  IP Broadcast : 169.254.255.255

59 Mengartikan suatu Address 192.168.0/24 artinya:  Netmask : 255.255.255.0  IP Network : 192.168.0.0  IP Address : 192.168.0.1 s/d 192.168.0.254  IP Broadcast : 192.168.0.255  Jumlah host 1 network (LAN) = 254

60 Mengartikan suatu Address 192.168.0/25 artinya:  Netmask : 255.255.255.128  IP Network : 192.168.0.0 (Network 1)  IP Address : 192.168.0.1 s/d 192.168.0.126  IP Broadcast : 192.168.0.127  IP Network : 192.168.0.128 (Network 2)  IP Address : 192.168.0.129 s/d 192.168.0.254  IP Broadcast : 192.168.0.255  Ada 2 bh LAN (subnet) yang bisa dibentuk dengan jumlah host pada tiap subnet sejumlah 126

61 Mengartikan suatu Address 192.168.0/26 artinya:  Netmask : 255.255.255.192  IP Network : 192.168.0.0 (Network 1)  IP Address : 192.168.0.1 s/d 192.168.0.62  IP Broadcast : 192.168.0.63  IP Network : 192.168.0.64 (Network 2)  IP Address : 192.168.0.65 s/d 192.168.0.126  IP Broadcast : 192.168.0.127

62 Mengartikan suatu Address 192.168.0/26 artinya:  Netmask : 255.255.255.192  IP Network : 192.168.0.128 (Network 3)  IP Address : 192.168.0.129 s/d 192.168.0.190  IP Broadcast : 192.168.0.191  IP Network : 192.168.0.192 (Network 4)  IP Address : 192.168.0.193 s/d 192.168.0.254  IP Broadcast : 192.168.0.255  Ada 4 bh LAN (subnet) yang bisa dibentuk dengan jumlah host pada tiap subnet sejumlah 62.

63 Mengartikan suatu Address 172.16/12 artinya:  Netmask : 255.192.0.0  IP Network : 172.16.0.0  IP Address : 172.16.0.1 s/d 172.31.255.254  IP Broadcast : 172.31.255.255


Download ppt "Ch 3 to 4 : Internet Protocol (IP) Address Versi 4 E. Ully Artha"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google