Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DEBUG Pembuatan program dengan menggunakan bahasa Assembly : Debug Macro Assembler (TASM) Semua bilangan dalam DEBUG menggunakan heksadesimal Hanya untuk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DEBUG Pembuatan program dengan menggunakan bahasa Assembly : Debug Macro Assembler (TASM) Semua bilangan dalam DEBUG menggunakan heksadesimal Hanya untuk."— Transcript presentasi:

1

2 DEBUG Pembuatan program dengan menggunakan bahasa Assembly : Debug Macro Assembler (TASM) Semua bilangan dalam DEBUG menggunakan heksadesimal Hanya untuk program singkat (1 segment = 64 KB) dengan extension.COM Komentar  ; C: > DEBUG

3 Operand Operand bisa berupa register, variabel, memory location atau immediate value 10(immediate value) count(variable/label)[tidak didukung di DEBUG] ax(register) [0200](memory location) Assembly language terdiri dari instruction dan operand clc; hanya mnemonic inc ax; single operand mov ax,bx; double operand

4 A (Assemble) Format : A address Address = alamat untuk memulai membuat program Tujuan : untuk membuat program langsung ke memori Contoh – A 100 CS : 100 Catatan : tombol ENTER akan meneruskan ke baris berikutnya dari program, jika selesai membuat program, tekan ENTER pada baris yang kosong berikutnya untuk kembali ke prompt DEBUG

5 E (Enter) Format : E address [data] Address = alamat untuk menampung data Tujuan : untuk mengisikan data langsung ke memori Contoh: - E E Catatan : data dimasukkan sebagai kode heksadesimal. Jika data tidak disediakan dari awal, isikan per byte dan gunakan tombol SPASI untuk pindah ke byte berikutnya. Akhiri pemasukan data dengan ENTER.

6 G (Go) Format : G = address1 [address2] Jika [address1] dan [address2] didefinisikan maka program akan dijalankan mulai dari address1 sampai addres 2 Tujuan : untuk menjalankan program yang ada dalam memori Contoh : - G = (menjalankan program mulai CS : 200 dan berakhir pada alamat CS : 240) - G A Program terminated normally

7 R (Register) Format : R [nama register] Tujuan : menampilkan dan mengubah isi register Contoh - R untuk mengetahui isi dari masing-masing register - R CX menampilkan dan memperbaiki isi dari register CX

8 T (Trace) Format : T = [address] [value] [address] adl alamat awal tempat dilakukan trace; [value] banyaknya instruksi yang akan dijalankan Tujuan : menjalankan program sambil menampilkan register yang dipakai Contoh - T hanya untuk memproses satu baris program - T akan memeriksa tiga instruksi pertama, mulai alamat CS : 102

9 Q (Quit) Format : Q Tujuan : keluar dari DEBUG tanpa melakukan perekaman Contoh : - Q

10 Contoh program #1 - a 100 0B0A:0100movax,5 0B0A:0103add ax,10 0B0A:0106add ax,20 0B0A:0109mov [0200],ax 0B0A:010Cint 20 0B0A:010E - R; menampilkan register - T; trace satu instruksi - T - P; eksekusi program - Q; kembali ke DOS Perhatikan alamat memori masing-masing. Apakah sama dengan contoh di samping? Bagaimana dengan selisih offset tiap baris?

11 D (Dump) Menampilkan isi memori sebagai data

12 U (UnAssemble) Menampilkan isi memori sebagai kode assembly

13 INT 21 (Fungsi 2) Format : INT 21 Input: AH: 02 (nomor fungsi) DL: kode karakter (dalam heksadesimal di DEBUG) Tujuan : menulis karakter ke layar komputer

14 INT 20 Format : INT 20 Tujuan : menghentikan program

15 Contoh Program #2 - a F:0100 mov dl,48 136F:0102 mov ah,02 136F:0104 int F:0106 mov dl,45 136F:0108 mov ah,02 136F:010A int F:010C mov dl,4c 136F:010E mov ah,02 136F:0110 int F:0112 mov dl,4c 136F:0114 mov ah,02 136F:0116 int F:0118 mov dl,4f 136F:011A mov ah,02 136F:011C int F:011E int 20 Apakah yang dilakukan program di samping?


Download ppt "DEBUG Pembuatan program dengan menggunakan bahasa Assembly : Debug Macro Assembler (TASM) Semua bilangan dalam DEBUG menggunakan heksadesimal Hanya untuk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google