Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Cooling Tower Anggota Kelompok : Odi Prima Putra (03121403037) Ridho Patratama (03121403047) Ahmad Zarkasyi (03121403051)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Cooling Tower Anggota Kelompok : Odi Prima Putra (03121403037) Ridho Patratama (03121403047) Ahmad Zarkasyi (03121403051)"— Transcript presentasi:

1 Cooling Tower Anggota Kelompok : Odi Prima Putra ( ) Ridho Patratama ( ) Ahmad Zarkasyi ( )

2 Terminologi Menurut El. Wakil, menara pendingin didefinisikan sebagai alat penukar kalor yang fluida kerjanya adalah air dan udara yang berfungsi mendinginkan air dengan kontak langsung dengan udara yang mengakibatkan sebagian kecil air menguap. Dalam kebanyakan menara pendingin yang bekerja pada sistem pendinginan udara menggunakan pompa sentrifugal untuk menggerakkan air vertikal ke atas melintasi menara. Prestasi menara pendingin biasanya dinyatakan dalam range dan approach.

3 Prinsip Perancangan Adapun sistem mesin pendingin yang paling banyak digunakan adalah sistem kompresi uap. Secara garis besar komponen sistem pendingin siklus kompresi uap terdiri dari: 1. Kompresor, berfungsi untuk mengkompresi refrijeran dari fasa uap tekanan rendah evaporator hingga ketekanan tinggi kondensor. 2. Kondensor, berfungsi untuk mengkondensasi uap refrijeran kalor lanjut yang keluar dari kompresor. 3. Katup ekspansi, berfungsi untuk mencekik (throttling) refrijeran bertekanan tinggi yang keluar dari konsensor dimanasetelah melewati katup ekspansi ini tekanan refrijeran turun sehingga fasa refrijeran setelah keluar dari katup ekspansi ini adalah berupa fasa cair + uap. 4. Evaporator, berfungsi untuk menguapkan refrijeran dari fasa cair + uap menjadi fasa uap

4 Faktor yang mempengaruhi  Kecepatan aliran air  Kecepatan aliran udara  Perbandingan distribusi air dan udara  Heat Load (Beban panas)  Make-up

5 Formula Perancangan A. Range Range (°C) = temperatur air masuk (°C) – temperatur air keluar (°C) B. Approach Approach (°C) = temperatur air keluar (°C) – temperatur wet bulb (°C) C. Efektivitas Pendinginan D. Debit Air Spesifik E. Kapasitas Pendinginan

6 F. Laju Penguapan Air dan Udara

7 G. Rasio Air dan Udara H. Kesetimbangan Energi

8 Contoh Kasus Menentukan laju kalor yang diserap Dari data dokumen kompresor didapatkan : Laju aliran air yang dibutuhkan 1 unit kompresor : Q1 = 95 l/menit = 5700 l/jam = 5,7 m3/jam dengan faktor koreksi 20% sehingga menjadi : Q1 = 1,20 x 5,7 m3/jam = 6,84 m3/jam = 0,0019 m3/det Suhu air masuk kompressor = 32 oC; Suhu air keluar kompressor = 43 oC

9 Laju kalor yang diserap / air pendingin dihitung dengan persamaan : q m x cpair x ∆T dimana : ρ = 995 kg/m3 m = Q x ρ = 0,0019 m3/det x 995 kg/m3 = 1,8905 kg/det cp-air = 4,19 kJ/kg.K Jadi laju kalor sebesar : q m x cpair x ∆T q = 1,8905 kg/det × 4,19 kJ/kg.K × (43–32)oC q = 87,133 kW


Download ppt "Cooling Tower Anggota Kelompok : Odi Prima Putra (03121403037) Ridho Patratama (03121403047) Ahmad Zarkasyi (03121403051)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google