Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pendidikan Kewarganegaraan Bab X Multikulturalisme.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pendidikan Kewarganegaraan Bab X Multikulturalisme."— Transcript presentasi:

1 Pendidikan Kewarganegaraan Bab X Multikulturalisme

2 Apa tujuan bab ini? Menjelaskan pengertian tentang konsep multikulturalisme Menjelaskan macam-macam multikulturalisme. Menjelaskan konteks historis perkembangan konsep multikulturalisme Menjelaskan tantangan dan peluang multikulturalisme di Indonesia

3 Apakah Multikulturalisme itu? (1) Multikulturalisme adalah sebuah kata serapan, “multi” yang artinya majemuk dan “culture” yang artinya kebudayaan, “ism” yang artinya pandangan hidup (ideologi). Kata kebudayaan sendiri sudah cukup sulit didefinisikan, oleh karena keluasan makna yang terkandung di dalamnya.

4 Apakah Multikulturalisme itu? (2) culture sering disamakan artinya dengan cultivation dan cult, yang masing-masing maknanya dekat dengan segala aspek dalam kegiatan bercocok tanam dan kegiatan kesenian penuh makna dalam upacara-upacara relijius yang menyertainya.

5 Apakah Multikulturalisme itu? (3) Raymond Williams menyimpulkan bahwa ada 3 arus penggunaan istilah budaya, yaitu: Mengacu pada perkembangan intelektual, spiritual, dan estetis dari seorang individu, sebuah komunitas, ataupun masyarakat. Memetakan khazanah produk-produk hasil kegiatan intelektual dan artistik. Menggambarkan keseluruhan cara hidup, sikap, perilaku, adat-istiadat, keyakinan, dan cara pandang sebuah komunitas ataupun masyarakat.

6 Apakah Multikulturalisme itu? (4) Kroeber dan Kluckhon, ada 6 pemahaman pokok mengenai budaya, yaitu: Definisi deskriptif: cenderung melihat budaya sebagai totalitas komprehensif yang menyusun seluruh hidup sosial. Definisi historis: cenderung melihat budaya sebagai warisan yang diturunkan secara generatif. Definisi normatif: budaya sebagai aturan kehidupan bersama sekaligus menjadi sekelompok nilai hasil kesepakatan bersama. Definisi psikologis: budaya sebagai alat komunikasi untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional. Definisi struktural: budaya sebagai pola hubungan antar individu dan abstraksi atas perilaku kelompok. Definisi genetis: budaya sebagai bentuk usaha mempertahankan hidup setiap individu.

7 Definisi Multikulturalisme sebuah pandangan hidup/ ideologi yang berpendapat bahwa manusia terdiri atas banyak kelompok yang dipengaruhi oleh kebudayaan masing-masing. sebuah ideologi akan mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan. pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik

8 Macam-macam Multikulturalisme (1) Multikulturalisme isolasionis, artinya kehidupan masyarakat yang mempraktekkan kebudayaan yang dianutnya secara otonom dan tidak saling mempengaruhi satu sama lain, walaupun antara mereka sering berinteraksi. Multikulturalisme akomodatif, artinya sebuah komunitas besar manusia mayoritas yang tinggal dikelilingi oleh minoritas, namun mengakomodir kebutuhan budaya kaum minoritas Kaum mayoritas ini sangat toleran dan sensitive terhadap kebutuhan kaum minoritas serta memperbolehkan budaya minoritas untuk berkembang dengan baik. Multikulturalisme semacam ini berlaku di Eropa Barat. Multikulturalisme otonomis, artinya sebuah komunitas plural yang berusaha mencapai kesetaraan. Tekanan multikultural jenis ini lebih kepada usaha kelompok minoritas yang berusaha mencapai otonomi dengan mayoritas berdasarkan prinsip equality secara politis dan ekonomi.

9 Macam-macam Multikulturalisme (2) Multikulturalisme kritikal atau interaktif, artinya sebuah komunitas plural dimana kelompok-kelompok kultural yang berusaha menegaskan eksistensi masing-masing kelompok dengan mempertegas perbedaan-perbedaan di antara mereka. Multikulturalisme kosmopolitan, artinya sebuah komunitas yang berupaya menghapus batasan-batasan cultural masing- masing, sehingga yang muncul adalah sebuah komunitas majemuk dimana individu tidak lagi terikat oleh kebudayaan masing-masing, namun justru dengan bebas berusaha mencapai batas-batas dialog interkultur secara otonom dan mengembangkan sebuah kehidupan kebudayaan yang baru secara bersama-sama

10 Setelah PD II Negara-bangsa baru bermunculan Nasionalisme Monokulturalisme = kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). normatif Asimilasi = keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru. Perkembangan konsep multikulturalisme (1)

11 Kedua konsep itu gagal, maka muncullah multikulturalisme. Pengaruh “Teori kritis” Posmodernisme Perkembangan konsep multikulturalisme (2)

12 Kata kunci = kesetaraan Manusia yang suci, baik harus terbelenggu oleh kebebasannya, oleh karena itu harus bisa bertoleransi. HAM yang diratifikasi adalah pijakan dasar proses pemahaman tentang multikulturalisme Multikulturalisme, Demokrasi dan HAM

13 Multikulturalisme di Indonesia Indonesia sebagai sebuah komunitas imajiner berdiri di atas semangat nasionalisme dan pemimpin yang kharismatik Kontrak sosial pertama = Pancasila Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika melambangkan bahwa Pancasila sejak dari awalnya mengakui pemikiran-pemikiran multikulturalis.

14 Tantangan multikulturalisme di Indonesia keanekaragaman SARA, dan golongan sosialekonomi, faktor geografi Indonesia yang kepulauan, mendorong potensi disintegrasi meningkat. premis antropologi bahwa nasionalisme dan negara seyogyanya dibicarakan mulai dari akarnya, yakni mulai dari konsep-konsep “sukubangsa”, “kelompok etnik”, dan “etnisitas”, meningkatnya semangat primordial ( antara lain kesukubangsaan) Hak-hak minoritas senantiasa melekat pada fakta pengaturan keanekaragaman yang ada. Apabila pengaturan nasional berorientasi pada kebijakan kebudayaan seragam dan sentralistis maka fakta pluralisme, diferensiasi, dan hirarki masyarakat dan kebudayaan akan meningkat. Namun, mekanisme pengaturan nasional ini terganggu ketika seleksi global –

15 Pendidikan Multikulturalisme (1) Mengajar mengenai kelompok siswa yang memiliki budaya yang lain (culture difference). Hubungan manusia (human relation). Program ini membantu siswa dari kelompok-kelompok tertentu sehingga dia dapat mengikuti bersama-sama dengan siswa yang lain dalam kehidupan sosial. Singles group studies. Program ini mengajarkan mengenai hal-hal yang memajukan pluralisme tetapi tidak menekankan kepada adanya perbedaan stratifikasi sosial yang ada di dalam masyarakat. Pendidikan multikultural. Program ini merupakan suatu reformasi pendidikan di sekolah-sekolah dengan menyediakan kurikulum serta materi-materi yang menekankan adanya perbedaan siswa dalam bahasa, yang keseluruhannya untuk memajukan pluralisme kebudayaan dan kesetaraan sosial. Pendidikan multikultural yang sifatnya rekonstruksi sosial. Program ini merupakan suatu program baru yang bertujuan untuk menyatukan perbedaan-perbedaan kultural dan menantang ketimpangan- ketimpangan sosial yang ada dalam masyarakat.

16 Pendidikan Multikulturalisme (2) Pengenalan akan identitas budaya lokal serta filosofi yang menjadi konteks intelektualnya Kebudayaan Indonesia dimengerti sebagai proses yang terus terjadi selama bangsa Indonesia masih bersatu dan eksistensi Negara masih diakui. Pendidikan multikultural yang diajarkan merupakan suatu usaha mengkritisi segala bentuk ketidak adilan dan penindasan terhadap kelompok minoritas di masyarakat. Pendidikan multikultural harus berusaha untuk merekonstruksi kembali komunitas-komunitas yang menjadi korban ketidak adilan.


Download ppt "Pendidikan Kewarganegaraan Bab X Multikulturalisme."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google