Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kasus Cybercrime. Kasus 1 Dikabarkan bahwa Badan intelijen Australia telah memata-matai pembicaraan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kasus Cybercrime. Kasus 1 Dikabarkan bahwa Badan intelijen Australia telah memata-matai pembicaraan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta."— Transcript presentasi:

1 Kasus Cybercrime

2 Kasus 1 Dikabarkan bahwa Badan intelijen Australia telah memata-matai pembicaraan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta sembilan orang terdekatnya. Informasi ini terungkap dari dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden yang diterbitkan oleh media penyiaran Australia Broadcasting Corporation dan harian The Guardian. Selain mengungkap daftar target orang-orang yang dilacak, model handset yang digunakan oleh masing-masing target juga dibeberkan, termasuk diagram “voice event” dari Presiden Indonesia pada bulan Agustus 2009 tersebut. Bahkan salah satu slide di dokumen itu menggunakan judul “Indonesian President voice intercept (August ’09)”, menguatkan adanya upaya untuk mendengarkan isi panggilan telepon Presiden SBY. Dalam salah satu dokumen yang berjudul “3G Impact and Update” tercantum sepuluh nama pejabat Indonesia lengkap dengan merek ponsel yang mereka gunakan.memata-matai pembicaraan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Dikutip dari harianti.com 18 November 2013)

3 Kasus 2 Direktorat Reserse Kriminal Khsusu (DitReskrimus) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana Cyber Crime dengan menggunakan modus menawarkan barang eletronik murah seperti Blackberry, Iphone 5, dan IPAD melalui website Pelakunya ditangkap di Medan Sumatera Utara pada 19 Maret 2013 lalu. Pelakunya adalah seorang perempuan berinsial ES 21 tahun. ES bertugas sebagai operator website tersebut. Kemudian dari laporannya petugas mengamankan laki –laki berinisal BP (30). BP berperan sebagai pengumpul dana dan penyedia rekening penampungan hasil kejahatan. Modus penipuannya yakni, dengan menawarkan barang melalaui website mereka. Kemudian korban yang menelpon diminta untuk mentransfer uang ke nomor rekening yang disediakan. Namun setelah uang ditransfer, pelaku tidak mengirimkan barang. (dikutip dari: kabarkampus.com, 12 April 2013)

4 Kasus 3 Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah (25 th), konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama unik seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.

5 Kasus 4 Digumi adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya game Chrono Trigger berbahasa Inggris diubah menjadi bahasa Indonesia sehingga dapat dimainkan dengan mudah oleh orang Indonesia.

6 Kasus 5 Komputer di gedung DPR disusupi situs porno. Sebuah alamat situs porno lengkap dengan tampilan gambar-gambar asusilanya tiba-tiba muncul di layar informasi kegiatan DPR yang diletakkan di depan ruang wartawan DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/8). Situs berubah menjadi dan situs porno itu tampil lebih kurang selama 15 menit, tanpa bisa ditutup ataupun dimatikan. Pada saat yang sama, wartawan foto juga terus sibuk mengabadikan peristiwa langka di gedung wakil rakyat tersebut. Munculnya situs porno kemudian menjadi perhatian tidak hanya para wartawan, tetapi juga para pengunjung dan tamu dewan. Sementara Kabag Pemberitaan DPR, Suratna, terlihat panik dan berusaha untuk menutup situs penyusup tersebut. Namun demikian, alamat situs porno itu tetap tak bisa dimatikan. Justru, gambar yang tadinya kecil lama-kelamaan makin besar dan nyaris memenuhi layar monitor. Semua usaha yang dilakukan tak berbuah, tiba-tiba sekitar 15 menit kemudian gambar tersebut hilang dengan sendirinya.

7 Kasus 6 : Peristiwa hilangnya pesawat AirAisa QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura mendapat respons yang tidak baik dari salah satu warga. Melalui jejaring sosial Path, Fadilah Muchtar Natanegara malah menyalahi pesawat yang membawa ratusan penumpang itu. Sikap yang tidak sepatutnya dilakukan orang ketika terjadi musibah ini mendapat kecaman dari warga lainnya ketika melihat status Path Fadilah. Fadilah, melalui pesan tertulis kepada VIVAnews, mengklarifikasi dan ajukan permohonan maaf atas sikapnya tersebut. "Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena kecerobohan saya sendiri dalam berkata kata di sosial media sehingga postingan status saya di Path yang telah menyinggung banyak orang dan postingan saya dikaitkan oleh banyak orang dengan insiden hilangnya/ jatuhnya pesawat AirAsia sehingga banyak orang terprovokasi," ujar Fadilah. Dalam postingan di Path itu, Fadilah menjelaskan tak bermaksud menghina AirAsia. Dia mengakui segala kecerobohan dalam menggunakan kata-kata di media sosial yang dilakukannya itu. "kata-kata dalam kalimat saya di Path yang membuat terkesan sombong, angkuh dan seakan akan terlihat tidak berempati atas insiden yang terjadi, saya akui salah dan saya minta maaf," jelas dia. Dalam kesempatan itu dia juga mengucapkan turut bela sungkawa atas tragedi hilangnya pesawat AirAsia, untuk semua AirAsia crew yang sedang bertugas pada saat itu dan para penumpang yang menjadi korban.status Path Fadilah. (http://metro.news.viva.co.id/news/read/ mengolok-olok-peristiwa-airasia-di-path-- fadila-minta-maaf)

8 Kasus 7 McDonald’s Corporation baru dapat memperoleh nama “McDonald’s” setelah berusaha membeli nama tersebut dari pihak lain yang telah mendaftarkan nama tersebut mendahului McDonald’s Corporation. Harapan pihak tersebut adalah memperoleh banyak keuntungan dari menjual nama tersebut kepada McDonald’s Corporation.

9 Kasus 8 : Pada Juli 2010, Direktorat Reserse Kriminal Khusus menangkap karyawan kafe Starbucks Tebet Jakarta Selatan, DDB, 26 tahun yang terbukti melakukan pembajakan kartu kredit para pelanggannya. Pelaku mengumpulkan data kartu kredit dari konsumen tempatnya bekerja dengan cara struk diprint ulang dan dicatat kode verifikasinya. Dari situ pelaku berhasil menguasai ratusan data kartu kredit. Data kartu kredit selanjutnya digunakan untuk membayar transaksi pembelian alat elektronik Ipod Nano dan Ipod Touch secara online di Apple Online Store Singapura hingga lebih dari 50 kali. Tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 378 KUHP tentang pencurian serta UU no. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman penjara di atas lima tahun. (sumber :

10 Kasus 9 : Di akhir tahun 2009 muncul kembali kasus yang terjerat oleh UU No. 11 pasal 27 ayat 3 tahun 2008 tentang UU ITE yang dialami oleh artis cantik Luna Maya. Kasus yang menimpa Luna Maya kini menyedot perhatian publik. Apalagi Luna Maya juga sebagai publik figur, pasti akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Kasus ini berawal dari tulisan Luna Maya dalam akun twitter yang menyebutkan “infotainment derajatnya lebih hina dari pada pelacur dan pembunuh”. Sebenarnya hal itu tidak perlu untuk ditulis dalam akun Twitternya, karena hal tersebut terlalu berlebihan apalagi disertai dengan pelontaran sumpah serapah yang menghina dan merendahkan profesi para pekerja infotainment. (http://etikanama.blogspot.com)

11 Kasus 10 : Kasus judi bola online pada sekitaran tahun 2006 yang lalu, dimana dalam kasus ini sang bandar melakukan aksinya dengan menyuruh orang-orang yang ingin bertaruhan diharuskan mendaftar ke admin situs yang bandar tersebut suruh untuk melakukan registrasi sebgai member, atau bisa juga melalukan registrasi melalui sms ke no yang sudah ditunjuk oleh bandar judi tersebut. Dan dalam praktiknya judi tersebut dilakukan dengan melakukan taruhan dengan cara menebak skor yang ada pada liga-liga bola internasional seperti liga inggris, jerma, dan italia. Dan untuk taruhan yang dipasang minimal harus 100 ribu, dan apabila tebakan skor anggota tersebut benar, maka anggota tersebut berhak mendapat hadiah sebesar 100 ribu bahkan lebih, dan itu pun setelah bandar memotong pajak dari hadiah yang dimenangkan.


Download ppt "Kasus Cybercrime. Kasus 1 Dikabarkan bahwa Badan intelijen Australia telah memata-matai pembicaraan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google