Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Darimana Aku berasal ? Akan kemana setelah Mati ? Untuk apa Aku hidup ? Hubungan Penciptaan Hubungan Perintah & Larangan Hubungan Pembangkitan Hubungan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Darimana Aku berasal ? Akan kemana setelah Mati ? Untuk apa Aku hidup ? Hubungan Penciptaan Hubungan Perintah & Larangan Hubungan Pembangkitan Hubungan."— Transcript presentasi:

1 Darimana Aku berasal ? Akan kemana setelah Mati ? Untuk apa Aku hidup ? Hubungan Penciptaan Hubungan Perintah & Larangan Hubungan Pembangkitan Hubungan Hisab Amal Manusia LahirManusia Mati Manusia Kehidupan Alam Semesta Manusia diciptakan Allah SWT Hidup ibadah kepada Allah SWT Manusia kembali pada Allah SWT Roadmap Kehidupan Sejati

2 1. Mengabdi kepada Allah SWT Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (QS: 51:56) 2. Memenuhi penjanjian ruh Dan (ingatlah), Ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka ( seraya berfirman: “ Bukankah aku ini Tuhammu?” Mereka menjawab :” Betul (Engkau tuhan kami) 3. Menjadi Khalifah Allah Ingatlah ketika Tuhammu berfirman kepada para malaikat : ”Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman :” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui “. ( QS: Al-Baqarah 2:30) 4. Mendapat Ujian dari Allah Tiap–tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan ( yang sebenar-benarnya ). Dan hanya kepada Kamilah kamu di kembalikan ( QS: Al-Anbiya’ 21:35 ) 5. Mempertanggung jawabkan perbuatan kepada Allah Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja ( tanpa pertanggungjawaban ) ? ( QS : Al-Qiyamah 75:36 ) TUJUAN HIDUP MANUSIA

3 4. Hatinya tentram 4. Hatinya tentram hanya dengan berzikir (QS:12:27-28) BONUS ORANG BERTAQWA 1. Jalan ke luar 1. Jalan ke luar, bila ia mendapat kesulitan (QS.65.2) 2. Allah memberi Rezeki 2. Allah memberi Rezeki dari arah yang tiada disangka- sangkanya (QS:65:2) perlindungan 3. Allah selalu bersamanya dan memberikan perlindungan (QS:2: ) 6. Mencukupkan keperluan-nya 6. Mencukupkan keperluan-nya, Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Allah akan mencukupkan keperluan-nya. (QS:65:2-3) 5. Ia senyum menjelang maut, 5. Ia senyum menjelang maut, karena malaikat memberitahukan bahwa ia masuk surga (QS:16:31-32)

4 Siapa yang bisa membantu Anda untuk sukses

5 IQEQ 1. Relatif Permanen 2. Titik berat pada Logika dan Analisa 3. Berperan ± 4%-20% thdp keberhasilan di dunia nyata 1. Dapat dipelajari dan berubah menjadi lebih baik 2. Titik berat pada Emosi dan Biologis 3. Berperan lebih dari 40% thd keberhasilan di dunia nyata

6 Kecerdasan Secerdas apapun kita,JIKA KITA Membuat kesal orang lain dengan perilaku kasar, Tidak tahu cara membawa diri ATAU AMBRUK karena STRES sedikit saja, maka tak seorangpun akan betah disekitar kita, Kecerdasan KITA TAK PERNAH DIKETAHUI orang lain sehingga kesuksesan jauh dari diri kita Sumber Survey Harvard University oleh Prof. Stevent j. Strein, Phd dkk) Pengendalian Diri

7 IQEQ 1.Relatif Permanen 2.Titik berat pada Logika dan Analisa 3.Berperan ± 4%-20% thdp keberhasilan di dunia nyata 1.Dapat dipelajari dan berubah menjadi lebih baik 2.Titik berat pada Emosi dan Biologis 3.Berperan lebih dari 40% thd keberhasilan di dunia nyata Perbandingan antar Konsep IQ, EQ, SQ,

8 IQEQSQ IQ Terutama untuk Berhubungan dan Mengelola Alam, dipengaruhi oleh Materi Otak dan Faktor Genetikanya EQ Terutama untuk Berhubungan dan Bekerjasama dengan Orang lain, dipengaruhi Kondisi Dalam diri dan Lingkungannya, Potensi EQ>IQ SQ adalah kecerdasan manusia untuk berhubungan dengan ‘ALLAH’. Potensi SQ setiap orang sangat besar, tidak dibatasi faktor keturunan, lingkungan dan Materi yang lainnya. IQ lebih berbicara masalah pendekatan rasional semata dlm menghadapi problematika EQ lebih terfokus pada membangun hubungan harmonis dan selaras antar manusia secara horizontal, sehingga dapat mengarahkan IQ menjadi lebih optimal/manfaat SQ lebih terfokus pada hubungan manusia dengan Sang Pencipta sebagai dasar berperilaku. Asumsi, hubungan vertikal baik, maka perilaku akan baik. Perbandingan antar Konsep IQ, EQ, SQ,

9 SUKSES YANG SEIMBANG 9 1. Spiritual: agama dan kerohanian 2. Keluarga 3. Bisnis & Keuangan 4. Fisik: kesehatan 5. Sosial 6. Mental: Pertumbuhan diri dan rekreasi 10 0

10 VISI PENDIDIKAN NASIONAL 10 Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna)

11 11 1.mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; 2.membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3.meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; 4.meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan 5.memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. MISI PENDIDIKAN NASIONAL

12 12 INPUT VALUES PROCESS VALUES OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas, dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1.Amanah1.Visioner dan Berwawasan1. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Profesional2. Menjadi Teladan 2. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 3. Memotivasi (Motivating)3. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Bertanggung Jawab dan Mandiri 4. Mengilhami (Inspiring)4. Responsif dan Aspiratif 5. Kreatif5. Memberdayakan (Em powering)5. Antisipatif dan Inovatif 6. Disiplin 6. Membudayakan (Culture- forming) 6. Demokratis, Berkeadilan, danInklusif 7. Peduli dan Menghargai orang lain 7. Taat Azas 8. Belajar Sepanjang Hayat8. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Akuntabel TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

13 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Kecakapan Hidup Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu Perluasan Akses Perguruan Tinggi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA, SMK/SM Terpadu, SLB, dan PT PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN

14 14 KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU, RELEVANSI, DAN DAYA SAING

15 15 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA, AKUNTABILITAS, DAN PENCITRAAN PUBLIK

16 16 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional

17 17 Arah, Tahapan dan Prioritas Arah: Sebagai bagian tak terpisahkan dalam pencapaian visi dan misi pembangunan nasional (RPJP ) Tahapan & prioritas: Tahap I : 2010 – 2014: (1) Reorientasi dan penyadaran akan pentingnya pembangunan karakter bangsa. (2) Penyusunan perangkat kebijakan terpadu dan pemberdayaan pemangku kepentingan agar dpt melaksanakan pembangungan karakter bangsa secara efektif. (3) Pelaksanaan, pemantapan dan evaluasi pembangunan karakter bangsa. Tahap II: 2014 – 2020: Pengukuhan nilai-nilai dalam karakter bangsa, dan pemantapan pelaksanaan pembangunan karakter bangsa serta evaluasi pelaksanaannya. Tahap III: 2020 – 2025: Pengembangan berkelanjutan.

18 18 Strategi Pembangunan Karakter Bangsa A. Sosialisasi: Penyadaran semua pemangku kepentingan akan pentingnya karakter bangsa. Media cetak dan elektronik perlu berperanserta dalam sosialisasi B. Pendidikan: Formal (satuan pendidikan), nonformal (kegiatan keagamaan,kursus, pramuka dll.), informal (keluarga, masyarakat, dan tempat kerja), forum pertemuan (kepemudaan) C. Pemberdayaan: Memberdayakan semua pemangku kepentingan (orang tua, satuan pendidikan, ormas, dsb.) agar dapat berperan aktif dalam pendidikan karakter D. Pembudayaan: Perilaku berkarakter dibina dan dikuatkan dengan penanaman nilai-nilai kehidupan agar menjadi budaya E. Kerjasama: Membangun kerjasama sinergis antara semua pemangku kepentingan

19 IS&ABA 19 VALUES LEADERSHIP ACTION SYSTEM SOLUSI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA 1. Menyayangi sesama 2. Berlaku jujur 3. Bertanggung jawab 4. Menegakkan disiplin 5. Berlaku adil 6. Berkolaborasi dan bersatu 7. Meningkatkan kreatifitas 8. Belajar dan berilmu 9. Mencegah kemungkaran 10. Menjaga kedamaian 11. Mensyukuri nikmat 12. Berlaku sabar 1.Diterima 2.Dipercayai 3.Disukai 4.Diikuti 5.Dicintai 1.Disosialisasikan 2.Dipahami (Pendidikan) 3.Dimaknai (Pemberdayaan) 4.Diimplementasikan (Pembudayaan) 5.Diamalkan (Kerjasama) 1. Kurikulum paradigmatik 2. Sistem pengajaran Religius 3. Sarana prasarana memadai 4. Dosen profesional 5. Budaya kampus Religi


Download ppt "Darimana Aku berasal ? Akan kemana setelah Mati ? Untuk apa Aku hidup ? Hubungan Penciptaan Hubungan Perintah & Larangan Hubungan Pembangkitan Hubungan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google