Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 DIKSI ATAU PILIHAN KATA. Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 DIKSI ATAU PILIHAN KATA. Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan."— Transcript presentasi:

1 1 DIKSI ATAU PILIHAN KATA

2 Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat- tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. 2

3 Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata- kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan. Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu. 3

4 Penggunaan kata dalam berbagai kesem patan harus sudah diperhitungkan kete patan serta kesesuainnya. Ketepatan ialah hal yang menyangkut makna, logika, kesamaan maksud. Kesesuaian yaitu kecocokan dengan konteks sosial, apakah kata-kata yang dipilih atau dipakai dapat diterima oleh masyarakat, pendengar atau pembaca. Yang paling penting adalah apakah pilihan kata yang kita pakai sudah merupakan pilihan kata yang baku. 4

5 Gorys Keraf (2008; 24) mengemukakan beberapa point penting tentang diksi, yaitu: 1.Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan- ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi. 5

6 2.Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. 6

7 3.Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud perbendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah kata (Gorys Keraf, 2008: 24). 7

8 Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Dari pernyatan itu tampak bahwa penguasaan kata sesorang akan mempengaruhi kegiatan berbahasanya, termasuk saat yang bersangkutan membuat karangan. 8

9 Fungsi Diksi 1. Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal. 2. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca. 3. Menciptakan komunikasi yang baik dan benar. 9

10 4. Menciptakan suasana yang tepat. 5. Mencegah perbedaan penafsiran. 6. Mencegah salah pemahaman. 7. Mengefektifkan pencapaian target komunikasi. komunikasi. 8. Menghaluskan kata dan kalimat agar terasa lebih indah. terasa lebih indah. 9. Mendukung alur agar lebih runtut dalam mendiskripsikan tokoh, setting, dalam mendiskripsikan tokoh, setting, sudut pandang dalam cerita tersebut. sudut pandang dalam cerita tersebut. 10

11 Pilihan kata/diksi yang baik harus : 1. Tepat memilih kata untuk mengung- kapkan gagasan atau hal yang kapkan gagasan atau hal yang diamanatkan. diamanatkan. 2. Sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya. situasi dan nilai rasa pembacanya. 3. Merupakan kalimat yang jelas dan efektif. efektif. 11

12 Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan 2 hal, yaitu: masalah makna dan relasi makna. A. Makna sebuah kata / sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Menurut (Chaer, 1994: berdiri sendiri. Menurut (Chaer, 1994: 60) makna terbagi menjadi : 60) makna terbagi menjadi : 1. Makna leksikal dan Gramatikal. Makna leksikal adalah makna yang sesuai Makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indra / makna yang sungguh- observasi alat indra / makna yang sungguh- sungguh nyata dalam kehidupan kita/kamus sungguh nyata dalam kehidupan kita/kamus

13 Contoh : kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit. (Tikus itu mati diterkam kucing), rumah, makan. Contoh : kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit. (Tikus itu mati diterkam kucing), rumah, makan. Makna Gramatikal adalah : makna suatu kata setelah kata itu mengalami proses gramatikalisasi, seperti pengimbuhan, pengulangan atau pemajemukan. Makna gramatikal disebut juga dengan makna struktural, karena bergantung pada struktur kalimatnya. Contoh : berumahkan, rumah-rumahan, berumah tangga dll Makna Gramatikal adalah : makna suatu kata setelah kata itu mengalami proses gramatikalisasi, seperti pengimbuhan, pengulangan atau pemajemukan. Makna gramatikal disebut juga dengan makna struktural, karena bergantung pada struktur kalimatnya. Contoh : berumahkan, rumah-rumahan, berumah tangga dll 13

14 2. Makna Referensial dan Nonreferensial Makna referensial : kata-kata yang Makna referensial : kata-kata yang berdasarkan referen. berdasarkan referen. Contoh : kata meja, kursi dll Contoh : kata meja, kursi dll Makna Nonreferensial : kata-kata Makna Nonreferensial : kata-kata yang tidak memiliki referen. yang tidak memiliki referen. Contoh : kata karena, tetapi dll Contoh : kata karena, tetapi dll 14

15 3. Makna Denotasi dan Konotasi Makna Denotasi : makna yang Makna Denotasi : makna yang sebenarnya / makna asli. sebenarnya / makna asli. Contoh : tangan kanan, kambing, kurus, gemuk, kotor dll. Contoh : tangan kanan, kambing, kurus, gemuk, kotor dll. Makna Konotasi : makna kiasan / Makna Konotasi : makna kiasan / makna yang mengandung asosiasi- makna yang mengandung asosiasi- asosiasi tambahan.Contoh : langsing, asosiasi tambahan.Contoh : langsing, gembrot, kumuh dll. gembrot, kumuh dll. Cermin, akar, jauh, pagi, ringan dll Cermin, akar, jauh, pagi, ringan dll 15

16 4. Makna Konseptual dan Asosiatif. Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem/kata berkenaan terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Contoh: Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yg bisa dikendarai”. Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem/kata berkenaan terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Contoh: Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yg bisa dikendarai”. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem/kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa. Contoh: Kata melati berasosiasi dengan suatu yang suci/kesucian. Kata merah berasosiasi berani/paham komunis. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem/kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa. Contoh: Kata melati berasosiasi dengan suatu yang suci/kesucian. Kata merah berasosiasi berani/paham komunis. 16

17 5.Makna Kata dan Makna Istilah. Makna kata, walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata tahanan, bermakna orang yang ditahan, tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. Kata air, bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan. Makna kata, walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata tahanan, bermakna orang yang ditahan, tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. Kata air, bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan. 17

18 Makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Contoh: Kata tahanan di atas masih bersifat umum, istilah di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu perkara. Makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Contoh: Kata tahanan di atas masih bersifat umum, istilah di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu perkara. 18

19 6.Makna Idiomatikal dan Peribahasa Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata, frase, maupun kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan- satuan tersebut. Contoh: Kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu. Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata, frase, maupun kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan- satuan tersebut. Contoh: Kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu. 19

20 Makna peribahasa bersifat memper- bandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. Contoh: Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa. Makna peribahasa bersifat memper- bandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. Contoh: Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa. 20

21 7. Makna Kias dan Lugas. Makna kias adalah kata, frase dan Makna kias adalah kata, frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya. sebenarnya. Contoh: Putri malam, bermakna bulan. Contoh: Putri malam, bermakna bulan. Raja siang, bermakna matahari. Raja siang, bermakna matahari. 21

22 B.Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambigu), ketercakupan makna (hiponim), kelainan makna (homonim), kelebihan makna (redundansi) B.Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambigu), ketercakupan makna (hiponim), kelainan makna (homonim), kelebihan makna (redundansi) 1. Kesamaan makna (sinonim) Sinonim adalah sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat, bunga dan kembang Sinonim adalah sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat, bunga dan kembang 22

23 2.Kebalikan Makna (Antonim) Antonim adalah ungkapan (berupa kata frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna / ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil. Antonim adalah ungkapan (berupa kata frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna / ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil. 3.Kegandaan Makna (Polisemi dan Ambigu) Polisemi adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. 23

24 Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala suku, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala suku, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain. Ambigu atau ketaksaan adalah sebagai kata yang bermakna ganda / mendua arti. Konsep ini tdk salah, tetapi kurang tepat sebab tdk dpt dibedakan dengan polisemi. Contoh: - Buku sejarah itu baru terbit Ambigu atau ketaksaan adalah sebagai kata yang bermakna ganda / mendua arti. Konsep ini tdk salah, tetapi kurang tepat sebab tdk dpt dibedakan dengan polisemi. Contoh: - Buku sejarah itu baru terbit - Buku itu berisi sejarah zaman baru. - Buku itu berisi sejarah zaman baru. 24

25 4.Ketercakupan Makna (Hiponim) Hiponimi adalah sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan. Hiponimi adalah sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan. 25

26 5.Kelebihan Makna (Redundansi) Redundansi dapat diartikan sebagai ‘berlebih-lebihan dalam pemakaian unsur segmental pada suatu bentuk ujaran’. Contoh : Bola di tendang si Udin, maknanya tidak akan berubah bila dikatakan Bola ditendang oleh si Udin. Pemakaian kata oleh pada kalimat kedua dianggap sebagai suatu yang redundansi, yang berlebih- lebihan, dan sebenarnya tidak perlu bahasanya, serta mampu menggerakkan & mendayagunakan kekayaannya itu menjadi jaring-jaring kalimat yang jelas & efektif. Redundansi dapat diartikan sebagai ‘berlebih-lebihan dalam pemakaian unsur segmental pada suatu bentuk ujaran’. Contoh : Bola di tendang si Udin, maknanya tidak akan berubah bila dikatakan Bola ditendang oleh si Udin. Pemakaian kata oleh pada kalimat kedua dianggap sebagai suatu yang redundansi, yang berlebih- lebihan, dan sebenarnya tidak perlu bahasanya, serta mampu menggerakkan & mendayagunakan kekayaannya itu menjadi jaring-jaring kalimat yang jelas & efektif. 26

27 Contoh pengunaan diksi dalam Fakta yang ada di sekitar lingkungan kita adalah : “Aku suka kamu ! Aku Cinta banget sama kamu ! Mau nggak kamu jadi pacar aku ? Soalnya aku jatuh hati banget sama kamu !” 27

28 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata- kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum, namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah. Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata- kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum, namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah. 28

29 Kata umum dan kata khusus 1. Kata umum dibedakan dari kata khusus berdasarkan ruang lingkupnya. 2. Makin luas ruang lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya. Makin umum suatu kata, maka terbuka kemungkinan salah paham dalam pemaknaan. 3. Makin sempit ruang lingkupnya, makin khusus sifatnya sehingga makin sedikit kemungkinan terjadinya salah paham dalam pemaknaan, dan makin mendekatkan penulis pada pilihan kata secara tepat. Contoh : kata berjalan perlahan-lahan lebih umum dibanding dengan tertatih-tatih. 29

30 Jargon dan Slang  Jargon merupakan kata-kata teknis yang dipergunakan secara terbatas dalam bidang ilmu, profesi, atau kelompok tertentu.  Kata-kata itu merupakan kata sandi/ kode rahasia untuk kalangan tertentu (dokter, militer, perkumpulan rahasia, ilmuwan, dsb) : populasi, volume, abses, H2O, dsb.  Contoh Slang : asoy, mana tahan, belum tahu dia, dsb. (bersifat sementara) 30

31 31 KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU Kata baku  kata yang mengikuti kaidah bahasa yang telah ditentukan. Kata tidak baku ► kata yang tidak mengikuti kaidah bahasa yang berlaku.

32 32 Kaidah atau peraturan dalam bahasa Indonesia meliputi BBBBuku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan KKKKamus Besar Bahasa Indonesia BBBBuku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia

33 33 Contoh A. Penulisan Kata Dasar No Tidak Baku Baku abjat Bis cabe dekoratip extra formil gisi apotik abjad bus cabai dekoratif ekstra formal gizi apotek

34 34 No Tidak Baku Baku hakekat ijin jaman kwitansi lobang mubadir nampak obyek atlitazasduren hakikat izin zaman kuitansi lubang mubazir tampak objek atletasasdurian

35 35 No Tidak Baku Baku pasport Qur’an Rebo sistim tauladan ujud villa waqaf yudikatip ijinJamanpasporQuran Rabu sistem teladan wujud vila wakaf yudikatif izinzaman

36 36 B. Contoh Penulisan Kata Jadian No Tidak Baku Baku 12345mempelbertanggungjawabmentaati berterbangan berterbanganmentertawakanmengepel bertanggung jawab menaatibeterbanganmenertawakan

37 37 C. Contoh Penulisan Kalimat 1.K emerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

38 38 2.Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir. Semua peserta pertemuan itu sudah hadir.

39 39 3. Bilang dahulu dong sama saya punya bini. Bicarakan dahulu dengan istri saya.

40 40 4. Panitia harus membuat laporan pertanggungan jawab kegiatan. Panitia harus membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan.

41 41 5.Tolong, potokopykan ijasah ini rangkap lima. Tolong, fotokopikan ijazah ini rangkap lima.

42 42 6. Memang kebangetan itu anak belum mandi sudah makan gado- gado. Memang keterlaluan anak itu belum mandi sudah makan gado-gado.

43 43 KATA SERAPAN Kata Serapan PPPPerbendaharaan kata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa lain, seperti bahasa daerah dan bahasa asing.

44 44 A.Contoh Pengaruh Perbendaharaan Kata bbbbahasa Jawa : lowongan, beres, pamong praja, sewenang-wenang bbbbahasa Sunda: camat, anjangsana, meriang, sewajarnya, mendingan bbbbahasa Minangkabau: cetus, heboh, lamban cemooh, ejek bbbbahasa Sansekerta: perdana, perkara, agama, bijaksana, sengsara, surga

45 45 bbbbahasa Arab: ikhtiar, hikmah, khidmat, mahkamah, akhlak, majelis bbbbahasa Tionghoa: lonceng, sampan, sinshe, bakpau, tauco bbbbahasa Inggris: badminton, kiper, raket, notes, parlemen bbbbahasa Belanda: program, motor, persekot, pelopor, radio, gerilya

46 46 B. Contoh Pengaruh Imbuhan AwalanMaknaContoh a-an-ab-i-im-de-non-re-tidaktidaktidaktidaktidaktidaktidakkembali asusila, asosial, amoral anorganik, anaerobik abnormal irasional, imoral improduktif, desentralisasi, demobilisasi nonblok, nonpolitik reorganisasi, regenerasi

47 47 AwalanMaknaContoh swa-dwi-pra-eks-para-pramu-serba-tuna-maha-antar-sendiriduasebelumbekasbanyakpembantusemuaKurangbesarantara swadaya, swabelajar dwiwarna, dwibahasa prasejarah, prakata eks pejuang, eks pelajar para tamu, para siswa pramuwisma, pramuniaga serbaada, serbaguna tunawisma, tunanetra mahasiswa, mahabesar antarkota, antarpulau

48 48 AwalanMaknaContoh kontra-hiper-semi-nara-anti-i-wi--ismenentanglebihsetengahoranglawanbersifatbersifatsifatorang kontrasepsi, kontrarevolusi hipertensi, hiperaktif semifinal, semipermanen narapidana, narasumber antipenjajah, antinarkoba alami duniawi, manusiawi dinamis, ekonomis nasionalis, pancasilais

49 49 AwalanMaknaContoh -if-ah-wan-man-wati-or-om-og-us-isasisifatsifatorang orang orang orang orang orang orang orang proses produktif, agresif jasmaniah, rohaniah wartawan, fisikawan budiman, seniman seniwati, karyawti narator, koruptor ekonom, astronom psikolog musikus, politikus nasionalisasi, modernisasi

50 50 C. Contoh Penulisan Unsur Serapan No Kata Asing Kata Serapan audiogramcentralaccalamationvaccineoctaaftechniquemachineaudiogramsentralaklamasivaksinoktafteknikmesin

51 51 No Kata Asing Kata Serapan checkcastraeffectivesystemgeometryfactorriempasientceksastraefektifsistemgeometrifaktorrimpasien

52 52 No Kata Asing Kata Serapan contingentkomfoorcartooncoordinationphaseaquariumfrequencyrhythmschemakontingenkomporkartunkoordinasifaseakuariumfrekuensiritmeskema

53 53 CONTOH SOAL

54 54 1. Kalimat yang menggunakan kata tidak baku adalah … a. Menurut diagnosa dokter pasien itu mengidap penyakit leukimia. b. Tolong, Mir, belikan obat di apotek. c. Sistem pelayanan rumah sakit itu baik. d. Setelah Reysa melunasi biaya perawatan, ia minta kuitansi.

55 55 2.P enggunaan imbuhan asing yang salah terdapat pada kalimat … a. Ismail Marzuki komponis terkenal. b.I kan banyak mengandung protein hewaniah. c.A llah akan menilai setiap manusia dari segi amaliahnya. d.J anganlah kita selalu mengutamakan kepentingan duniawi.

56 56 3.A walnya saya nggak tertarik dengan kegiatan ini. Karena temen deket yang ngajak, saya tidak dapat menolaknya. Meskipun keluar duit, saya tidak nyesel. Ternyata, kegiatan ini berkesan banget. jumlah kata tak baku dalam paragraf tersebut adalah … a. 4 b. 5c. 6d. 7

57 57 4.Perhatikan tabel berikut! Daftar kata baku terdapat pada kolom …. a. A b. B c. C d. D ABCD taksitaksitaksitaksi sistimsistemmetodemetoda tehniktekniksyahsah centralsentralkonggreskongres

58 58 5. Rani membeli obat ke …. Tidak lupa ia meminta … sebagai tanda pembayaran. Ia tidak mau membeli obat sembarangan, khawatir … jelek. Kata-kata baku yang sesuai untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …. a.a potik, kwitansi, kwalitas b.a potek, kuitansi, kualitas c.a potek, kwitansi, kwualitas d.a potik, kuitansi, kualitas

59 59 6.P ada era gelobalisasi, kita dituntut mempunyai kreatifitas yang tinggi dan tidak gagap tehnologi modren. Perbaikan penulisan kata bercetak miring tersebut adalah …

60 60 a. globalisasib. globalisasi kreatifitas kreativitas kreatifitas kreativitas teknologi teknologi teknologi teknologi modern modern modern modern c. globalisasid. globalisasi kreativitas kreatifitas tehnologi teknologi tehnologi teknologi modern moderen modern moderen

61 61 7. Untuk menejemen enerji diperlukan keterampilan khusus. Kata baku dari kata bercetak miring tersebut adalah … a. m anajement-energi b. m anagemen-energi c. m anajemen –energi d. m anagemen-energi

62 62 8. Minggu yang lalu saya pergi ke Bogor sama teman. Tujuannya nengok nenek yang sedang sakit. Kami naik taxi agar cepat sampai. Betapa senang hatinenek dengan kedatangan kami. Kata tidak baku dalam paragraf tersebut adalah …. a. p ergi, tujuan, cepat b. s ama, nengok, taxi c. t eman, nengok, sampai d. s edang, teman, senang


Download ppt "1 DIKSI ATAU PILIHAN KATA. Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google