Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pembuatan Aplikasi Buku Cerita Interaktif Dwibahasa Untuk iPad Berjudul “Timmy’s Way Back Home” erwin tri agung wibowo 08.51016.0048 d4.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pembuatan Aplikasi Buku Cerita Interaktif Dwibahasa Untuk iPad Berjudul “Timmy’s Way Back Home” erwin tri agung wibowo 08.51016.0048 d4."— Transcript presentasi:

1 Pembuatan Aplikasi Buku Cerita Interaktif Dwibahasa Untuk iPad Berjudul “Timmy’s Way Back Home” erwin tri agung wibowo d4 komputer multimedia

2 abstract We are now lived in a Post-PC era, an era where the PCs are no longer a setter to do stuff and can help human with their daily activities, and those PCs should be more portable, more personal, and easier to use than any other PCs have ever been. iPad is a portable computer, or people prefer to call it a tablet. As a portable device, iPad is capable to show contents through its multitouch screen as an interaction medium, and within its friendly user interface, it won’t take too much time for everyone to use it, no matter it’s for kids or elders. iPad can run many kinds of apps for various purposes, including reading books, and that also means reading a storybook. An interactive storybook app becomes an interesting idea because it can interact with user interactively through the screen with just a touch. With a brand new story in two languages with naration, it would help this app to be used for both entertainment and education purpose. As this app comes in two languages, English and Indonesian, this would help the users to understand the whole story in both languages, and switching between languages can be done with just one touch everywhere even when in the middle of the story. Some interactive interactions just like swiping fingers is an addition to enhance the entertainment experience while using the app, and the user-interface friendliness is a number one priority for this app so every user can use this app right away without having to learn it first. keyword: iPad, app, storybook, bilingual

3 latar belakang Buku cerita bagi anak-anak bukan lagi sesuatu hal yang baru. Buku cerita dikemas secara menarik karena konsumsi untuk anak-anak. Untuk menjadi seorang penulis buku cerita, penerbit memberikan kemudahan untuk mempublikasikan karya meraka, sehingga kita bisa mendapatkan buku cerita tersebut dengan berbagai macam cerita dengan mudah di toko-toko buku. Fenomena menarik inilah yang memunculkan ide untuk membuat sebuah buku cerita yang berjudul “Timmy’s Way Back Home”, merupakan sebuah cerita dongeng berjenis fabel yang menceritakan tentang 2 ekor kucing yang memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda, yang bersatu untuk berusaha mencari jalan pulang setelah mereka tersesat di hutan. Membaca adalah sebuah kebutuhan manusia sehari-hari. Untuk membaca buku pada saat ini, kita harus membeli buku secara fisik. Berdasarkan pernyataan dari Vanessa Gilbert, seorang kontributor eHow.com, keuntungan dari buku fisik adalah buku fisik bisa dibaca di mana saja, selain itu, tidak perlu kemampuan khusus untuk menggunakannya. Semua bisa membaca buku fisik, pembaca bisa menandai halaman, menganotasi tulisan, dan di mana bisa mendapatkan buku terbaru, sedangkan kelemahannya adalah buku fisik cenderung mahal, dan pembaca buku maniak harus secara konstan mengunjungi toko buku untuk mencari tahu katalog buku terbaru, dan jika kita memiliki banyak koleksi buku, merupakan pekerjaan yang berat untuk menyortir dan mengorganisirnya. Selain itu, buku fisik merupakan media yang sudah kuno yang telah dipakai oleh publik secara Selain itu, buku-buku tersebut sama sekali tidak bisa terbaca jika tidak memiliki fasilitas penerangan yang baik.

4 “The Post-PC Revolution. It’s happening all around us and in amazing phase. But when we’re talking about the Post-PC world, we’re talking about the world where the PC is no longer the setter of your digital world, but rather just the device. We’re talking about the world of your new devices, the devices that you use the most need to be more portable, more personal, and dramatically easier to use than any PC is ever been.” (Tim Cook: 2012) Pernyataan Tim Cook, CEO Apple, di atas menyatakan bahwa sekarang adalah era revolusi di mana komputer bukan merupakan sebuah hal yang menakjubkan, karena komputer merupakan perangkat sudah bisa melaksanakan tugas yang sebagian besar manusia butuhkan, dan beliau menyatakan perangkat tersebut seharusnya lebih praktis, lebih pribadi, dan harus mudah digunakan dari komputer saat ini. Sekarang kita bisa menemukan alat yang disebut sebagai komputer tablet. Sebuah komputer tablet mampu menampilkan konten multimedia secara luas, mulai dari visual, audio, maupun video, baik dalam bentuk aplikasi, internet, atau buku digital melalui interaksi dari pengguna melalui layar sentuh. Bahkan dengan konektifitas dan software yang telah terintegrasi, pengguna komputer tablet bisa memperoleh konten-konten langsung dari alat tersebut. Salah satu komputer tablet yang paling populer di dunia adalah iPad. iPad merupakan komputer tablet yang banyak digunakan oleh masyarakat di dunia. Di Amerika Serikat, berdasarkan hasil survey dari IDC, sebuah perusaan riset IT global, iPad sudah meraup pasar tablet sebesar 68% pada kuartal II tahun 2011, dan Apple, sebuah perusahaan yang memproduksi iPad, menyatakan mereka telah menjual sebanyak 25 Juta unit dalam jangka waktu 14 bulan sejak generasi pertama dijual, sedangkan di Indonesia sendiri, menurut OkeZone, pengguna iPad di Indonesia telah mencapai lebih dari orang. Di Amerika Serikat, sudah banyak instansi-instansi besar yang telah menggunakan iPad sebagai bagian dari produktivitas mereka, contohnya saja untuk beberapa sekolah dasar, seperti Chicago Public School, sebuah sekolah yang memiliki sistem terbaik ke tiga di Amerika, sudah menerapkan penggunaan iPad sebagai media pembelajaran. Hal ini menjadi menarik, karena iPad mampu membantu anak-anak untuk mempelajari hal-hal baru secara interaktif.

5 Keunggulan iPad adalah aplikasinya. iPad memiliki aplikasi-aplikasi yang bisa melakukan sebagian besar apa yang komputer bisa kerjakan. Aplikasinya sendiri hanya diterbitkan melalui satu sumber, yaitu App Store, yang dirancang khusus untuk produk iOS dari Apple, yaitu iPad, iPod Touch, dan iPhone. Per Maret 2012, menurut statistik dari Apple, App Store sudah memiliki jumlah aplikasi lebih dari aplikasi, dan lebih dari diantaranya dirancang khusus untuk iPad. Apple juga memiliki toko virtual khusus untuk menjual buku dari terbitan internasional yang terkenal, bernama iBookstore. Tidak hanya buku cerita anak-anak yang dijual, semua jenis buku ada di iBookstore, mulai dari The Ugly Duckling, sebuah buku cerita bergambar dari Hans Christian Andersen, hingga novel ternama Romeo and Juliet karya William Shakespeare. Namun, seperti halnya buku konvensional, buku- buku virtual di iBookstore bekerja layaknya buku biasa. Pengguna hanya bisa melihat teks dan gambar statis. Aplikasi buku cerita interaktif menjadi sebuah ide yang menarik untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk media pembelajaran sekaligus hiburan karena menggunakan sistem dwibahasa dan menngedepankan sebuah cerita yang orisinil. Berbasis framework aplikasi cross-platform dari Adobe yang dinamakan Adobe AIR, maka aplikasi ini bisa berjalan pada sistem operasi iOS. Menggunakan fasilitas App Store yang berbasis internasional sebagai portal untuk mendapatkan aplikasinya, maka aplikasi buku cerita interaktif dwibahasa ini bisa didapatkan oleh seluruh pengguna iPad di dunia, dengan harapan agar pengguna aplikasi ini, anak-anak sebagai pengguna umum, dan orang tua sebagai pembimbing, bisa menggunakan aplikasi ini sebagai media pembelajaran sekaligus media hiburan.

6 tujuan Tujuan dibuatnya aplikasi buku cerita interaktif dwibahasa untuk iPad yang berjudul “Timmy’s Way Back Home” ini adalah untuk membuat sistem aplikasi yang berbasis cross-platform untuk iPad, dimana aplikasi ini dibuat dalam 2 bahasa (dwibahasa) yang dilengkapi dengan narrator dan cerita dalam aplikasi ini merupakan sebuah cerita baru yang mampu dijadikan sebuah alternatif kepada publik untuk sebuah buku cerita.

7 landasan teori karakteristik dan definisi multimedia interaktif definisi buku cerita untuk anak-anak definisi iPad Desain Antarmuka untuk Anak-Anak ( Interface Designing for Children )

8 metodologi penelitian Metode penelitian dalam proses pembuatan aplikasi interaktif ini adalah menggunakan teknik SDLC (System Development Life Cycle) yaitu proses logis yang digunakan oleh pengembang atau analis dalam proses pembuatan sebuah media informasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan membuat sebuah alur perancangan yang akan dilaksanakan, agar dalam proses pencarian data tidak ditemukan berbagai penyimpangan dalam menyampaikan tujuan yang ingin dicapai. Rancangan yang dilakukan dalam proses pembuatan Tugas Akhir ini dapat dilihat dari diagram metodologi perancangan berikut Pasca Produksi Pemasaran Aplikasi Interaktif Produksi IlustrasiMusikPerancanganPengujian Pra Produksi KarakterCeritaTipografi Pra Produksi IdeKonsep Data Perumusan Kajian LiteraturAnalisa KompetitorMasalah

9 perancangan karya Konsep dari proyek ini adalah untuk menggabungkan 2 hal menjadi satu, yaitu menerapkan sebuah buku cerita ke komputer tablet. Perangkat yang menggunakan teknologi canggih dan mudah digunakan dikolaborasikan dengan sebuah aplikasi interaktif yang mampu berinteraksi dengan pengguna, baik itu secara visual maupun audio. Konsep antarmuka untuk aplikasi ini seperti aplikasi buku cerita pada umumnya, yaitu berinteraksi dengan sentuhan dan sapuan jari di layar, maupun interaksi melalui audio satu arah. Aplikasi interaksi ini akan mengimplementasikan fitur narrator dan dwibahasa demi kemudahan pengguna untuk memahami isi dari cerita baik itu berbahasa Indonesia, maupun berbahasa Inggris. konsep

10 perancangan karya Ringkasan cerita yang ada dalam karya ini adalah di mulai dari seekor anak kucing kuning bernama Timmy di sebuah desa. Timmy menghabiskan waktunya di kamarnya dengan membaca berbagai jenis buku. Timmy memang seekor anak kucing yang rajin dan pintar, namun ia tidak pernah sesekali main keluar rumah kecuali waktu sekolah. Suatu hari muncullah teman Timmy yang selalu bermain di luar, bernama Gerald, yang ingin mengajak Timmy untuk bermain. Timmy menolak, namun setelah Gerald meninggalkannya, Timmy berubah pikiran. Tanpa berpikir panjang, setelah Timmy berhasil membuat sebuah layang-layang untuk bermain, ia pun pergi keluar untuk bermain, tapi dia tidak minta izin dari ibunya. Beberapa saat ketika main di luar, layang-layang Timmy putus, dan terbang bebas. Timmy mengejar layang-layang itu bersama Gerald. Layang-layang itu akhirnya nyangkut di sebuah hutan. Setelah Gerald berusaha mengambilnya, mereka pun tidak tahu jalan pulang. Dengan usaha mereka bersama, mereka akhirnya bisa keluar dari hutan hingga malam hari. Ibu Timmy yang merasa khawatir telah menantikan kedatangan Timmy. Namun ternyata semua itu hanyalah mimpi ketika Timmy melamun pada saat membaca setelah Gerald mengajaknya bermain. Ibu Timmy pun akhirnya memberi izin kepada Timmy untuk bermain di luar. sinopsis

11 perancangan karya Alur dari aplikasi ini akan dijabarkan melalui sebuah diagram yang menunjukkan urutan-urutan jalannya aplikasi ini, mulai dari logo pengembang aplikasi, hingga halaman tentang penulis. Sedangkan untuk mengakhiri penggunaan aplikasi, pengguna dapat menekan tombol home pada iPad untuk keluar dari aplikasi, oleh karena itu tombol keluar/exit tidak diperlukan dalam aplikasi ini. alur rancangan aplikasi

12 kesimpulan 1.Aplikasi “Timmy’s Way Back Home” adalah aplikasi yang didesain khusus untuk sistem operasi iOS yang pengembangannya menggunakan teknologi cross-platform, sehingga tidak membutuhkan sebuah environment dan bahasa pemrograman baru dan berbeda dalam tahap pembuatannya. 2.Aplikasi “Timmy’s Way Back Home” memiliki fitur dwibahasa, agar fitur ini lebih fungsional tanpa harus merepotkan pengguna, maka fitur dwibahasa ini bisa diakses kapan saja tanpa harus melakukan konfigurasi rumit terlebih dahulu. 3.Aplikasi “Timmy’s Way Back Home” dapat dijalankan kepada pemilik iPad dengan cara mengunduh aplikasi “Timmy’s Way Back Home” melalui App Store yang telah tersedia di setiap iPad dengan versi iOS minimum Antarmuka dalam aplikasi “Timmy’s Way Back Home” didesain berdasarkan beberapa dari analisa kompetitor yang telah ada, sehingga tetap mengedepankan fungsionalitas antarmuka agar bisa mudah dipahami baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

13 saran Aplikasi “Timmy’s Way Back Home” merupakan sebuah aplikasi buku cerita interaktif dwibahasa untuk iPad yang pengembangannya menggunakan basis cross-platform, dimana bukan menggunakan SDK (Software Development Kit) yang murni untuk iOS, sehingga memiliki keterbatasan fitur dan performa jika dibandingkan dengan aplikasi yang dibuat menggunakan SDK murni untuk iOS. Sebuah peningkatan sangat diharapkan apabila masih memiliki waktu yang lebih panjang dalam proses pembuatan aplikasi ini. Peningkatan dari segi ilustrasi adalah prioritas pertama dalam aplikasi ini. Meskipun dalam hal ilustrasi sudah cukup mewakili ketertarikan anak-anak untuk menggunakan aplikasi ini, namun akan lebih menarik lagi jika ilustrasi yang ada pada aplikasi buku cerita ini diredesain dengan lebih baik lagi. Prioritas kedua adalah dari sisi narasi. Penggunaan alat yang tepat dan lingkungan yang mendukung serta intonasi suara yang lebih variatif akan meningkatkan daya tarik publik untuk aplikasi ini. Buatlah agar lingkungan proses perekaman menjadi tempat yang sunyi dan mendukung agar menghasilkan suara yang jernih, apabila terlalu sensitif, lakukanlah proses penyuntingan menggunakan software yang dapat melakukan penyuntingan suara. Pada akhirnya, harus dimaklumi bahwa aplikasi yang dibuat menggunakan basis cross-platform ini tidak akan pernah bisa sebaik aplikasi yang dibuat menggunakan SDK murni, namun bukan berarti aplikasi yang telah dibuat merupakan aplikasi yang buruk. Faktanya, juga banyak aplikasi yang ada di App Store yang dibuat menggunakan basis cross-platform. Tetaplah percaya diri akan aplikasi yang telah dibuat, karena setiap aplikasi yang telah dibuat pasti memiliki bugs yang tidak kita ketahui. Beauty is more important in computing than anywhere else in technology because software is so complicated. Beauty is the ultimate defence against complexity. (David Gelernter)

14 thank you


Download ppt "Pembuatan Aplikasi Buku Cerita Interaktif Dwibahasa Untuk iPad Berjudul “Timmy’s Way Back Home” erwin tri agung wibowo 08.51016.0048 d4."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google