Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RESONANSI JIWA KEARIFAN SEGENGGAM GARAM. Tokoh-tokoh Filsafat Barat Era Klasik HARYONO.AS NIP.198403222008121002 Dosen Muda PPKn UR, Direktur III dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RESONANSI JIWA KEARIFAN SEGENGGAM GARAM. Tokoh-tokoh Filsafat Barat Era Klasik HARYONO.AS NIP.198403222008121002 Dosen Muda PPKn UR, Direktur III dan."— Transcript presentasi:

1 RESONANSI JIWA KEARIFAN SEGENGGAM GARAM

2 Tokoh-tokoh Filsafat Barat Era Klasik HARYONO.AS NIP Dosen Muda PPKn UR, Direktur III dan Dosen STIKES PMC

3 1. Thales ( SM) Nama: Thales dari Miletos Lahir: 624–625 SM Meninggal: 547–546 SM Aliran/tradisi: Filsafat Ionian, Mazhab Miletos, Filsafat AlamFilsafat IonianMazhab MiletosFilsafat Alam Minat utama: Etika, Metafisika, Matematika, AstronomiEtikaMetafisika MatematikaAstronomi Gagasan penting: Air adalah prinsip dasar segala sesuatu, Teorema ThalesTeorema Thales Dipengaruhi: Astronomi Babilonia & Mesir Kuno Matematika and AgamaAstronomi BabiloniaMatematikaAgama Memengaruhi: Phytagoras, Anaximandros, AnaximenesPhytagoras AnaximandrosAnaximenes

4 Thales adalah seorang filsuf yang mengawali sejarah filsafat Barat pada abad ke-6 SM. Sebelum Thales, pemikiran Yunani dikuasai cara berpikir mitologis dalam menjelaskan segala sesuatu.filsafat BaratYunani Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama karena mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada mitos melainkan pada rasio manusia.

5 Ia juga dikenal sebagai salah seorang dari Tujuh Orang Bijaksana (dalam bahasa Yunani hoi hepta sophoi), yang oleh Aristoteles diberi gelar 'filsuf yang pertama'.Tujuh Orang Bijaksana Aristoteles

6 Thales : Air sebagai Prinsip Dasar Segala Sesuatu Thales menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu. Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab- sebab di luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakanbahasa Yunani

7 Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang

8 Selain itu, ia juga mengemukakan pandangan bahwa bumi terletak di atas air. Bumi dipandang sebagai bahan yang satu kali keluar dari laut dan kemudian terapung- apung di atasnya

9 Thales : Pandangan tentang Jiwa Thales berpendapat bahwa segala sesuatu di jagat raya memiliki jiwa. Jiwa tidak hanya terdapat di dalam benda hidup tetapi juga benda mati. Teori tentang materi yang berjiwa ini disebut hylezoisme. Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang dikatakan memiliki jiwa karena mampu menggerakkan besi

10 2. Anaximandros ( SM) Nama: Anaximandros (Άναξίμανδρος)? Lahir: 610 SM Meninggal: 546 SM Aliran/tradisi: Filsafat Ionia, Mazhab Miletos, Filsafat AlamFilsafat IoniaMazhab MiletosFilsafat Alam Minat utama: Metafisika, Astronomi, geografi Gagasan penting: Prinsip ''to apeiron'' sebagai prinsip dasar segala sesuatuMetafisikaAstronomi geografi''to apeiron'' Dipengaruhi: Thales dari MiletosThales dari Miletos Memengaruhi: Anaximenes, PythagorasAnaximenesPythagoras

11 Anaximandros adalah filsuf pertama yang meninggalkan bukti tulisan berbentuk prosa Anaximandros dikatakan sebagai orang yang pertama kali membuat peta bumi.

12 Anaximandros telah menemukan, atau mengadaptasi, suatu jam matahari sederhana yang dinamakan gnomon. Ditambah lagi, ia mampu memprediksi kapan terjadi gempa bumi. Kemudian ia juga menyelidiki fenomena-fenomena alam seperti gerhana, petir, dan juga mengenai asal mula kehidupan, termasuk asal-mula manusia. Kendati ia lebih muda 15 tahun dari Thales, namun ia meninggal dua tahun sebelum gurunya itu

13 Anaximandros : To Apeiron sebagai prinsip dasar segala sesuatu To apeiron berasal dari bahasa Yunani a=tidak dan eras=batas. Ia merupakan suatu prinsip abstrak yang menjadi prinsip dasar segala sesuatu. Ia bersifat ilahi, abadi, tak terubahkan, dan meliputi segala sesuatu. bahasa Yunani

14 Dari prinsip inilah berasal segala sesuatu yang ada di dalam jagad raya sebagai unsur-unsur yang berlawanan (yang panas dan dingin, yang kering dan yang basah, malam dan terang). Kemudian kepada prinsip ini juga semua pada akhirnya akan kembali

15 Anaximandros:Pandangan tentang Makhluk Hidup Anaximandros berpendapat bahwa pada awalnya bumi diliputi air semata- mata. Karena itu, makhluk hidup pertama yang ada di bumi adalah hewan yang hidup dalam air, misalnya makhluk seperti ikan

16 Karena panas yang ada di sekitar bumi, ada laut yang mengering dan menjadi daratan.Di situlah, mulai ada makhluk-makhluk lain yang naik ke daratan dan mulai berkembang di darat.

17 ia berargumentasi bahwa tidak mungkin manusia yang menjadi makhluk pertama yang hidup di darat sebab bayi manusia memerlukan asuhan orang lain pada fase awal kehidupannya. Karena itu, pastilah makhluk pertama yang naik ke darat adalah sejenis ikan yang beradaptasi di daratan dan kemudian menjadi manusia

18 3. Anaximenes ( SM) Anaximenes mulai terkenal sekitar tahun 545 SM, sedangkan tahun kematiannya diperkirakan sekitar tahun 528/526 SM. Ia diketahui lebih muda dari Anaximandros. Ia menulis satu buku, dan dari buku tersebut hanya satu fragmen yang masih tersimpan hingga kini

19 Anaximenes : Udara sebagai prinsip dasar segala sesuatu Tidak seperti air yang tidak terdapat di api (pemikiran Thales), udara merupakan zat yang terdapat di dalam semua hal, baik air, api, manusia, maupun segala sesuatu. Karena itu, Anaximenes berpendapat bahwa udara adalah prinsip dasar segala sesuatu

20 Udara adalah zat yang menyebabkan seluruh benda muncul, telah muncul, atau akan muncul sebagai bentuk lain.Perubahan-perubahan tersebut berproses dengan prinsip "pemadatan dan pengenceran" (condensation and rarefaction.Bila udara bertambah kepadatannya maka muncullah berturut-turut angin, air, tanah, dan kemudian batu

21 Sebaliknya, bila udara mengalami pengenceran, maka yang timbul adalah api. Proses pemadatan dan pengenceran tersebut meliputi seluruh kejadian alam, sebagaimana air dapat berubah menjadi es dan uap, dan bagaimana seluruh substansi lain dibentuk dari kombinasi perubahan udara.

22 Anaximenes : Tentang Jiwa Jiwa manusia dipandang sebagai kumpulan udara saja. Buktinya, manusia perlu bernapas untuk mempertahankan hidupnya. Jiwa adalah yang mengontrol tubuh dan menjaga segala sesuatu pada tubuh manusia bergerak sesuai dengan yang seharusnya. Karena itu, untuk menjaga kelangsungan jiwa dan tubuh.

23 Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας ) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya.Dikenal sebagai "Bapak Bilangan",

24 Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti udara dan air yang banyak dipercaya sebagai unsur semua benda. Angka bukan anasir alam Bila segala hal adalah angka, maka hal ini tidak saja berarti bahwa segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam hubungan yang proporsional dan teratur, melainkan berkat angka-angka itu segala sesuatu menjadi harmonis, seimbang. Dengan kata lain tata tertib terjadi melalui angka-angka.

25 Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan

26 Pythagoras mendirikan sebuah tarekat keagamaan di Kroton, Italia Selatan. Pythaghoras dijuluki “pemimpin dan Bapak Filsafat Ilahi”. Pythagoras mengajarkan bahwa jiwa itu kekal, dan dapat berpindah- pindah. Sesudah kematian, jiwa berpindah kepada hewan, dan begitu seterusnya. Menurutnya prinsip dari segala-galanya adalah matematika, semua benda dapat dihitung dengan angka, dan kita dapat mengekspresikan banyak hal dengan angka-angka.

27 5. Xenophanes ( SM) Xenophanes berasal dari Kolophon, Ionia, di Asia Kecil. Dikatakan di dalam salah satu fragmen puisinya sendiri bahwa ia meninggalkan kota asalnya pada usia 25 tahun ia lahir sekirar tahun 570 SM. Kemudian dikatakannya pula bahwa ketika ia menulis puisi tersebut, ia telah berusia 67 tahun. Diketahui Xenophanes berusia di atas 100 tahun, Karena itu, tahun kematiannya diperkirakan sekitar tahun 480 SM IoniaAsia Kecil

28 Xenophanes : Tentang Pengetahuan Xenophanes menyatakan bahwa manusia tidak dapat mendapatkan pengetahuan yang mutlak. Akan tetapi, di saat yang sama, manusia harus mencari pengetahuan tersebut walaupun hanya berupa suatu kemungkinan. Hal itu ditunjukkannya melalui dua fragmen yang dinyatakan olehnya:

29 fragmen 18 "Dewa-dewi tidak menyatakan segala sesuatu kepada manusia sejak awalnya, tetapi setelah waktu berlalu, manusia menemukan banyak hal dengan cara mencarinya sendiri."(fragmen 18)

30 fragmen 34 "Tidak ada manusia yang pernah melihat ataupun mengetahui kebenaran tentang dewa-dewi serta semua hal yang kukatakan. Karena jika ada orang yang berkata mengetahui semuanya, maka sebenarnya ia tidaklah tahu, melainkan hanya mempercayai tentang segala sesuatu."(fragmen 34)

31 Fragmen 18 menunjukkan kemungkinan mencari pengetahuan melalui penelitian. Sedangkan fragmen 34 menolak kemungkinan manusia mendapatkan pengetahuan yang mutlak, setidaknya untuk hal-hal yang menurut Xenophanes sulit. Oleh karena itu, perlu dibedakan antara kebenaran, pengetahuan, dan kepercayaan

32 Menurut Xenophanes, "yang Satu meliputi Semua" ini tidak dilahirkan dan tidak memiliki akhir, artinya bersifat kekal. Hal ini berbeda dengan konsep dewa-dewi yang dilahirkan dan dapat mati.Ia tidak menyerupai makhluk duniawi mana pun, baik manusia ataupun binatang. Ia juga tidak memiliki organ seperti manusia, namun mampu melihat, berpikir, dan mendengar. Ia juga senantiasa menetap di tempat yang sama namun menguasai segala sesuatu dengan pikirannya saja.

33 Xenophanes bukan filsuf, tetapi seorang pemikir yang kritis. Xenophanes menolak anthropomorfisme allah- allah. Ia berpendapat bahwa Allah bersifat kekal. Dia menolak anggapan bahwa Allah tidak dilahirkan. Maka dapat disimpulkan bahwa menurut dia, Allah tidak memiliki permulaan.

34 6. Herocleitos ( SM) Nama: Herakleitos Lahir: c. 550 SM Meninggal: c. 480 SM Aliran/tradisi: Tidak termasuk ke dalam aliran filsafat manapun Minat utama: Metafisika, Epistemologi, Etika, Politik Gagasan penting: Logos, segala sesuatu mengalirMetafisika EpistemologiEtikaPolitikLogos Memengaruhi: Parmenides, Plato, Aristoteles, Hegel, Nietzsche, Heidegger, Whitehead, Karl PopperParmenides PlatoAristotelesHegel NietzscheHeidegger WhiteheadKarl Popper

35 Pemikiran Herocleitos “Segala Sesuatu Mengalir” Pemikiran Herakleitos yang paling terkenal adalah mengenai perubahan- perubahan di alam semesta. Menurut Herakleitos, tidak ada satu pun hal di alam semesta yang bersifat tetap atau permanen. Tidak ada sesuatu yang betul- betul ada, semuanya berada di dalam proses menjadi. Ia terkenal dengan ucapannya panta rhei kai uden menei yang berarti, "semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap."

36 Perubahan yang tidak ada henti-hentinya itu dibayangkan Herakleitos dengan dua cara: Pertama, seluruh kenyataan adalah seperti aliran sungai yang mengalir. "Engkau tidak dapat turun dua kali ke sungai yang sama," demikian kata Herakleitos. Maksudnya di sini, air sungai selalu bergerak sehingga tidak pernah seseorang turun di air sungai yang sama dengan yang sebelumnya

37 Kedua, ia menggambarkan seluruh kenyataan dengan api. Maksud api di sini lain dengan konsep mazhab Miletos yang menjadikan air atau udara sebagai prinsip dasar segala sesuatu. Bagi Herakleitos, api bukanlah zat yang dapat menerangkan perubahan- perubahan segala sesuatu, melainkan melambangkan gerak perubahan itu sendiri. Api senantiasa mengubah apa saja yang dibakarnya menjadi abu dan asap, namun api tetaplah api yang sama. Karena itu, api cocok untuk melambangkan kesatuan dalam perubahan.mazhab Miletos

38 Segala Sesuatu Berlawanan Menurut Herakleitos, tiap benda terdiri dari yang berlawanan. Meskipun demikian, di dalam perlawanan tetap terdapat kesatuan. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa 'yang satu adalah banyak dan yang banyak adalah satu

39 Ia memandang rendah orang- orang kebanyakan. Bahkan orang-orang ternama masa sebelumnya, tidak dihargainya. Di bidang agama, ia tidak menghargai misteri-misteri. Ia mengajarkan pandangan panteistik tentang Allah. Ajarannya dikenal dengan panta rei. Artinya, segala sesuatu mengalir.

40 Nama: Melissos Aliran/tradisi: mazhab Elea Minat utama: Metafisika Gagasan penting: Ketakterbatasan, dan pandangan monistik terhadap realitasmazhab EleaMetafisika Ketakterbatasan Dipengaruhi: ParmenidesParmenides

41  Menurut Melissos, "yang ada" itu bersifat:  1. Abadi (omnitemporal)  2. Tak terbatas  3. Satu  4. Homogen  5. Tidak berubah [

42 Melissos mengatakan bahwa jika sesuatu "tidak ada", apa yang dapat dikatakan tentang itu? Manusia hanya dapat mengatakan sesuatu bila sesuatu itu "ada". Kemudian, "tidak ada" tidaklah mungkin hancur menjadi tidak ada.Karena itu, "yang ada" bersifat abadi

43 Melissos menyatakan bahwa "yang ada" tak terbatas oleh ruang. Argumentasi Melissos adalah jika "yang ada" itu terbatas di dalam ruang, maka harus dikatakan bahwa di luar "yang ada" terdapat "yang tidak ada".Itu berarti "yang tidak ada" ada sehingga premis keabadian "yang ada" menjadi hilang. Karena itu, tidak mungkin "yang ada" itu terbatas, juga menurut ruang

44 3. Yang Satu Melissos mengemukakan "yang ada" itu satu, sehingga "yang ada" itu disebut juga "yang satu". [4] Argumentasi Melissos adalah jika "yang ada" berjumlah lebih dari satu, maka ia tidak lagi tak terbatas sebab ada batas antara satu dengan lainnya untuk berhubungan. [4]

45 Melissos juga menyatakan bahwa "yang ada" pastilah homogen. Jika "yang ada" bersifat heterogen, maka pasti terdapat pluralitas, sedangkan pluralitas berarti tidak lagi satu

46 5. Tidak Berubah Melissos juga menyatakan bahwa "yang ada" itu tidak berubah. Argumentasi terhadap hal ini berhubungan dengan sifat abadi dari "yang ada". Bila "yang ada" dapat berubah, maka ada kemungkinan ia tidak abadi. Karena itu, pastilah "yang ada" itu tidak berubah.

47 9. Empodocles Empedokles lahir di Agrigentum, pulau Sisilia, pada abad ke-5 SM ( SM). Ia berasal dari golongan bangsawan. Empedokles dipengaruhi oleh aliran religius yang disebut orfisme, dan juga kaum Pythagorean. Ada sum ber lain yang mengatakan ia mengikuti ajaran Parmenides. ia dibuang dari kota asalnya namun tidak ada informasi mengenai pembuangannya itu. Berdasarkan keterangan dari Aristoteles, Empedokles meninggal pada usia 60 tahun. Menurut legenda, Empedokles meninggal dengan cara terjun ke kawah vulkano di gunung Etna.Agrigentum Sisilia orfismePythagoreanParmenidesAristotelesgunung Etna

48 Pemikiran Empodocles Tentang Empat Anasir Empat anasir tersebut adalah air, tanah, api, dan udara. Keempat anasir tersebut dapat dijumpai di seluruh alam semesta dan memiiki sifat-sifat yang saling berlawanan.air tanahapiudara Api dikaitkan dengan yang panas dan udara dengan yang dingin, sedangkan tanah dikaitkan dengan yang kering dan air dikaitkan dengan yang basah.

49 Salah satu kemajuan yang dicapai melalui pemikiran Empedokles adalah ketika ia menemukan bahwa udara adalah anasir tersendiri. Para filsuf sebelumnya, misalnya Anaximenes, masih mencampuradukkan udara dengan kabut.

50 Empedokles berpendapat bahwa semua anasir memiliki kuantitas yang persis sama. Anasir sendiri tidak berubah, sehingga, misalnya, tanah tidak dapat menjadi air. Akan tetapi, semua benda yang ada di alam semesta terdiri dari keempat anasir tersebut, walaupun berbeda komposisinya.

51 Contohnya, Empedokles menyatakan tulang tersusun dari dua bagian tanah, dua bagian air, dan empat bagian api. Suatu benda dapat berubah karena komposisi empat anasir tersebut diubah

52 Tentang Cinta dan Benci Menurut Empedokles ada dua prinsip yang mengatur perubahan-perubahan di dalam alam semesta, dan kedua prinsip itu berlawanan satu sama lain. Kedua prinsip tersebut adalah cinta (philotes) dan benci (neikos)

53 Cinta berfungsi menggabungkan anasir- anasir sedangkan benci berfungsi menceraikannya. Keduanya dilukiskan sebagai cairan halus yang meresapi semua benda lain.

54 Atas dasar kedua prinsip tersebut, Empedokles menggolongkan kejadian-kejadian alam semesta di dalam empat zaman. Zaman-zaman ini terus-menerus berputar; zaman pertama berlalu hingga zaman keempat lalu kembali lagi ke zaman pertama, dan seterusnya. Zaman-zaman tersebut adalah:

55 Zaman pertama. Di sini cinta dominan dan menguasai segala-galanya, alam semesta dibayangkan sebagai sebuah bola, di mana semua anasir tercampur dengan sempurna, dan benci dikesampingkan ke ujung.

56 Zaman kedua Benci mulai masuk untuk menceraikan anasir-anasir, sehingga alam semesta sebagian dikuasai oleh cinta dan sebagian lagi dikuasai oleh benci. Benda-benda memiliki kemantapan tetapi dapat lenyap, misalnya makhluk- makhluk hidup dapat mati. Menurut Empedokles, manusia hidup pada zaman ini

57 Zaman ketiga Apabila perceraian anasir- anasir selesai, mulai berlaku zaman ketiga, di mana benci menjadi dominan dan menguasai segala-galanya. Keempat anasir yang sama sekali terlepas satu sama lain merupakan empat lapisan kosentris: tanah di dalam pusat dan api pada permukaan. Cinta kini berada di ujung

58 Zaman keempat Pada zaman ini cinta masuk kembali hingga timbul situasi yang sejajar dengan zaman kedua. Apabila cinta menjadi dominan, artinya zaman pertama dimulai kembali

59 Empodocles seperti Parmenides, mengajarkan bahwa materi tidak punya awal dan akhir. Materi tidak dapat binasa. Menurut dia, unsur dasar dari segala-galanya adalah tanah, udara, api dan air. Keempat benda itu tidak dapat saling dipertukarkan. Ia juga mengajarkan tentang perpindahan jiwa. Dia sendiri mengatakan bahwa di waktu lampau, dia sendiri adalah anak laki-laki, anak perempuan, tumbuhan, burung dan ikan.

60 10. Anaxagoras ( SM) Nama: Anaxagoras Lahir: 500 BC Meninggal: 428 BC Aliran/tradisi: Mazhab PluralismeMazhab Pluralisme Minat utama: Filsafat AlamFilsafat Alam Gagasan penting: Prinsip (Nous) yang meliputi segala sesuatuNous Dipengaruhi: Mazhab MiletosMazhab Miletos Memengaruhi: ArchelausArchelaus

61 Pemikiran Anaxagoras Anaxagoras menyatakan bahwa jumlah prinsip pembentuk alam semesta tak terhingga. Zat-zat tersebut disebutnya "benih-benih" (spermata). Menurut Anaxagoras, setiap benda, bahkan seluruh realitas di alam semesta, tersusun dari suatu campuran yang mengandung semua benih dalam jumlah tertentu. Indera manusia tidak dapat menyerap semua benih yang ada di dalam satu benda, melainkan hanya benih yang dominan

62 Contohnya jikalau manusia melihat emas, maka ia dapat langsung mengenalinya sebagai emas, sebab benih yang dominan pada benda tersebut adalah benih emas. Akan tetapi, pada kenyataannya selain benih emas, benda itu juga mempunyai benih tembaga, perak, besi, dan sebagainya. Hanya saja semua benih tersebut tidak dominan sehingga tidak ditangkap oleh indera manusia

63 Argumentasi yang ditunjukkan oleh Anaxagoras adalah melalui tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai unsur, seperti daging, kuku, darah, rambut, dan sebagainya. Bagaimana mungkin rambut dan kuku tumbuh, padahal manusia tidak memakan rambut atau kuku? Pemecahan yang diberikan Anaxagoras adalah karena di dalam makanan telah terdapat benih rambut, kuku, daging, dan semua unsur lainnya.

64 Sumbangan paling penting Anaxigoras bagi filsafat adalah teorinya tentang rasio (nous) / roh. Jika Empodocles mengajarkan bahwa gerakan di jagad raya disebabkan oleh kekuatan fisik cinta dan kebencian, maka Anaxigoras mengatakan bahwa gerakan disebabkan oleh rasio. “Nous memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang memiliki hidup, baik besar maupun kecil”. Anaxagoras adalah filsuf pertama yang menetapkan kemandirian roh atau rasio terhadap semua zat atau materi.

65 Tentang Alam Semesta Ajaran Anaxagoras tentang alam semesta mirip dengan filsuf-filsuf pertama dari Ionia, khususnya Anaximenes. Anaxagoras berpendapat bahwa badan-badan jagat raya terdiri dari batu-batu yang berpijar akibat kecepatan tinggi dari pusaran angin yang menggerakkannya Anaximenes

66 Tentang Makhluk Hidup Anaxagoras adalah filsuf pertama yang membedakan secara jelas antara makhluk hidup dengan yang tidak hidup. Dikatakan bahwa nous memang menguasai segala-galanya, namun tidak ada di dalam makhluk yang tidak hidup, termasuk tumbuh-tumbuhan.

67 TUGAS Cari Sejarah Hidup dan pemikiran filsafat Tokoh- tokoh berikut ini : 1. Pamenides 6. Prodicus 2. Zeno7. Hippias 3. Leucippus 8. Gorgias 4. Demokritus 9. Socrates 5. Protagoras10. Plato 11. Aristoteles.


Download ppt "RESONANSI JIWA KEARIFAN SEGENGGAM GARAM. Tokoh-tokoh Filsafat Barat Era Klasik HARYONO.AS NIP.198403222008121002 Dosen Muda PPKn UR, Direktur III dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google