Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengolahan Data Sistim Pengolahan Sistim penerimaan dokumen PEB dan PIB yang diterapkan oleh BPS adalah sistim "carry over" artinya dokumen dari satu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengolahan Data Sistim Pengolahan Sistim penerimaan dokumen PEB dan PIB yang diterapkan oleh BPS adalah sistim "carry over" artinya dokumen dari satu."— Transcript presentasi:

1

2 Pengolahan Data Sistim Pengolahan Sistim penerimaan dokumen PEB dan PIB yang diterapkan oleh BPS adalah sistim "carry over" artinya dokumen dari satu bulan tertentu penerimaannya akan ditunggu selama satu bulan dan kemudian akan ditutup. Dokumen bulan bersangkutan yang datang setelah tanggal penutupan akan dimasukkan dalam pengolahan bulan berikutnya 1

3 Pengolahan Data 2 l Sortir, Batching, Numbering l Entri angka sementara l Penyuntingan dan Penyandian l Input data l Validasi tahap I dan II l Tabulasi

4 Pengolahan Data 3 Melakukan pengambilan dokumen dari BI dan Bea Cukai SEKSI PENYIAPAN Entry (fields penting ) Batching /Numbering Sortir

5 Pengolahan Data Penyiapan Kegiatan: Sortir; kegiatan memilah dan mengelompokkan dokumen menurut jenis dokumen, bulan dokumen dan kode KPBC. Batching; mengelompokkan dokumen yang telah disortir untuk selanjutnya dinamakan sebagai satu Batch. Numbering; Pemberian nomor batch dan nomor seri dokumen dalam setiap batch. Batch siap dikirim ke seksi Pengolahan. Entri angka sementara; sebelum Batch dikirim ke seksi Pengolahan terlebih dahulu dilakukan entri data item tertentu yaitu kode KPBC, Nomor PEB/PIB, Hs 2 digit, negara tujuan/asal tertentu, valuta dan Nilai sebagai bahan pembuatan angka sangat sementara. 4

6 Pengolahan Data 5 Editing/Coding SEKSI PENGOLAHAN Validasi I Entry

7 Pengolahan Data Penyuntingan dan Penyandian Penyuntingan(editing) dan Penyandian(coding); melakukan pemberian tanda chek “  ” dan sandi tertentu pada field(item) yang ditentukan sebagai petunjuk bahwa field tersebut harus dientri. Input Data; melakukan input data untuk field-field yang telah ditentukan yaitu yang telah diberi tanda “  ” atau sandi. Validasi Tahap Pertama; menjalankan program pemeriksaan kekonsistenan isian data dalam setiap record (sub seri) dan kekonsistenan setiap record dalam satu dokumen dan melakukan pembetulan terhadap kesalahan yang dijumpai. 6

8 Pengolahan Data Pembetulan EDITING Kesalahan (ketidak jelasan) data valas, negara, pelabuhan, HS, berat, nilai Contoh : - Valas tertulis IDR Seharusnya USD; - Kode negara, pelabuhan, HS tidak terdapat dimaster atau tulisannya memang tidak jelas; - Angka berat & nilai tidak jelas. Pembetulan dilakukan melalui LAN : Estimasi dengan beberapa pendekatan dan pencocokan dengan master 7

9 Contoh : Editing 1 8 TIDAK DIOLAH

10 Contoh Editing (Lanjutan) 9

11 10

12 Pengolahan Data Pembetulan VALIDASI 1. Pemeriksaan kesalahan dan warning secara komputerisasi. Kesalahan seperti : Berat kotor < berat bersih, CIF < FOB, Berat&/Nilai = 0; Kode (HS, Negara, Pelabuhan Bongkar DLL) tidak ada dimaster; CIF Induk < Total CIF HS Warning : negara asal minyak mentah dan israel; HS-HS tertentu; Berat kotor > 10 x Berat bersih Pembetulan : Dengan Melihat dokumen atau data awal dan master. 11

13 Contoh Validasi 1 12

14 Contoh Validasi 1(Lanjutan) 13

15 Contoh Validasi 1(Lanjutan) 14

16 Contoh Validasi 1(Lanjutan) 15

17 Pengolahan Data 16 Validasi II SEKSI EVALUASI DAN LAPORAN Analisis Laporan Tabulasi

18 Pengolahan Data Evaluasi dan Laporan Pemeriksaan Kesahihan Data (validasi tahap dua); dilakukan pemeriksaan secara manual untuk memperkirakan kebenaran dan kewajaran data dengan membandingkan antar record. Tabulasi; menjalankan program tabulasi untuk mendapatkan table- tabel baku yang telah disiapkan seperti ekspor/impor menurut provinsi, ekspor/impor menurut komoditi dan negara tujuan/asal barang, dll. Analisis dan Laporan; analisis data ekspor/impor dari tabel yang telah dibuat untuk laporan dan penyajian dalam berbagai bentuk laporan seperti Berita Resmi Statistik (BRS), Buletin Ekspor/Impor, Indikator Ekonomi dll. 17

19 VALIDASI 2. Menggunakan menu detail print. Memeriksa kewajaran nilai dan volume masing-masing HS, berdasarkan range nilai detail print bulanan untuk tiap HS-nya Memeriksa HS tertentu seperti : HS Binatang ternak, Kapal, Pesawat Terbang dll. Melakukan Penyesuaian data seperti : Deskripsi dan kode HS tertentu. Konfirmasi data ke Bea-Cukai 18

20 PENGGUNAAN MENU DETAIL PRINT 19

21 Komputerisasi Validasi 2 20

22 Pemeriksaan Kewajaran 1 21

23 Pemeriksaan Kewajaran 2 22

24 Pemeriksaan Kewajaran 3 23

25 Pengolahan Data Penyajian Data ekspor bulanan disajikan dengan time lag tiga bulan, maksudnya adalah data statistik yang disajikan bulan ini merupakan data realisasi ekspor tiga bulan yang lalu (n-3). Dalam bulan yang sama, BPS juga mengeluarkan angka sementara total ekspor dan HS 2 digits satu bulan yang lalu (n-1). 24

26 Pengolahan Data Penyajian Tingkat sajian Nasional Provinsi Media diseminasi Hard Copy: BRS, Buletin Stat. Ekspor/Impor Bulanan, Statistik Ekspor/Impor Tahunan Soft Copy.

27 Penyajian Publikasi yang Tersedia antara lain  Publikasi bulanan: (1) Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri (Ekspor dan Impor),  Publikasi tahunan: (1) Statistik Perdagangan Luar Negeri (Ekspor dan Impor),  Publikasi lain: Indeks Unit Value Ekspor (tahunan), Analisa Komoditi Ekspor, Direktori Eksportir.

28 Penyajian Statistik Ekspor dan Impor  Ekspor/Impor menurut Komoditi: HS 2 dijit, 9 dijit, 10 dijit SITC 1, 2, 3, 8 dijit Komoditi (HS 9 dijit) dan negara tujuan/asal Komoditi (HS 9 dijit) dan pelabuhan muat/bongkar menurut kelompok komoditi (21 golongan barang) Impor menurut golongan penggunaan barang Ekspor menurut golongan barang ISIC  Publikasi impor: Buletin Statistik Ekspor/Impor -- bulanan Buletin Statistik Ekspor/Impor -- tahunan  Ekspor/Impor menurut negara asal: menurut negara tujuan/asal dan komoditi (SITC 3 dijit) menurut negara tujuan/asal dan komoditi (HS 9 dijit) menurut negara tujuan/asal dan migas, non migas menurut kelompok negara ekonomi, menurut kelompok negara ekonomi, migas dan non migas nonmigas menurut negara tujuan/asal utama (9 negara asal utama)  Ekspor/Impor menurut pelabuhan muat/bongkar menurut propinsi dan komoditi (SITC 3 dijit) menurut pelabuhan muat/bongkar dan migas, non migas 27

29 Contoh komoditi hasil laut dan kode HS-nya: : Ikan Trout, segar atau dingin : Ikan Salem Pacific, segar atau dingin : Ikan tuna bersirip panjang, segar atau dingin : Ikan tuna bersirip panjang, segar atau dingin : Ikan skip jack, segar atau dingin : Ikan tuna bermata besar, segar atau dingin : Ikan tuna bersirip biru, segar atau dingin : Ikan herring, segar atau dingin : Ikan cod, segar atau dingin : Hati ikan, segar atau dingin : Telur ikan, segar atau dingin : Ikan salem merah, beku : Ikan trout, beku : Ikan halibut, beku : Ikan tuna bersirip panjang, beku Ikan tuna bersirip kuning, beku Dan lain-lain. 28

30 Analisis Statistik perdagangan Analisis Statistik Perdagangan sangat penting Untuk melihat performance perdagangan suatu negara/wilayah Untuk pembangunan dan perencanaan Kebijaksanaan dan monitoring perekonomian

31 Jenis Analisa Statistik Analisa Deskriptif Analisa Kuantitatif Analisa Statistik Simple (sederhana) Advanced (canggih)

32 Analisa Deskriptif Pertumbuhan Persentase Rasio Indeks

33 Analisa Deskriptif Rasio Ekspor dan Impor terhadap PDB Pertumbuhan nilai Ekspor dan Impor Persentase Sumbangan Indeks Spesialisasi Perdagangan Revealed Comparative Advantage Export Product Dynamics Shift-Share Analysis

34 Analisa Kuantitatif Regresi Autoregressi Vektor Autoregressi Analisa Multivariate Persamaan Simultan

35 Analisa Kuantitatif Tabel Input-Output Social Accounting Matrix (SAM) Computable General Equilibrium (CGE)

36 Analisis Deskriptif Rasio Ekspor dan Impor Terhadap PDB Untuk mengetahui derajat keterbukaan suatu negara/wilayah Pertumbuhan nilai ekspor/impor Untuk mengetahui performance perdagangan internasional

37 Analisis Deskriptif Persentase Sumbangan Komoditi terhadap Nilai Total Ekspor/Impor Untuk mengetahui besarnya kontribusi suatu komoditas dalam perdagangan internasional (ekspor/impor) Indeks Spesialisasi Perdagangan Untuk mengetahui posisi suatu negara/wilayah sebagai pengekspor atau pengimpor suatu komoditi

38 Analisis Deskriptif Revealed Comparative Advantage Untuk mengetahui keunggulan komparatif (daya saing) suatu negara akan komoditi tertentu Export Product Dynamics Untuk mengetahui komoditi ekspor potensial suatu negara berdasarkan tingkat pertumbuhannya Shift-Share Analysis Untuk mengetahui komoditi ekspor potensial suatu negara berdasarkan tingkat pertumbuhannya

39 Analisis Data Ekspor dan Impor Rasio Ekspor dan Impor Terhadap PDB Untuk mengetahui derajat keterbukaan 38 adalah nilai ekspor barang dan jasa pada periode adalah nilai impor barang dan jasa pada periode adalah nilai PDB pada periode

40 Analisis Data Ekspor dan Impor 39 Tabel 1. Rasio Ekspor dan Impor terhadap PDB adhb TAHUN PDBEKSPORIMPORRASIO (1)(2)(3)(4)(5) , , ,050, , , ,052, , ,264, , , ,163, , , ,257,6

41 Analisis Data Ekspor dan Impor Pertumbuhan nilai ekspor Untuk mengetahui perkembangan perdagangan internasional 40 adalah nilai total ekspor pada periode

42 41 Rincian Growth (1)(2)(3)(4) Migas12 112, ,315,0 Non Migas45 046, ,015,3 Total Ekspor57 158, ,315,2 Tabel 2. Pertumbuhan Ekspor Analisis Data Ekspor dan Impor

43 42 l Persentase Sumbangan Komoditi terhadap Nilai Total Ekspor/Impor n Untuk mengetahui besarnya kontribusi suatu komoditas dalam perdagangan internasional (ekspor/impor) adalah nilai ekspor pada kelompok komoditi i adalah nilai total ekspor Analisis Data Ekspor dan Impor

44 43 Tabel 2. Sumbangan Ekspor dan Impor Rincian Share ‘02 Share ‘04 (1)(2)(3)(4)(5) EKSPOR57 158, ,8100,00 Migas12 112, ,521,1922,36 Non Migas45 046, ,378,8177,64 IMPOR31 288, ,7100,00 Barang Konsumsi2 650,53 771,78,478,17 Bahan Baku24 227, ,877,4378,64 Barang Modal4 410,96 093,214,1013,19

45 Analisis Data Ekspor dan Impor Indeks Spesialisasi Perdagangan Untuk mengetahui posisi sebagai pengekspor atau pengimpor suatu komoditi 44 adalah nilai ekspor komoditi adalah nilai impor komoditi

46 Analisis Data Ekspor dan Impor 45 Tabel 3. Nilai Indeks Spesialisasi Perdagangan Rincian (1)(2)(3)(4) Marine Fishes0,780,810,96 Crustaceans0,98 0,38 Produk laut diolah0,450,09(0,25)

47 Analisis Data Ekspor dan Impor 46 l Export Product Dynamics n Untuk mengetahui komoditi ekspor potensial suatu negara berdasarkan tingkat pertumbuhannya

48 Analisis Data Ekspor dan Impor Revealed Comparative Advantage Untuk mengetahui keunggulan komparatif suatu negara akan komoditi tertentu 47 adalah nilai ekspor komoditiuntuk negara adalah nilai total ekspor negara adalah nilai ekspor komoditi untuk seluruh dunia adalah nilai total ekspor dunia

49 Analisis Data Ekspor dan Impor 48 Tabel 4. Nilai Revealed Comparative Advantage (RCA) Kel. Komoditi IndonesiaMalaysia Thailand FilipinaSingapura Brg Listrik0,10,20,50,60,5 0,30,40,70,9 Pakaian jadi1,51,60,3 1,2 2,31,50,2 Tekstil1,11,40,3 0,6 0,30,2 0,1 Pulp & Paper0,50,90,1 0,30,1 0,2 Kayu Lapis1,3 0,90,2 0,1 0,0 Sumber: PC-TAS (diolah)

50 Analisis Data Ekspor dan Impor Tabel 7. Revealed Comparative Advantage (RCA) No.Kode HSUraian Frozen :-- Shrimps and prawns Crude Palm Oil Other Palm Oil Copper ores and concentrates Bituminous coal, whether or not pulverised Other coal, whether or not pulverised Natural rubber in other forms: Indonesian Standard Plywood consisting solely of sheets Chemical wood pulp, semi bleached or bleached Other paper and paperboard Sports footwear :-- Other Nickel mattes Tin, not alloyed Input or output units, whether or not cont storage

51 Analisa Kuantitatif Analisis Regresi Regresi sederhana (simple regression) Regresi berganda (multiple regression) Analisis Time Series Autoregressi Vektor Autoregressi (kausalitas, impulse response)

52 Analisa Kuantitatif Analisis Multivariate Analisis Komponen Utama (Principal Component) Analisis Faktor (Factor Analysis) Analisis Cluster (Cluster Analysis) Analisis Diskriminan (Discriminant Analysis) Persamaan Simultan (Simultaneous equation modelling)

53 Analisa Kuantitatif Tabel Input-Output (I-O) Menyajikan data tentang transaksi barang dan jasa antara berbagai sektor ekonomi dalam satu periode tertentu, yang biasanya dalam satu tahun Menjelaskan saling keterkaitan antarsektor dalam perekonomian secara menyeluruh dan terpadu

54 TABEL I-O  Kelebihan: Memperlihatkan keterkaitan antarsektor  Kekurangan: Tidak menyediakan informasi mengenai distribusi pendapatan  Contoh Tabel I-O (3x3) Kuadran I Kuadran II BA: Biaya Antara PA: Permintan Akhir Kuadran III NTB: Nilai Tambah

55 Tabel I-O Transaksi Domestik Atas Dasar Harga Pembeli, 3 X 3 sektor (Triliun Rupiah)

56 Analisa Kuantitatif Social Accounting Matrix (SAM) Suatu kerangka data yang dapat merangkum variabel sosial ekonomi dalam suatu bentuk matriks yang kompak dan terpadu. Variabel tersebut lebih terfokus pada kelompok rumah tangga, yang dijabarkan dalam bentuk pemerataan pendapatan, struktur dan pola konsumsi, kondisi tenaga kerja dan informasi tambahan lainnya.

57 Analisa Kuantitatif Social Accounting Matrix (SAM) SAM disusun dan disajikan dengan memberikan rincian berbagai klasifikasi faktor produksi, pelaku ekonomi dan kegiatan ekonomi, sehingga dengan demikian kerangka tersebut dapat memberikan gambaran mengenai keadaan sosial ekonomi suatu masyarakat pada tahun tertentu SAM dapat pula memberikan gambaran mengenai proses pembentukan pendapatan dan distribusi pendapatan tersebut.

58 Social Accounting Matrix (SAM) (Triliun Rupiah)

59 Analisa Kuantitatif Computable General Equilibrium (CGE) Model CGE dari suatu perekonomian nasional merupakan sistem persamaan yang mencerminkan perilaku semua pelaku ekonomi yaitu perilaku konsumen dan produsen, serta kondisi kliring pasar (market-clearing condition) dari barang dan jasa dalam perekonomian tersebut.


Download ppt "Pengolahan Data Sistim Pengolahan Sistim penerimaan dokumen PEB dan PIB yang diterapkan oleh BPS adalah sistim "carry over" artinya dokumen dari satu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google