Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) Subdit.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) Subdit."— Transcript presentasi:

1 1 PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) Subdit Pasca Panen Tanaman Pangan DIREKTORAT PENANGANAN PASCA PANEN DITJEN PPHP – DEPTAN JAKARTA

2 2  Terjangkau (Affordable) - Harga murah, kredit dengan bunga rendah, bantuan (hibah/subsidi), petani mampu mengoperasikan alsin pasca panen.  Sederhana/Mudah (Simple) - Pengoperasiannya mudah, ada suku cadang, bengkel, dan tahan lama/awet.  Menguntungkan (Feasible/Profitable)  Dapat Digunakan (Aplicable) - Tidak rumit (sesuai dg keadaan lapang)  Sesuai dengan Kebijakan Pemerintah. - Otonomi Daerah, Perubahan Pola Proyek ke Pola Satker/KPA, dstnya) - Peranan DPRD, DPR dalam penganggaran. - Peranan Unsur Pemeriksa (Bawasda, Irjen, BPK, BPKP, dll) PERSYARATAN ADOPSI SARANA ALSIN PASCA PANEN OLEH PETANI/ KEL. TANI DAN LEMBAGA PASCA PANEN

3 3 MODEL KERJA SAMA OPERASIONAL (KSO) Keterangan : SHU = Sisa Hasil Usaha (Bersih) adalah hasil kotor dikurangi biaya pokok penggunaan alsin pasca panen (biaya tetap + biaya operasional) Biaya tetap = biaya penyusutan+ biaya bunga modal + biaya pajak Biaya operasional = gaji manager/operator + biya bhn bakar/pelumas + biaya perawatan & perbaikan, biaya administrasi, biaya mobilitas, retribusi dll. PEMERINTAH PUSAT/ DAERAH Pengadaan Alsin Pasca Panen (KPP/UPJA) Terpilih Kas Negara (KPKN) setempat, Bank, Kantor Pos yg ditunjuk atau KPKN Prop. Rek. Kec Pasca Panen/UPJA An. Lembaga atau Manager Tabung SHU 50 % Diketahui Kep. Dinas Pertanian Kab./Kota & Petugas Penyuluh atau Pendamping Ambil SHU 50 % SHU Kelembagaan Kec. Pasca Panen/ UPJA

4 4 Pola KSO Kurang Berkembang 1.Rasa memiliki oleh manager/ pengelola alsin pasca panen kurang. 2.Pendapatan relatif lebih kecil, karena keuntungan bersih masih harus dibagi dua (50% untuk pengelola dan 50% untuk kas negara). 3.Pengelolaan alsin pasca panen belum berorientasi bisnis. 4.Perkembangan penggunaan alsin pasca panen terkesan agak lambat.

5 5 KONSEP MODEL SEWA BELI (LEASING) A. Alternatif Model SEWA BELI 1. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 1 2. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 2 3. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 3 (Pola Dana Bergulir) 4. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 4 (Pola Kredit) B.Pengelolaan Dana Model Sewa Beli (leasing) A. Alternatif Model SEWA BELI 1. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 1 2. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 2 3. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 3 (Pola Dana Bergulir) 4. Model Sewa Beli (leasing) Tipe 4 (Pola Kredit) B.Pengelolaan Dana Model Sewa Beli (leasing)

6 6 MODEL SEWA BELI (LEASING) TIPE 1 PEMERINTAH/ PERUSAHAAN Penyediaan Alsin Pasca Panen Penyediaan Alsin Pasca Panen Sewa Kec. Pasca Panen/ UPJA 1 tahun Grace period Tahun ke 2 Bayar sewa + bunga bank (16%/th) Bayar sewa = angsuran Alsin Pasca Panen 3 tahun Atau 5 tahun Dari penerimaan Alsin pasca panen Alsin Pasca Panen milik Kec. Pasca panen/ UPJA Nilai Akhir alsin Pasca Panen nol

7 7 MODEL SEWA BELI (LEASING) TIPE 2 Penyediaan Alsin Pasca Panen PEMERINTAH/ PERUSAHAAN Sewa Kec. Pasca Panen/ UPJA Bayar DP 10 % dara harga Alsin Pasca Panen Bayar angsuran sebesar harga Alsin Pasca Panen + bunga bank 16 % Setelah 5 tahun Alsin Pasca Panan milik Kec Pasca Panen/ UPJA Nilai Akhir alsin Pasca Panen nol

8 8 MODEL SEWA BELI (LEASING) TIPE 3 (POLA DANA BERGULIR) Alsin pasca panen dibeli dari dana bergulir Dinas Pertanian PEMERINTAH DAERAH Pengelola Kec. Pasca Panen/ UPJA Sewa Ketentuan : Segala kerusakan/ kehilangan Alsin Pasca Panen menjadi tanggungjawab pengelola Bila setoran tidak lancar dan memadai, alsin pasca panen akan direlokasi ke pengelola baru Pengelola baru harus memulai angsuran baru, karena angsuran pengelola sebelumnya dinyatakan hangus. Hasil Disetor ke Rek. Dinas Pertanian sebagai dana bergulir dan diatur penggunaan oleh Kepala Dinas Pertanian Setiap Musim selama 5 tahun Harga diluar pajak & jasa rekanan sesuai ketentuan Dinas. Setelah kewajiban angsuran diselesaikan, alsin pasca panen menjadi milik Kec Pasca Panen/ UPJA

9 9 MODEL SEWA BELI (LEASING) TIPE 4 (POLA KREDIT) PEMERINTAH/ PERUSAHAAN Alsin Pasca Panen dibeli dari dana Dinas Pertanian/ Perusahaan Kec. Pasca Panen/ UPJA Rek. Khusus DItetapkan oleh Dinas Pertanian Kab/ Kota. 20 % Harga Alsin Kredit Alsin Pasca Panen Sisa 80 % diangsur selama 5 thn 10 Musim Panen Atau Rek. Kec Pasca Panen/ UPJA - Unt. Memudahkan Bayar Angsuran - Mendidik menabung

10 10 Pengelolaan Dana Model Sewa Beli (Leasing) Sewa / Angsuran Rek. Pemerintah (Kadistan)/ Perusahaan Penyedia ALSIN Pasca Panen Kredit Alsin Pasca Panen Angsuran selama 5 tahun 10 Musim Panen Atau Dana Hasil Usaha Dana Hasil Usaha ALSIN Pasca Panen Uang Muka (DP)

11 11 TATA CARA PENYERAHAN PERALATAN MESIN PASCA PANEN BANTUAN PEMERINTAH Kadistan Propinsi Mengetahui Kadistan Kab/Kota Manager / Pengelola Kec Pasca Panen/ UPJA Menyerahkan KPA - Pusat, - Propinsi - Kab./Kota Sesditjen PPHP Menyerahkan

12 12 P E N G A T U R A N DAN PEMBINAAN  Naskah Perjanjian (MOU) antara Pemerintah/ Pengusaha dengan Petani/ Kel. Tani, Kecamatan Pasca Panen dan atau UPJA  Uang Muka (DP) atau cicilan sewa beli sesuai kesepakatan dan ketentuan disetorkan ke Rek. Khusus. Pencairan dana untuk pembelian Alsin pasca panen dengan persetujuan BUPATI atau Kepala Dinas Pertanian Kab/ Kota.  Naskah perjanjian harus memuat sanksi-sanksi yg harus dipenuhi oleh kedua belah pihak.  Perjanjian Sewa Beli paling lama 5 (lima) tahun.  Kerugian akibat operasi alat masin pasca panen merupakan tanggungjawab dari pengelola kecamatan pasca panen/ UPJA/ kelompok tani, bukan Pemerintah.  Copy naskah perjanjian kerjasama sewa beli (leasing) alat mesin pasca panen antara pemerintah/ perusahaan dengan pengelola kecamatan pasca panen/ UPJA/ kelompok tani pada Dinas Pertanian Tk. II (Kab/Kota) dilaporkan ke Dinas Pertanian Tk. I (Prop) dan ke Ditjen PPHP Deptan (Pusat) sesuai lini Organisasi guna monitorting dan evaluasi pengembangan sarana alat mesin pasca panen di daerah.  Peran Pemerintah/ perusahaan sebagai penyedia alat mesin pasca panen dan melakukan bimbingan teknis dan manajemen agar pengelola kecamatan pasca panen/ UPJA/ kelompok tani dapat mengembalikan angsuran tepat waktu.  Melalui penerapan model sewa beli ini diharapkan pendayagunaan alat mesin pasca panen dapat berkembang dengan pesat di daerah pedesaan.

13 13 Informasi lebih lanjut hubungi : SMS Center : No. HP : Ir. Kusno Hadiutomo, MM. Subdit Pasca Panen Tanaman Pangan, Direktorat Penanganan Pasca Panen, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian Alamat : Jl Harsono RM No. 3 Gd D Lt 3, Pasar Minggu – Jaksel (12550) Telp/ Fax Kantor : 021 – Telp Rumah : 021 – , HP :

14 14


Download ppt "1 PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) PENGEMBANGAN SARANA ALSIN PASCA PANEN MELALUI MODEL SEWA BELI (LEASING) Subdit."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google