Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 2.  E-SPT PPh Pasal 21 adalah Formulir SPT Masa PPh Pasal 21 dalam bentuk elektronik. Syarat dan ketentuan penggunaan E SPT PPh Pasal 21 serta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 2.  E-SPT PPh Pasal 21 adalah Formulir SPT Masa PPh Pasal 21 dalam bentuk elektronik. Syarat dan ketentuan penggunaan E SPT PPh Pasal 21 serta."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 2

2  E-SPT PPh Pasal 21 adalah Formulir SPT Masa PPh Pasal 21 dalam bentuk elektronik. Syarat dan ketentuan penggunaan E SPT PPh Pasal 21 serta tata cara pengisian SPT Masa PPh Pasal 21 dapat dilihat di Peraturan Jenderal Pajak Nomor : PER-14/PJ/2013, sedangkan tata cara pemotongan serta perhitungan PPh Pasal 21 berdasar Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2012.

3  Penyampaian SPT dapat dilakukan secara cepat dan aman, karena lampiran dalam bentuk media CD/disket  Data perpajakan terorganisir dengan baik  Sistem aplikasi e-SPT mengorganisasikan data perpajakan perusahaan dengan baik dan sistematis  Penghitungan dilakukan secara cepat dan tepat karena menggunakan sistem komputer  Kemudahan dalam membuat Laporan Pajak  Data yang disampaikan WP selalu lengkap, karena penomoran formulir dengan menggunakan sistem komputer.  Menghindari pemborosan penggunaan kertas  Berkurangnya pekerjaan-pekerjaan klerikal perekaman SPT yang memakan sumber daya yang cukup banyak

4  Yang perlu diperhatikan adalah E-SPT PPh Pasal 21 bukan merupakan alat untuk menghitung PPh Pasal 21, untuk itu sebelum input di aplikasi E-SPT PPh Pasal 21, sebelumnya harus ada data yaitu : - Pegawai, - Jumlah Pegawai, - penghasilan bruto dan - PPh terutang yang akan dilaporkan dalam suatu masa pajak. Meskipun ada di sebagaian di Aplikasi E SPT PPh Pasal 21 dapat digunakan untuk mengitung PPh Pasal 21 (dalam perekaman Bukti Potong), namun hanya di gunakan sebagai kontrol apakah pemotongan kita sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5

6

7

8

9  Profil WP diisi sesuai dengan data Wajib Pajak, bila Wajib Pajak adalah bendahara Pemerintah, maka kotak  di centang  isi nama instansi dan NIP dan kemudian  SIMPAN

10 Data-data yang perlu dipersiapkan untuk Referensi Pegawai :  Referensi Pegawai Tetap A1/A2 (Nama, NPWP, Pangkat, Golongan, Alamat, Jenis Kelamin, NIK, Status, Tanggungan dan Jabatan) -> Referensi A1/A2 adalah untuk referensi saat penerbitan Bukti Potong A1/A2 ;  Referensi Penerima Penghasilan/refpartner (semua pegawai) -> Nama, NPWP, Alamat -> Referensi Partner adalah untuk referensi pegawai guna penerbitan Bukti Potong Final/Tidak Final;

11  Pemotongan PPh Pasal 21 untuk pegawai Tetap bulanan (Nama, NPWP, Penghasilan Bruto, PPh Pasal 21);  Pemotongan PPh Pasal 21 Final -> Jika Ada (Bukti Potong-> Nama, NPWP, NIK, Alamat, Penghasilan Bruto, PPh Pasal 21);  Pemotongan PPh Pasal 21 Tidak final untuk pegawai nomor 3 s.d 10 (Bukti Potong -> Nama, NPWP, NIK, Alamat, Penghasilan Bruto, PPh Pasal 21, Status, Tanggungan);  SSP PPh Pasal 21 Terhutang.

12

13

14

15

16 Kemudian input Pemotongan PPh Pasal 21 Tidak Final untuk Masa Februari bagi Pegawai nomor 3 s.d 10 sesuai data yang tersedia dan simpan

17

18

19

20 Input Pemotongan PPh Pasal 21 SELESAI

21  Hasil input Pemotongan PPh Pasal 21 otomatis terlihat di Induk SPT :

22

23  untuk Lokasi ditandatangani SPT (Sheet E. Pernyataan dan ttd Pemotong) di input secara manual.

24

25  Setelah semua SSP di input selanjutnya buka Induk SPT  SIMPAN dan CETAK

26

27

28  Hal Hal perlu di perhatikan dalam IMPOR DATA : 1. Bila melakukan edit CSV dengan Microsoft Excel, hindari scientific notation pada field yang bertipe teks (contoh: 1e+29) dengan menuliskan simbol single apostrophe (‘) di awal teks. Untuk scientific notation pada field yang bertipe angka, cukup perlebar cell hingga cukup menampilkan angka tersebut secara penuh. 2. Karakter-karakter berikut ini tidak boleh ada dalam input field di CSV: single apostrophe (‘) dan semicolon (;) 3. Saat menyimpan format CSV di Microsoft Excel, akan muncul pertanyaan “...Do you want to keep the workbook in this format?” jawab dengan “Yes.” Jangan simpan CSV bila masih ada scientific notation pada worksheet Excel. 4. Setelah menyimpan CSV, saat menutup Microsft Excel akan muncul pertanyaan “Do you want to save the changes...” jawab dengan “No.”

29 5. CSV yang akan di-impor harus memiliki header pada baris pertama. Header bisa dilihat pada contoh2 CSV yang tersedia di lokasi {Folder Instalasi}\dokumentasi\csv format\contoh csv. 6. Ekspor/Impor CSV Referensi dapat dilakukan tanpa harus membuka SPT pada aplikasi e-SPT, tetapi Ekspor/Impor CSV Bukti Potong hanya dapat dilakukan setelah membuka SPT terlebih dahulu.  7. Untuk Impor CSV Bukti Potong, pastikan Masa Pajak, Tahun Pajak dan Pembetulan pada CSV sesuai dengan Masa Pajak, Tahun Pajak dan Pembetulan SPT yang sedang dibuka.  8. Bila terdapat masalah dalam melakukan Impor CSV (CSV tidak dikenali), cobalah membuat 1 record secara manual di aplikasi, kemudian ekspor record tersebut menjadi CSV. CSV hasil ekspor kemudian di-edit tanpa mengganti header nya di baris pertama sebelum di impor lagi.  9. Errorlog saat Impor CSV bisa dilihat di lokasi: {Folder Instalasi}\errorlog.

30

31

32  Buka SPT Masa di E-SPT sesuai data 1721_I-bulanan (kalau data CSV bulanan adalah masa Januari 2014 maka E-SPT masa Januari 2014 harus keadaan terbuka, dan bila masa antara data CSV dan E-SPT tidak sama  menyebabkan impor tidak berhasil.  Begitu juga untuk impor data Bukti Potong lainnya (bpA2, bpFinal, bpTidak Final) SPT Masa yang dimaksud di E_SPT dalam keadaan dibuka, kecuali untuk impor data Refpartner dan Refpegawai A2

33

34 Terima Kasih


Download ppt "Pertemuan 2.  E-SPT PPh Pasal 21 adalah Formulir SPT Masa PPh Pasal 21 dalam bentuk elektronik. Syarat dan ketentuan penggunaan E SPT PPh Pasal 21 serta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google