Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PENGENDALIAN SERANGGA HAMA PASCA PANEN 5/1/10YHA_ITP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PENGENDALIAN SERANGGA HAMA PASCA PANEN 5/1/10YHA_ITP."— Transcript presentasi:

1 1 PENGENDALIAN SERANGGA HAMA PASCA PANEN 5/1/10YHA_ITP

2 2 ALASAN ATAU LATAR BELAKANG PERLUNYA PENGENDALIAN SERANGGA  Penyimpanan merupakan salah satu tahap yang sangat penting dalam rangkaian kegiatan yang sangat penting dalam rangkaian kegiatan penanganan pasca panen. penanganan pasca panen.  Kerusakan dan kehilangan bahan pangan disebabkan terutama oleh agen-agen perusak disebabkan terutama oleh agen-agen perusak seperti serangga, rodenta, dan mikroorganisme seperti serangga, rodenta, dan mikroorganisme (terutama kapang). (terutama kapang).  Serangga merupakan hama yang paling destruktif dan paling merugikan. destruktif dan paling merugikan. 5/1/10YHA_ITP

3 3 METODE PENGENDALIAN :  Metode Preventif  Metode Kuratif Prinsip Pengendalian : 1.Tindakan preventif jauh lebih baik dari tindakan kuratif. Alasan : Biaya pengendalian yang harus dikeluarkan dan kerugian akibat kerusakan/kehilangan akan jauh lebih rendah. 5/1/10YHA_ITP

4 4 2.Dalam tindakan kuratif pengendalian serangan lebih baik daripada tindakan pemberantasan total. Alasan : Biaya yang dikeluarkan untuk pengendalian harus jauh lebih kecil dari harga atau nilai jual produk yang ingin dilindungi. Artinya upaya pengendalian dipertahankan sampai tingkat serangan di bawah ambang ekonomi, tanpa harus membasmi secara total serangan tersebut. 3.Pengendalian hama secara terpadu (Integrated Pest Management – IPM) merupakan tindakan yang bijaksana. Alasan : IPM adalah tindakan pengendalian hama secara terpadu dan terkendali. Setiap metode pengendalian memiliki kelebihan dan kekurangan dari segi biaya, kelayakan teknis, dan keamanan bagi manusia dan makhluk hidup lain non-target. 5/1/10YHA_ITP

5 METODE PREVENTIF 55/1/10YHA_ITP

6 6 METODE PREVENTIF 1. CARA FISIK DAN MEKANIK a. Suhu Rendah (di bawah 15 º C) 1. Refrigerasi Statik (contoh : GRANIFRIGOR) 2. Refrigerasi Mobile b. Menurunkan Kadar Air Bahan Misal : Sitophilus sp.  KA 10,5 % R. dominica  KA 8,0 % c. Penyimpanan Kedap Udara (hermetic/airtight storage) Prinsip : Respirasi : Kadar O 2 turun Kadar CO 2 naik Kadar O 2 < 5 % Sitophilus oryzae Kadar CO 2 > 30 % akan mati 5/1/10YHA_ITP

7 7 METODE PREVENTIF (lanjutan) d. Kemasan Anti Seranga > tahan gigitan serangga > tidak ada celah pada kemasan Contoh : > Kantong plastik fleksibel lebih baik daripada kantong plastik yang terbuat datri anyaman. > Penutupan kantong plastik secara heat sealing lebih baik daripada penutupan secara dijahit. Contoh kemasan anti-serangga: - aluminium foil - laminat poliester-polikarbonat, dengan ketebalan > 40 µm e. Modifikasi sifat fisik bahan pangan Contoh : beras pra-tanak (parboiled rice) 5/1/10YHA_ITP

8 8 METODE PREVENTIF (lanjutan) 2. CARA KIMIA a. Attractant Bahan kimia yang dapat menarik/membujuk seranga untuk datang. Attractant biasanya digabungkan dengan tindakan trapping. Dalam trap itu ditempatkan insektisida untuk membunuh serangga yang datang ke perangkap itu. Contoh attractant adalah sex pheromone. b. Repellent Bahan kimia yang dapat mencegah datangnya serangga atau mencegah serangga yang sudah menyerang untuk melanjutkan serangan. Dengan pengertian itu serangga berbalik menjauhi tempat penyimpanan atau serangga betina induk menunda peletakkan telur, atau larva tidak mau makan. 5/1/10YHA_ITP

9 9 METODE PREVENTIF (lanjutan) c. Chemosterilant Bahan kimia yang dapat menyebabkan serangga menjadi mandul sehingga tidak dapat melanjutkan proses reproduksi. Akibatnya populasi serangga tidak bertambah secara eksponensial lagi. Contoh chemosterilant adalah apholate. d. Grain Protectant Bahan kimia yang dapat melindungi bahan pangan yang disimpan. Pada prinsipnya grain protectant adalah insektisida. Jenis dan macam insektisida sangat banyak, termasuk diantaranya yang tidak bersifat racun bagi manusia. Bahan kimia seperti itu disebut non-toxic grain protectant (NTP), contohnya tri calcium phosphate (TCP). 5/1/10YHA_ITP

10 10 METODE PREVENTIF (lanjutan) 3.MENJAGA KONDISI SISTEM PENYIMPANAN YANG HIGIENIS Gudang penyimpanan yang bersih akan terhindar dari serangan serangga. Sebaliknya jika di gudang terdapat sisa-sisa bahan lama yang pernah terserang serangga (secara residual), bahan pangan yang baru datang atau baru disimpan, akan terserang serangga juga. Demikian juga wadah yang tidak bebas hama akan menyebabkan timbulnya serangan baru terhadap bahan pangan yang baru diwadahi atau dikemas dengan wadah atau kemasan tersebut. 5/1/10YHA_ITP

11 METODE KURATIF 115/1/10YHA_ITP

12 12 METODE KURATIF 1.CARA FISIK a. Pemanasan Pada metode ini dilakukan pemanasan bahan pangan yang sudah terserang pada suhu di atas 60 ºC selama 2 jam. Energi panas diperoleh dengan berbagai cara, antara lain : (i) sinar infra-merah di atas ban berjalan, (ii) gelombang elektromagnetik, dan (iii) oven microwave. b. Radiasi (i) Metode Langsung Menggunakan sinar gamma atau sinar beta, seperti dengan Cobalt-60 pada pusat reaktor nuklir milik BATAN, atau milik perusahaan swasta. 5/1/10YHA_ITP

13 13 METODE KURATIF (lanjutan) Keuntungan Metode Radiasi Langsung : - tidak ada residu - daya penetrasi tinggi - tidak terpengaruh oleh struktur gudang, jenis bahan pangan, dan suhu. Kekurangan Metode Radiasi Langsung : - biaya tinggi, sehinga proses baru layak secara ekonomi, jika bahan pangan yang diproses lebih dari 200 ribu ton/tahun. - tidak dapat dilakukan di sembarang tempat. Harus dilakukan di lokasi yang memiliki unit reaktor nuklir. 5/1/10YHA_ITP

14 14 METODE KURATIF (lanjutan) (ii) Metode Tidak Langsung Pada metode ini, serangga diberi perlakuan radiasi dengan dosis rendah dan tidak mematikan. Dengan perlakuan tersebut, serangga jantan akan menjadi steril. Setelah itu seranggga-serangga jantan mandul tersebut dilepaskan dengan sengaja. Akhirnya proses reproduksi terhambat dan populasi akan ditekan. c.MA dan CA Storage Modified Atmosphere Storage (MAS) atau Controlled Atmosphere Storage (CAS) adalah teknik pengendalian serangga hama pasca panen sekaligus juga merupakan teknik penyimpanan. Prinsip dari sistem ini adalah mengatur komposisi atmosfir di dalam sistem penyimpanan. Dalam hal ini komposisi O 2 dikurangi, sedangkan konsentrasi CO 2 dinaikkan. 5/1/10YHA_ITP

15 15 METODE KURATIF (lanjutan) (i) MA Storage Pada Modified Atmosphere Stotage (MAS) pemberian CO 2 dilakukan sekali pada awal penyimpanan, dan tidak ada penambahan CO 2 selama penyimpanan. Agar perlakuan MAS efektif, konsentrasi CO 2 harus bertahan di atas 35 % selama seminggu pertama. Perlakuan akan lebih efeltif jika konsentrasi CO 2 di atas 50 % selama 4 minggu pertama. Pada kondisi tersebut semua stadia serangga akan mati. Pada saat yang sama, konsentrasi O2 dipertahankan di bawah 0,1%. (ii) CA Storage Pada Controlled Atmosphere Storage (CAS), konsentrasi CO2 dikontrol selama penyimpanan. Bila konsentrasi CO2 turun di bawah 50 %, CO2 baru ditambahkan ke dalam sistem penyimpanan. 5/1/10YHA_ITP

16 16 METODE KURATIF (lanjutan) 2. CARA MEKANIK Salah satu cara mekanis yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Bahan terserang, khususnya tepung-tepungan atau grits, dilemparkan oleh gaya sentrifugal (dengan kecepatan rpm) ke permukaan sebuah piringan/pelat. 3. CARA KIMIA a. Insektisida Insektisida adalah bahan kimia yang sangat efektif dalam membasmi serangga hama pasca panen. Namun demikian banyak kekurangan insektisida. 5/1/10YHA_ITP

17 17 METODE KURATIF (lanjutan) Contoh Insektisida yang digunakan dalam pengendalian serangga hama pasca panen adalah : Generasi Lama : - Golongan Organoklorin : BHC, Lindane - Organofosfat : Malathion, Dichlorvos - Carbamate : Carbaryl Generasi baru : Pirimifos –metil, Klorfirifos-metil, S-bioalletrin, Ciflutrin, Bifentrin 5/1/10YHA_ITP

18 18 METODE KURATIF (lanjutan) Kekurangan Insektisida Sintetis : - dapat merupakan racun bagi manusia dan hewan peliharaan. - jika diberikan secara terus-menerus dalam dosos tertentu yang lebih rendah dari dosis standar, dapat menimbulkan resistensi serangga. - menimbulkan efek residu yang berbahaya. - dapat mencemari lingkungan. - di negara berkembang tidak selalu tersedia dengan mudah. - memerlukan keahlian khusus dalam aplikasinya. Jalan keluar : Dicari alternatif pengganti insektisida sintetis, misalnya dengan mengembangkan insektisida alami (nabati, hewani, mineral) 5/1/10YHA_ITP

19 19 METODE KURATIF (lanjutan) Contoh Insektisida Alami : (1) Berbasis nabati : Kencur, mindi, nimba, brotowali, nona, srikaya, sirsak jahe, lada, cengkeh (bubuk dan ekstraknya), minyak nabati. Bagian tanaman yang digunakan : akar, buah, daun, kulit, rimpang, bung. (2) Berbasis hewani : tepung tulang, abu cow dung. (3) Berbasis mineral : batu gamping, abu gosok, tanah diatomae (Diatomaceous Earth – DE) 5/1/10YHA_ITP

20 20 METODE KURATIF (lanjutan) Selain itu dikembangkan pula insektisida generasi baru, atau disebut generasi ketiga. Insektisida generasi baru ini membasmi serangga hama pasca panen dengan mekanisme berbeda. Insektisida terdahulu bekerja sebagai racun kontak, atau racun yang mengganggu fungsi syaraf, fungsi metabolisme, atau pernafasan. Insektisida generasi ketiga bekerja mengacaukan sistem fisiologis serangga, tegasnya mengganggu berlangsungnya siklus hidup yang normal. Disebut juga Insect Growth Regulator – IGR) Contoh insektisida generasi ketiga adalah : (i) Juvenile Hormon Analog (JHA) : Fenoxycarb, Methoprene) (ii) Chitin Synthesis Inhibitor (CSI) : Bufrofezin,Chlorfuazuron, diflubenzuron) 5/1/10YHA_ITP

21 21 METODE KURATIF (lanjutan) b. Chemosterilant Chemosterilant yang merupakan bahan kimia yang dapat menimbulkan gangguan reproduksi pada serangga jantan, disemprotkan atau dibuat seperti debu. Serangga jantan yang terkontaminasi akan mandul. Jika serangga mandul dilepaskan ke alam akan mengganggu perkembangan populasi hama. c. Fumigan Fumigan adalah insektisida yang dalam keadaan suhu dan tekanan ruang berbentuk gas. Fumigan sangat efektif membasmi hampir semua stadia serangga, karena fumigan dapat masuk ke celah-celah biji. Fumigan bahkan dapat masuk ke dalam biji sehingga hidden infestation dapat ditanggulangi. 5/1/10YHA_ITP

22 22 METODE KURATIF (lanjutan) 4. CARA BIOLOGI a. Musuh Alami Di alam selalu ada musuh alami dari spesies tertentu. Di dunia hama pasca panen pun ada musuh alami. Musuh alami ini dapat dimanfaatkan dalm pengendalian serangga hama pasca panen. Sebagai contoh musuh alami Sitophilus sp. adalah Anisopteromalus calandrae.Musuh alami Anagasta kuehniella adalah Bracon hebetor. b. Kontrol Mikrobial Spora Bacillus thuringiensis Berliner diketahui sejak lama dapat membunuh larva Lepidoptera. Sekarang sudah dikembangkan strain baru yang juga efektif pada Coleoptera. 5/1/10YHA_ITP

23 PENGENDALIAN SECARA TERPADU 235/1/10YHA_ITP

24 24 PENGENDALIAN HAMA SECARA TERPADU Merupakan kombinasi dari metode- metode kimia, fisik, dan biologi  Berkembang menjadi Pengelolaan Hama Secara Terpadu  Aspek batas ambang ekonomi 5/1/10YHA_ITP

25 TERIMA KASIH 255/1/10YHA_ITP


Download ppt "1 PENGENDALIAN SERANGGA HAMA PASCA PANEN 5/1/10YHA_ITP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google