Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENERAPAN STEGANOGRAFI PADA GAMBAR MENGGUNAKAN METODE PRNG (PSEUDO RANDOM NUMBER GENERATOR) Oleh : Irena Susanti G64103026 Pembimbing : Dr. Sugi Guritman.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENERAPAN STEGANOGRAFI PADA GAMBAR MENGGUNAKAN METODE PRNG (PSEUDO RANDOM NUMBER GENERATOR) Oleh : Irena Susanti G64103026 Pembimbing : Dr. Sugi Guritman."— Transcript presentasi:

1 PENERAPAN STEGANOGRAFI PADA GAMBAR MENGGUNAKAN METODE PRNG (PSEUDO RANDOM NUMBER GENERATOR) Oleh : Irena Susanti G Pembimbing : Dr. Sugi Guritman Shelvie Nidya Neyman, S.Kom, M.Si

2 Pendahuluan

3 Latar Belakang  Perkembangan pesat jaringan komputer dan internet  Internet rentan terhadap pencurian data  Kriptografi  teknik untuk menjaga kerahasiaan pesan  Information hiding  pesan yang dirahasiakan tidak menimbulkan kecurigaan

4 Tujuan Penelitian  Menerapkan steganografi pada gambar dengan metode PRNG  Menganalisis kemampuan PRNG dalam penyembunyian pesan  Menganalisis kualitas dan keamanan gambar setelah dilakukan penyembunyian pesan  Pesan yang telah disembunyikan mampu didapatkan kembali

5 Ruang lingkup penelitian  Cover-image RGB 24-bit dengan format lossless compression (PNG) dan Embedded-image format JPEG  Metode subtitusi pada LSB dilakukan dengan PRNG  Steganografi gambar dilakukan secara dijital  Stego-image harus memenuhi kriteria fidelity dan recovery

6 Manfaat penelitian  Dapat melakukan penyembunyian informasi  Dapat mengurangi pesan terdeteksi  Mengetahui kemampuan PRNG dalam penyembunyian pesan  Mengetahui kualitas dan keamanan gambar setelah penyembunyian pesan

7 Tinjauan Pustaka

8 Steganografi  Bahasa Yunani yaitu stegos dan graphia  tulisan tersembunyi  Steganografi adalah ilmu dan seni menyembunyikan pesan rahasia sedemikian sehingga keberadaan pesan tidak terdeteksi oleh manusia (Munir 2006)  Tiga metode penyembunyian pesan yaitu Least Significant Bit, Filtering and Masking, dan Algorithm and transformation

9 Kriptografi  bahasa Yunani  Cryptographia.  Kriptografi adalah studi teknik matematik yang berkaitan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, autentikasi entitas, dan autentikasi asal data (Menezes et al. 1996).

10 Istilah – istilah dalam steganografi (Pfitzmann 1996)  Cover-image media berupa gambar untuk menyembunyikan informasi agar tidak diketahui oleh pihak lain.  Embedded-image data atau informasi berupa gambar yang akan disembunyikan.  Stego-image hasil dari proses penyisipan pesan berupa gambar pada media gambar.  Stego-key kunci rahasia yang digunakan dalam menyembunyikan informasi dan juga untuk mendapatkan kembali informasi.  Steganalisis ilmu dan seni untuk mendeteksi pesan tersembunyi menggunakan steganografi. Orang yang menggeluti steganalisis disebut steganalis

11 Model Warna RGB  Merepresentasikan sebuah piksel dalam tiga buah nilai, yaitu Red (R), Green (G), dan Blue (B).  Masing-masing komponen tersebut direpresentasikan dalam 8 bit  Sebuah warna dalam piksel gambar RGB dapat direpresentasikan dalam 3 byte atau 24-bit (Curran & Bailey 2003)

12 Least Significant Bit (LSB)  bit-bit yang jika diubah tidak akan berpengaruh secara nyata terhadap kombinasi warna yang dihasilkan oleh ketiga komponen warna RGB (Johnson & Jajodia 1998).

13 Pseudo Random Number Generator (PRNG)  Algoritma yang membangkitkan deretan bilangan yang tidak benar-benar acak  Dihasilkan dengan rumus-rumus matematika dan dapat berulang secara periodik  Bilangan acak dalam kriptografi : Pembangkitan elemen- elemen kunci, Initialization Vector, parameter kunci dalam sistem kriptografi kunci publik, dsb.  Algoritma PRNG yaitu Linear Congruential Generator (LCG), Lagged Fibonacci Generator, LFSR, Blum Blum Shub, Fortuna, dan Mersenne Twister (Munir 2006)

14 Linear Congruential Generator (LCG)  Salah satu pembangkit bilangan acak tertua dan sangat terkenal Xn = (a X n-1 + b ) mod m  Kunci pembangkit adalah X 0 yang disebut umpan (seed)  Periode tidak lebih besar dari m, dengan syarat b relatif prima terhadap m. b relatif prima terhadap m. a - 1 dapat dibagi dengan semua faktor prima dari m. a - 1 dapat dibagi dengan semua faktor prima dari m. a - 1 adalah kelipatan 4 jika m adalah kelipatan 4. a - 1 adalah kelipatan 4 jika m adalah kelipatan 4. m > maks (a, b, X 0 ). m > maks (a, b, X 0 ). a > 0, b > 0. a > 0, b > 0. (Munir 2006)

15 Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR)  PSNR adalah ukuran kesamaan gambar dengan mengukur perbedaan piksel antara gambar asli dan gambar yang mengandung pesan  Mean Squared Error (MSE) adalah akar kumulatif nilai eror antara gambar yang mengandung pesan dan gambar asli (dB) (Mulopulos et al. 2003)

16 Metode Penelitian

17 Tahap Pengembangan Sistem Studi Pustaka Kesimpulan Analisis Hasil Implementasi Penentuan tujuan dan batasan Penentuan Masalah

18 Studi Pustaka  Mengumpulkan referensi informasi yang berhubungan dengan steganografi dan Pseudo Random Number Generator (PRNG)

19 Penentuan Masalah  Permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini, yaitu pemilihan bit-bit pada gambar yang tepat untuk diganti pemilihan bit-bit pada gambar yang tepat untuk diganti Proses pembangkitan PRNG Proses pembangkitan PRNG Penggunaan stego-key Penggunaan stego-key Hasil analisis yang diharapkan Hasil analisis yang diharapkan

20 Penentuan Tujuan dan Batasan  Penelitian ini akan menerapkan steganografi pada gambar menggunakan metode PRNG, menganalisis kemampuan PRNG dalam penyembunyian pesan gambar, menganalisis keamanan dan kualitas gambar hasil penyembunyian pesan  kebutuhan dalam penelitian ini yaitu menyiapkan pesan yang akan disembunyikan format JPEG, kunci, dan cover-image dalam format lossless compression (PNG)

21 Implementasi  Proses yang dilakukan dalam penerapan steganografi pada gambar adalah: proses penyembunyian pesan, proses penyembunyian pesan, proses pengambilan pesan, serta proses pengambilan pesan, serta implementasi perangkat lunak, dan perangkat keras. implementasi perangkat lunak, dan perangkat keras.

22 Diagram alir penyembunyian pesan

23 Diagram alir mendapatkan pesan

24 Implementasi  Perangkat Keras : prosesor AMD Athlon XP GHz, prosesor AMD Athlon XP GHz, RAM dengan kapasitas 768 MB, RAM dengan kapasitas 768 MB, Harddisk dengan kapasitas 80 GB, Harddisk dengan kapasitas 80 GB, Monitor VGA dengan resolusi 1024x768 piksel, Monitor VGA dengan resolusi 1024x768 piksel, Mouse dan Keyboard Mouse dan Keyboard  Perangkat Lunak Sistem operasi: Microsoft  Windows XP Professional 2002 SP1, Sistem operasi: Microsoft  Windows XP Professional 2002 SP1, web server: Apache , web server: Apache , web editor: Macromedia Dreamweaver MX 2004, web editor: Macromedia Dreamweaver MX 2004, Bahasa pemrograman web: PHPMyAdmin 2.6.1, dan Bahasa pemrograman web: PHPMyAdmin 2.6.1, dan web browser: Microsoft  Internet Explorer 6 web browser: Microsoft  Internet Explorer 6

25 Analisis hasil implementasi  Analisis algoritma PRNG  Analisis ukuran pesan  Analisis stego-key  Analisis penyembunyian pesan  Analisis pengambilan pesan  Analisis kualitas  Analisis keamanan

26 Kesimpulan  Setelah melakukan implementasi dan analisis akan didapatkan beberapa kesimpulan  Kesimpulan mengenai penerapan metode PRNG, hasil analisis kualitas, dan hasil analisis keamanan

27 Hasil dan Pembahasan

28 Analisis Algoritma PRNG  Algoritma PRNG yang paling sesuai adalah Linear Congruential Generator (LCG)  LCG sangat dipengaruhi oleh nilai a, b, dan m abm Tabel 1 Konstanta a, b, dan m yang dapat digunakan

29 Analisis Algoritma PRNG  a = 5.521, b = , m = Penentuan nilai a, b, dan m harus memenuhi syarat berikut: 1. b relatif prima terhadap m yaitu, gcd (b,m) = gcd (33.787, )=1 atau x(b)+y(m)=1  (33.787)+3.176( )=1 2. a – 1 dapat dibagi dengan semua faktor prima dari m  ( ) dapat dibagi dengan 2, 3, 5 3. a – 1 adalah kelipatan 4 jika m adalah kelipatan 4.  dapat dibagi 4, ( ) dapat dibagi 4 4. m > maks(a, b, X0)  >maks (5.521, , X 0 ) 5. a > 0, b > 0  > 0, >0

30 Analisis ukuran pesan  Proses penyembunyian pesan dapat dilakukan jika ukuran pesan lebih kecil dari ukuran cover-image Ukuran pesan (bytes) Ukuran pesan (bytes) = [((Panjang cover * Lebar cover) –55)* (level*3)] / 8 Tabel 2 Ukuran pesan maksimum yang dapat disembunyikan dalam cover Level Dimensi File Cover (640 x 480 piksel) bytes bytes bytes bytes

31 Analisis Stego-key  Stego-key yang digunakan berfungsi sebagai initial value pada algoritma PRNG, dan penentuan level bit yang akan disembunyikan Tabel 3 Stego-key Stego-key (Kunci) Initial Value Level Bit ilkomers infohide komputer embedded kualitas pixel steganog password843344

32 Analisis Stego-key ilkomers Padding sehingga panjang bit kelipatan nilaiblok=floor(log2 total piksel) Nilai blok = floor (log )= XOR XOR

33 Analisis Penyembunyian Pesan Xn = (a Xn – 1 + b) mod m Header boundary, level, iterasi lcg, nama file pesan ilkomers 1] Cek level Level 1 2] 3] X0X0 X 54 Sisipkan header pada 1 LSB X 55 Xn Sisipkan pesan pada 1 LSB 4] Simpan hasil penyembunyian pesan

34 Analisis Penyembunyian Pesan  Kompleksitas waktu algoritma adalah O(n)  Perhitungan kompleksitas lebih lengkap dijelaskan sebagai berikut:

35 Analisis Waktu Penyembunyian Pesan Tabel 4 Hasil analisis waktu penyembunyian pesan (detik)

36 Analisis Waktu Penyembunyian Pesan Grafik waktu penyembunyian pesan Ukuran file dan level bit berpengaruh terhadap waktu penyembunyian pesan

37 Analisis Pengambilan Pesan Xn = (a Xn – 1 + b) mod m ilkomers 1] 2] X0X0 X 54 Header boundary, level, iterasi lcg, nama file pesan 3] Level dan iterasi lcg digunakan untuk pemanggilan fungsi lcg berikutnya 4] Xn = (a Xn – 1 + b) mod m X 55 Xn Pesan 5] Pesan yang didapat akan disimpan dalam bentuk file pesan dengan nama sesuai dengan nama file pesan

38 Analisis Pengambilan Pesan  Kompleksitas waktu algoritma adalah O(n)  Perhitungan kompleksitas lebih lengkap dijelaskan sebagai berikut:

39 Analisis Waktu Pengambilan Pesan Tabel 5 Hasil analisis waktu pengambilan pesan (detik)

40 Analisis Waktu Pengambilan Pesan Ukuran file dan level bit berpengaruh terhadap waktu pengambilan pesan Grafik waktu pengambilan pesan

41 Analisis Kualitas  Proses penyembunyian pesan akan mempengaruhi kualitas pesan  Proses penyembunyian pesan pada steganografi harus memenuhi kriteria fidelity dan recovery  Analisis kualitas pesan dilakukan dengan menghitung nilai PSNR

42 Analisis kualitas  Tabel 6 Hasil analisis kualitas stego-image (dB)

43 Analisis Kualitas  Analisis kualitas dapat dikatakan baik apabila kualitas stego-image yang dihasilkan sulit untuk dibedakan dengan cover-image  kualitas stego-image sangat dipengaruhi oleh besarnya ukuran file pesan, serta level bit yang digunakan

44 Analisis Keamanan  Penggantian bit-bit yang redundan dapat menimbulkan kecurigaan, sehingga serangan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya data yang disembunyikan  analisis keamanan  serangan pendeteksian secara visual  Diasumsikan steganalis mempunyai cover-image dan stego-image  membandingkan kedua gambar

45 Analisis Keamanan  Analisis keamanan dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 30 responden  Responden terdiri atas 50% mahasiswa Ilmu Komputer dan 50% mahasiswa di luar Ilmu Komputer

46 Analisis Keamanan Tabel 7 Hasil kuisioner untuk analisis keamanan Stego-key Jumlah Berbeda Sedikit Berbeda Tidak Berbeda ilkomers0228 infohide0228 komputer0426 embedded0624 kualitas0624 pixel0426 steganog0228 password0228 Grafik hasil kuisioner

47 Analisis Keamanan  stego-image yang dihasilkan tidak terlalu menimbulkan kecurigaan  sebagian besar responden tidak menyadari adanya perbedaan antara stego-image dan cover- image

48 Analisis Keamanan Cover-image redStego-image red

49 Analisis Keamanan Cover-image greenStego-image green

50 Analisis Keamanan Cover-image blueStego-image blue

51 Analisis Keamanan  Pada histogram cover-image dan stego-image untuk komponen warna red, green, dan blue, tidak tampak perbedaan yang nyata  Walaupun steganalis mencurigai adanya pesan yang tersembunyi, tetapi akan sulit untuk mengambil isi pesan. Karena harus mengetahui: Algoritma PRNG yang digunakan, Algoritma PRNG yang digunakan, Kunci sebagai initial value pada LCG, Kunci sebagai initial value pada LCG, Kombinasi nilai a, b, dan m, Kombinasi nilai a, b, dan m, Iterasi LCG, Iterasi LCG, LSB level berapa yang digunakan, serta LSB level berapa yang digunakan, serta Format pesan yang disembunyikan. Format pesan yang disembunyikan.

52 Kesimpulan dan Saran

53 Kesimpulan  Algoritma LCG sesuai untuk menghasilkan deretan bilangan acak.  Kompleksitas waktu untuk algoritma PRNG, yaitu O(n).  Semakin besar level bit yang digunakan, maka semakin besar ukuran file yang dapat disembunyikan.  Waktu yang dibutuhkan pada proses penyembunyian dan pengambilan pesan, akan semakin besar seiring bertambahnya ukuran file pesan yang disembunyikan dan level bit yang digunakan.  Kompleksitas waktu untuk algoritma penyembunyian dan pengambilan pesan, yaitu O(n)

54 Kesimpulan  Semakin besar nilai PSNR, maka stego-image yang dihasilkan semakin sulit dibedakan dengan cover-image.  Algoritma steganografi pada penelitian ini cukup aman terhadap serangan pendeteksian secara visual  Steganalis harus mengetahui: Algoritma PRNG yang digunakan, Algoritma PRNG yang digunakan, Kunci sebagai initial value pada LCG, Kunci sebagai initial value pada LCG, Kombinasi nilai a, b, dan m, Kombinasi nilai a, b, dan m, Iterasi LCG, Iterasi LCG, LSB level berapa yang digunakan, serta LSB level berapa yang digunakan, serta Format pesan yang disembunyikan Format pesan yang disembunyikan

55 Saran  Penelitian dengan algoritma PRNG seperti ini dapat diterapkan pada tipe media lain seperti video atau audio.  Algoritma PRNG yang dapat digunakan tidak hanya LCG, akan tetapi bisa menggunakan algoritma PRNG lainnya.  Dapat menerapkan algoritma PRNG pada metode lainnya yaitu, Filtering and Masking, dan Algorithms and Transformation.  Untuk meningkatkan kualitas keamanan pada pesan, dapat dilakukan enkripsi terlebih dahulu

56 Daftar Pustaka  Curran K, Bailey K An Evaluation of Image Based Steganography Methods 2: 16. [terhubung berkala]. [05 Okt 2006].  Johnson N.F, Jajodia S Exploring Steganography: Seeing the Unseen. George Mason University. [04 Okt 2006].  Johnson N.F, Zoran D and Jajodia S Information Hiding and Watermarking-Attacks & Countermeasures. Kluwer.  Menezes A, Oorschot PV and Vanstone S Handbook of Applied Cryptography. CRC Press.  Mulopulos GP, Hernandez AA and Gasztonyi LS Peak Signal to Noise Ratio Performance Comparison of JPEG and JPEG 2000 for Various Medical Image Modalities. Compressus Inc. SCAR CompressionRatio - Jun 2003.pdf [07 Juni 2007] SCAR CompressionRatio - Jun 2003.pdf SCAR CompressionRatio - Jun 2003.pdf

57 Daftar Pustaka  Munir R Kriptografi. Bandung: Informatika.  Pfitzmann B Information Hiding Terminology. Proceedings of First International workshop. Cambridge, May-June Cambridge: Lecture Notes in Computer Science. hlm  Sentosa H Penyembunyian Informasi Terenkripsi dalam Media Gambar dengan Metode Least Significant Bit (LSB) Insertion. [Skripsi]. Bogor : Departemen Ilmu Komputer IPB.  Yadma SR Steganography and Attacks Against the LSB Encoding in PNG Images. Indian Institute of Technology. [23 Mei 2007].

58


Download ppt "PENERAPAN STEGANOGRAFI PADA GAMBAR MENGGUNAKAN METODE PRNG (PSEUDO RANDOM NUMBER GENERATOR) Oleh : Irena Susanti G64103026 Pembimbing : Dr. Sugi Guritman."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google