Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Nama Kelompok : 1. Puspa Rizky Trisnaningtyas 2. Heri Maulana A 3. Ryan Faturahman 4. Koko Umar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Nama Kelompok : 1. Puspa Rizky Trisnaningtyas 2. Heri Maulana A 3. Ryan Faturahman 4. Koko Umar."— Transcript presentasi:

1 Nama Kelompok : 1. Puspa Rizky Trisnaningtyas 2. Heri Maulana A 3. Ryan Faturahman 4. Koko Umar

2 What is a transistor? Suatu transistor adalah perangkat elektronik 3 terminal yang terbuat dari bahan semikonduktor. Transistor memiliki banyak kegunaan, termasuk amplifikasi, switching, pengaturan tegangan, dan modulasi sinyal.

3 Sejarah Transistor Sebelum transistor diciptakan, sirkuit yang digunakan tabung vakum: Fragile, besar dalam ukuran, berat, menghasilkan sejumlah besar panas, memerlukan sejumlah besar tenaga Transistor pertama diciptakan di Bell Telephone Laboratories pada tahun 1947 William Shockley, John Bardeen, dan Walter Brattain menciptakan transistor dalam dan usaha untuk mengembangkan teknologi yang akan mengatasi masalah tabung Paten pertama untuk prinsip transistor efek medan yang terdaftar pada tahun 1928 oleh Julius Lillenfield. Shockley, Bardeen, dan Brattain telah direferensikan bahan ini dalam pekerjaan mereka Kata "transistor" adalah kombinasi dari "transkonduktansi" istilah dan "resistor variabel" Hari ini sebuah microprossesor canggih dapat memiliki sebanyak 1,7 miliar transistor.

4 Back To The Question What is a Transistor? Bipolar Junction Transistor NPN Transistor Konfigurasi Paling Umum Basis, Kolektor, dan Emitter Base adalah kawasan yang sangat tipis dengan dopan kurang Basis jusntion kolektor terbalik bias Basis emitor bias maju Aliran fluida analogi: Jika cairan mengalir ke dasar, cairan jauh lebih besar dapat mengalir dari kolektor ke emitor Jika sinyal yang akan diperkuat diterapkan sebagai arus ke dasar, katup antara kolektor dan emitor membuka dan menutup dalam menanggapi fluktuasi sinyal PNP Transistor pada dasarnya sama kecuali untuk directionality

5 Nama Transistor diturunkan dari kata – kata transfer dan resistor, sebab piranti itu bekerja secara efektif berdasarkan aliran arus dari rangkaian emitor yang mempunyai resistansi rendah ke rangkaian kolektor yang mempunyai resistansi tinggi.

6 Transistor dalam rangkaian elektronika dapat berfungsi sebagai penguat, sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan dan modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. contoh aplikasi transistor pada rangkaian analog melingkupi pengeras suara dan penguat sinyal radio.

7 D alam rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan komponen lainnya.

8 Macam-macam bentuk dan tipe transistor

9 Jenis – jenis Transistor Transistor dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Transistor Bipolar yaitu transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor bipolar dapat diibaratkan dengan dua buah dioda. 2. Transistor Unipolar yaitu transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub.

10 PENGKODEAN TRANSISTOR Huruf pertama menunjukkan bahan semikonduktor, A = Germaniun dan B = Silikon. Huruf kedua menyatakan aplikasi/penerapannya. Berikut ini adalah huruf-huruf kedua yang dimaksud : C = transistor daya rendah, frekuensi rendah D = transistor daya tinggi, frekuensi rendah F = transistor daya rendah, frekuensi tinggi L = transistor daya tinggi, frekuensi tinggi

11 Huruf ketiga, pada kasus transistor untuk aplikasi aplikasi khusus dan industri, umumnya tidak memiliki arti penting. Contoh penerapan kode ini diantaranya adalah AF115 adalah transistor germanium serbaguna, daya rendah, frekuensi tinggi dan BFY51 adalah transistor silikon khusus, daya rendah, frekuensi tinggi.

12 PENGUJIAN TRANSISTOR Menggunakan ohmmeter dari suatu multitester. Kemungkinan terjadinya kerusakan transistor ada tiga penyebab yaitu : a. Salah pemasangan pada rangkaian b. Penanganan yang tidak tepat saat pemasangan c. Pengujian yang tidak professional

13 Tegangan antara basis dan emitter ini normalnya untuk transistor germanium adalah 0,3 volt sedangkan tegangan basis emitter untuk jenis silicon sekitar 0,6 volt

14 Transistor NPN Transistor mempunyai dua junction, yang satu antara emiter dan basis, dan yang lain antara basis dan kolektor. Karenanya, transistor seperti dua dioda yang berlawanan untuk npn.

15 Transistor PNP Untuk transistor jenis PNP, transistor seperti dua buah dioda yang saling berhadapan. Transistor PNP adalah komplemen dari transistor NPN, ini berarti transistor pnp diperlukan arus dan tegangan yang berlawanan.

16 Arus Transistor Pada sebuah transistor terdapat tiga arus yang berbeda, yaitu arus emiter I E, arus basis I B, dan arus kolektor I C

17 Dari gambar dapat diketahui bahwa : - arus yang relatif kecil mengalir menuju basis. - arus dengan nilai yang jauh lebih besar mengalir menuju kolektor. - arus basis dan arus kolektor mengalir keluar dari transistor melalui emiter.

18 Jika hukum kirchoff I (Jumlah semua arus yang masuk ke suatu titik sama dengan jumlah semua arus yang keluar dari titik itu) diterapkan pada transistor, maka akan memberikan hubungan : I E = I C + I B

19 Persamaan tersebut mengatakan bahwa arus emiter adalah jumlah dari arus kolektor dan arus basis. Karena arus basis sangat kecil, arus kolektor kira2 sama dengan arus emiter : I C ≈ I E

20 Perbandingan arus pada transistor Jika elektron yang diinjeksikan ke dalam emiter sebanyak 100 % maka perbandingan arusnya adalah : 95 % = arus kolektor 5 % = arus basis


Download ppt "Nama Kelompok : 1. Puspa Rizky Trisnaningtyas 2. Heri Maulana A 3. Ryan Faturahman 4. Koko Umar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google