Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KELAS : XII SEMESTER 1 OLEH : FARIHUL AMRIS A,S.Pd GELOMBANG CAHAYA S M A N 5 P A M E K A S A N SK MOTIVASI BAGAN LATIHAN TP KD.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KELAS : XII SEMESTER 1 OLEH : FARIHUL AMRIS A,S.Pd GELOMBANG CAHAYA S M A N 5 P A M E K A S A N SK MOTIVASI BAGAN LATIHAN TP KD."— Transcript presentasi:

1

2 KELAS : XII SEMESTER 1 OLEH : FARIHUL AMRIS A,S.Pd GELOMBANG CAHAYA S M A N 5 P A M E K A S A N SK MOTIVASI BAGAN LATIHAN TP KD

3 GELOMBANG CAHAYA MENERAPKAN KONSEP DAN PRINSIP GEJALA GELOMBANG DALAM MENYELESAIKAN MASALAH

4 MENDESKRIPSIKAN GEJALA DAN CIRI-CIRI GELOMBANG BUNYI DAN CAHAYA

5 1.Memformulasikan peristiwa Interfrensi Cahaya pada celah ganda 2.Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya melalui percobaan kelompok 3.Menganalisis penerapan sifat cahaya dalam pemecahan masalah diskusi dan informasi

6 GELOMBANG CAHAYA Bagaimana warna burung merak terbentuk ? Warna pada bulu burung merak tidak disebabkan oleh pigment pada bulu. Jika tidak dihasilkan oleh pigment,bagaimana warna yang indah tersebut terbentuk ? P E N G A N T A R

7 Bulu burung merak Warna pada bulu burung merak dipengaruhi oleh interferensi. Struktur multi lapisan bulu menghasilkan interferensi yang menguatkan untuk beberapa warna seperti biru dan hijau Warna akan berubah pada saat anda melihat pada sudut yang berbeda-beda Warna-warni pada kupu-kupu dan burung humming juga merupakan efek dari hasil interferensi

8 GELOMBANG CAHAYA GELOMBANG CAHAYA INTERFRENSI DIFRAKSI POLARISASI CELAH GANDA CELAH TIPIS CELAH TUNGGAL DIFRAKSI KISI PEMANTULAN REFLEKSI PEMBIASAN GANDA ABSORBSI SELEKTIF HAMBURAN

9 GELOMBANG CAHAYA Interfrensi Cahaya adalah perpaduan antara dua gelombang atau lebih yang koheren. Dua gelombang dikatakan koheren, jika kedua gelombang mempunyai frekuensi dan amplitudo sama serta beda fasenya tetap. Interfrensi cahaya akan menghasilkan pola interfrensi yaitu  pola garis terang  pola garis gelap BAGAN

10 GELOMBANG CAHAYA Untuk mendapatkan dua cahaya yang koheren maka sumber cahaya dilewatkan pada dua celah (celah ganda). Cahaya dari setiap celah akan koheren karena berasal dari satu sumber cahaya. Tiap-tiap celah dapat berfungsi sebagai sumber cahaya. Sumber cahaya harus monokromatis

11 Terjadi dan tidak terjadinya interferensi dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.3. Gambar 2.3. (a) tidak terjadi interferensi, (b) terjadi interferensi

12 Sumber :

13 GELOMBANG CAHAYA d sin θ θ d p ℓ d = jarak antar dua celah (meter) ℓ = jarak celah ke layar (meter) p = jarak pola interfrensi ke terang pusat a.Interfrensi maksimum garis terang d sin θ = m λ Atau d p = m λ ℓ b. Interfrensi minimum garis gelap d sin θ = (2m-1) ½ λ Atau d p = (2m-1) ½ λ ℓ m = 1,2,3,... Jarak antara 2 garis terang atau 2 garis gelap dirumuskan : Δd p = λ ℓ BAGAN

14 GELOMBANG CAHAYA a.Interfrensi maksimum garis terang 2 n d Cos r = (2 m – 1) ½ λ m = 1,2,3... b.Interfrensi minimum garis gelap 2 n d Cos r = m λ i r O A B C n d n = indeks bias lapisan tipis d = tebal lapisan r = sudut sinar bias BAGAN

15 GELOMBANG CAHAYA C.Difraksi 1. Difraksi celah tunggal jika muka gelombang melalui celah sempit, maka gelombang ini akan mengalami lenturan (difraksi). Pembelokan cahaya(difraksi) dapat terjadi ketika cahaya melewati suatu celah tunggal dan akan menghasilkan pola garis terang dan gelap. terjadinya difraksi diperlihatkan pada animasi berikut BAGAN

16 GELOMBANG CAHAYA Muka gelombang Celah Tunggal Gel. cahaya layar BAGAN

17 GELOMBANG CAHAYA Jika muka gelombang melalui celah sempit, maka gelombang ini akan mengalami lenturan (difraksi). Jika cahaya melewati celah majemuk (kisi), maka cahaya akan mengalami difraksi, disini cahaya putih melewati kisi difraksi sehingga mengalami difraksi dan terurai menurut panjang galombang masing-masing. Perhatikan animasi berikut ini BAGAN

18 GELOMBANG CAHAYA d = jarak antar celah pada kisi N = jumlah garis per cm kisi m = orde Kisi difraksi Cahaya putih Orde ke nol Orde ke 1 Orde ke 2 Orde ke 1 Orde ke 2 BAGAN

19 GELOMBANG CAHAYA Polarisasi adalah terserapnya sebagian arah getar gelombang transversal sehingga gelombang hanya memiliki satu arah getar saja. Jika sinar datang pada cermin datar dengan sudut 57°, maka sinar ini merupakan sinar terpolarisasi. Perhatikan animasi berikut i = 57° Cermin datar BAGAN

20 GELOMBANG CAHAYA 2.Polarisasi karena pembiasan dan pemantulan Jika sudut pantul (i) + sudut bias (r) = 90° Atau (r) = 90° - i, maka berlaku : Tg i = n 2 n 1 i adalah sudut polarisasi i i’ N r Cermin datar Medium 1 (n 1 ) Medium 2 (n 2 ) BAGAN

21 GELOMBANG CAHAYA JIKA CAHAYA MELALUI KACA, MAKA CAHAYA LEWAT DENGAN KELAJUAN YANG SAMA KE SEGALA PENJURU, KARENA KACA HANYA MEMILIKI SATU INDEKS BIAS, AKAN TETAPI, BAHAN KRISTAL TERTENTU (KALSIT DAN KUARSA)MEMILIKI INDEKS BIAS LEBIH DARI SATU, SEHINGGA KELAJUAN CAHAYA TIDAK SAMA. JADI CAHAYA YANG MELALUI BAHAN INI AKAN MENGALAMI PEMBIASAN GANDA (KEMBAR) 3.Polarisasi karena pembiasan ganda (Bias Kembar) BAGAN

22 GELOMBANG CAHAYA Polarisator melewatkan sinar terpolarisasi dengan intensitas I 1 = ½ I 0. Analisator berfungsi menganalisis sinar yang dilewatkan polarisator, mata melihat sinar paling terang, selanjutnya sinar meredup pada saat polarisator dan analisator saling tegak lurus, maka tampak gelap. Intensitas cahaya yang keluar dari analisator memenuhi persamaan I 2 = I 1 Cos 2 θ = ½ I 0 Cos 2 θ BAGAN

23 GELOMBANG CAHAYA 5.POLARISASI KARENA HAMBURAN Cahaya yang terpolarisasi oleh atmosfer bumi, mengakibatkan langit berwarna biru. Hal ini terjadi karena cahaya warna biru paling efektif dihamburkan jika dibandingkan dengan cahaya lainnya CONTOH SOAL : CAHAYA MATAHARI YANG DALAM KEADAAN TIDAK TERPOLARISASI JATUH PADA PERMUKAAN AIR. CAHAYA PANTUL TERPOLARISASI LINEAR ( N AIR = 4/3) 1. TENTUKAN SUDUT ANTARA CAHAYA DATANG DENGAN PERMUKAAN AIR 2. TENTUKAN SUDUT BIASNYA BAGAN

24 GELOMBANG CAHAYA 1.Jika suatu gelombang melalui celah yang sempit, maka akan terjadi : a.Pemantulan b.Difraksi c.Pembiasan d.Polarisasi e.interfrensi 2.Pada percobaan Young (celah ganda),jika jarak antara dua celahnya dijadikan dua kali semula, maka jarak anara dua garis gelap yang berurutan menjadi a.4 kali semula b.2 kali semula c.½ kali semula d.¼ kali semula e.Tetap tidak berubah 1 dan 23 dan 45 dan 67 dan 8

25 GELOMBANG CAHAYA 4.Prinsip dasar dua sumber cahaya koheren adalah a.Keduanya sangat berdekatan b.Amplitudonya sama c.Simpangannya selalu sama d.Beda fase keduanya adalah tetap e.Keduanya memancarkan cahaya yang berpapasan 1 dan 23 dan 45 dan 67 dan 8

26 GELOMBANG CAHAYA 6. Warna biru langit yang terjadi karena cahaya matahari mengalami a. Difraksi b. Dispersi c. Interfrensi d. Polarisasi e. refraksi 1 dan 23 dan 45 dan 67 dan 8

27 GELOMBANG CAHAYA 1 dan 23 dan 45 dan 67 dan 8 8.Sebuah celah tunggal lebarnya 0,2 mm disinari tegak lurusberkas cahaya yang panjang gelombangnya 8000 nm. Pola difraksi ditangkap pada layar yang jaraknya 1 meter dari celah. Tentukan : a. jarak antara garis terang pusat terhadap garis gelap ketiga b.Jarak antara garis gelap kedua terhadap gelap ke 4


Download ppt "KELAS : XII SEMESTER 1 OLEH : FARIHUL AMRIS A,S.Pd GELOMBANG CAHAYA S M A N 5 P A M E K A S A N SK MOTIVASI BAGAN LATIHAN TP KD."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google