Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Teori Organisasi Dosen : Dra. Lidia Evelina, MM Komor 2011 by Lidia Evelina, MM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Teori Organisasi Dosen : Dra. Lidia Evelina, MM Komor 2011 by Lidia Evelina, MM."— Transcript presentasi:

1

2 1 Teori Organisasi Dosen : Dra. Lidia Evelina, MM Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

3 2 Teori Struktural Klasik Teori Transisional Teori Mutakhir

4 3

5 4 Teori Struktural Klasik Bentuk-bentuk organisasi 10 ciri organisasi formal oleh Max Weber Prinsip manajemen ilmiah yang konsisten oleh Frederik Taylor. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

6 5 Teori Struktural Klasik Bentuk- bentuk organisasi 1. Organisasi sosial  Pola Interaksi Sosial dan Regularitas yang teramati dan perilaku sosial.  Berlo(1960), menyarankan bahwa komunikasi berhubungan dengan organisasi sosial melalui tiga cara : a.sistem sosial dihasilkan lewat komunikasi. b.Bila suatu sistem sosial telah berkembang, ia menentukan komunikasi anggota-anggotanya. c.Pengetahuan mengenai suatu sistem sosial dapat membantu kita membuat prediksi yang akurat mengenai orang-orang tanpa mengetahui lebih banyak daripada peranan-peranan yang mereka duduki dalam sistem. 2. Organisasi formal/ birokrasi - Karakteristik Birokrasi Weberian. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

7 6 Teori Struktural Klasik Ciri-ciri Organisasi terbirokratisasi yang ideal menurut karya Weber, adalah : 1.Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang diterapkan antara jabatan-jabatan. 2.Tujuan atau rencana organisasi terbagi ke dalam tugas-tugas. 3.Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan. 4.Garis –garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hirarkis. 5.Suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi. 6.Prosedur dalam organisasi bersifat formal dan impersonal. 7.Suatu sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakan bagian dari organisasi. 8.Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi. 9.Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis, alih-alih koneksi politis, koneksi keluarga, atau koleksi lainnya. 10.Meskipun pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis, kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

8 7 Teori Struktural Klasik Komunikasi Jabatan dan Hubungan Informal. –Produktifitas organisasi bergantung pada komunikasi jabatan. –Manajemen Ilmiah Taylor Weber dan Taylor, Empat unsur kunci pendekatan Taylor kepada manajemen, yaitu : a)Pembagian Kerja b)Proses Skalar dan Fungsional c)Struktur -- Lini dan dan Staf &Tinggi dan Datar d)Rentang Kekuasaan/pengawasan Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

9 8

10 9 Teori Transisional Teori perilaku -Teori Komunikasi- kewenangan Chester Banard. -Teori hubungan manusiawi Elton Mayo -Teori Fusi Bakke dan Argyris -Teori Peniti Penyambung Likert Teori Sistem -Nonsumativitas -Unsur-unsur struktur,fungsi dan evolusi. -Keterbukaan -Hierarki -Teori sistem Sosial Kartz dan Kahn -Ad-hokrasi dan teori Buck Rogers Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

11 10 Teori Transisional Teori Perilaku Teori komunikasi - kewenangan Chester Banard fungsi utama seorang eksekutif adalah mengembangkan dan memelihara suatu sistem komunikasi. Teori hubungan manusiawi Elton Mayo hubungan kelompok informal lebih penting dan lebih kuat daripada kondisi kerja dalam menentukkan moral dan produktivitas. Teori Fusi Bakke dan Argyris menyarankan ketidaksesuaian antara kebutuhan pegawai dan kebutuhan organisasi yang diminimalkan dengan mempersonalisasikan dan mensosialisasikan individu serta menghasilkan fusi pegawai serta organisasi. Teori Peniti Penyambung Likert organisasi sebagai sejumlah kelompok yang saling berhubungan dimana penyelia merupakan seorang pemimpin unit yang lebih rendah dan merupakan seorang anggota unit yang lebih tinggi serta berfungsi sebagai penghubung kelompok. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

12 11 Teori Peniti Hubungan Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

13 12 Teori Transisional Teori Sistem Teori Sistem Nonsumativitas Unsur-unsur struktur, fungsi dan evolusi Keterbukaan Hierarki Teori sistem Sosial Kartz dan Kahn Hubungan antara orang-orang dan menanggap organisasi sebagai bagian-bagian yang saling berkomunikasi, menerima pesan-pesan dan menyimpan informasi. Ad-hokrasi dan teori Buck Rogers Hubungan-hubungan temporer dan pola-pola matriks diperkenalkan sebagai pandangan baru terhadap organisasi. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

14 13Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

15 14Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

16 15 Teori Mutakhir Dua teknik mutakhir yg mencerminkan perubahan dalam pemikiran yang selama ini dianut oleh organisasi: 1. Teori Weick mengenai pengorganisasian 2. Teori Kultural Organisasi Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

17 16 Teori Mutakhir 1. Teori Weick mengenai pengorganisasian Konsep organisasi weick(1979)-> kata organisasi adalah kata benda, kata ini juga merupakan suatu mitos. Fokus: pengorganisasian organisasi: suatu sistem yang menyesuaikan dan menopang dirinya dengan mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya. -> sistem mengenai "perilaku2 yang bertautan". Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

18 17 Teori Mutakhir Ciri" penting pengorganisasian Teori terdahulu, struktur dipandang sebagai hirarki, kebijakan dan rancangan organisasi. Weick, struktur dipandang sebagai aktivitas komunikasi. Menurutnya struktur org ditentukan oleh prilaku yang saling bertautan. Weick-> struktur dtandai oleh prilaku pengorganisasian, dan yang menjadi proses menghasilkan struktur adalah komunikasi. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

19 18 Teori Mutakhir Dalam bab 4: environmental determinist Dalam bab 5: weick tidak membuat permisahan yang tajam antara organisasi dan lingkungan. Weick tidak membuat pemisahan yang tajam antara organisasi dan lingkungan dan berpendapat bahwa orang-orang terlibat secara aktif dalam menciptakan dunia mereka. Weick mengemukakan bahwa pengorganisasian terdiri dari penyesuaian dengan suatu lingkungan yang diperankan, yaitu lingk yang terbentuk oleh tindakan-tindakan para aktor manusia yang saling bergantung. Weick(1979 ): Pengorganisasian suatu gramatika yang disahkan secara mufakat untuk mengurangi ketidakjelasan dengan menggunakan prilaku- prilaku bijaksana yang saling bertautan. - Pengesahan secara mufakat - Gramatika - Ketidakjelasan Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

20 19 Teori Mutakhir Weick mencermati perilaku pengorganisasian. Satuan penting analisis Weick: interaksi ganda (double interact) -> membentuk basis pengorganisasian. organisasi menangani ketidakjelasan informasi dengan menggunakan sejumlah aturan. Weick (1979), Proses Pengorganisasian ada 3 tahap: - Pemeranan - Seleksi - Retensi Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

21 20 Teori Mutakhir Sifat organisasi/ manusia –Weick -> didalam sistem, benda – benda berada pada keadaan yang berubah secara terus-menerus (evolusi). –Dalam konsep interdependensi- terdapat kebergantungan timbal balik di antara komponen-komponen / satuan-satuan dalam suatu organisasi. –Interdepedensi menyatakan bahwa karakter sistemik suatu organisasi merupakan suatu karakter yang diurutkan secara cermat dan memungkinkan setiap unit terikat erat dengan sesamanya -> disebut Terangkai erat-erat (tightly coupled). –Weick(1976)-> mengemukakan gagasan sistem rangkaian longgar (Loosely coupled system). Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

22 21 Teori Mutakhir Weick (1977a): menegaskan bahwa organisasi berbicara pada diri mereka sendiri dengan tujuan menjernihkan lingkungan mereka dan mempelajarinya lebih jauh lagi. Ia menyatakan bahwa tindakan yang mendahului pikiran lebih merupakan aturan daripada suatu pengecualian. Bahasa teori organisasi meliputi efisiensi, keteramalan, perencanaan pro aktif, dan pembuatan keputusan berdasarkan data, semua istilah yang mengisyaratkan suatu derajat keteraturan yang tinggi yang telah ditentukan sebelumnya. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

23 22 Teori Mutakhir Weick(1977b) -> organisasi yang efektif bersifat: 1.Cerewet 2.Canggung 3.Percaya takhayul 4.Hipokrit; Menurut kamus Oxford Advanced Learner's, kata "Hypocrite" didefinisikan sebagai hipokrit adalah orang yang berpura-pura mempunyai standar/patokan moral atau opini yang sebenarnya tidak dimilikinya. 5.Seperti monster 6.Mencengkeram 7.Pengeluyur 8.Penggerutu Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

24 23 Teori Mutakhir Implikasi-implikasi (dampak) bagi komunikasi organisasi Mempelajari organisasi adalah mempelajari perilaku pengorganisasian. dan inti perilaku tersebut adalah komunikasi. Percakapan adalah data kasar bagi pembentukan pemahaman dan pembuatan keputusan. (perlu mencerna hasil pembicaraan) Weick (1977a) -> orang-orang memahami sesuatu melalui pengalaman dengan bantuan pemutusan (punctuation) dan penyatuan (connection). Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

25 24 Teori Mutakhir 2. Teori Kultural Organisasi - Budaya dan Perubahannya ke arah Subjektivisme - Teoritisi -> menganggap perilaku simbolik itu penting, namun tidak ada penjelasannya dalam model rasional yang menitikberatkan pada struktur dan adaptasi lingkungan. (Parson,1964)-> Perspektif Fungsionalis yaitu pandangan – pandangan yang cenderung ke arah pandangan objektif mengenai realitas dan sifat manusia. Metafora yang dikaitkan : mesin, organisme, dan sistem. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

26 25 Teori Mutakhir (Morgan,1980) Perspektif Interpretif yaitu pandangan subyektif mengenai realitas dan sifat manusia. Aliran pemikiran subjektif yang relevan bagi perspektif interpretif : hermeneutika, etnometodologi, fenomenologi, dan interaksionisme simbolik. Metafora yang dibangun dengan Perspektif ini: Pencapaian (accomplishment), Pemahaman yang dilaksanakan (enacted sense making), Permainan bahasa ( language game ), tes dan budaya. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

27 26 Teori Mutakhir Para teoritisi percaya bahwa tantangan – tantangan ekonomi tahun 1970-an dan 1980-an mempercepat pengamatan yang cermat atas gagasan budaya. Muncullah buku –buku yang berisi pandangan populer mengenai budaya. Corporate Culture ( Deal & Kennedy,1982) In search of Excellence ( Peters dan Waterman,1982) Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

28 27 Teori Mutakhir -Konsep Budaya Organisasi- Sonya Sackmann (1991) menelusuri istilah “budaya” sampai abad ke 18 dan ia menunjukkan bahwa sejak dulu gagasan budaya telah menjadi konsep dasar dan konsep sentral bagi antropologi. 3 perspektif budaya yang diterapkan pada situasi organisasi dalam kepustakaan berhubungan dengan pengelolaan: 1. Perspektif Holistik 2. Perspektif Variabel 3. Perspektif Kognitif Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

29 28 Teori Mutakhir Smircich dan Calas(1987) menyatakan bahwa budaya dapat diuji sebagai sebuah variabel atau suatu metafora dasar (root metaphor). Sebagai suatu variabel eksternal, Budaya adalah sesuatu yang dibawa masuk ke dalam organisasi. Sebagai suatu variabel internal, penekanannya diletakkan pada wujud-wujud budaya yang dikembangkan dalam organisasi. Secara umum,bila orang-orang berinteraksi selama beberapa waktu, mereka membentuk suatu budaya. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

30 29 Teori Mutakhir Louis (1985)-> menyatakan bahwa budaya suatu kelompok dapat digolongkan sebagai "seperangkat pemahaman/makna yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang. Maka dari itu budaya meliputi interaksi selama beberapa waktu, harapan perilaku, membentuk dan dibentuk, sifat-sifat khas yang memisahkan sebuah budaya dengan budaya lainnya dan seperangkat makna/logika yang memungkinkan aksi kelompok. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

31 30 Teori Mutakhir Perspektif interpretatif(subjektif) melihat budaya organisasi sebagai proses-proses pembentukan pemahaman yang membentuk realitas organisasi dan dengan demikian memberi makna kepada keanggotaannya. Pacanowsky dan O'Donnek-Trujillo (1982) -> ketika para anggota mewujudkan konstruk-konstruk mereka yang relevan, praktik-praktik, ritual, dan sebagainya, konstruk-konstruk mereka yang relevan, praktik- praktik,ritual ini merupakan pencapaian kecil (mini- accomplishment) yang termasuk dalam pencapaian yang lebih besar lagi dalam budaya organisasi. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

32 31 Teori Mutakhir (Dandridge, Mitroff dan Joyce, 1980) Peraga dan indikator budaya dapat pula dimasukkan dalam rubrik luas -> simbolisme organisasi. Geertz(1973)-> buat jaring Geertz. Menyatakan bahwa ‘manusia adlah binatang yang tergantung dalam jaring-jaring pengertian yang dipintalnya” Menurut Smircich(1983)-> budaya bukan sekadar sesuatu yang dimiliki organisasi(artifak, struktur), tetapi juga sesuatu yang merupakan organisasi(proses, pemahaman). Louis(1985) menyajikan sebuah kerangka konseptual yang diorganisasikan menjadi : Tingkat analisis alami, Tingkat analisis Bertujuan Tingkat analisis reflektif Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

33 32 Teori Mutakhir 1. Budaya organisasi sebagai pembentukan pemahaman – Smircich(1985)-> bila budaya harus menjadi sesuatu yang lebih daripada suatu unsur lain yang diterapkan pada cara berpikir tradisional(objektif), perlu untuk memusatkan pada analisis "makna" dan analisis kultural kehidupan organisasi. –Pandangan pembentukan pemahaman (subjektif) memandang budaya sebagai konteks yang dibangun secara simbolik,yang memungkinkan orang-orang untuk memahami berbagai peristiwa. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

34 33 Teori Mutakhir –Smircich(1981) Organisasi adalah perilaku simbolik dan eksistensinya bergantung pada makna bersama dan pada penafsiran yang diperoleh melalui interaksi manusia. –Organisasi bergantung pada eksistensi modus umum penafsiran dan pemahaman bersama atas pengalaman yang memungkinkan kegiatan sehari-hari menjadi rutin atau sebagaimana adanya. –Lambang-lambang dan perilaku simbolik membuat kehidupan organisasi berlangsung. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

35 34 Teori Mutakhir 2.Isu-Isu Budaya Organisasi A.Tingkat Analisis B.Apakah tujuan analisis budaya? C.Dapatkah budaya dikelola D.Apakah implikasi etis perubahan budaya? E.Bagaimana seharusnya analisis budaya dievaluasi? F.Apakah nilai analisis budaya. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

36 35 Teori Mutakhir A. Tingkat Analisis budaya organisasi dapat ditelaah pada tingkat yang berlainan, meliputi perspektif makro-analitik dan mikro-analitik. Van Maanen dan Barley (1985) menyatakan bahwa budaya organisasi uniter muncul bila semua anggota sebuah organisasi menghadapi masalah yang sama, bila setiap anggota berkomunikasi dengan hampir setiap orang lainnya,dan bila tiap anggota memiliki seperangkat pengertian bersama untuk melaksanakan perilaku yang benar dan diterima secara konsensus. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

37 36 Teori Mutakhir B. apakah tujuan analisis budaya? Jawabannya akan memancing konflik karena literatur tradisional amat tertanam dalam perspektif manajerial yang berasumsi bahwa pengetahuan yang baik adalah pengetahuan yang membantu seseorang mengelola dengan cara yang paling efisien. C. Dapatkah budaya dikelola? Kaum pragmatis budaya umumnya memandang budaya sebagai suatu kunci kearah komitmen, produktivitas, dan kemampuan meemperoleh manfaat. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

38 37 Teori Mutakhir Uttal(1932) budaya korporasi adalah nyata dan kuat, juga sulit diubah dan kita tidak akan menemukan bantuan untuk mengubahnya baik dari dalam maupun dari luar perusahaan anda. Jadi, Jawaban atas pertanyaan “apakah budaya dapat dikelola” bergantung pada definisi seseorang mengenai budaya, sifat proses/perubahannya dan kondisi yang mendasari perubahan/proses pengelolaannya. D. Apakah implikasi etis perubahan budaya? Deetz menyatakan bahwa mereka yang melakukan analisis budaya harus lebih banyak daripada sekadar memahami, karena "hanya memahami perangkat yang memungkinkan realitas yang disepakati (consensual reality) dibentuk dan dipenetrasi hanya mengungkapkan sebagian kecil mengenai apakah konsensus semacam ini cukup mewakili berbagai kepentingan yang bersaing" Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

39 38 Teori Mutakhir E. Bagaimana seharusnya analisis budaya dievaluasi? –Strine dan Pacanowsky(1985) memilih contoh penelitian interpretif yang baik dan membahas mengapa contoh tersebut dikatakan baik. Mereka tidak mengembangkan seperangkat pedoman untuk mengevaluasi penelitian, tapi menyediakan suatu kerangka untuk melakukan evaluasi yang berkenaan dengan khalayak. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

40 39 Teori Mutakhir F. Apakah nilai analisis budaya Dalam hal ini budaya dianggap sebagai sebuah variabel kuat yang berpengaruh dalam kinerja organisasi. Dalam arti pragmatik, mengerti proses-proses pemahaman dalam sebuah organisasi adalah sekaligus mengerti dasar bagi pengambilan keputusan dan pengelolaan. Analisis budaya berguna dalam arti membantu kita mengerti apa yang sedang terjadi dalam keadaan khusus. Selain memberi sumbangan bagi pemikiran-pemikiran pragmatik, analisis budaya memberi dimensi lain bagi pemahaman kita mengenai kehidupan organisasi yang dapat dilihat dalam pengertian teknis(kognitif) dan juga perasaan (afeksi). Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

41 40 Teori Mutakhir Implikasi-implikasi bagi komunikasi organisasi Peranan komunikasi dalam budaya organisasi dapat dilihat secara berlainan bergantung pada bagaimana budaya dikonsepsikan. Bila dianggap sebagai sebuah himpunan artifak simbolik yang dikomunikasikan kepada anggota organisasi untuk pengendalian organisasi, komunikasi diartikan sebagai sarana yang memungkinkan perolehan hasilnya. Bila ditafsirkan sebagai pembentukan pemahaman, proses komunikasi itu sendiri yang menjadi pusat perhatian utama Penelitian komunikasi organisasi dari sudut pandang budaya mencakup lebih daripada sekadar penelaahan pertukaran resmi pegawai antara orang-orang terpilih yang memiliki status. Pesan diinterpretasikan bergantung pada konteks yang dibangun secara simbolik-> pesan tersebut muncul. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

42 41 --Kesimpulan-- Komunikasi sangatlah dibutuhkan dalam suatu organisasi. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya komunikasi dalam suatu organisasi. Organisasi menangani ketidakjelasan informasi dengan menggunakan sejumlah aturan. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

43 42 Daftar Pustaka Mulyana,Deddy.Komunikasi Organisasi.2005.Bandung:Remaja Rosdakarya. ri-struktural-klasik/http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/09/teo ri-struktural-klasik/ ri-transisional/http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/teo ri-transisional/ komunikasi-organisasi.htmlhttp://adiprakosa.blogspot.com/2007/12/teori- komunikasi-organisasi.html =on&ct=fsh&9=teori%20weick%20mengenai%2 pengorganisasianhttp://www.google.co.id/m?mrestrict=xhtml&eosr =on&ct=fsh&9=teori%20weick%20mengenai%2 pengorganisasian Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

44 43 PeRbeDaaN dan PeRsaMaaN Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

45 44 Perbedaan Teori Struktural Klasik : –Bersifat objektif –Membedakan organisasi sosial & organisasi formal –Mewakili pandangan pra-modern –Mempunyai garis hirarki yang menunjukkan tingkatan jabatan –Semua kegiatan yang berkaitan dengan organisasi harus melalui prosedur –Pada teori ini kesenioritasan masih berlaku –Menunjukkan adanya kenaikkan jabatan yang dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja(lamanya kerja) Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

46 45 Perbedaan Teori Transisional –Transisi dari pandangan objektif ke subjektif –Membahas teori sistem & teori perilaku ttg organisasi –Mrpkn masa transisi dr pra-modern ke modern Teori ini mengembangkan dan memelihara suatu sistem komunikasi. Hubungan kelompok informal lebih penting dan lebih kuat daripada kondisi kerja. Menyarankan ketidakseusaian antara kebutuhan pegawai dan organisasi yang diminimalkan. -Digunakan dalam organisasi yang berkembang -Terdapat perbaikan2 dalam organisasi -Sebagai transisi antara klasik ke mutakhir -Mementingkan organisasi informal Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

47 46 Perbedaan Teori Mutakhir –bersifat subjektif yg mengambarkan perubahan dalam cara berpikir mendasar yg menolak pandangan ilmiah/objektif yg dominan tentang dunia –Mengambarkan pengaruh subjektivisme pada komunikasi organisasi –Mewakili pandangan modern –Peran lebih penting bagi perilaku simbolik manusia dan kapasitas kreatifnya. –Lebih mengarah kepada subyektifisme –Bertitik tolak pada budaya dalam suatu organisasi –Informasi dan situasi diciptakan dan respon bergantung pada makna yang diberikan oleh peserta organisasi Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

48 47 PERSAMAAN –Sama-sama memiliki aturan di dalam organisasi hanya yang membedakan adalah sifatnya formal atau personal –Sama-sama menimbulkan implikasi-implikasi bagi komunikasi organisasi –Dalam teori ini memiliki tujuan yang sama yang telah ditetapkan. Ada struktur yang tepat bagi tujuan, lingkungan dan teknologi. –Teori bersifat sistematis. –Sama-sama membahas karakteristik dan ciri-ciri utama organisasi –Setiap organisasi membutuhkan komunikasi yang mempengaruhi organisasi. –Diperlukan adaptasi dalam organisasi Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

49 48 Perbedaan Teori struktural klasik Muncul lebih awal dimana teori ini lebih sederhana dan menarik. Menunjukkan bahwa bila struktur ditemukan perilaku akan dapat diramalkan, rasional dan efisien. Struktur menentukan perilaku dan menghasilkan keteramalan. Adanya senioritas dalam organisasi. Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

50 49 Perbedaan Teori transisional Muncul pada masa-masa peralihan dari teori struktural klasik ke teori yang lebih modern (teori mutakhir). Lebih menekankan pentingnya informasi, pandangan-pandangan yang tidak menolak legitimasi ( keabsahan) dan predominasi organisasi formal. Masih sekadar menunjukkan variasi mengenai tema-tema utama pandangan objektivis (birokratif). Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

51 50 perbedaan Teori mutakhir Muncul dari penyempurnaan teori-teori sebelumnya. Menekankan bahwa informasi dan situasi menciptakan dan respon bergantung pada makna yang diberikan oleh peserta organisasi. Menggambarkan pengaruh subjektivitas pada komunikasi organisasi dan membahas implikasi setiap teori bagi komunikasi organisasi Komor 2011 by Lidia Evelina, MM

52 51 Thankz….^^~ --Mission Completed-- Komor 2011 by Lidia Evelina, MM


Download ppt "1 Teori Organisasi Dosen : Dra. Lidia Evelina, MM Komor 2011 by Lidia Evelina, MM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google