Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KALIMAT EFEKTIF Dosen: Helena Rebecca. Bahasa Indonesia Sebuah kalimat disebut efektif apabila ia (Keraf 1997, 36): Sebuah kalimat disebut efektif apabila.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KALIMAT EFEKTIF Dosen: Helena Rebecca. Bahasa Indonesia Sebuah kalimat disebut efektif apabila ia (Keraf 1997, 36): Sebuah kalimat disebut efektif apabila."— Transcript presentasi:

1 KALIMAT EFEKTIF Dosen: Helena Rebecca

2 Bahasa Indonesia Sebuah kalimat disebut efektif apabila ia (Keraf 1997, 36): Sebuah kalimat disebut efektif apabila ia (Keraf 1997, 36): secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis;secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis; sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

3 Bahasa Indonesia Kalimat efektif harus memiliki: Kalimat efektif harus memiliki: Kesatuan gagasan yang jelas;Kesatuan gagasan yang jelas; Kepaduan yang baik dan kompak;Kepaduan yang baik dan kompak; Penekanan yang wajar;Penekanan yang wajar; Variasi (keanekaragaman);Variasi (keanekaragaman); Paralelisme (kesejajaran);Paralelisme (kesejajaran); Pernalaran.Pernalaran.

4 Bahasa Indonesia Kesatuan gagasan (KBI 2010, 42— 43 dan BTA 2004, 33-34): Kesatuan gagasan (KBI 2010, 42— 43 dan BTA 2004, 33-34): harus memiliki gagasan utama kalimat:harus memiliki gagasan utama kalimat: Minimal memiliki S dan P Minimal memiliki S dan P Kalimat tidak lengkap muncul karena: Kalimat tidak lengkap muncul karena: Bersubjek gandaBersubjek ganda Tidak bersubjekTidak bersubjek Berpredikat gandaBerpredikat ganda Tidak ada objekTidak ada objek Tidak berpredikatTidak berpredikat

5 Kalimat bersubjek ganda Kalimat bersubjek ganda Contoh: Contoh: Sebuah negara modern yang sistem dan budayanya telah tumbuh dengan sehat dan mapan, percaturan politik lazimnya diwarnai perbedaan kebijakan, strategi, dan prioritas dalam memperjuangkan kepentingan nasional.Sebuah negara modern yang sistem dan budayanya telah tumbuh dengan sehat dan mapan, percaturan politik lazimnya diwarnai perbedaan kebijakan, strategi, dan prioritas dalam memperjuangkan kepentingan nasional. Seharusnya?Seharusnya?

6 Kalimat tidak bersubjek: Kalimat tidak bersubjek: Peletakan subjek di anak kalimatPeletakan subjek di anak kalimat Contoh: Contoh: Meski dia salah, tetap tidak mau mengakui kesalahannya. Penggunaan preposisi (kata depan) yang berfungsi sebagai subjekPenggunaan preposisi (kata depan) yang berfungsi sebagai subjek Contoh: Contoh: Bagi mahasiswa yang terlambat, harap melapor ke petugas keamanan.

7 Kalimat berpredikat ganda Kalimat berpredikat ganda Contoh:Contoh: Mahasiswa berbaju merah adalah seorang mahasiswa teladan. Mahasiswa berbaju merah adalah seorang mahasiswa teladan. Seharusnya? Seharusnya?

8 Kalimat tidak berobjek Kalimat tidak berobjek Contoh:Contoh: Warga meminta aparat menertibkan karena keberadaan PSK itu mengganggu kenyamanan. Warga meminta aparat menertibkan karena keberadaan PSK itu mengganggu kenyamanan. Seharusnya? Seharusnya?

9 Kalimat tidak berpredikat Kalimat tidak berpredikat Contoh:Contoh: Sosialisasinya di media cukup kuat dan pergerakannya untuk berada di lima besar capres yang akan dipilih masayarakat hasil temuan survey LSI. Sosialisasinya di media cukup kuat dan pergerakannya untuk berada di lima besar capres yang akan dipilih masayarakat hasil temuan survey LSI. Seharusnya? Seharusnya?

10 Bahasa Indonesia Kepaduan yang baik dan kompak: Kepaduan yang baik dan kompak: hubungan timbal balik antarunsur yang membangun kalimat;hubungan timbal balik antarunsur yang membangun kalimat; tata urutan kata yang tepattata urutan kata yang tepat kecermatan penggunaan kata tugas;kecermatan penggunaan kata tugas; ketepatan pemakaian kata;ketepatan pemakaian kata; tidak ambigu.tidak ambigu.

11 Contoh:Contoh: Suami yang tidak bertanggung jawab itu tega membiarkan istri dan anaknya lahir di tempat kumuh itu. Suami yang tidak bertanggung jawab itu tega membiarkan istri dan anaknya lahir di tempat kumuh itu. Seharusnya? Seharusnya? Kakek saya menikmati dengan sepuas- puasnya tadi pagi teh manis buatan ibu saya. Kakek saya menikmati dengan sepuas- puasnya tadi pagi teh manis buatan ibu saya. Seharusnya? Seharusnya? Perkuliahan kemarin membahas tentang EYD. Perkuliahan kemarin membahas tentang EYD. Seharusnya? Seharusnya?

12 Bahasa Indonesia Kehematan: Kehematan: menggunakan partikel penekan;menggunakan partikel penekan; Hati-hati menggunakan repetisi;Hati-hati menggunakan repetisi; menambahkan kata yang maknanya menyangatkan.menambahkan kata yang maknanya menyangatkan.

13 Contoh:Contoh: Pabrik mobil BMW mengeluarkan sangat banyak sekali jenis mobil-mobil baru. Pabrik mobil BMW mengeluarkan sangat banyak sekali jenis mobil-mobil baru. Seharusnya? Seharusnya? Sejumlah desa-desa yang dilalui Sungai Citarum dilanda banjir. Sejumlah desa-desa yang dilalui Sungai Citarum dilanda banjir. Seharusnya? Seharusnya? Walaupun perjanjian gencatan senjata sudah disepakati, saling tembak-menembak antara kedua pihak tetap sulit dihindari. Walaupun perjanjian gencatan senjata sudah disepakati, saling tembak-menembak antara kedua pihak tetap sulit dihindari. Seharusnya? Seharusnya?

14 Penggabungan kata yang mubazir (1994, 47): Penggabungan kata yang mubazir (1994, 47): sangat…sekali;sangat…sekali; hanya…saja;hanya…saja; agar supaya;agar supaya; demi untuk;demi untuk; seperti misalnya;seperti misalnya; contohnya seperti;contohnya seperti; adalah merupakan;adalah merupakan; walaupun…, tetapi;walaupun…, tetapi; meskipun…, tetapi.meskipun…, tetapi.

15 Bahasa Indonesia Variasi (BTA 2004,36): Variasi (BTA 2004,36): panjang-pendek kalimat;panjang-pendek kalimat; bentuk kalimat;bentuk kalimat; pilihan kata;pilihan kata; dsb.dsb. Contoh:Contoh: Selesai mengerjakan tugas kuliah, lalu Pandu membaca koran, lalu menggunting gambar yang menarik, lalu menempelkannya di dinding. Selesai mengerjakan tugas kuliah, lalu Pandu membaca koran, lalu menggunting gambar yang menarik, lalu menempelkannya di dinding. Seharusnya? Seharusnya?

16 Bahasa Indonesia Paralelisme (BTA 2004,35): Paralelisme (BTA 2004,35): diperlukan dalam kalimat yang mengandung rincian.diperlukan dalam kalimat yang mengandung rincian. Contoh:Contoh: Cara menegaskan atau mementingkan sebuah kata dalam kalimat ialah penambahan partikel, menggarisbawahi kata tersebut, atau mengulang kata yang sama. Cara menegaskan atau mementingkan sebuah kata dalam kalimat ialah penambahan partikel, menggarisbawahi kata tersebut, atau mengulang kata yang sama. Seharusnya? Seharusnya?

17 Bahasa Indonesia Pernalaran (BTA 2004,35): Pernalaran (BTA 2004,35): proses berpikir yang baik dan teratur, serta masuk akal.proses berpikir yang baik dan teratur, serta masuk akal. Contoh:Contoh: Penonton konser malam itu hampir mencapai lima ribu orang lebih. Penonton konser malam itu hampir mencapai lima ribu orang lebih. Seharusnya? Seharusnya?

18 Bahasa Indonesia Latihan: Latihan:


Download ppt "KALIMAT EFEKTIF Dosen: Helena Rebecca. Bahasa Indonesia Sebuah kalimat disebut efektif apabila ia (Keraf 1997, 36): Sebuah kalimat disebut efektif apabila."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google