Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, 27-28 Pebruari 2009 Ertambang Nahartyo, Ak. Ph.D. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, 27-28 Pebruari 2009 Ertambang Nahartyo, Ak. Ph.D. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah."— Transcript presentasi:

1 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Ertambang Nahartyo, Ak. Ph.D. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Desain Riset Eksperimen

2 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Garis Besar Pemaparan 1 Eksperimen: pengantar 2 Desain Eksperimen 3Manipulasi 4 Validitas: internal vs. eksternal 5 Managemen subjek 1 Eksperimen: pengantar 2 Desain Eksperimen 3Manipulasi 4 Validitas: internal vs. eksternal 5 Managemen subjek

3 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Baseline Dongeng Tiga Ekor Anak Babi

4 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Jenis manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Manusia yang tahu atas pengetahuannya Manusia yang tahu atas ketidaktahuannya Manusia yang tidak tahu atas pengetahuannya Manusia yang tidak tahu atas ketidaktahuannya Manusia yang tahu atas pengetahuannya Manusia yang tahu atas ketidaktahuannya Manusia yang tidak tahu atas pengetahuannya Manusia yang tidak tahu atas ketidaktahuannya

5 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Sajak Taufik Ismail Ternyata dunia ini adalah sebuah peti Dunia sebuah peti yang besar dan tertutup di atasnya dan kita membuat peti di dalam peti ini Ternyata dunia ini adalah sebuah peti Dunia sebuah peti yang besar dan tertutup di atasnya dan kita membuat peti di dalam peti ini

6 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 motto Pengetahuan tak akan berkembang jika sains bersifat sepihak Ketahuilah apa yang kau tahu dan apa yang tak kau tahu Di atas langit masih ada langit Pengetahuan tak akan berkembang jika sains bersifat sepihak Ketahuilah apa yang kau tahu dan apa yang tak kau tahu Di atas langit masih ada langit

7 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Epistemologi Ciri pengetahuan dan cara pengetahuan diperoleh Kebenaran (truth), kepercayaan (belief) dan pembenaran (justification) Pembenaran dapat bersifat empirik, berupa kesaksian yang kredibel, atau deduksi logis. Empirisisme menekankan pada bukti pengetahuan yang diperoleh dari observasi di dunia nyata. Ciri pengetahuan dan cara pengetahuan diperoleh Kebenaran (truth), kepercayaan (belief) dan pembenaran (justification) Pembenaran dapat bersifat empirik, berupa kesaksian yang kredibel, atau deduksi logis. Empirisisme menekankan pada bukti pengetahuan yang diperoleh dari observasi di dunia nyata.

8 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Metoda saintifik Tidak ada kemutlakan Aksi berdasarkan pada peluang (jadi…tergantung juga pada urutan prioritas) Asumsi (e.g. ekonomika vs pemegang amanah) Tidak ada kemutlakan Aksi berdasarkan pada peluang (jadi…tergantung juga pada urutan prioritas) Asumsi (e.g. ekonomika vs pemegang amanah)

9 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Sumber pengetahuan Penalaran (logis dan analitik) Deduksi (rasional) Induksi (empiris)  Mengarah pada pernyataan yang semakin fundamental tetapi tetap tak mampu mereproduksi kenyataan (pahitnya kopi, manisnya madu) Intuisi (berpikir tanpa penalaran) Wahyu/ilham Penalaran (logis dan analitik) Deduksi (rasional) Induksi (empiris)  Mengarah pada pernyataan yang semakin fundamental tetapi tetap tak mampu mereproduksi kenyataan (pahitnya kopi, manisnya madu) Intuisi (berpikir tanpa penalaran) Wahyu/ilham

10 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Tiga aliran Positivist Reality is objectively given and can be described by objective & measurable properties Positivist Reality is objectively given and can be described by objective & measurable properties

11 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Epistemologi Interpretive Access to reality is only through social constructions such as language and shared meanings Critical Reality is produced by people and therefore can be reproduced Oppositions, contradictions, conflicts Interpretive Access to reality is only through social constructions such as language and shared meanings Critical Reality is produced by people and therefore can be reproduced Oppositions, contradictions, conflicts

12 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Metodologi Dua kutub: Natural vs. Social sciences Quantitative vs. Qualitative Objective vs. Subjective Nomothetic vs. Idiographic Prediction vs. Understanding Outsider (Etic) vs. Insider (Emic) Dua kutub: Natural vs. Social sciences Quantitative vs. Qualitative Objective vs. Subjective Nomothetic vs. Idiographic Prediction vs. Understanding Outsider (Etic) vs. Insider (Emic)

13 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 PRINSIP-PRINSIP 4 N (Ki Hadjar Dewantara ) Niteni Nithili Nirokake Nambahi 4 N (Ki Hadjar Dewantara ) Niteni Nithili Nirokake Nambahi

14 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Strategic Management Game Company One (I) Strategy AStrategy B Company Two (II) Strategy A Strategy B I: $3,000 II: $3,000 I: $ 0 II: $5,000 I: $5,000 II: $0 I: $1,000 II: $1,000

15 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Eksperimen: sebuah pengantar Eksperimen adalah desain riset untuk menginvestigasi suatu fenomena dengan cara merekayasa keadaan atau kondisi lewat prosedur tertentu dan mengamati hasil perekayasaan tersebut serta menginterpretasikannya. x → y

16 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Eksperimen: sebuah pengantar Kontrol di tangan peneliti Manipulasi Eksperimen laboratorium dan lapangan Unit eksperimental Galat eksperimental Hubungan sebab akibat (necessary & sufficient conditions) Kontrol di tangan peneliti Manipulasi Eksperimen laboratorium dan lapangan Unit eksperimental Galat eksperimental Hubungan sebab akibat (necessary & sufficient conditions)

17 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Eksperimen: sebuah pengantar Grup eksperimen dan grup kontrol Yij = a + b1 Xi + b2 Vij + eij Untuk menjamin kesetaraan grup Randomisasi Pemadanan (matching) Analisis kovariansi Grup eksperimen dan grup kontrol Yij = a + b1 Xi + b2 Vij + eij Untuk menjamin kesetaraan grup Randomisasi Pemadanan (matching) Analisis kovariansi

18 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Eksperimen: sebuah pengantar Empat faktor penunjang eksperimen α β ukuran sampel, dan desain riset D untuk meningkatkan power of the test: meningkatkan jumlah sampel, meningkatkan efek manipulasi, dan mengontrol efek pengganggu. Empat faktor penunjang eksperimen α β ukuran sampel, dan desain riset D untuk meningkatkan power of the test: meningkatkan jumlah sampel, meningkatkan efek manipulasi, dan mengontrol efek pengganggu.

19 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Eksperimen: sebuah pengantar Eksperimen adalah rute alternatif untuk mengembangkan pengetahuan; bukan panasea. Perkembangan teknologi dan teknik statistika menaikkan mutu penelitian eksperimental (e.g. multivariate analyses) Eksperimen adalah rute alternatif untuk mengembangkan pengetahuan; bukan panasea. Perkembangan teknologi dan teknik statistika menaikkan mutu penelitian eksperimental (e.g. multivariate analyses)

20 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Validitas Riset Statistical-conclusion validity Construct validity Internal validity: did in fact the experimental treatments make a difference on the phenomena being observed? External validity: to what extent (populations, settings, treatment variables and measurement variables) the effects can be generalized? Statistical-conclusion validity Construct validity Internal validity: did in fact the experimental treatments make a difference on the phenomena being observed? External validity: to what extent (populations, settings, treatment variables and measurement variables) the effects can be generalized?

21 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Validitas Internal Isu mendasar: seberapa besar kekuatan kontrol peneliti atas variabel-variabel ekstrani dan seberapa kuat hubungan kausalitas antar variabel independen dengan variabel dependen Validitas internal tidak otomatis ada dalam penelitian eksperimental Isu mendasar: seberapa besar kekuatan kontrol peneliti atas variabel-variabel ekstrani dan seberapa kuat hubungan kausalitas antar variabel independen dengan variabel dependen Validitas internal tidak otomatis ada dalam penelitian eksperimental

22 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Ancaman terhadap Validitas Internal 1. Histori. 2. Maturasi. 3. Testing. 4. Instrumentasi. 5. Mortalitas. 6. Regresi. 7. Seleksi. 8. Interaksi antara seleksi dengan faktor lain. 1. Histori. 2. Maturasi. 3. Testing. 4. Instrumentasi. 5. Mortalitas. 6. Regresi. 7. Seleksi. 8. Interaksi antara seleksi dengan faktor lain.

23 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Ancaman terhadap Validitas Internal Ancaman Grup Tunggal (1-6)

24 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Ancaman terhadap Validitas Internal Ancaman Grup Jamak (7-8)

25 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Ancaman dari grup jamak Seleksi Interaksi antara seleksi dengan faktor lain. Seleksi-histori Seleksi-maturasi Seleksi-testing Seleksi-instrumentasi Seleksi-mortalitas Seleksi-regresi Seleksi Interaksi antara seleksi dengan faktor lain. Seleksi-histori Seleksi-maturasi Seleksi-testing Seleksi-instrumentasi Seleksi-mortalitas Seleksi-regresi

26 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Ancaman dari Interaksi Sosial Difusi atau Imitasi Perlakuan (Treatment) Rivalitas Antargrup Demoralisasi Penyamaan Manipulasi atau Perlakuan Difusi atau Imitasi Perlakuan (Treatment) Rivalitas Antargrup Demoralisasi Penyamaan Manipulasi atau Perlakuan

27 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Validitas Eksternal Apakah kesimpulan yang ditarik dari sebuah eksperimen berlaku juga untuk orang, waktu, tempat, dan suasana yang berbeda? Tiga perspektif: generalisabilitas statistis, replikabilitas konsepsual atau robustness, dan validitas ekologis. Apakah kesimpulan yang ditarik dari sebuah eksperimen berlaku juga untuk orang, waktu, tempat, dan suasana yang berbeda? Tiga perspektif: generalisabilitas statistis, replikabilitas konsepsual atau robustness, dan validitas ekologis.

28 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Validitas Eksternal Terdapat dua jenis riset menurut tujuan generalisasinya: Riset aplikasi efek (effect application research) Riset aplikasi teori (theory application research). Terdapat dua jenis riset menurut tujuan generalisasinya: Riset aplikasi efek (effect application research) Riset aplikasi teori (theory application research).

29 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Validitas Eksternal RAE dg RAT berbeda dalam hal: Subjek; RAE membutuhkan subjek yang mencerminkan kondisi populasinya; RAT membutuhkan subjek sehomogen mungkin supaya pengujian teorinya semakin kuat. Operasionalisasi variabel independen dan dependen; variabel dalam RAE harus menyamai variabel dalam dunia nyata; RAT tidak harus menyerupai variabel dalam kehidupan sehari-hari. Situasi yang digunakan dalam riset; RAE menggunakan situasi dalam riset (eksperimen) yang realistis; situasi untuk RAT bisa bersifat tiruan atau artifisial. Desain penelitian; eksperimen lapangan cocok untuk RAE; eksperimen murni (true experiment) lebih pas untuk RAT. RAE dg RAT berbeda dalam hal: Subjek; RAE membutuhkan subjek yang mencerminkan kondisi populasinya; RAT membutuhkan subjek sehomogen mungkin supaya pengujian teorinya semakin kuat. Operasionalisasi variabel independen dan dependen; variabel dalam RAE harus menyamai variabel dalam dunia nyata; RAT tidak harus menyerupai variabel dalam kehidupan sehari-hari. Situasi yang digunakan dalam riset; RAE menggunakan situasi dalam riset (eksperimen) yang realistis; situasi untuk RAT bisa bersifat tiruan atau artifisial. Desain penelitian; eksperimen lapangan cocok untuk RAE; eksperimen murni (true experiment) lebih pas untuk RAT.

30 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Faktor-Faktor Pengancam Validitas Eksternal Interaksi antara manipulasi dengan testing Interaksi antara manipulasi dengan seleksi Interaksi antara manipulasi dengan tatanan (setting) eksperimen Interaksi antara manipulasi dengan variabel-variabel lainnya Interaksi antara manipulasi dengan testing Interaksi antara manipulasi dengan seleksi Interaksi antara manipulasi dengan tatanan (setting) eksperimen Interaksi antara manipulasi dengan variabel-variabel lainnya

31 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Faktor-Faktor Pengancam Validitas Eksternal Interaksi antara manipulasi dengan testing Interaksi antara manipulasi dengan seleksi Interaksi antara manipulasi dengan tatanan (setting) eksperimen Interaksi antara manipulasi Manipulasi-Instrumentasi Manipulasi-Maturasi Manipulasi-Histori Interaksi antara manipulasi dengan testing Interaksi antara manipulasi dengan seleksi Interaksi antara manipulasi dengan tatanan (setting) eksperimen Interaksi antara manipulasi Manipulasi-Instrumentasi Manipulasi-Maturasi Manipulasi-Histori

32 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Managemen Subjek Prinsip-Prinsip Menarik Partisipan Kesukarelaan Keterbukaan Kerahasiaan Kesamaan perlakuan Kualitas ekperimen Prinsip-Prinsip Menarik Partisipan Kesukarelaan Keterbukaan Kerahasiaan Kesamaan perlakuan Kualitas ekperimen

33 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Managemen Subjek Meningkatkan Jumlah Partisipan Riset Kejelasan kontak dengan calon subjek Relevansi topik penelitian Kredibilitas peneliti atau lembaga yang menaungi penelitian Penghargaan kepada subjek Meningkatkan Jumlah Partisipan Riset Kejelasan kontak dengan calon subjek Relevansi topik penelitian Kredibilitas peneliti atau lembaga yang menaungi penelitian Penghargaan kepada subjek

34 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Karakteristik Subjek Subjek naif atau subjek netral Subjek positif atau subjek baik hati Subjek negatif Subjek tertekan Subjek naif atau subjek netral Subjek positif atau subjek baik hati Subjek negatif Subjek tertekan

35 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Efek Subjek terhadap Riset Threats to a valid inference Subjects’ anxiety Demand effect Experimenters’ expectancies Power difference Threats to a valid inference Subjects’ anxiety Demand effect Experimenters’ expectancies Power difference

36 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 How to Treat Human Subjects Deception is the last resort always ask whether there is a proper balance between interests of science and thoughtful treatment of subjects Implications of deception ethical methodological: subjects are not naïve anymore Deception is the last resort always ask whether there is a proper balance between interests of science and thoughtful treatment of subjects Implications of deception ethical methodological: subjects are not naïve anymore

37 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Student Subjects Existing Evidence attitude & attitude change and general decision making the best subject for tests designed to reflect the businessman’s behavior is the businessman himself for general decision making, cognitive process of human is generally similar (e.g. heuristics, prejudice, etc) Existing Evidence attitude & attitude change and general decision making the best subject for tests designed to reflect the businessman’s behavior is the businessman himself for general decision making, cognitive process of human is generally similar (e.g. heuristics, prejudice, etc)

38 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Student Subjects Differences between students and non-students skills or expertise attitude experience: automatic behavior and attention wealth: experiment reward & risk age: simbolic vs. verbal problems IRB Differences between students and non-students skills or expertise attitude experience: automatic behavior and attention wealth: experiment reward & risk age: simbolic vs. verbal problems IRB

39 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Pre-Experimental Design One-group one-shot case study xo One-group pretest-posttest o 1 xo 2 One-group one-shot case study xo One-group pretest-posttest o 1 xo 2

40 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Pre-Experimental Design Static-Group Comparison xo o 2

41 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 True Experimental Designs Pretest-posttest control group design R O 1 X O 2 R O 3 O 4

42 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 True Experimental Designs Solomon Four-Group Design R O 1 X O 2 R O 3 O 4 R X O 5 R O 6 replications: O 2 > O 1 ; O 2 > O 4 ; O 5 > O 6 ; O 5 > O 3

43 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 True Experimental Designs Posttest Only Control Group Design R X O 1 R O 2

44 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Quasi-Experimental Designs X cannot be manipulated, other variables cannot be controlled, but O can be measured anytime to anybody. Imperfect experiment; competing interpretation of data X cannot be manipulated, other variables cannot be controlled, but O can be measured anytime to anybody. Imperfect experiment; competing interpretation of data

45 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Quasi-Experimental Designs Time Series Experiment O 1 O 2 O 3 O 4 X O 5 O 6 O 7 O 8 periodic measurement process

46 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Quasi-Experimental Designs Non-Equivalent Control Group Design O 1 X O 2 O 3 O 4

47 Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, Pebruari 2009 Quasi-Experimental Designs Counter-Balanced Design X 1 O X 2 O X 3 O X 4 O X 2 O X 4 O X 1 O X 3 O X 3 O X 1 O X 4 O X 2 O X 4 O X 3 O X 2 O X 1 O


Download ppt "Dipresentasikan pada workshop STIE Perbanas Surabaya, 27-28 Pebruari 2009 Ertambang Nahartyo, Ak. Ph.D. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google