Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BUSINESS LEADERSHIP and the CUSTOMER REVOLUTION Djodi Ismanto.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BUSINESS LEADERSHIP and the CUSTOMER REVOLUTION Djodi Ismanto."— Transcript presentasi:

1

2 BUSINESS LEADERSHIP and the CUSTOMER REVOLUTION Djodi Ismanto

3 KEADAAN TELAH BERUBAH  Masa Lalu  SDM terdidik & terlatih masih langka  Sistem informasi primitip  Persaingan belum ketat  Saat ini  SDM terdidik & terlatih sangat meningkat  Sistem informasi canggih  Persaingan sangat ketat, menuntut akselerasi tinggi

4 SEGALA SESUATU BERUBAH  Segala sesuatu di dalam dan di sekitar organisi terus berubah:  Nilai-nilai sosial  Peraturan perundangan  Teknologi  Kebijakan pajak  Preferensi produk  Dll

5 ABAD 21 Pasar Global (Perdagangan & uang) Syarat Pengetahuan & Teknologi Informasi Global Perubahan cepat dan tanpa pola Pasar dipenuhi produk/jasa bermutu

6 Perubahan dalam Era Global sedemikian luasnya, sehingga para manajer di setiap tingkat dan jenis pekerjaan harus mengubah cara berpikir

7 ERA INDIVIDUAL TELAH LALU  In the new economy, success comes to those who can develop the most effective partnership  The best advantage is achieved through partnership

8  Didasarkan pada kerjasama yang saling menguntungkan  Bertujuan menciptakan kondisi organisasi dimana seluruh anggota berpikir dan bertindak sebagai business partners  Manajer memperlakukan karyawan sebagai partners KEPEMIMPINAN KOLABORATIP

9 A LEADER STEERS HIS SHIP TO HIS GOAL  The word “leader” comes from “lord” which in Old Norse, meant, the course or path of a ship at sea.  The leader was the captain, who in Viking days was usually the steersman and navigator.

10  The process of directing and influencing the task-related activities of group members PENGERTIAN KEPEMIMPINAN  (Proses pengarahan dan pemberian pengaruh kepada kegiatan yang menyangkut tugas anggota kelompoknya)

11 FUNGSI KEPEMIMPINAN  Fungsi pemeliharaan kelompok (Group maintenance)  membangkitkan jiwa korsa  pembudayaan pendekatan sistem  pencegahan perbedaan persepsi  Fungsi pemecahan masalah ( Task-related activities)  saran penyelesaian  pemberian pendapat  pemberian informasi

12 EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN

13 GETTING MORE SUCCESS  Getting more success requires shifting  from being powerless to being empowered  from waiting for order to taking action  from being reactive to being proactive  from placing blame on others to problem solving

14  Kemampuan serta keahlian dalam menangani situasi tertentu yang dihadapi  Kemampuan mendelegasikan tugas, berkomunikasi dan memberi motivasi bawahan serta melakukan fungsi-fungsinya  Kemampuan memilih gaya kepemimpinannya sesuai kebutuhan organisasi dan situasi yang dihadapi EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN

15 ( The Leadership Task ) WHAT ( The Leadership Environment ) WHERE ( The Leader's Followers ) WHOM ( The Leader ) WHO RESULTS AND SUCCESS (The Appropriate Leadership Style ) E F F E C T I V E N E LUCK HOW S S

16 SKILL & GAYA KEPEMIMPINAN

17 KETRAMPILAN TEKNIS (sesuai tuntutan tugas) KETRAMPILAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA Komunikasi, kepemimpinan, bimbingan, Pendelegasian, Pemecahan konflik TOP MIDDLE LINE KETRAMPILAN MANAJERIAL KETRAMPILAN MANAJERIAL Perencanaan, Pengambilan Keputusan, Pemecahan Masalah KETRAMPILAN MANAJEMEN ROBERT L. KATZ, “Skill of an Effective Adminiustrator”

18 TIPE KEPEMIMPINAN TIPE KEPEMIMPINAN (……………)  EKSEKUTIF  PEMBANGUNAN  OTOKRAT BAIK HATI  BIROKRAT  KOMPROMIS  MISIONARIS  OTOKRAT  PELARIAN

19 EKSEKUTIF (EXECUTIVE)  menentukan standar prestasi yang tinggi  memanfaatkan berfungsinya tim  menumbuhkan iklim ke arah sasaran yang sama  tahu kapan membuat keputusan sendiri dan kapan harus konsensus  berusaha menarik partisipasi dan keterliba- tan bawahan

20 KOMPROMIS (COMPROMISER)  Ahli membuat kompromi antara dua kepentingan, tetapi tanpa mengingat tujuan yang akan dicapai.  Ia kurang bisa menilai kinerja yang kurang, tetapi ia tidak dapat juga menunjukkan cara untuk mencapai kinerja yang tinggi

21 OTOKRAT (AUTOCRAT)  Menempatkan tugas dan pekerjaan di atas segala-galanya,  Menganggap manusia sebagai mesin, dengan mengikuti perintah saja; sedikit kepercayaan pada orang lain dan mengabaikan kerjasama  Mengatasi konflik dengan menekan, perbedaan pendapat dianggapnya sebagai tantangan terhadap wewenangnya

22 KEPEMIMPINAN SITUASIONAL

23 PENDEKATAN SITUASI GAYA YANG TEPAT tinggi rendah PERILAKU TUGAS PERILAKU HUBUNGAN tinggi tinggi hubungan, rendah tugas rendah hubungan, rendah tugas rendah hubungan, tinggi tugas tinggi hubungan, tinggi tugas DELEGATING PARTICIPATING SELLING TELLING

24 GAYA MENGINSTRUKSIKAN (G-1)  Pemimpin  memberitahukan atau mendektekan tuga-tugas yang harus dikerjakan pengikut, cara menger- jakannya dan kapan harus selesai  Pengikut (M-1)  Tingkat kematangan pengikut rendah  Memiliki kemampuan dan kemauan kerja rendah

25 GAYA MENAWARKAN (G-2)  Pemimpin  Menawarkan tugas-tugas yang dapat dipilih oleh pengikut sesuai dengan kemampuan atau kompe- tensi yang dimilikinya  Pengikut (M-2)  Tingkat kematangan sedang agak rendah  Memiliki kemampuan sedang  Kemauan kerja tinggi

26 GAYA MENGIKUTSERTAKAN (G-3)  Pemimpin  Mengikut sertakan pengikut dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan tugas-tugas organisasi  Pengikut (M-3)  Tingkat kematangan sedang agak tinggi  Memiliki kemampuan tinggi  Kemauan sedang

27 GAYA MENDELEGASIKAN (G-4)  Pemimpin  Mendelegasikan tugas organisasi kepada pengikut  Pengikut (M-4)  Tingkat kematangan tinggi  Memiliki kemampuan tinggi  Kemauan kerja tinggi

28 FIRST THINGS FIRST URGENTIDAK URGEN P E N Disinilah pemanfaatanKuadran kualitas T pengalaman dan kemampuanPerencanaan strategis I untuk menjawab tantanganperluasan dimensi berpikir N G T I D A K P T Konstribusi terhadap pencapaian Sasaran rendah

29 KEPEMIMPINAN KOLABORATIF

30 ERA INDIVIDUAL TELAH LALU  In the new economy, success comes to those who can develop the most effective partnership  The best advantage is achieved through partnership

31  Didasarkan pada kerjasama yang saling menguntungkan  Bertujuan menciptakan kondisi organisasi dimana seluruh anggota berpikir dan bertindak sebagai business partners  Manajer memperlakukan karyawan sebagai partners KEPEMIMPINAN KOLABORATIP

32  Bagaimana dapat lebih strategis dalam kondisi berubah  Bagaimana dapat mempertahankan pelanggan dalam kompetisi yang sangat ketat  Bagaimana dapat mendelegasikan wewenang tanpa kehilangan kendali

33 THE WORD HAS CHANGED “The word has changed. Globalization has produced quality-based competition. Now leaders must change their practices, and the work environment must change to enable continuous improvement. The old models and assumptions underlying those models are now obsolete. Traditional management approaches must emphasize acknowledgment and empowerment”.

34 SIFAT KETAULADANAN

35 MANDIRI DAN BERDISIPLIN  Mandiri  jika seseorang secara fisik bergantung  ia akan memerlukan orang lain untuk menolongnya, tidak bisa bekerja sendiri secara baik  Jika secara mental tidak mandiri  ia tidak dapat berpikir sendiri, berpindah dari satu tingkat abstraksi ketingkat yang lain,tidak dapat berpikir kreatif mengekspresikan gagasan dengan penuh keyakinan  Berdisiplin  jika anda tidak berdisiplin,  anda dapat kehilangan kesempatan untuk menangkap peluang yang ada, dan tingkat produktivitas anda dapat menjadi rendah

36 FIRST THINGS FIRST  Tentukan setiap hari tugas-tugas anda yang penting dalam rangka mencapai sasaran yang telah anda tetapkan  Buat daftar apa yang harus anda kerjakan pada hari itu, dan kerjakan lebih dahulu “the hardest, least pleasant tasks ”  Biasakan terorganisir dan disiplin EVERY DAY

37 3 A 3 A (Awareness, Anticipation, Adaptation)  Kepedulian  Kepedulian terhadap lingkungan di mana perusahaan beroperasi  Antisipasi  Antisipasi terhadap perubahan dalam lingkungan itu  Adaptasi  Kemampuan adaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut

38 MOTIVASI

39 PENDEKATAN MOTIVASI  PENDEKATAN LINGKUNGAN  menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan, mengurangi konflik  PENDEKATAN PRODUKTIVITAS  ganjaran-ganjaran yang berdasarkan produktivitas  PENDEKATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN  memuaskan kebutuhan-kebutuhan manusia melalui situasi pekerjaan

40 Kebutuhan perwujudan diri Kebutuhan penghargaan/gengsi kebutuhan sosial; diterima dalam pergaulan sosial kebutuhan rasa aman ;penghasilan tetap,jaminan hari tua kebutuhan fisik ;pangan, sandang, papan Hirarki kebutuhan hidup manusia (Maslow)

41 KAIZEN = TQM KAIZEN = TQM (Kai --- perubahan, Zen --- baik)  Merupakan filsafat, sikap, cara berpikir dan cara berperilaku  Bukan lompatan  kemajuan diraih karena perubahan kecil dalam beratus- ratus dan bahkan beribu detail yang berhubungan dengan menghasilkan produk dan pelayanan  asumsi --- kesempurnaan itu sebenarnya tidak ada, sehingga selalu saja ada ruang untuk mengadakan peningkatan

42 “Bukalah diri anda terhadap hal-hal terbaik yang telah dilakukan manusia, kemudian berusahalah membawa hal-hal tersebut kedalam apa yang anda lakukan”

43 LAKUKAN DENGAN BENAR  “Lakukan dengan benar pada kesempatan pertama” adalah filosofi Total Quality Management  Prinsip ini dapat:  Meningkatkan produktivitas  Mengurangi keluhan pelanggan  Meningkatkan moral karyawan

44 “Gunakan pertimbangan yang bagus dalam semua situasi” Djodi Ismanto


Download ppt "BUSINESS LEADERSHIP and the CUSTOMER REVOLUTION Djodi Ismanto."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google