Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY-BASED COST SYSTEM 1 Mulyadi Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, Sep 2011.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY-BASED COST SYSTEM 1 Mulyadi Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, Sep 2011."— Transcript presentasi:

1 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY-BASED COST SYSTEM 1 Mulyadi Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, Sep 2011

2 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada BUTIR PENTING 1. Opening remark 2. Konsep ABC system 3. Falsafah yang melandasi ABC system 4. Rerangka pengolahan data dalam ABC system 5. Activity-based process costing 6. Activity-based object costing 7. Closing remark 2

3 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-1 OPENING REMARK 3

4 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada OPENING REMARK (1) If you live in the river you should make friends with the crocodile. Indian proverb

5 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada

6 OPENING REMARK (2) It’s not the strongest nor most intelligent of the species that survive; it is the one most adaptable to change. Charles Darwin

7 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada OPENING REMARK Cost reduction is never an accident; it is always the result of intelligent efforts. (Unknown) 7

8 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-2 KONSEP ABC SYSTEM 8

9 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada KONSEP ABC SYSTEM  ABC system merupakan sistem informasi biaya yang didesain sebagai penyedia informasi lengkap tentang aktivitas untuk memberdayakan personel organisasi dalam pengelolaan aktivitas. 9

10 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY AS A FOCAL POINT OF MANAGING  Activity’s customer  Value- and non-value-added activities  Cycle effectiveness (CE)  Resource driver  Activity driver  Driver quantity  Resource capacity  Budget type Fixed type Variable type Step type 10

11 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM SYSTEM MitosRealitas ABC system merupakan sistem pencatatan,penggolongan, peringkasan, penyajian, dan penginterpretasian informasi biaya. ABC system merupakan sistem analisis biaya berbasis aktivitas untuk memenuhi kebutuhan personel dalam pengambilan keputusan, baik yang bersifat strategik maupun operasional. ABC system merupakan sistem akuntansi dengan perusahaan manufaktur sebagai modelnya. ABC system merupakan sistem informasi biaya yang dapat diterapkan dalam semua jenis organisasi—perusahaan (manufaktur, jasa, dan dagang), organisasi nirlaba, organisasi publik ABC system berfokus ke biaya produksi ABC system mencakup seluruh biaya. Dalam perusahaan manufaktur, ABC system mencakup biaya desain dan pengembangan, biaya produksi, biaya dukungan intern, biaya pemasaran, biaya distribusi, biaya layanan purna jual. 11

12 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM MitosRealitas ABC system berfokus ke perhitungan kos produk dan cost control. ABC system berfokus ke long-term strategic cost reduction ABC system menghasilkan informasi bagi manajemen puncak ABC system menyediakan informasi bagi seluruh personel organisasi (manajer dan karyawan) ABC system dapat diselenggarakan secara manual ABC system hanya akan optimum hasilnya jika diselenggarakan dengan teknologi informasi ABC system merupakan tanggung jawab fungsi akuntansi ABC system mengubah cara menjalankan bisnis, oleh karena itu ABC system menjadi tanggung jawab semua personel, terutama operating personnel. 12

13 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ABC System adalah Sistem Analisis Biaya 13

14 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM ABC system merupakan sistem pencatatan, penggolongan, peringkasan, penyajian, dan penginterpretasian informasi biaya ABC system merupakan sistem analisis biaya berbasis aktivitas untuk memenuhi kebutuhan personel dalam pengambilan keputusan, baik yang bersifat strategik maupun operasional. 14 MitosRealitas

15 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 15

16 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ABC System adalah Sistem Informasi Biaya untuk Segala Macam Organisasi 16

17 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM 17 MitosRealitas ABC system merupakan sistem akuntansi dengan perusahaan manufaktur sebagai modelnya. ABC system merupakan sistem informasi biaya yang dapat diterapkan dalam semua jenis organisasi: perusahaan manufaktur, jasa, dan dagang serta organisasi nirlaba dan organisasi sektor publik

18 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada KLASIFIKASI AKTIVITAS DAN BIAYA SECARA GENERIK 18

19 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 19

20 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 20

21 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 21

22 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 22

23 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada UPSIDE-DOWN ORGANIZATION: FORT RELEY, KANSAS, U.S.A. 23

24 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ABC System Mencakup Seluruh Biaya 24

25 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM ABC system berfokus ke biaya produksi ABC system mencakup seluruh biaya. Dalam perusahaan manufaktur, ABC system mencakup biaya desain dan pengembangan, biaya produksi, biaya dukungan intern, biaya pemasaran, biaya distribusi, biaya layanan purna jual. 25 Mitos Realitas

26 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ABC System Berfokus ke Pengurangan Biaya 26

27 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM ABC system berfokus ke perhitungan kos produk dan cost control ABC system berfokus ke long-term strategic cost reduction 27 MitosRealitas

28 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ABC System Menyediakan Informasi Bagi Seluruh Personel Organisasi 28

29 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM ABC system menghasilkan informasi bagi manajemen puncak ABC system menyediakan informasi bagi seluruh personel organisasi (manajer dan karyawan) 29 MitosRealitas

30 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada TEKNOLOGI MANUAL MEMBATASI PEMANFAATAN INFORMASI AKUNTANSI HANYA UNTUK MANAJEMEN PUNCAK 30 Information is closely guarded Command and Control

31 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada TEKNOLOGI INFORMASI MEMBERDAYAKAN KARYAWAN 31 Information is shared Shared Database Karyawan Direct Access Relay doubles the noise and cuts the message in half

32 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ABC System adalah Sistem Informasi Biaya di Era Teknologi Informasi 32

33 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada MITOS DAN REALITAS TENTANG ABC SYSTEM ABC system dapat diselenggarakan secara manual ABC system merupakan tanggung jawab fungsi akuntansi ABC system hanya akan optimum hasilnya jika diselenggarakan dengan teknologi informasi ABC system mengubah cara menjalankan bisnis, oleh karena itu menjadi tanggung jawab semua personel, terutama operating personnel. 33 MitosRealitas

34 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada KARAKTERISTIK ABC SYSTEM Data biaya dan operasi dicatat dalam akun multidimensi. Paling tidak ada empat dimensi yang dicakup dalam catatan: entitas, budget center, aktivitas, jenis biaya, dan produk/jasa. Data biaya dan data operasi disediakan dalam shared database yang dapat diakses oleh karyawan dan manajer. Informasi yang dihasilkan tidak terbatas pada informasi keuangan, namun mencakup pula informasi operasi. Informasi biaya yang dihasilkan bersifat multidimensi. 34

35 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 35

36 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-3 SEJARAH SINGKAT ABC SYSTEM 36

37 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada SEJARAH ABC SYSTEM Awal eksperimen (1990-an) Activity-based costing Perkembangan selanjutnya Activity-based cost system Perkembangan terkini Activity-based information system 37

38 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY-BASED COSTING Titik berat untuk accurate product costing Hanya mencakup biaya overhead pabrik Hanya diterapkan dalam perusahaan manufaktur 38

39 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY-BASED COST SYSTEM Diterapkan ke semua jenis organisasi: perusahaan (manufaktur, jasa, dan dagang) dan organisasi nirlaba, serta organisasi sektor publik Mencakup semua biaya Terdiri dari tahap penyediaan informasi biaya: Activity-based process costing Activity-based object costing 39

40 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY-BASED INFORMATION SYSTEM Tidak hanya terbatas informasi biaya, namun mencakup pula informasi tentang penyebab terjadinya biaya—yaitu aktivitas Contoh informasi tentang aktivitas adalah: cycle effectiveness, value- and non-value added activities, resource driver, activity driver, budget type (fixed, variable, step variable) 40

41 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-4 FALSAFAH YANG MELANDASI ABC SYSTEM 41

42 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada FALSAFAH YANG MELANDASI ABC SYSTEM 42

43 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada KONSEKUENSI KEYAKINAN DASAR Aktivitas menjadi titik pusat pengelolaan Pengelolaan harus ditujukan untuk improvement berkelanjutan terhadap proses yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan customer Aktivitas diklasifikasikan menjadi dua golongan: value-added activities dan non-value-added activities Pengelolaan terhadap aktivitas difokuskan ke pengurangan dan penghilangan non-value-added activities Pengelolaan terhadap aktivitas memerlukan informasi rinci tentang aktivitas 43

44 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Managing the Causes of Cost (Activity-Based Management) 44 Value-Added Activities Non-Value- Added Activities Activity Selection Activity Sharing Activity Reduction Activity Elimination Emphasis of ABM

45 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Abundant Information on Activity Enables Personnel to Manage the Causes of Cost Customer Value- and non-value-added activities Cycle effectiveness (CE) Resource driver Resource driver quantity Resource driver rate Activity driver quantity Activity driver Resource capacity Budget type Fixed type Variable type Step type 45

46 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Cycle Time Cycle time adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan keseluruhan proses.

47 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Activity-Based Management

48 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-5 RERANGKA PENGOLAHAN DATA DALAM ABC SYSTEM 48

49 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 49 RERANGKA PENGOLAHAN DATA DALAM ABC SYSTEM

50 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada CONTOH RESULT PRODUCING ACTIVITIES DI PERUSAHAAN OPERATOR CELLULAR PHONE Customer care Service development and operation processes Network data management 50

51 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada RESULT CONTRIBUTING ACTIVITIES DI PERUSAHAAN OPERATOR CELLULAR PHONE Network planning and development Network provision Network inventory management Network maintenance and restoration 51

52 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada SUPPORT ACTIVITIES DI PERUSAHAAN OPERATOR CELLULAR PHONE Financial Human resource 52

53 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada OLTP DAN OLAP 53

54 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-7 ACTIVITY-BASED PROCESS COSTING 54

55 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ABPC Tahap pertama pengolahan data dalam ABC system disebut activity-based process costing. Pada tahap ini biaya perlu digolongkan ke dalam dua kelompok besar: Biaya langsung produk/jasa—biaya yang dapat dibebankan secara langsung ke produk/jasa. Biaya ini dibebankan sebagai kos produk/jasa melalui aktivitas yang menghasilkan produk/jasa yang bersangkutan. Biaya tidak langsung produk/jasa—biaya yang tidak dapat dibebankan secara langsung ke produk/jasa. Biaya ini dikelompokkan menjadi dua golongan berikut ini: Biaya langsung aktivitas—biaya yang dapat dibebankan secara langsung ke aktivitas melalui direct tracing. Biaya tidak langsung aktivitas—biaya yang tidak dapat dibebankan secara langsung ke aktivitas. Biaya ini dibebankan ke aktivitas melalui salah satu dari dua cara berikut ini: driver tracing—dibebankan ke aktivitas melalui resource driver, yaitu basis yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara konsumsi sumber daya dengan aktivit allocation—dibebankan ke aktivitas melalui basis yang bersifat sembarang. 55

56 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PANDUAN PENCATATAN ABPC (1) Pencatatan biaya langsung produk/jasa. Biaya langsung produk/jasa dicatat dalam dua tahap: Dicatat ke dalam akun Pusat Pertanggungjawaban—Aktivitas—Biaya. Pencatatan tahap pertama ini dimaksudkan agar ABC system dapat menghasilkan informasi biaya aktivitas. Dicatat ke dalam akun Pusat Pertanggungjawaban—Aktivitas—Biaya—Produk. Pencatatan biaya tidak langsung produk/jasa. Biaya ini dibagi menjadi dua golongan: Biaya langsung aktivitas—biaya yang dapat secara langsung dibebankan ke aktivitas melalui direct tracing. Jurnal untuk mencatat biaya langsung aktivitas adalah: Pusat Pertanggungjawaban—Aktivitas—Biaya UpahRpxx Aktiva atau KewajibanRpxx 56

57 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PANDUAN PENCATATAN ABPC (2) Biaya tidak langsung aktivitas—biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan ke aktivitas. Biaya ini dicatat melalui dua tahap: Dicatat dalam akun Pusat Pertanggungjawaban—Biaya Dibebankan ke akun Pusat Pertanggungjawaban— Aktivitas—Biaya dengan salah satu basis berikut ini: resource driver allocation Perhitungan total biaya per aktivitas. Perhitungan kos produk/jasa. 57

58 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada CONTOH 1 PT KXT mengolah dua macam produknya melalui satu bagian produksi. Struktur organisasi perusahaan tersebut beserta aktivitas yang terdapat di dalamnya dilukiskan pada slide berikut ini. 58

59 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 59 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

60 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada JENIS BIAYA Biaya Bahan Biaya Personel Biaya Perjalanan Biaya Asuransi Biaya Depresiasi Biaya Listrik Biaya Reparasi Biaya Komunikasi 60

61 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 61 RERANGKA PENGOLAHAN DATA BIAYA BERBASIS AKTIVITAS DI PT KXT

62 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pencatatan Pemakaian Sumber Daya 62

63 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pencatatan Pemakaian Bahan Bahan baku dikonsumsi oleh Bagian Perakitan dan Pengecatan. Bahan penolong, seperti minyak pelumas, digunakan oleh Bagian Teknik. Berdasarkan bill of material, biaya bahan dapat ditelusuri konsumsinya secara langsung ke berbagai aktivitas berikut ini 63

64 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Konsumsi Bahan oleh Produk Berdasarkan data dalam bill of material, bahan baku yang dipakai di Bagian Produksi digunakan untuk memproduksi produk-produk berikut ini: 64

65 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk Mencatat Pemakaian Bahan di Bagian Teknik dan Produksi Bagian Teknik—Pereparasian—Biaya BahanRp Bagian Teknik—Pemeliharaan—Biaya Bahan Bagian Produksi—Perakitan—Biaya Bahan Bagian Produksi—Pengecatan—Biaya Bahan Sediaan BahanRp

66 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan untuk produk A dan Produk B B. Produksi—Perakitan—Biaya Bahan—Produk ARp B. Produksi—Perakitan—Biaya Bahan—Produk B Bagian Produksi—Perakitan—Biaya BahanRp B. Produksi—Pengecatan—Biaya Bahan—Produk ARp B. Produksi—Pengecatan—Biaya Bahan—Produk B Bagian Produksi—Pengecatan—Biaya BahanRp

67 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pencatatan Biaya Personel Berdasarkan data dalam daftar gaji dan upah, biaya personel yang dibayarkan dalam bulan April 20X7 didistribusikan sebagai berikut: DirekturRp Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Pemasaran Kepala Bagian Teknik Kepala Bagian Produksi Karyawan di Bagian Keuangan: Pengelolaan Dana Pengelolaan SDM Pengelolaan Kantor Karyawan Bagian Teknik Pereparasian Pemeliharaan Karyawan Bagian Produksi Perakitan Pengecatan Karyawan Bagian Pemasaran Pemerolehan Order Pemenuhan Order TotalRp

68 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Distribusi Biaya Personel (1) Biaya Personel untuk aktivitas perakitan di Bagian Produksi Biaya personel untuk merakit Produk ARp Biaya personel untuk merakit Produk B Biaya personel tidak langsung produk Total biaya personel untuk merakitRp Biaya Personel untuk aktivitas pengecatan di Bagian Produksi: Biaya personel untuk mengecat Produk ARp Biaya personel untuk mengecat Produk B Biaya personel tidak langsung produk Total biaya personel untuk merakitRp

69 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Distribusi Biaya Personel (2) Biaya Personel untuk aktivitas pemerolehan order di Bagian Pemasaran: Biaya personel untuk memperoleh order Produk ARp Biaya personel untuk memperoleh order Produk B Biaya personel tidak langsung produk Total biaya personel untuk merakitRp Biaya Personel untuk aktivitas pemenuhan order di Bagian Pemasaran: Biaya personel untuk memenuhi order Produk ARp Biaya personel untuk memenuhi order Produk B Biaya personel tidak langsung produk Total biaya personel untuk merakitRp

70 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk Mencatat Biaya Personel Direktur—Biaya PersonelRp Kepala Bagian Teknik—Biaya Personel Kepala Bagian Produksi—Biaya Personel Kepala Bagian Keuangan—Biaya Personel Kepala Bagian Pemasaran—Biaya Personel B. Teknik—Pereparasian—Biaya Personel B. Teknik—Pemeliharaan—Biaya Personel B. Produksi—Perakitan—Biaya Personel B. Produksi—Pengecatan—Biaya Personel B. Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Personel B. Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Personel Gaji dan UpahRp

71 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk Mencatat Biaya Personel yang Dibebankan ke Produk A B. Prodksi—Perakitan—Biaya Personel—Prod. ARp B. Produksi—Pengecatan—Biaya Personel—Prod. A B. Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Personel—Prod. A B. Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Personel—Prod. A Bag. Produksi—Perakitan—Biaya PersonelRp Bag. Produksi—Pengecatan—Biaya Personel Bag. Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Personel Bag. Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Personel

72 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk Mencatat Biaya Personel yang Dibebankan ke Produk A Bag. Produksi—Perakitan—Biaya Personel—Produk B Rp Bag. Produksi—Pengecatan—Biaya Personel—Produk B Bag. Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Personel—Prod. B Bag. Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Personel—Prod. B Bag. Produksi—Perakitan—Biaya PersonelRp Bag. Produksi—Pengecatan—Biaya Personel Bag. Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Personel Bag. Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Personel

73 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pencatatan Biaya Perjalanan Berdasarkan cash voucher untuk perjalanan yang dikeluarkan dalam bulan April 20X7, biaya perjalanan dibebankan sebagai berikut: DirekturRp Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Teknik Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian Pemasaran Karyawan di Bagian Keuangan: Pengelolaan Dana Pengelolaan SDM Pengelolaan Kantor Karyawan Bagian Teknik Pereparasian Pemeliharaan Karyawan Bagian Produksi Perakitan Pengecatan Karyawan Bagian Pemasaran Pemerolehan Order Pemenuhan Order TotalRp

74 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada JURNAL UNTUK MENCATAT BIAYA PERJALANAN Direktur—Biaya PerjalananRp Kepala Bagian Teknik—Biaya Perjalanan Kepala Bagian Produksi—Biaya Perjalanan Kepala Bagian Keuangan—Biaya Perjalanan Kepala Bagian Pemasaran—Biaya Perjalanan B. Keuangan & Umum—Pengelolaan Dana—Biaya Perjalanan B. Keuangan & Umum—Pengelolaan SDM—Biaya Perjalanan B Keuangan & Umum—Pengelolaan Kantor—Biaya Perjalanan B. Teknik—Pereparasian—Biaya Perjalanan B. Teknik—Pemeliharaan—Biaya Perjalanan B. Produksi—Perakitan—Biaya Perjalanan B. Produksi—Pengecatan—Biaya Perjalanan B. Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Perjalanan B. Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Perjalanan KasRp

75 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PREMI ASURANSI Premi asuransi dibayarkan untuk pertanggungan kebakaran atas aktiva tetap yang digunakan dalam aktivitas pengelolaan kantor, pereparasian, perakitan dan pengecatan. Bagian Keuangan dan Umum Pengelolaan kantorRp Bagian Teknik Pereparasian Bagian Produksi Perakitan Pengecatan TotalRp

76 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada JURNAL BIAYA ASURANSI Bag. Keu—Pengelolaan Kantor—Biaya Asuransi Rp Bag. Teknik—Pereparasian—Biaya Asuransi Bag. Produksi—Perakitan—Biaya Asuransi Bag. Produksi—Pengecatan—Biaya Asuransi Persekot AsuransiRp

77 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada BIAYA DEPRESIASI Aktiva tetap yang didepresiasi telah dikelompokkan menurut aktivitas yang memanfaatkan. Bagian Keuangan dan Umum Pengelolaan kantorRp Bagian Teknik Pereparasian Bagian Produksi Perakitan Pengecatan TotalRp

78 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada JURNAL BIAYA DEPRESIASI Bag. Keuangan—Pengelolaan Kantor—Biaya DepresiasiRp Bag. Teknik—Pereparasian—Biaya Depresiasi Bag. Produksi—Perakitan—Biaya Depresiasi Bag. Produksi—Pengecatan—Biaya Depresiasi Depresiasi AkumulasianRp

79 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada BIAYA LISTRIK Biaya listrik dibebankan ke aktivitas melalui dua cara: (1) biaya listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan dibebankan ke aktivitas berdasarkan volume ruang dan (2) biaya listrik untuk menjalankan mesin dibebankan berdasarkan kwh. Biaya listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan yang dibayarkan dalam bulan April 20X7 sejumlah Rp Biaya listrik untuk tenaga yang dibayarkan dalam bulan April 20X7 sejumlah Rp

80 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada RESOURCE DRIVER QUANTITY UNTUK PENERANGAN DAN PENDINGIN Direktur250 m3 Bagian Teknik Kepala Bagian100 m3 Pereparasian100 m3 Pemeliharaan100 m3 Subtotal300 m3 Bagian Produksi Kepala Bagian150 m3 Perakitan150 m3 Pengecatan160 m3 Subtotal460 m3 Bagian Keuangan: Kepala Bagian100 m3 Pengelolaan Dana150 m3 Pengelolaan SDM200 m3 Pengelolaan Kantor160 m3 Subtotal610 m3 Bagian Pemasaran Kepala Bagian100 m3 Memperoleh order200 m3 Pemenuhan order140 m3 Subtotal440 m3 Total2.060 m3 80

81 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada RESOURCE DRIVER RATE BIAYA LISTRIK UNTUK PENERANGAN DAN PENDINGIN Resource driver rate biaya listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan Rp2.000 (Rp ÷ m3) 81

82 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada RESOURCE DRIVER QUANTITY LISTRIK UNTUK TENAGA Resource driver quantity biaya listrik untuk tenaga yang dikonsumsi oleh: Bagian Teknik: Pereparasian500 kwh Bagian Produksi Perakitan2.000 kwh Pengecatan1.500 kwh Subtotal3.500 kwh Total4.000 kwh Resource driver rate biaya listrik untuk tenaga Rp2.250 (Rp ÷ kwh) 82

83 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada JURNAL PENCATATAN BIAYA LISTRIK UNTUK PENERANGAN DAN PENDINGIN Direktur—Biaya ListrikRp Bagian Teknik—Biaya Listrik Bagian Produksi—Biaya Listrik Bagian Keuangan—Biaya Listrik Bagian Pemasaran—Biaya Listrik KasRp

84 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan Bagian Teknik ke aktivitas Kepala Bagian TeknikRp Bagian Teknik—Pereparasian—Biaya Listrik Bagian Teknik—Pemeliharaan—Biaya Listrik Bagian Teknik—Biaya ListrikRp

85 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan Bagian Produksi ke aktivitas Kepala Bagian Produksi—Biaya ListrikRp Bagian Produksi—Perakitan—Biaya Listrik Bagian Produksi—Pengecatan—Biaya Listrik Bagian Produksi—Biaya ListrikRp

86 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan Bagian Keuangan ke aktivitas Kepala Bagian Keuangan—ListrikRp Bagian Keuangan—Pengelolaan Dana—Biaya Listrik Bagian Keuangan—Pengelolaan SDM—Biaya Listrik Bagian Keuangan—Pengelolaan Kantor—Biaya Listrik Bagian Keuangan—Biaya ListrikRp

87 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan Bagian Pemasaran ke aktivitas Kepala Bagian Pemasaran—Biaya ListrikRp Bagian Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Listrik Bagian Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Listrik Bagian Pemasaran—Biaya ListrikRp

88 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk Mencatat Pembayaran Biaya Listrik Bagian Teknik—Biaya ListrikRp Bagian Produksi—Biaya Listrik KasRp

89 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Jurnal untuk Mencatat Pembebanan Biaya Listrik untuk Tenaga Di Bagian Teknik Ke Aktivitas dengan Kwh Sebagai Resource Driver Bagian Teknik—Pereparasian—Biaya ListrikRp Bagian Teknik—Biaya ListrikRp

90 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada BIAYA KOMUNIKASI DirekturRp Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Pemasaran Kepala Bagian Teknik Kepala Bagian Produksi Bagian Keuangan: Pengelolaan Dana Pengelolaan SDM Pengelolaan Kantor Bagian Teknik Pereparasian Pemeliharaan Bagian Produksi Perakitan Pengecatan Bagian Pemasaran Pemerolehan Order Pemenuhan Order TotalRp

91 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada JURNAL BIAYA KOMUNIKASI Direktur—Biaya KomunikasiRp Kepala Bagian Keuangan—Biaya Komunikasi Kepala Bagian Teknik—Biaya Komunikasi Kepala Bagian Produksi—Biaya Komunikasi Kepala Bagian Pemasaran—Biaya Komunikasi Bagian Keuangan—Biaya Komunikasi Bag. Teknik—Biaya Komunikasi Bag. Produksi—Biaya Komunikasi Bag. Pemasaran—Biaya Komunikasi KasRp

92 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada JURNAL BIAYA KOMUNIKASI Bagian Keu & Umum—Pengelolaan Dana—Biaya Komunikasi Bagian Keu & Umum—Pengelolaan SDM—Biaya Komunikasi Bagian Keu & Umum—Pengelolaan Kantor—Biaya Komunikasi Bag. Teknik—Pereparasian—Biaya Komunikasi Bag. Teknik—Pemeliharaan—Biaya Komunikasi Bag. Produksi—Perakitan—Biaya Komunikasi Bag. Produksi—Pengecatan—Biaya Komunikasi Bag. Pemasaran—Pemerolehan Order—Biaya Komunikasi Bag. Pemasaran—Pemenuhan Order—Biaya Komunikasi Bagian Keuangan—Biaya KomunikasiRp Bag. Teknik—Biaya Komunikasi Bag. Produksi—Biaya Komunikasi Bag. Pemasaran—Biaya Komunikasi

93 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Proses Pengolahan Data untuk Penyusunan Laporan Biaya Aktivitas 93

94 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Proses Pengolahan Data untuk Penyusunan Laporan Biaya Aktivitas Setelah transaksi biaya dicatat di dalam akun sebagaimana yang telah diuraikan di atas, tahap berikutnya dalam activity-based process costing adalah penyusunan laporan biaya aktivitas. Untuk menguji apakah semua sumber daya telah dibebankan atau dialokasikan ke aktivitas, dari akun biaya dalam general ledger disusun worksheet sebagaimana dilukiskan pada slide berikut ini. Dari worksheet tersebut dapat dihitung total setiap jenis biaya (resources) dan total biaya setiap pusat pertanggungjawaban dan aktivitas. Data dalam worksheet diambilkan dari sebelah debit akun Pusat Pertanggungjawaban—Biaya dan Pusat Pertanggungjawaban—Aktivitas—Biaya. 94

95 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 95 Worksheet Biaya Menurut Pusat Pertanggungjawaban dan Aktivitas

96 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 96 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

97 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya Aktivitas 97

98 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya Aktivitas Berdasarkan Contoh 1 Berdasarkan data dalam Contoh 1, PT KXT memiliki sembilan aktivitas berikut ini: Aktivitas di Bagian Produksi Perakitan Pengecatan Aktivitas di Bagian Teknik Pereparasian Pemeliharaan Aktivitas di Bagian Keuangan: Pengelolaan dana Pengelolaan SDM Pengelolaan kantor Aktivitas di Bagian Pemasaran: Pemerolehan order Pemenuhan order 98

99 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 99 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

100 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya Aktivitas di Bagian Produksi 100

101 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 101 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

102 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada LAPORAN BIAYA AKTIVITAS DI BAGIAN PRODUKSI Laporan biaya aktivitas di Bagian Produksi terdiri dari dua tipe: Laporan rincian biaya aktivitas dan Laporan ringkasan biaya aktivitas. Laporan rincian biaya aktivitas berisi rincian sumber daya yang dikonsumsi oleh dua aktivitas yang berada di Bagian Produksi (aktivitas perakitan dan aktivitas pengecatan) dan sumber daya yang dikonsumsi oleh Kepala Bagian Produksi. Laporan ringkasan biaya aktivitas di Bagian Produksi berisi ringkasan biaya aktivitas perakitan dan aktivitas pengecatan serta ringkasan biaya Kepala Bagian Produksi. Laporan rincian biaya aktivitas di Bagian Produksi disajikan pada: Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Perakitan Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengecatan Laporan Biaya—Kepala Bagian Produksi 102

103 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 103 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Perakitan

104 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengecatan 104

105 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 105 Laporan Biaya Aktivitas—Kepala Bagian Produksi

106 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 106 Laporan Biaya Aktivitas—Bagian Produksi

107 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya Aktivitas di Bagian Teknik 107

108 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 108 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

109 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada LAPORAN BIAYA AKTIVITAS DI BAGIAN TEKNIK Laporan biaya aktivitas di Bagian Teknik terdiri dari dua tipe: Laporan rincian biaya aktivitas dan Laporan ringkasan biaya aktivitas. Laporan rincian biaya aktivitas berisi rincian sumber daya yang dikonsumsi oleh dua aktivitas yang berada di Bagian Teknik (aktivitas pereparasian dan aktivitas pemeliharaan) dan sumber daya yang dikonsumsi oleh Kepala Bagian Teknik. Laporan ringkasan biaya aktivitas di Bagian Teknik berisi ringkasan biaya aktivitas pereparasian dan aktivitas pemeliharaan serta ringkasan biaya Kepala Bagian Teknik. Laporan rincian biaya aktivitas di Bagian Teknik disajikan pada: Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pereparasian Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pemeliharaan Laporan Biaya—Kepala Bagian Teknik 109

110 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 110 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pereparasian

111 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 111 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pemeliharaan

112 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 112 Laporan Biaya Aktivitas—Kepala Bagian Teknik

113 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 113 Laporan Biaya Aktivitas—Bagian Teknik

114 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya Aktivitas di Bagian Keuangan 114

115 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 115 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

116 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada LAPORAN BIAYA AKTIVITAS DI BAGIAN KEUANGAN Laporan biaya aktivitas di Bagian Keuangan terdiri dari dua tipe: laporan rincian biaya aktivitas dan laporan ringkasan biaya aktivitas. Laporan rincian biaya aktivitas berisi rincian sumber daya yang dikonsumsi oleh tiga aktivitas yang berada di Bagian Keuangan (aktivitas pengelolaan dana, aktivitas pengelolaan SDM, dan aktivitas pengelolaan kantor) dan sumber daya yang dikonsumsi oleh Kepala Bagian Keuangan. Laporan ringkasan biaya aktivitas di Bagian Keuangan berisi ringkasan biaya aktivitas pengelolaan dana, aktivitas pengelolaan SDM dan aktivitas pengelolaan kantor serta ringkasan biaya Kepala Bagian Keuangan. Laporan rincian biaya aktivitas di Bagian Keuangan disajikan pada: Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengelolaan Dana Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengelolaan SDM Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengelolaan Kantor Laporan Biaya—Kepala Bagian Keuangan 116

117 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 117 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengelolaan Dana

118 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 118 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengelolaan SDM

119 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 119 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pengelolaan Kantor

120 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 120 Laporan Biaya Aktivitas—Kepala Bagian Keuangan

121 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 121 Laporan Biaya Aktivitas—Bagian Keuangan

122 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya Aktivitas di Bagian Pemasaran 122

123 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 123 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

124 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada LAPORAN BIAYA AKTIVITAS DI BAGIAN PEMASARAN Laporan biaya aktivitas di Bagian Pemasaran terdiri dari dua tipe: Laporan rincian biaya aktivitas dan Laporan ringkasan biaya aktivitas. Laporan rincian biaya aktivitas berisi rincian sumber daya yang dikonsumsi oleh tiga aktivitas yang berada di Bagian Pemasaran (aktivitas pemerolehan order dan aktivitas pemenuhan order) dan sumber daya yang dikonsumsi oleh Kepala Bagian Pemasaran. Laporan ringkasan biaya aktivitas di Bagian Pemasaran berisi ringkasan biaya aktivitas pemerolehan order dan aktivitas pemenuhan order serta ringkasan biaya Kepala Bagian Pemasaran. Laporan rincian biaya aktivitas di Bagian Pemasaran disajikan pada: Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pemerolehan Order Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pemenuhan Order Laporan Biaya—Kepala Bagian Pemasaran 124

125 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 125 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pemerolehan Order

126 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 126 Laporan Biaya Aktivitas—Aktivitas Pemenuhan Order

127 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 127 Laporan Biaya Aktivitas—Kepala Bagian Pemasaran

128 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 128 Laporan Biaya Aktivitas—Bagian Pemasaran

129 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Laporan Biaya di Direktorat 129

130 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada LAPORAN BIAYA DI DIREKTORAT Laporan biaya aktivitas di Direktorat terdiri dari dua tipe: Laporan rincian biaya aktivitas dan Laporan ringkasan biaya aktivitas. Laporan rincian biaya aktivitas berisi rincian sumber daya yang dikonsumsi oleh Direktur. Laporan ringkasan biaya aktivitas di Direktorat berisi ringkasan biaya aktivitas Bagian Produksi, Bagian Teknik, Bagian Keuangan, Bagian Pemasaran, dan Direktorat Laporan rincian biaya aktivitas di Direktorat disajikan pada: Laporan Biaya Aktivitas—Direktur Laporan Biaya Aktivitas—Direktorat 130

131 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 131 Laporan Biaya Aktivitas—Direktur

132 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 132 Laporan Biaya Aktivitas—Direktorat

133 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting ke-7 ACTIVITY-BASED OBJECT COSTING 133

134 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PROSES ABOC ABOC terdiri dari tiga kegiatan penting: Penentuan activity cost pool Pembebanan biaya antaraktivitas Pembebanan biaya result-producing activities ke cost object. 134

135 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PEMBENTUKAN ACTIVITY COST POOL Activity cost pool adalah akun yang digunakan untuk menggabungkan biaya dua atau lebih aktivitas yang memiliki activity driver yang sama untuk dapat dibebankan secara bersama-sama ke produk/jasa dengan menggunakan hanya satu activity driver. PT KXT memiliki empat result-producing activities:(1) pemerolehan order, (2) pemenuhan order, (3) perakitan, dan (4) pengecatan. Dari keempat activity cost pool ini biaya aktivitas dibebankan ke cost object dengan menggunakan activity driver. Oleh karena result-producing activities dalam Contoh 1 ini tidak ada yang memiliki activity driver yang sama, maka tidak dibentuk activity cost pool. 135

136 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PEMBEBANAN BIAYA ANTARAKTIVITAS Ada tiga tahap pembebanan biaya antaraktivitas: Pembebanan biaya Direktur ke Bagian-bagian yang berada di bawah wewenang Direktur Pembebanan Biaya Kepala Bagian ke aktivitas yang berada di bawah wewenang Kepala Bagian yang bersangkutan Pembebanan biaya support activities ke result- contributing activities dan result-producing activities 136

137 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada 137 STRUKTUR ORGANISASI PT KXT DAN AKTIVITAS YANG ADA DI DALAMNYA

138 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PEMBEBANAN BIAYA AKTIVITAS DIREKTUR KE PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN 138

139 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Biaya Kepala Bagian Keuangan ke Aktivitas-aktivitas Di Bawahnya 139

140 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Biaya Kepala Bagian Teknik ke Aktivitas-aktivitas di Dalamnya 140

141 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Biaya Kepala Bagian Produksi ke Aktivitas-aktivitas yang Berada Di Dalamnya 141

142 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Biaya Kepala Bagian Pemasaran ke Aktivitas-Aktivitas yang Ada Di Dalamnya 142

143 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Biaya Aktivitas Setelah Menerima Beban dari Kepala Bagian 143

144 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Activity Driver dan Activity Driver Quantity Support Activities 144

145 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Biaya Support Activity ke Result- Contributing dan Result-Producing Activities 145

146 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Perhitungan Laba-Rugi ABC System 146

147 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Biaya Result-Contributing Activities ke Result- Producing Activities dan Perhitungan Biaya per Unit Activity Driver 147

148 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada INFORMASI KONSUMSI AKTIVITAS OLEH SETIAP PRODUK 148

149 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN KOS PRODUK Perhitungan kos produk Produk A Biaya langsung produk Biaya bahan baku—PerakitanRp Biaya bahan baku—Pengecatan Subtotal Rp Biaya tidak langsung yang dibebankan dengan basis activity driver Aktivitas pemerolehan order 20 x Rp Rp Aktivitas pemenuhan order 40 x Rp Aktivitas Perakitan 700 x Rp Aktivitas Pengecatan 50 x Rp Subtotal kos produk A Total kos produk A Rp

150 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN KOS PRODUK Produk B Biaya langsung produk Biaya bahan baku—PerakitanRp Biaya bahan baku—Pengecatan SubtotalRp Biaya tidak langsung yang dibebankan dengan basis activity driver Aktivitas pemerolehan order 30 x Rp Rp Aktivitas pemenuhan order 50 x Rp Aktivitas Perakitan 300 x Rp Aktivitas Pengecatan 100 x Rp Subtotal kos produk A Rp Total kos produk BRp

151 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN LABA-RUGI ABC SYSTEM Produk A Produk B Total Hasil penjualanRp Rp Rp Biaya langsung produk: Bahan baku—PerakitanRp Rp Rp Bahan baku—Pengecatan Sub total Rp Rp Rp Biaya tidak langsung produk: Aktivitas Pemerolehan Order Rp Rp Aktivitas Pemenuhan Order Aktivitas Perakitan Aktivitas Pengecatan Sub totalRp Rp Total biaya Rp Laba bersih usahaRp

152 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-7 PERHITUNGAN LABA-RUGI ABC SYSTEM 152

153 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN LABA-RUGI ABC SYSTEM Misalnya dari Contoh 1 semua produk A dan produk B yang diproduksi laku terjual dalam bulan April 20X7 dengan harga Rp untuk produk A dan Rp untuk produk B, maka perhitungan laba- rugi menurut ABC system bulan tersebut disajikan pada slide berikut ini: 153

154 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN LABA-RUGI ABC SYSTEM 154

155 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-7 PERHITUNGAN KOS PRODUK UNTUK PENYAJIAN INFORMASI KEUANGAN KEPADA PIHAK LUAR PERUSAHAAN 155

156 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN LABA-RUGI MENURUT PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM (1) Perhitungan laba-rugi untuk pihak luar perusahaan dilakukan dengan menggunakan basis prinsip akuntansi berterima umum (generally accepted accounting principles). Menurut prinsip akuntansi ini, biaya yang boleh diperhitungkan ke dalam kos produk hanya mencakup biaya produksi—yaitu biaya yang dikeluarkan atau terjadi pada tahap produksi. Biaya produksi diperhitungkan ke dalam kos produk yang dijual, sedangkan biaya yang dikeluarkan atau terjadi di luar tahap produksi diperlakukan sebagai biaya usaha dan disajikan terpisah dari kos produk yang dijual dalam laporan laba-rugi. 156

157 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN LABA-RUGI MENURUT PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM (2) Berdasarkan data dalam Contoh 1, biaya yang diperhitungkan ke dalam kos produk adalah biaya yang dikeluarkan atau terjadi di Bagian-Bagian berikut ini: Bagian Teknik: Aktivitas pereparasian Aktivitas pemeliharaan Bagian Produksi: Aktivitas perakitan Aktivitas pengecatan Pembebanan biaya result-contributing activities ke result- producing activities disajikan pada gambar di slide berikut ini: 157

158 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Result-Contributing Activities ke Result- Producing Activities dan Per Unit Activity Driver 158

159 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Pembebanan Result-Contributing Activities ke Result- Producing Activities dan Per Unit Activity Driver 159

160 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada PERHITUNGAN KOS PRODUK 160

161 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Perhitungan Laba-Rugi Menurut Prinsip Akuntansi Berterima Umum 161

162 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting Ke-10 APA YANG DIJANJIKAN OLEH ABC SYSTEM? 162

163 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada APA YANG DIJANJIKAN OLEH ABC SYSTEM? Menyediakan informasi berlimpah tentang aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer, Menyediakan fasilitas untuk menyusun dengan cepat anggaran berbasis aktivitas (activity-based budget), Menyediakan informasi biaya untuk memantau implementasi rencana pengurangan biaya, dan Menyediakan secara akurat dan multidimensi kos produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. 163

164 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada Butir Penting ke—10 CLOSING REMARK 164

165 Mulyadi, Universitas Gadjah Mada CLOSING REMARK Perubahan tidak menjamin tercapainya perbaikan, tetapi tidak ada perbaikan yang bisa dicapai tanpa perubahan. Maka bersikap ramahlah kepada perubahan. Mario Teguh


Download ppt "Mulyadi, Universitas Gadjah Mada ACTIVITY-BASED COST SYSTEM 1 Mulyadi Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, Sep 2011."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google