Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Dwi Martani Ketua Departeman Akuntansi FEUI Anggota Tim Implementassi IFRS WORKSHOP PSAK 16, 13 dan 48 Universitas Negeri Semarang 9 Oktober 2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Dwi Martani Ketua Departeman Akuntansi FEUI Anggota Tim Implementassi IFRS WORKSHOP PSAK 16, 13 dan 48 Universitas Negeri Semarang 9 Oktober 2010."— Transcript presentasi:

1 1 Dwi Martani Ketua Departeman Akuntansi FEUI Anggota Tim Implementassi IFRS WORKSHOP PSAK 16, 13 dan 48 Universitas Negeri Semarang 9 Oktober 2010

2 Agenda PSAK PSAK 13 3 PSAK 48 2

3 PSAK 16 (Revisi 2007) ASET TETAP Slide by : Taufik Hidayat SE,Ak,MM 3

4 Agenda 1.Pengertian Aset Tetap 2.Pengakuan 3.Pengukuran Awal 4.Pengukuran Setelah Pengakuan Awal 5.Depresiasi 6.Penurunan Nilai 7.Penghentian Pengakuan 8.Pengungkapan 4

5 1. Pengertian Aset Tetap  Aset tetap seringkali merupakan komponen yang signifikan dalam Neraca Perusahaan.  Aset Tetap bersifat tangible dan digunakan dalam jangka panjang.  PSAK 16 : Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6) 1.Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan 2.Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.  Berdasarkan definisi di atas, pengertian aset tetap mencakup : 1.Tujuan penggunaan 2.Lama digunakan. 5

6 2. Pengakuan Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika : (par 7) a)Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan b)Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Suku cadang utama, peralatan pemeliharaan, penggantian dan inspeksi dapat diakui sebagai aset tetap. Kriteria Pengakuan Jika kriteria pengakuan terpenuhi, biaya tersebut diakui dan jumlah tercatat komponen yang diganti atau inspeksi terdahulu dihentikan pengakuannya. 6

7 2. Pengakuan Improvement Kriteria pengakuan untuk : Biaya Perolehan Awal Biaya setelah Perolehan Awal LamaKriteria Berbeda SekarangKriteria Sama Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut kan mengalir ke entitas Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut kan mengalir ke entitas Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal Menambah masa manfaat Menambah kapasitas Menambah masa manfaat Menambah kapasitas Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut kan mengalir ke entitas Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal Kriteria keduanya sama Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut kan mengalir ke entitas Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal Kriteria keduanya sama Biaya yang tidak memenuhi kriteria –Masuk ke laporan laba rugi 7

8 2. Pengakuan Kasus –Ad hoc repairs and maintenance expenditures are charged to the profit and loss account in the period in which they are incurred –Cost of replacing concrete road surface of expressways is recognised in the carrying amount of expressways and the carrying amount of replaced concrete road is derecognised –Expenditures for upgrading asphalt road surface of an expressways are capitalised as additional costs of the expressway –In other situations where it can be clearly demonstrated that the expenditure has resulted in an increase in the future economic benefits expected to be obtained from the use of the fixed asset the expenditure is capitalised as an additional cost of that asset. Capitalise Expense Capitalise Perusahaan Pengelola Jalan Tol 8

9 3. Pengukuran Awal Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan. (par 15) 9

10 3. Pengukuran Awal Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain; b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen c)Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul –ketika aset tersebut diperoleh, atau –karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan. Purchase Price Directly Attributable Cost Dismantling Cost 10

11 3. Pengukuran Awal ASJ Design House Limited leased an office for a lease term of 5 years in 2007 and incurred $500,000 in decorating the office. The lease requires ASJ to restore the office to its original status when the lease expires. Miss Amy Au, the finance director of ASJ, estimates that the total cost of restoration will be around $60,000 at that time and the discount rate to ASJ is 6%. Determine the cost of the decoration. Example 11

12 3. Pengukuran Awal The cost of the decoration should be $500,000 plus the initial estimates of the costs of removing the decoration and restoring the office, i.e. $60,000 ÷ (1 + 6%) 5 = $44,835. Therefore, the total cost of decoration recognised initially in the balance sheet is $544,835 and the journal entry is: DrAset Tetap544,835 CrKas500,000 Kewajiban44,835 The cost of the decoration should be $500,000 plus the initial estimates of the costs of removing the decoration and restoring the office, i.e. $60,000 ÷ (1 + 6%) 5 = $44,835. Therefore, the total cost of decoration recognised initially in the balance sheet is $544,835 and the journal entry is: DrAset Tetap544,835 CrKas500,000 Kewajiban44,835 Example 12

13 3. Pengukuran Awal John and Sherman Engineering Inc. introduced a new production line. The expenditures incurred for this new line include: 1.$50,000 for the costs of employee in fixing the interior of the factory to suit for the production line, 2.$100,000 in preparing the factory site, 3.$5,000,000 in purchasing the machines for the line, 4.$60,000 in arranging the initial delivery, 5.The installation and assembly costs of the machines of $55,000, 6.Costs of initial testing of $40,000, 7.Professional fees in assessing the function and installation of $20,000, 8.Costs of grand opening the new line of $30,000, 9.Costs of introducing a new product manufactured by this new production line of $950,000, and 10.Administration and other general overhead costs in studying and following up the installation of $25,000. Discuss and determine the cost of the new production line. Example 13

14 3. Pengukuran Awal  The cost of the new production line recognised as property, plant and equipment should be $5,325,000.  The costs incurred not directly attribute to the acquisition and installation of the line to its intended use cannot be recognised.  Therefore, the following costs are not included:  Costs of grand opening the new line of $30,000,  Costs of introducing a new product manufactured by this new production line of $950,000, and  Administration and other general overhead costs in studying and following up the installation of $25,000.  The cost of the new production line recognised as property, plant and equipment should be $5,325,000.  The costs incurred not directly attribute to the acquisition and installation of the line to its intended use cannot be recognised.  Therefore, the following costs are not included:  Costs of grand opening the new line of $30,000,  Costs of introducing a new product manufactured by this new production line of $950,000, and  Administration and other general overhead costs in studying and following up the installation of $25,000. Example 14

15 3. Pengukuran Awal  Jika aset yang diperoleh tidak dapat diukur dengan nilai wajar, maka biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan. Commercial Substance Fair Value of Exchanged Asset Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali: –Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau –Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal 15

16 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Entitas harus memilih antara: Cost Model Revaluation Model Sebagai kebijakan akuntansinya, dan Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. 16

17 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Cost Model Revaluation Model Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar : –Biaya perolehan –dikurangi Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar : –Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, –dikurangi Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset yang terjadi setelah tanggal revaluasi. 17

18 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar (arm’s length transaction). Appraisal Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, maka  Entitas perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan penghasilan atau depreciated replacement cost. 18

19 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model Revaluasi harus dilakukan secara reguler –Untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca. Revaluasi harus dilakukan secara reguler –Untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca. Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional, atau eliminasi. 19

20 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Metode Proporsional Aset senilai $ diperoleh tanggal 1 Januari 2008 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2008 nilai wajar aset adalah $ /1/08Aset tetap10,000 Kas 10,000 31/12/08Beban Penyusutan2,000 Akumulasi Penyusutan2,000 31/12/08 Aset Tetap5,000 Akumulasi Penyusutan 1,000* Surplus Revaluasi4,000 *(( )/8.000) x Example 20

21 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Metode Eliminasi Aset senilai $ diperoleh tanggal 1 Januari 2008 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2008 nilai wajar aset adalah $ /1/08Aset tetap10,000 Kas 10,000 31/12/08Beban Penyusutan2,000 Akumulasi Penyusutan2,000 31/12/08 Akumulasi Penyusutan 2,000 Aset Tetap2,000 Aset Tetap4,000 Surplus Revaluasi4,000 Example 21

22 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model  Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka  seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi  Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi.  Diakui dalam L/R sejumlah penurunan akibat revaluasi terdahulu (jika ada).  Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi.  Didebit ke ekuitas – sejumlah saldo kredit surplus revaluasi (jika ada). Entire class To Equity directly Negative to P/L 22

23 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example  Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Aset Tetap Cr – Surplus Revaluasi

24 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan penurunan Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Aset Tetap Cr – Keuntungan Revaluasi Cr - Surplus Revaluasi

25 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example  Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Rugi Revaluasi Cr – Aset Tetap

26 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Example  Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan surplus Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Rugi Revaluasi5.000 Dr – Surplus Revaluasi5.000 Cr – Aset Tetap

27 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model  Surplus revaluasi yang disajikan di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya.  Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan penggunaan aset oleh entitas. (partially realized)  Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian dan penyusutan dengan biaya perolehan. (atau nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis) Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi. DrSurplus Revaluasi CrSaldo Laba DrSurplus Revaluasi CrSaldo Laba 27

28 4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal  CJS Limited bought a car with a cost of $50,000 on 1 Jan and adopted the revaluation model.  The estimated useful life of the car is 5 years.  On 1 Jan. 2006, the car was revalued with a fair value of $48,000 at that date.  Prepare the journal entries for the year ended 31 December 2005 and 31 December Example Dr Aset tetap50,000 CrKas50,000 Dr Aset tetap50,000 CrKas50,000 Dr Beban Penyusutan10,000 CrAkumulasi Penyusutan10,000 Dr Beban Penyusutan10,000 CrAkumulasi Penyusutan10,000 Dr Akumulasi Penyusutan10,000 CrAset tetap2,000 CrSurplus Revaluasi8,000 Dr Akumulasi Penyusutan10,000 CrAset tetap2,000 CrSurplus Revaluasi8,000 Revaluation Model Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000 Cr Akumulasi Penyusutan 12,000 Dr Surplus Revaluasi 2,000 CrSaldo Laba2,000 Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000 Cr Akumulasi Penyusutan 12,000 Dr Surplus Revaluasi 2,000 CrSaldo Laba2,000 Year ended Year ended

29 5. Penyusutan Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life). Penyusutan Cost Model Revaluation Model 29

30 5. Penyusutan  Setiap bagian aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah.  Contoh : rangka dan mesin pesawat  Beban penyusutan untuk setiap periode harus diakui dalam laporan laba rugi kecuali jika beban tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lain. Penyusutan 30

31 5. Penyusutan Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap digunakan –Pada saat aset berada di lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen. Penyusutan aset dihentikan lebih awal ketika: –Diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual; dan –Aset dihentikan pengakuannya. Tanah dan bangunan diperlakukan sebagai aset terpisah walaupun diperoleh sekaligus. Implikasinya, penyusutan tidak dihentikan sekalipun aset: –sedang tidak digunakan atau –dihentikan penggunaannya Penyusutan 31

32 5. Penyusutan  Nilai residu dan umur manfaat suatu aset harus di-review minimum setiap akhir tahun buku  Jika hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi. 32

33 5. Penyusutan At 1 Jan. 2006, Celia bought a laser printing machine of $50 million The machine will be used for 5 years (maximum useful life) and then dispose of at zero value The machine’s laser head can operate 500 hours, after that replacement of a new laser head is needed The cost of a new laser head was $10 million at that time and its residual value is zero. At 1 Jan. 2006, Celia bought a laser printing machine of $50 million The machine will be used for 5 years (maximum useful life) and then dispose of at zero value The machine’s laser head can operate 500 hours, after that replacement of a new laser head is needed The cost of a new laser head was $10 million at that time and its residual value is zero. Example Same laser machine example as before At 31 Dec. 2006, the price of a new laser machine increases to $75 million No change in cost of a new laser head and estimated maximum useful life Can Celia revise the residual value at 31 Dec. 2006? No! Celia has not changed its usage plan and the residual value after the estimated useful live would still be zero No! Celia has not changed its usage plan and the residual value after the estimated useful live would still be zero 33

34 5. Penyusutan Faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan umur manfaat. Prakiraan daya pakai aset; Prakiraan tingkat keausan fisik; Keusangan teknis dan keusangan komersil; Pembatasan penggunaan aset karena aspek hukum (misal : sewa). Umur Manfaat 34

35 5. Penyusutan  Metode penyusutan yang digunakan:  Harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan atas aset oleh entitas.  Harus di-review minimum setiap akhir tahun buku, dan  Perubahan metode diperlakukan sebagai perubahan estimasi. Metode Penyusutan 35

36 5. Penyusutan Garis Lurus Saldo Menurun Jumlah Unit Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan Metode Penyusutan 36

37 6. Penurunan Nilai  Lihat PSAK 48 tentang Penurunan Nilai Aset, yang menmbahas: 1.Bagaimana entitas melakukan review atas nilai tercatat aset, 2.Bagaimana menentukan recoverable amount suatu aset, dan 3.Kapan mengakui atau membalik rugi penurunan nilai. 37

38 7. Penghentian Pengakuan  Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat: a)dilepaskan; atau b)Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.  Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali transaksi jual- sewa balik).  Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan. 38

39 7. Penghentian Pengakuan  Penghentin pengakuan pada saat penggantian sebagian aset tetap  Sesuai dengan prisip pengakuan (par 7), Entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian dalam jumlah tercatat aset, Kemudian menghentikan pengakuan jumlah tercatat bagian yang digantikan tanpa memperhatikan bagian yang digantikan telah disusutkan secara terpisah. Jika tidak praktis, biaya perolehan penggantian = biaya perolehan yang digantikan.  Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara :  Jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan  Jumlah tercatat dari aset. 39

40 At 31 Dec. 2007, replacement of the laser head is needed after 400 hours of operation The carrying amount of the laser head alone would be $ 2 million at that date [$10M – ($10M  500 x 400)] The cost of a new laser head is $ 8 million. At 31 Dec. 2007, replacement of the laser head is needed after 400 hours of operation The carrying amount of the laser head alone would be $ 2 million at that date [$10M – ($10M  500 x 400)] The cost of a new laser head is $ 8 million. If the laser head is replaced Replaced laser head with $ 2 million shall be derecognised New laser head of $ 8 million shall be recognised If the laser head is replaced Replaced laser head with $ 2 million shall be derecognised New laser head of $ 8 million shall be recognised 7. Penghentian Pengakuan Example At 1 Jan. 2006, Celia bought a laser printing machine of $50 million The machine will be used for 5 years (maximum useful life) and then dispose of at zero value The machine’s laser head can operate 500 hours, after that replacement of a new laser head is needed The cost of a new laser head was $10 million at that time and its residual value is zero. At 1 Jan. 2006, Celia bought a laser printing machine of $50 million The machine will be used for 5 years (maximum useful life) and then dispose of at zero value The machine’s laser head can operate 500 hours, after that replacement of a new laser head is needed The cost of a new laser head was $10 million at that time and its residual value is zero. Same laser machine example as before 40

41 7. Penghentian Pengakuan Dr. Akumulasi Penyusutan8 M Dr. Rugi2 M Cr. Aset Tetap10 M Dr. Aset Tetap8 M Cr. Kas8 M Example 41

42 8. Pengungkapan  Lihat PSAK 16 42

43 9. Ikhtisar Perubahan NoPerihalPSAK 16 RevisiPSAK 16 Lama 1IstilahAsetAktiva 2PenyusutanDigabung di PSAK 16. Bagian yg signifikan disusutkan terpisah. Diatur di PSAK lain 3Komponen Biaya Perolehan Termasuk: biaya imbalan kerja biaya pengujian aset – hasil penjualan dari pengujian Tidak mengatur 2 hal tsb secara spesifik. 4Bukan Komponen Biaya Perolehan Kegiatan insidental ini mungkin terjadi sebelum atau selama konstruksi atau aktivitas pengembangan (misal : parkir) Tidak mengatur hal tsb secara spesifik. 5Pertukaran AsetMembedakan antara ada substansi komersial atau tidak. Membedakan pertukaran sejenis dan tidak sejenis 43

44 9. Ikhtisar Perubahan NoPerihalPSAK 16 RevisiPSAK 16 Lama 6Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Cost Model atau Revaluation Model Hanya Cost Model, revaluasi boleh dilakukan jika sesuai ketentuan pemerintah 7Telaah Ulang Nilai Residu, Umur Manfaat & Metode Penyusutan Harus dilakukan minimum tiap akhir tahun dan perubahannya diperlakukan sebagai perubahan estimasi (prospektif). Telaah nilai residu tidak diatur, perubahan umur manfaat diperlakukan prospektif, perubahan metode penyusutan retrospektif. 8Aktiva Lain-lainDiatur di PSAK lainMengatur Aktiva Lain-lain 9Dismantling CostDiakui sebagai biaya perolehan dan kewajiban Tidak diatur 44

45 10. Latihan Soal An asset was acquired January 1, 2006, for $10,000 and is expected to have a 5-year life without any salvage value. Straight-line depreciation is used. On January 1, 2007 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of $12,000 On January 1, 2008 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of $4,500 On January 1, 2009 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of $5,000 Required: a.Prepare all necessary journal based on revaluation model! b.Prepare all necessary journal based on cost model! Assume that the condition of January 1, 2008 fulfills the criteria for impairment! 45

46 Jawaban – Revaluation -Proportional 1/1/06Asset10,000 Cash. 10,000 31/12/06Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/07Asset5,000* Accumulated depreciation1,000** Revaluation surplus4,000 *((12,000-8,000)/8,000) x 10,000 **((12,000-8,000)/8,000) x 2,000 46

47 Jawaban – Revaluation -Proportional 31/12/07Depreciation expense3,000 (12,000/4) Accumulated depreciation3,000 Revaluation surplus1,000 (4000/4) Retained earnings1,000 1/1/08Accumulated depreciation3,000* Revaluation surplus3,000 Loss from asset impairment1,500 Asset7,500** *((9,000-4,500)/9,000) x 6,000 **((9,000-4,500)/9,000) x 15,000 47

48 Jawaban – Revaluation -Proportional 31/12/08Depreciation expense1,500 (4,500/3) Accumulated depreciation1,500 1/1/09Asset5,000* Accumulated depreciation3,000** Profit/Loss1,500 Revaluation surplus 500 *((5,000-3,000)/3,000) x 7,500 **((5,000-3,000)/3,000) x 4,500 48

49 Jawaban – Revaluation -Elimination 1/1/06Asset10,000 Cash. 10,000 31/12/06Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/07Accumulated Depreciation2,000 Asset2,000 Asset4,000 Revaluation Surplus4,000 49

50 Jawaban – Revaluation -Proportional 31/12/07Depreciation expense3,000 (12,000/4) Accumulated depreciation3,000 Revaluation surplus1,000 (4000/4) Retained earnings1,000 1/1/08Accumulated depreciation3,000 Asset3,000 Revaluation surplus3,000 Loss from asset impairment1,500 Asset4,500 50

51 Jawaban – Revaluation -Proportional 31/12/08Depreciation expense1,500 (4,500/3) Accumulated depreciation1,500 1/1/09Accumulated depreciation1,500 Asset1,500 Asset2,000 Profit/Loss 1,500 Revaluation surplus

52 Jawaban – Cost Model 1/1/06Asset10,000 Cash. 10,000 31/12/06Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/07No journal 31/12/07Depreciation expense2,000 Accumulated depreciation2,000 1/1/08Loss from asset impairment1,500 Accumulated depreciation1,500 31/12/08Depreciation expense1,500 Accumulated depreciation1,500 1/1/09Accumulated Depreciation1,000 Profit/Loss1,000 52

53 PSAK 16 ASET TETAP SEKIAN 53

54 PSAK 13 Properti Investasi Slide by : Taufik Hidayat,SE,Ak,MM 54

55 Agenda 1.Ruang Lingkup 2.Klasifikasi Properti Investasi 3.Pengakuan 4.Pengukuran Awal 5.Pengukuran setelah Pengakuan Awal 6.Transfer 7.Pelepasan 8.Pengungkapan 55

56 1. Lingkup  Diterapkan juga untuk pengukuran : 1.Hak atas properti investasi dalam sewa yang dicatat sebagai sewa pembiayaan dalam laporan keuangan lessee, dan 2.Properti investasi yang diserahkan kepada lessee yang dicatat sebagai sewa operasi dalam laporan keuangan lessor. 56

57 1. Lingkup  PSAK ini tidak mencakup hal-hal yang diatur dalam PSAK 30 Sewa : 1.Klasifikasi sewa pembiayaan dan sewa operasi; 2.Pengakuan penghasilan sewa dari properti investasi; 3.Pengukuran hak atas sewa operasi dalam laporan keuangan lessee; 4.Pengukuran investasi neto atas sewa pembiayaan dalam laporan keuangan lessor; 5.Akuntansi atas transaksi jual dan sewa-balik; dan 6.Pengungkapan sewa pembiayaan dan sewa operasi.  PSAK ini tidak berlaku untuk: 1.Aset biologis; and 2.Hak penambangan dan reservasi tambang. 57

58 2. Klasifikasi Properti Investasi  Properti Investasi adalah:  properti (tanah atau bangunan—atau bagian dari bangunan—atau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai, atau kedua-duanya, dan tidak untuk: 1.Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau 2.Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. 58

59 2. Klasifikasi Properti Investasi  Untuk dapat mengklasifikasikan suatu properti sebagai properti investasi, harus memenuhi kedua kriteria berikut: 1.Tujuan penggunaan (rental dan/atau kenaikan nilai), dan 2.Jenis kepemilikan (dimiliki sendiri atau melalui sewa pembiayaan). Mode of Usage Mode of Ownership 1-2 Juni

60 2. Klasifikasi Properti Investasi  PSAK 13 membedakan antara properti investasi dengan properti yang digunakan sendiri.  Properti yang digunakan sendiri mengacu pada PSAK 16 Aset Tetap.  Properti yang digunakan sendiri adalah:  Properti yang dukuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif. Mode of Usage 60

61 2. Klasifikasi Properti Investasi  Untuk memenuhi kriteria properti investasi, properti haruslah :  Dikuasai oleh pemilik, atau  Dikuasai oleh entitas dalam sewa pembiayaan  Implikasinya, properti yang dikuasai lessee dalam sewa operasi tidak dapat diklasifikasikan sebagai properti investasi.  Amandemen IAS 40 Desember 2003 membolehkan properti yang dikuasai lessee dalam sewa operasi sebagai properti investasi, jika dan hanya jika memenuhi definisi properti investasi dan lessee menggunakan model revaluasi, bahkan untuk semua properti investasinya. Mode of Ownership 61

62 Contoh yang BUKAN properti investasi Properti yang digunakan sendiri Properti (selesai / dalam pembangunan) yang diniatkan untuk dijual Properti yang dibangun atas nama pihak ketiga Properti yang diswakan pada pihak lain dalam sewa pembiayaan Properti dalam proses konstruksi / pengembangan yang akan digunakan sebagai properti investasi 2. Klasifikasi Properti Investasi Properti yang sudah diklasifikasikan sebagai properti investasi namun dalam pengembangan ulang. masih Properti Investasi Example PSAK mana?  PSAK 16  PSAK 14  PSAK 34  PSAK 30  PSAK 16 62

63 2. Klasifikasi Properti Investasi Example  GV Inc. has three properties in Hong Kong and overseas and uses them to earn rental. Except for Property C which is owned by GV, the other 2 properties, Property A and B are held by GV under operating leases.  Evaluate the accounting implication of PSAK 13 on GV’s properties. 63

64 Properti C meets the definition of investment property under PSAK 13 and GV must use PSAK 13 to account for it. Property A and B do not meet such definition since they are neither owned nor held by GV under a finance lease. However, GV has a classification alternative under PSAK 13 to choose to account for either Property A or B (or both) as investment property. In consequence, GV can consider the following alternatives: If either Property A or B (or both) are accounted for under PSAK 13 as investment property, GV will be required to use the fair value model in accordance with PSAK 13 to account for all properties classified as investment property, including Property C and Property A and/or B. If both Property A and B are not classified as investment property, GV will be required to account for Property A and B as a lease under PSAK 30 and will choose between cost model and fair value model in accordance with PSAK 13 to account for Property C. 2. Klasifikasi Properti Investasi Example 64

65 2. Klasifikasi Properti Investasi  Dalam satu properti sebagian memenuhi kriteria properti investasi dan sebagian lain TIDAK meneuhi kriteria properti investasi.  Jika dua bagian tersebut: Dapat dijual terpisah Tidak dapat dijual terpisah Atau disewakan terpisah dalam sewa pembiayaan  Entitas mencatatnya secara terpisah  Properti adalah properti investasi hanya jika bagian yang bukan properti investasi jumlahnya tidak signifikan 65

66 2. Klasifikasi Properti Investasi Entitas memiliki properti yang disewakan kepada, dan digunakan oleh, induk atau anak perusahaan lain, maka :  properti bukan properti investasi dalam laporan keuangan konsolidasi, karena properti dimiliki sendiri dalam perspektif grup.  Namun, jika memenuhi kriteri properti investasi, lessor mengakui sebagai properti investasi dalam laporan keuangan individualnya. Consolidated Individual 66

67 3. Pengakuan  Sama dengan PSAK 16 Kriteria Pengakuan 67

68 4. Pengukuran Awal  Sama dengan PSAK 16  Biaya perolehan awal hak atas properti yang dikuasai secara sewa dan dikelompokkan sebagai properti investasi mengacu pada PSAK 30 Sewa, dimana aset diakui pada jumlah mana yang lebih rendah antara: –Nilai wajar properti, dan –Nilai kini dari pembayaran sewa minimum. 68

69 5. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Properti yang dikuasai dalam sewa operasi yang diklasifikasikan sebagai properti Investasi Properti investasi yang menjadi agunan kewajiban yang menghasilkan imbalan yang terkait langsung dengan nilai wajar dari, atau imbalan dari, aset tertentu termasuk properti investasi Properti investasi yang nilai wajarnya tidak dapat ditentukan secara andal atas dasar berkelanjutan Tidak ada pilihan, haya fair value model Pilih salah satu model untuk semua properti Tidak ada pilihan, hanya cost model 69

70 5. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Use PSAK 13 to account for one or more such properties? Properties not under PSAK 13 Properties under PSAK 13 Properties held to earn rental or capital appreciation or both? Any property held under operating lease? Not within PSAK 13Fair value model under PSAK 13 Cost model under PSAK 13 70

71 5. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Fair Value Model Nilai wajar properti investasi harus mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca Properti investasi tidak disusutkan. Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi harus diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. 71

72 5. Pengukuran setelah Pengakuan Awal Fair value model (PSAK 13) Menggunakan nilai wajar Revaluation model (PSAK 16) Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi atau ekuitas. Tidak ada penyusutan. Penyusutan. Mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca. Tidak spesifik, hanya mengharuskan secara reguler. Example 72

73 6. Transfer Transfer ke, atau dari properti invetasi dapat dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan: Pengukuran saat transfer? a)Dimulainya penggunaan oleh pemilik b)Dimulainya pengembangan untuk dijual Perubahan PenggunaanTransfer dari properti investasi a)Berakhirnya pemakaian oleh pemilik b)Dimulainya sewa operasi ke pihak lain c)Berakhirnya pembangunan atau pengembangan Perubahan PenggunaanTransfer ke properti investasi Tergantung model yang digunakan …… Properti yang dimiliki sendiri Persediaan Properti Investasi Properti yang dimiliki sendiri Persediaan Akhir masa konstruksi 73

74  Ketika entitas menggunakan   transfer TIDAK mengubah jumlah tercatat properti yang ditransfer dan  TIDAK mengubah biaya properti untuk tujuan pengukuran dan pengungkapan. Cost Model 5. Transfer 74

75 Fair Value Model  Untuk transfer dari properti investasi yang dicatat dengan menggunakan nilai wajar  Nilai properti untuk akuntansi berikutnya sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 16 dan 14 adalah nilai wajar pada tanggal perubahan penggunaan. 5. Transfer a)Dimulainya penggunaan oleh pemilik b)Dimulainya pengembangan untuk dijual Perubahan PenggunaanTransfer dari properti investasi Properti yang dimiliki sendiri Persediaan Properti Investasi 75

76  Revaluation reserve is frozen and accounted for in accordance with IAS 16 subsequently Properti Investasi Properti yang dimiliki sendiri Fair Value Model 6. Transfer  Terapkan PSAK 16 hingga tanggal perubahan  Memperlakukan perbedaan antara Jumlah tercatat menurut PSAK 16, dan Nilai wajar dengan cara yang sama seperti revaluasi PSAK 16  Perbedaan antara Nilai wajar properti pada tanggal perubahan, dan Nilai tercatat diakui dalam laporn laba rugi Persediaan Properti Investasi Akhir masa konstruksi Untuk transfer ke properti investasi yang dicatat dengan menggunakan nilai wajar 76

77 6. Transfer GV has adopted PSAK13 and stated its investment properties at fair value even the properties are held under operating leases. On 1 Mar. 2008, freehold property B stated at revalued amount of $1 million (originally used as its own office) has been leased out to derive rental income. Revaluation surplus recognised for B was $300,000 while B’s fair value at that date should be $1,200,000. What is the accounting implication on the decision? Example 77

78 6. Transfer Property B would be reclassified as investment property. In accordance with PSAK 13, GV should apply PSAK 16 on B up to the date of change in use and treat any difference at that date between its carrying amount under PSAK 16, and its fair value in the same way as a revaluation under PSAK 16. Thus, a revaluation surplus of $200,000 would be further recognised. Total revaluation reserves would become $500,000 ($200,000 + $300,000) The revaluation reserves of $500,000 would be frozen and accounted for in accordance with PSAK16 subsequently. DrProperty, plant and equipment$200,000 CrRevaluation reserves$200,000 To recognise the additional revaluation surplus. DrInvestment property$1,200,000 CrProperty, plant and equipment$1,200,000 To reclassify the property from PPE to investment property. Property B would be reclassified as investment property. In accordance with PSAK 13, GV should apply PSAK 16 on B up to the date of change in use and treat any difference at that date between its carrying amount under PSAK 16, and its fair value in the same way as a revaluation under PSAK 16. Thus, a revaluation surplus of $200,000 would be further recognised. Total revaluation reserves would become $500,000 ($200,000 + $300,000) The revaluation reserves of $500,000 would be frozen and accounted for in accordance with PSAK16 subsequently. DrProperty, plant and equipment$200,000 CrRevaluation reserves$200,000 To recognise the additional revaluation surplus. DrInvestment property$1,200,000 CrProperty, plant and equipment$1,200,000 To reclassify the property from PPE to investment property. Example 78

79 7. Pelepasan  Properti investasi harus dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari neraca) pada saat: 1. Pelepasan atau 2.Ketika properti investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasan.  Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara: 1. Hasil neto dari pelepasan dan 2.Jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laporan laba rugi (kecuali sale and leaseback) dalam priode terjadinya. 79

80 8. Pengungkapan Baca PSAK 13

81 SESI 3-1 PSAK 19 R2009/ IAS 38: ASET TIDAK BERWUJUD IAS 38 Intangible Assets 81 Slide by : Aria Farahmita

82 Ruang Lingkup  Dikecualikan dari penerapan PSAK 19 :  Aset tidak berwujud yang diatur standar lain (goodwill-PSAK 22)  Aset keuangan (PSAK 50)  Hak penambangan (PSAK 29) dan sumber daya lain yang tidak dapat diperbarui 82

83 1. Pengertian Aset Tidak Berwujud Keteridentifikasian Pengendalian Adanya Keuntungan Ekonomis di masa depan Aset non-moneter yang dapat diidentifikasi tanpa wujud fisik Aset: Adanya kontrol, dan Keuntungan ekonomis di masa depan 83

84 2. Pengertian Aset Tidak Berwujud Keteridentifikasian Dapat diidentifikasi: Dapat dipisahkan/dibedakan, atau Timbul dari kontrak atau hak legal lainnya 84

85 3. Pengertian Aset Tidak Berwujud Pengendalian atas Sumber Daya Terdapat kontrol, jika: Mampu memperoleh manfaat ekonomis masa depan, dan Dapat membatasi akses pihak lain dalam memperoleh manfaat ekonomis tersebut 85

86 4. Pengertian Aset Tidak Berwujud Adanya Keuntungan Ekonomis di masa depan Manfaat ekonomis yang muncul mencakup: Pendapatan dari penjualan barang atau jasa Penghematan biaya, atau Manfaat lain dari penggunaan aset tersebut 86

87 Contoh  Software komputer  Paten  Copyright  Daftar pelanggan  Lisensi  Kuota Impor  franchise  Hak Pemasaran 87

88 Pengakuan dan Pengukuran Prinsip Umum:  Dalam mengakui suatu item sebagai aset tidak berwujud, entitas perlu menunjukkan bahwa item tersebut:  Memenuhi definisi aset tidak berwujud  Memenuhi kriteria pengakuan 88

89 2. Pengakuan dan Pengukuran Kriteria Pengakuan  Aset tidak berwujud harus diakui jika, dan hanya jika:  Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut, dan  Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.  Dalam menilai kemungkinan:  Menggunakan asumsi masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan  Estimasi terbaik manajemen 89

90 3. Pengakuan dan Pengukuran Pengeluaran yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui sebagai beban Aset tidak berwujud pada awalnya harus diakui sebesar biaya perolehan 90

91 4. Pengakuan dan Pengukuran 1. Perolehan terpisah 2. Akuisisi sebagai bagian dari kombinasi bisnis 3. Pengakuisisian dengan hibah pemerintah 4. Pertukaran aset 5. Goodwill yang dihasilkan internal 6. Aset tidak berwujud yang dihasilkan internal Aset tidak berwujud dapat diperoleh dari 91

92 5. Pengakuan dan Pengukuran 1. Perolehan terpisah 2. Akuisisi sebagai bagian dari kombinasi bisnis 3. Pengakuisisian dengan hibah pemerintah 4. Pertukaran aset 5. Goodwill yang dihasilkan internal 6. Aset tidak berwujud yang dihasilkan internal Biaya perolehan = harga beli dan segala biaya yang dapat dikaitkan secara langsung Nilai wajar pada tanggal akuisisi Diakui pada nilai wajar atau pada nilai nominalnya Nilai wajar, kecuali tidak ada substansi komersial (nilai tercatat aset yang dilepas) Tidak boleh diakui sebagai aset (tidak dapat teridentifikasi) 92

93 Aset Tidak Berwujud yang Dihasilkan secara Internal  Sulit menentukan apakah suatu aset tidak berwujud yang dihasilkan secara internal memenuhi kriteria untuk diakui:  Menentukan saat timbulnya aset yang dapat diidentifikasi dan akan menghasilkan manfaat ekonomis masa depan  Menentukan biaya perolahan aset tersebut secara andal  Perlu kriteria tambahan 6. Aset tidak berwujud yang dihasilkan internal 93

94 2. Aset Tidak Berwujud yang Dihasilkan secara Internal  Dalam menentukan apakah aset tidak berwujud yang dihasilkan internal memenuhi syarat untuk diakui, entitas menggolongkan proses dihasilkannya aset menjadi dua tahap: 1.Tahap Riset, dan 2.Tahap Pengembangan Riset adalah penelitian orisinal dan terencana yang dilaksanakan dengan harapan memperoleh pembaruan pengetahuan dan pemahaman teknis atas ilmu yang baru Pengembangan adalah penerapan temuan riset atau pengetahuan lainnya pada suatu rencana atau rancangan produksi bahan baku, alat, produk, proses, sistem, atau jasa yang sifatnya baru atau yang mengalami perbaikan substansial, sebelum dimulainya produksi komersial atau pemakaian 94

95 3. Aset Tidak Berwujud yang Dihasilkan secara Internal  Aset tidak berwujud yang timbul dari Riset tidak boleh diakui  Pengeluaran riset diakui sebagai beban pada saat terjadinya Riset adalah penelitian orisinal dan terencana yang dilaksanakan dengan harapan memperoleh pembaruan pengetahuan dan pemahaman teknis atas ilmu yang baru 95

96 4. ATB Dihasilkan Internal - Pengembangan  Aset tidak berwujud yang timbul dari kegiatan Pengembangan, diakui jika, dan hanya jika,terpenuhi semua hal ini: Kelayakan teknis penyelesaian Niat menyelesaikan dan menggunakan atau menjualnya Kemampuan menggunakan atau menjual Kemungkinan besar menghasilkan manfaat ekonomis masa depan Tersedianya sumber daya teknis, keuangan, dan sumber daya lainnya untuk menyelesaikan dan, menggunakan atau menjualnya Kemampuan mengukur secara andal pengeluaran terkait aset tersebut 96

97 5. Aset Tidak Berwujud yang Dihasilkan secara Internal Kapan pengeluaran dikapitalisasi? Tanggal 1 – Tahap Pengembangan dimulai Tanggal 2 – Kriteria Pengakuan terpenuhi Tanggal 3 – Tanggal aset baru hasil pengembangan siap digunakan Pengembangan Riset Tanggal 1Tanggal 2Tanggal 3 Dibebankan dan tidak dapat disajikan kembali Dikapitalisasi sebagai aset tidak berwujud = biaya perolehan 97

98 6. Aset Tidak Berwujud yang Dihasilkan secara Internal  Merek, kepala surat kabar, judul publisitas, daftar pelanggan yang dihasilkan secara internal, tidak boleh diakui sebagai aset tak berwujud  Karena tidak dapat dibedakan dengan biaya untuk mengembangkan usaha secara keseluruhan 98

99 Pengukuran setelah Pengakuan Pilihan  sama seperti PSAK16 Aset Tetap  Model Biaya,  Biaya perolehan – akumulasi amortisasi – akumulasi kerugian penurunan nilai atau  Model Revaluasi,  Nilai wajar – akumulasi amortisasi – akumulasi kerugian penurunan nilai 99

100 Masa Manfaat  Pengukuran setelah pengakuan awal aset tak berwujud didasarkan pada usia manfaatnya  Entitas harus menilai apakah masa manfaat dari aset tak berwujud: Jangka waktu atau jumlah produksi atau jumlah unit serupa yang dihasilkan, selama masa manfaat Terbatas Tak Terbatas atau –Berdasarkan analisis seluruh faktor relevan –Tidak ada batas yang terlihat pada saat ini atas periode yang mana aset diharapkan menghasilkan manfaat –“Tak Terbatas” berbeda dengan “Tak Terhingga” Diamortisasi Tidak Diamortisasi 100

101 Masa Manfaat Terbatas Amortisasi  Dimulai ketika aset tersedia untuk digunakan  Dihentikan pada waktu yang lebih dulu antara ketika aset digolongkan sebagai tersedia untuk dijual (PSAK 58) atau tanggal ketika aset dihentikan pengakuannya  Metode harus menggambarkan pola konsumsi atas manfaat aset. Dr. Beban Amortisasixxx Cr. Aset (atau akumulasi amortisasi)xxx Amortisasi 101

102 Nilai Residu  Nilai residu direview setiap akhir periode  Perubahan nilai residu diperhitungkan sebagai perubahan estimasi akuntansi (PSAK 25) Amortisasi 102

103 Masa Manfaat Tak Terbatas  Tidak diamortisasi  impairment test setiap tahun dan kapan pun bila ada indikasi penurunan nilai.  Masa manfaat ditelaah setiap akhir periode  Masa manfaat tak terbatas  suatu ketika bisa berubah jadi terbatas  Perubahan estimasi  Indikasi penurunan nilai 103

104 Rugi Penurunan Nilai  Rugi Penurunan Nilai = Nilai tercatat – Nilai terpulihkan  Nilai terpulihkan = Mana yang lebih besar antara Nilai wajar setelah dikurangi ongkos menjual dengan Nilai kini arus kas masa depan aset Dr. Rugi penurunan nilaixxx Cr. Aset (atau akumulasi penurunan nilai)xxx 104

105 Penghentian dan Pelepasan  Dihentikan pengakuannya ketika:  Dalam (proses) pelepasan; atau  Ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan  Keuntungan / kerugian diakui di Laporan Laba Rugi 105

106 Pengungkapan Pengungkapan umum:  Aset yang dihasilkan internal dengan yang lainnya  Masa manfaat terbatas atau tak terbatas  Metode amortisasi  Jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi dengan akumulasi penurunan nilai pada awal dan akhir periode  Unsur – unsur dalam laporan pendapatan komprehensif  Penambahan, Penurunan, kerugian penurunan nilai, amortisasi yang diakui, perubahan lainnya pada jumlah tercatat selama periode. 106

107 2. Pengungkapan  Untuk aset tak berwujud tak terbatas  Jumlah tercatat  Alasan yang mendukung masa manfaat tak terbatas  Untuk yang menggunakan model revaluasi  Tanggal efektif revaluasi  Jumlah tercatat yang direvaluasi  Jumlah tercatat yang diakui apabila diukur dengan metode biaya  Jumlah surplus revaluasi awal dan akhir periode  Metode dan asumsi dalam mengestimasi nilai wajar aset  Nilai keseluruhan biaya riset dan pengembangan yang diakui sebagai biaya selama periode 107

108 Perbedaan dengan PSAK 19 (Revisi 2000)  Masa manfaat  Ketentuan tentang masa manfaat tak terbatas  Model Biaya dan Model Revaluasi  Akuisisi aset tak berwujud dalam kombinasi bisnis  Akuisisi melalui hibah pemerintah 108

109 ISAK No. 14: Biaya Situs Web  Secara umum biaya untuk pengembangan situs web tidak dapat diakui sebagai aset tidak berwujud  Dapat diakui, apabila memenuhi persyaratan pengakuan “pengembangan” yang disyaratkan PSAK 19,  Terutama kriteria mengenai kemampuan situs web menghasilkan manfaat ekonomis di masa depan 109

110 1. Review  Menurut PSAK 19, mana DUA dari kriteria berikut ini yang relevan dalam menentukan masa manfaat aset tak berwujud? a.Keusangan b.Periode amortisasi c.Kegunaan yang diharapkan dari aset d.Nilai residu aset 110

111 1. Review  Menurut PSAK 19, mana DUA dari kriteria berikut ini yang relevan dalam menentukan masa manfaat aset tak berwujud? a.Keusangan b.Periode amortisasi c.Kegunaan yang diharapkan dari aset d.Nilai residu aset 111

112 2. REVIEW  Menurut PSAK 19, kriteria pengakuan untuk aset tak berwujud mencakup DUA dari kondisi berikut ini: a.Harus diukur pada biaya perolehan b.Biaya dapat diukur dengan andal c.Kemungkinan besar manfaat ekonomis mengalir ketika aset digunakan d.Diperoleh sebagai bagian integral dari bisnis 112

113 2. REVIEW  Menurut PSAK 19, kriteria pengakuan untuk aset tak berwujud mencakup DUA dari kondisi berikut ini: a.Harus diukur pada biaya perolehan b.Biaya dapat diukur dengan andal c.Kemungkinan besar manfaat ekonomis mengalir ketika aset digunakan d.Diperoleh sebagai bagian integral dari bisnis 113

114 3. Review  PT ABC memperoleh sebuah merek seharga Rp300juta. Diestimasikan merek ini akan menghasilkan arus kas selama 15 tahun ke depan. Merek ini diamortisasi selama 15 tahun metode garis lurus. Pada akhir tahun kelima PT XYZ membeli merek ini seharga Rp250 juta.  Buatlah jurnal untuk mengakui transaksi ini! 114

115 3. REVIEW  Amortisasi per tahun = Rp300juta / 15 tahun = Rp20juta  Nilai tercatat aset:  Rp300juta – (Rp20juta X 5 th) = Rp200juta  Selisih harga jual dan nilai tercatat diakui sebagai keuntungan di laba rugi Dr. KasRp250juta Dr. Akm amortisasiRp100juta Cr. AsetRp300juta Cr. KeuntunganRp50juta 115

116 4.Review PT Armada memperoleh teknologi baru yang akan mengubah proses manufaktur saat ini. Biaya yang terjadi adalah sebagai berikut:  Biaya teknologi baruRp1.000 juta  Diskon yang diberikanRp100 juta  Pelatihan staf untuk proses baruRp50 juta  Testing teknologi baruRp10 juta  Kerugian operasi awal Rp20juta Berapa biaya yang dapat dikapitalisir sebagai aset tak berwujud? 116

117  Aset CostRp1.000 juta Dikurangi diskonRp 100juta Ditambah proses testingRp 10juta Rp 910juta Kerugian operasi awal dan Pelatihan staf mengoperasikan aset  p.66 diakui sebagai beban 117

118 5. REVIEW Jenis PengeluaranPerlakuan Akuntansi Alasan Konstruksi fasilitas gedung riset untuk digunakan proyek riset saat ini dan yang akan datang Dikapitalisasi dan disusutkan sebagai beban penelitian Punya manfaat masa depan Akuisisi peralatan R&D hanya digunakan untuk proyek saat ini Beban R & DBiaya riset Pembelian stok bahan-bahan untuk digunakan proyek riset saat ini dan masa depan Sebagai Persediaan dan dibebankan saat dipakai Punya manfaat masa depan Gaji staf risetBeban R & DBiaya Riset Biaya riset yang terjadi untuk proyek PT ABC, ditagihkan setiap bulan PiutangBukan beban R&D (direimburse) 118

119 Review 119 Jenis PengeluaranPerlakuan Akuntansi Alasan Biaya material, tenaga kerja dan overhead untuk prototipe produk baru (kelayakan ekonomis tidak terpenuhi) Beban R&DTidak memenuhi kriteria pengakuan aset tak berwujud Biaya riset pemasaran untuk promosi produk baru Beban operasiBukan biaya R&D (beban umum dan administratif) Biaya legal untuk memperoleh hak paten produk baru Dikapitalisir sebagai “paten” dan diamortisasi Beban langsung untuk paten Biaya rekayasa teknis produk baru yang terjadi sebelum tahap produksi penuh (kelayakan ekonomis tercapai) DikapitalisirMemenuhi kriteria pengakuan Komisi staf penjualan yang memasarkan produk baru Beban operasiBukan biaya R&D (beban penjualan)

120 SESI 3-2 ISAK 14 : Biaya Situs Web SIC 32 : Web Site Cost.

121  ISAK 14 Aset Tidak Berwujud- Biaya Situs Web merupakan adopsi dari SIC 32: Web Site Cost. SIC 32 pengakuan biaya untuk pengembangan web site entitas sebagai aset tidak berwujud.  Secara umum biaya untuk pengembangan situs web tidak dapat diakui sebagai aset tidak berwujud.  Biaya untuk pengembangan web site dapat diakui sebagai aset tidak berwujud apabila memenuhi persyaratan pengakuan pengembangan yang disyaratkan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud terutama mengenai :  kemampuan web site menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan, contoh website mampu menghasilkan pendapatan. ISAK 14: Prinsip umum 121

122 ISAK No. 14: Biaya Situs Web  Secara umum biaya untuk pengembangan situs web tidak dapat diakui sebagai aset tidak berwujud  Dapat diakui, apabila memenuhi persyaratan pengakuan “pengembangan” yang disyaratkan PSAK 19,  Terutama kriteria mengenai kemampuan situs web menghasilkan manfaat ekonomis di masa depan 122

123  Entitas dapat melakukan pengeluaran internal pada pengembangan dan pengoperasian situs web miliknya untuk akses internal maupun eksternal.  Situs web yang dirancang untuk akses eksternal dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk mempromosikan dan mengiklankan produk dan jasa entitas, menyediakan layanan elektronik, dan menjual produk dan jasa.  Situs web yang dirancang untuk akses internal dapat digunakan untuk menyimpan kebijakan entitas dan rincian pelanggan, dan mencari informasi yang relevan. Karakteristik khusus Situs WEB 123

124 (a)apakah situs web secara internal menghasilkan aset tidak berwujud yang merupakan bahasan pada persyaratan dari PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud? dan (b)Bagaimana perlakuan akuntansi yang sesuai atas pengeluaran tersebut?. Permasalahan Situs WEB 124

125  Situs web entitas yang muncul dari pengembangan dan digunakan untuk akses internal maupun eksternal merupakan aset tidak berwujud yang dihasilkan secara internal seperti yang tercakup dalam persyaratan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud.  Situs web yang timbul dari pengembangan diakui sebagai aset tidak berwujud jika dan hanya jika, Situs web yang timbul dari pengembangan diakui sebagai aset tidak berwujud jika dan hanya jika, memenuhi persyaratan umum dalam PSAK 19 par21 DAN par 56. ISAK 14: Interpretasi 125

126  Apabila entitas tidak dapat menunjukkan bagaimana situs web yang dikembangkan (semata-mata atau terutama untuk mempromosikan dan iklan produk dan jasa entitas) akan menghasilkan kemungkinan manfaat ekonomi masa depan, maka semua pengeluaran pada pengembangan situs web harus diakui sebagai beban pada saat terjadinya. ISAK 14: Interpretasi 126

127  Entitas menerapkan Interpretasi ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari  Pengaruh pengadopsian Interpretasi ini akan dicatat menggunakan persyaratan transisi dalam PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud. Oleh karena itu, ketika situs web tidak memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset tidak berwujud, tapi sebelumnya diakui sebagai aset, maka pos tersebut akan dihentikan pengakuannya pada tanggal ketika Interpretasi ini menjadi efektif. Ketentuan Transisi dan Tanggal Efektif ISAK

128  Bila ada situs web dan pengeluaran untuk mengembangkannya memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset tidak berwujud, tetapi sebelumnya tidak diakui sebagai aset, maka aset tidak berwujud tersebut tidak diakui pada tanggal ketika Interpretasi ini menjadi efektif.  Bila ada situs web dan pengeluaran untuk mengembangkannya memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset tidak berwujud, sebelumnya diakui sebagai aset dan pada awalnya diakui sesuai dengan biaya perolehan, maka jumlah yang diakui pada awalnya dianggap sudah ditentukan secara benar. Ketentuan Transisi dan Tanggal Efektif ISAK

129 Contoh Aplikasi ISAK

130 Contoh Aplikasi ISAK

131 Contoh Aplikasi ISAK

132 Contoh Aplikasi ISAK

133 Contoh Aplikasi ISAK

134 PSAK 48 (revisi 2009) Penurunan Nilai Aset IAS 36: Impairment Slide by : Dr. Ratna Wardani

135  Tujuan PSAK 48 ini adalah untuk menetapkan:  prosedur-prosedur yang diterapkan entitas agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya.  Aset dikatakan melebihi jumlah terpulihkannya jika jumlah tercatat aset melebihi jumlah yang akan dipulihkan melalui: penggunaan atau penjualan aset. Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 48 Par 1 135

136  PSAK 48 ini diterapkan untuk akuntansi penurunan nilai terhadap semua aset, kecuali : 1.Persediaan (lihat PSAK 14: Persediaan); 2.aset yang timbul dari kontrak konstruksi (lihat PSAK 34: Akuntansi Kontrak Konstruksi); 3.aset pajak tangguhan (lihat PSAK 46: Akuntansi Pajak Penghasilan); 4.aset yang timbul dari imbalan kerja (lihat PSAK 24: Imbalan Kerja); 5.aset keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran; 6. Properti investasi yang diukur pada nilai wajar (lihat PSAK 13: Properti Investasi); 7.biaya akuisisi tangguhan, dan aset tidak berwujud, yang timbul dari hak kontraktual penanggung berdasarkan kontrak asuransi yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 28: Kontrak Asuransi; dan 8.aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang diklasifi kasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 48 Par 2 136

137  PSAK 48 ini berlaku untuk aset keuangan yang dikelompokkan sebagai investasi dalam  entitas anak  PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri;  ventura bersama  PSAK 12: Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama  entitas asosiasi  PSAK 15. Investasi pada Entitas Asosiasi Tujuan dan Lingkup PSAK

138  PSAK 48 ini tidak berlaku untuk:  aset keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 55, dan  properti investasi yang diukur pada nilai wajar sesuai PSAK 13.  Namun demikian, PSAK 48 ini berlaku untuk:  aset yang dicatat pada jumlah revaluasian (yaitu nilai wajar) sesuai dengan Pernyataan lain, seperti model revaluasi dalam PSAK 16: Aset Tetap. Tujuan dan Lingkup PSAK

139  Uji Penurunan Nilai  Rugi Penurunan Nilai  Jumlah Tercatat  Jumlah Terpulihkan  Jumlah Tersusutkan  Nilai Pakai  Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan  Unit Penghasil Kas (UPK)  Biaya Pelepasan  Aset Korporat  Goodwill  Impairment Test  Impairment Losses  Carrying Amount  Recoverable Amount  Depreciable Amount  Value in Use  Fair Value less Costs to Sell (FV-C2S)  Cash Generating Unit (CGU)  Costs of Disposal  Corporate Assets  Goodwill Konsep & Istilah Penting 139

140 Pengertian Penurunan Nilai (Impairment)  Penurunan nilai dari aset merupakan suatu kondisi dimana nilai tercatat dari aset (carrying amount) melebihi jumlah terpulihkan (recoverable amount).  Secara periodik perusahaan harus mereview ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai (test of impairment). Jika terdapat indikasi, maka perusahaan harus menaksir recoverable amount dari aset tersebut 140

141 Pendekatan Umum dari Pengukuran Penurunan Nilai  Apabila perusahaan memiliki indikasi penurunan nilai (setelah dilakukan pengujian terhadap indikasi impairment), maka perusahaan akan mengakui adanya rugi penurunan nilai (Impairment Loss) ketika carrying amount dari aset lebih tinggi dari recoverable amount.  Rugi penurunan nilai adalah suatu jumlah yang merupakan selisih lebih nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas atas jumlah terpulihkannya. 141

142 Pendekatan Umum dari Pengukuran Penurunan Nilai Carrying Amount Nilai Aset Akumulasi Penyusutan dan Akumulasi Rugi Penurunan Nilai Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan Nilai Pakai Recoverable Amount  Nilai tertinggi Recovered through sale Recovered through use 142

143 Pendekatan Umum dari Pengukuran Penurunan Nilai 143

144  Pada setiap akhir periode pelaporan, suatu entitas harus menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.  Jika terdapat indikasi tersebut, entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.  Terlepas apakah terdapat indikasi penurunan nilai, untuk aset tidak berwujud tertentu dan goodwill, entitas harus  Minimal setahun sekali, melakukan pengujian penurunan nilai (impairment test) dengan membandingkan nilai tercatatnya dengan jumlah terpulihkannya. Aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas Aset tidak berwujud yang belum digunakan Goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis Identifikasi aset yang mungkin mengalami Penurunan Nilai Aset 144

145  Dalam menilai apakah terdapat indikasi bahwa aset mungkin mengalami penurunan nilai, entitas harus mempertimbangkan, minimum, hal-hal berikut ini:  Informasi dari sumber-sumber eksternal Perubahan signifikan Nilai pasar Perubahan signifikan teknologi, pasar, ekonomi dan lingkup hukum Perubahan suku bunga Jumlah tercatat aset neto enttitas melebihi kapitalisasi pasarnya  Informasi dari sumber-sumber internal Bukti keusangan atau kerusakan fisik aset Perubahan signifikan atas penggunaan, penghentian dan masa manfaat aset Bukti internal mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi aset lebih buruk dari yang diharapkan. Identifikasi aset yang mungkin mengalami Penurunan Nilai Aset PSAK 48 par

146  Ketika terdapat indikasi bahwa terdapat penurunan nilai suatu aset pada setiap periode pelaporan atau bilamana terdapat aset tidak berwujud atau goodwill yang merupakan subyek pengujian penurunan nilai secara tahunan, entitas disyaratkan harus mengukur jumlah terpulihkan aset tersebut.  PSAK 48 mendefinisikan jumlah terpulihkan suatu aset sebagai jumlah yang lebih tinggi antara: Pengukuran Jumlah Terpulihkan Fair Value Less Costs to Sell Nilai pakai (Value in Use) dan adalah jumlah yang dapat dihasilkan dari penjualan suatu aset atau unit penghasil kas dalam transaksi antara pihak-pihak yang mengerti dan berkehendak bebas tanpa tekanan, dikurangi biaya pelepasan aset. adalah nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima atau unit penghasil kas. 146

147 Pengukuran Jumlah Terpulihkan  Bukti Terbaik  adalah harga dalam suatu perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam suatu transaksi antara pihak-pihak yang independen, disesuaikan dengan biaya tambahan yang dapat dikaitkan secara langsung dengan pelepasan aset.  Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yan mengikat namun aset diperdagangkan di pasar aktif  Berdasarkan harga pasar aset dikurangi biaya pelepasan aset tersebut.  Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikat atau pasar aktif untuk aset  Berdasarkan pada informasi terbaik yang ada untuk menggambarkan jumlah yang dapat diperoleh entitas, pada akhir periode pelaporan, dari pelepasan aset pada nilai wajar dikurangi biaya pelepasan Nilai wajar dikurangi Biaya Penjualan (Fair Value Less Costs to Sell) 147

148 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Nilai Pakai (Value in Use) Nilai pakai adalah nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima atau unit penghasil kas –Elemen-elemen berikut harus diperhitungkan dalam penghitungan nilai pakai aset: a) estimasi arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh dari aset; b)ekspektasi mengenai kemungkinan variasi dari jumlah atau waktu arus kas masa depan tersebut; c)nilai waktu uang, diwakili oleh suku bunga pasar bebas risiko yang berlaku; d)harga untuk menanggung ketidakpastian yang melekat pada aset e)faktor-faktor lain, seperti ilikuiditas, yang akan dipertimbangkan oleh pelaku pasar dalam menilai arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh dari aset tersebut. 148

149 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Pengestimasian nilai pakai suatu aset meliputi langkah-langkah berikut: (a)mengestimasi arus kas masuk dan arus kas keluar di masa depan dari pemakaian aset tersebut dan pelepasannya pada akhirnya; (b)menerapkan tingkat diskonto yang tepat atas arus kas masa depan tersebut. PSAK 48 Par

150 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Some restrictions on the basis for cash flow projections as follows: 1.based on reasonable and supportable assumptions 2.based on most recent financial budgets/forecasts approved by management. 3.Not include future cash flows expected to arise from future restructurings 4.based on these budgets/forecasts can only cover a maximum period of five years, unless a longer period can be justified. 5.beyond the period covered by the most recent budgets/forecasts can only use a steady or declining growth rate for subsequent years, unless an increasing rate can be justified. 6.The growth rate used for the extrapolated projections cannot exceed the long-term average growth rate for the products, industries, or country or countries in which the entity operates, or for the market in which the asset is used, unless a higher rate can be justified. Basis for Estimates of Future Cash Flows 150

151 Pengukuran Jumlah Terpulihkan (a)proyeksi arus kas masuk dari penggunaan aset; (b)proyeksi arus kas keluar yang diperlukan untuk menghasilkan arus kas masuk dari penggunaan aset (termasuk arus kas keluar untuk menyiapkan aset agar dapat digunakan) dan dapat dikaitkan secara langsung, atau dialokasikan dengan dasar yang layak dan konsisten, pada aset; dan (c)Arus kas neto, jika ada, yang akan diterima (atau dibayarkan) untuk pelepasan aset pada akhir masa manfaatnya. Komposisi Estimasi Arus Kas Masa Depan (par 39) 151

152 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Arus kas masa depan diestimasi dalam satuan mata uang ketika akan dihasilkan dan kemudian didiskonto menggunakan suatu tingkat diskonto yang tepat untuk satuan mata uang tersebut. Entitas mentranslasikan nilai sekarang dengan menggunakan tingkat pertukaran spot pada tanggal penghitungan nilai pakai. Arus Kas Masa Depan Valuta Asing PSAK 48 Par

153 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Tingkat diskonto ditetapkan atas dasar tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari: (a) nilai waktu uang; dan (b) risiko spesifik atas aset dimana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan. Tingkat diskon ini adalah tingkat pengembalian yang disyaratkan investor jika seandainya mereka hendak memilih suatu investasi yang menghasilkan arus kas dengan jumlah, waktu dan profil risiko yang sama dengan yang entitas harapkan akan dihasilkan dari aset tersebut. Tingkat Diskonto Tingkat diskonto ini diestimasi dari salah satu: Tingkat diskonto implisit pada transaksi pasar kini terhadap aset sejenis atau Rata-rata tertimbang biaya modal entitas yang tercatat di bursa efek yang memiliki aset sejenis Tingkat diskonto ini diestimasi dari salah satu: Tingkat diskonto implisit pada transaksi pasar kini terhadap aset sejenis atau Rata-rata tertimbang biaya modal entitas yang tercatat di bursa efek yang memiliki aset sejenis PSAK 48 Par

154  Jika, dan hanya jika, nilai terpulihkan aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, –nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkan. –Penurunan tersebut adalah rugi penurunan Nilai. Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laporan laba rugi, –Kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan standar lain (Contoh PSAK 16: Aset Tetap) Setiap rugi penurunan nilai aset revalusian diperlakukan sebagai penurunan revaluasi sesuai standar lain tersebut.  diakui dalam pendapatan komprehensif lain, sepanjang kerugian penurunan nilai tidak melebihi jumlah surplus revaluasi untuk aset yang sama  rugi penurunan nilai atas aset revaluasian mengurangi surplus revaluasi untuk aset tersebut Pengakuan Rugi Penurunan Nilai PSAK 48 Par

155 Pengakuan Rugi Penurunan Nilai Contoh Melody Beauty Shop performed an impairment review on some assets on. While the freehold land was stated at fair value with a revaluation surplus of $5,000, other assets were stated at cost less accumulated depreciation or amortization. The result of the impairment review is summarised below: Fair value less costs to sellValue in use Carrying amount Freehold land, at fair value$ 21,200$ 22,000$ 30,000 Intangible asset, at amortised cost Machinery, at depreciated cost 2,1001,8003,000 Ascertain the impairment loss and prepare the required journal entries. 155

156 Pengakuan Rugi Penurunan Nilai Solusi Contoh By using the information on hand, the assets of Melody Beauty Shop should have the following impairment losses: Recoverable amount Carrying amount Impairment loss Freehold land, at fair value$ 22,000$ 30,000$ 8,000 Intangible asset, at amortised cost820900N/A Machinery, at depreciated cost2,1003, While there was a revaluation surplus of $5,000 for freehold land, part of the impairment loss for the freehold land can be recognised in the revaluation surplus. Then, the journal entries for the recognition of impairment losses should be: DrRevaluation surplus$ 5,000 Profit or loss ($8,000 - $5,000)3,000 CrFreehold land$ 8,000 To recognise the impairment loss on freehold land. DrProfit or loss900 CrMachinery$ 900 To recognise the impairment loss on machinery. 156

157  Jumlah terpulihkan dari suatu aset individual tidak dapat ditentukan jika: (a)nilai pakai aset tidak dapat diestimasi mendekati nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan (contoh, apabila arus kas masa depan dari penggunaan aset tidak dapat diestimasi menjadi tak berarti); dan (b)aset tidak menghasilkan arus kas masuk yang independen dari kelompok aset lain.  Dalam kasus ini, nilai pakai dan, jumlah terpulihkan, dapat ditentukan hanya untuk Unit Penghasil Kas Aset. Unit Penghasil Kas (UPK) PSAK 48 Par 67 PSAK 48 Lihat Par 67: Contoh 157

158  Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, entitas menentukan nilai terpulihkan dari unit penghasil kas yang mana aset tercakup (aset dari unit penghasil kas = UPK).  Definisi Unit penghasil kas aset adalah kelompok terkecil dari aset yang termasuk aset tersebut dan menghasilkan arus kas masuk yang independen dari arus kas masuk dari aset atau kelompok aset lain. Unit Penghasil Kas PSAK 48 Par 66, 68: Contoh 158

159  Jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar unit penghasil kas dikurangi biaya penjualan dan nilai pakainya.  Jumlah tercatat dari unit penghasil kas: (a)mencakup hanya jumlah tercatat dari aset-aset yang dapat diatribusikan langsung, atau dialoksikan dengan dasar yang layak dan konsisten, ke unit penghasil kas dan akan menghasilkan arus kas masuk yang digunakan dalam menentukan nilai pakai unit penghasil kas; dan (b)tidak mencakup jumlah tercatat dari setiap liabilitas yang diakui, kecuali jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas tidak dapat ditentukan tanpa mempertimbangkan liabilitas tersebut. Unit Penghasil Kas PSAK 48 Par

160 Unit Penghasil Kas Rugi penurunan nilai diakui untuk Unit Penghasil Kas jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan dari unit tersebut (kelompok dari unit) lebih kecil dari jumlah tercatatnya. dialokasikan untuk mengurangi jumlah tercatat aset dari unit tersebut (kelompok dari unit) dengan urutan sbb: (a)pertama, untuk mengurangi jumlah tercatat atas setiap goodwill yang dialokasikan ke unit penghasil kas tersebut (kelompok dari unit); dan (b)selanjutnya, ke aset lain dari unit tersebut (kelompok dari unit) dibagi pro rata atas dasar jumlah tercatat setiap aset di dalam unit tersebut (kelompok dari unit). Pertama, Goodwill Kemudian pro rata PSAK 48 Par

161 Unit Penghasil Kas Dalam mengalokasikan rugi penurunan nilai, entitas tidak harus mengurangi jumlah tercatat aset dengan jumlah yang tertinggi dari: (a) nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual (jika ditentukan); (b) nilai pakainya (jika dapat ditentukan); dan (c) nol. Jumlah rugi penurunan nilai yang semestinya dialokasikan ke aset tersebut menjadi harus dialokasikan pro rata ke aset lain dari unit (kelompok dari unit). PSAK 48 Par

162 Facts An entity operates an oil platform in the sea. The entity has provided the amount of $10 million for the financial costs of the restoration of the seabed, which is the present value of such costs. The entity has received an offer to buy the oil platform for $16 million, and the disposal costs would be $2 million. The value-in-use of the oil platform is approximately $24 million before the restoration costs. The carrying value of the oil platform is $20 million. Required  Is the value of the oil platform impaired? Case Study 3: Impairment of CGU 162

163 Solution The fair value less cost to sell of the oil platform is $14 million, being $16 million offered minus the disposal costs. The value-in-use of the platform will be $24 million minus $10 million, which is $14 million. The carrying amount of the platform is $20 million minus $10 million, which is $10 million. Therefore, the recoverable amount of the cash- generating unit exceeds its carrying amount, and it is not impaired. Case Study 3: Impairment of CGU 163

164 Unit Penghasil Kas Example Bear Bull performed an impairment review on the CGU X, which has the following assets on hand: Carrying amount Goodwill$ 1,000 Property, plant and equipment, at depreciated cost3,000 Intangible assets, at amortised cost2,000 Investment property, at depreciated cost2,500 Financial assets, at fair value1,070 Inventory, at cost 500 Trade receivables 1,300 Total 11,370 After an impairment review, Bear Bull found that the recoverable amount of CGU X is $8,000 and of the investment property is $2,000 Calculate the impairment loss and allocate to the individual asset. 164

165 Then, the residual loss is allocated to other non-current assets pro rata based on the carrying amounts of those non-current asset. Unit Penghasil Kas Example Carrying Carrying amount after Allocated amount after impairment loss impairment lossimpairment loss Goodwill$ 1,000$ (1,000)$ 0 Property, plant and equipment3,000(1,122)1,878 Intangible assets2,000(748)1,252 Investment property ($2,500 – $500)2,000-2,000 Financial assets1,070-1,070 Inventory Trade receivables 1, ,300 Total 10,870(2,870)8,000 Firstly, the impairment loss reduces any amount of goodwill 165

166 Facts A cash-generating unit has these net assets: $m Goodwill 10 Property20 Plant and equipment The recoverable amount has been determined as $45 million. Required  Allocate the impairment loss to the net assets of the entity. Case Study 4 166

167 Solution Goodwill Property Plant Total $m $m Carrying value Impairment loss (10) (2) (3) (15) Carrying value after impairment Case Study 4 167

168  Dalam menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui pada periode-periode sebelumnya untuk aset (selain goodwill) mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun, entitas mempertimbangkan, minimal, indikasi berikut ini: 1.Infomasi yang bersumber dari luar 2.Informasi yang bersumber dari dalam Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai PSAK 48 Par

169  Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode-periode sebelumnya untuk aset selain goodwill harus dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan atas aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.  jika kasusnya seperti ini, jumlah tercatat aset, (ada pengecualian) dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.  Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai PSAK 48 Par

170  Jumlah tercatat aset yang meningkat (selain goodwill), yang disebabkan pembalikan rugi penurunan nilai, tidak boleh melebihi jumlah tercatat (neto setelah amortisasi atau depresiasi) seandainya aset tidak mengalami rugi penurunan nilai di tahun- tahun sebelumnya.  Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset (selain goodwill) diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan Pernyataa lain (contohnya, model revaluasi di PSAK 16). Setiap pemulihan rugi penurunan nilai aset revaluasian harus diperlakukan sebagai kenaikan penilaian kembali sesuai dengan PSAK terkait. Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai –Aset Individu PSAK 48 Par

171  Pembalikan rugi penurunan nilai untuk suatu unit penghasil kas dialokasikan kepada aset-aset dari unit (kecuali untuk goodwill) pro rata dengan jumlah tercatat dari aseta setnya.  Peningkatan dalam jumlah tercatat ini diperlakukan sebagai pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset individual dan diakui sesuai dengan PSAK ini..  Dalam mengalokasikan pembalikan rugi penurunan nilai untuk unit penghasil kas,jumlah tercatat aset tidak boleh dinaikkan diatas nilai yang terendah dari: (a)jumlah terpulihkan (jika ditentukan); dan (b)jumlah tercatat yang telah ditentukan (amortisasi atau depresiasi neto) seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut dalam periode sebelumnya.  Jumlah pemulihan rugi penurunan nilai yang sebaliknya telah dialokasikan untuk aset tersebut harus dialokasikan pro rata ke aset lain dari unit itu, kecuali untuk goodwill. Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai untuk UPK PSAK 48 Par

172  Pengungkapan yang lebih ekstensif disyaratkan  Pengungkapan tambahan utama termasuk:  Informasi yang mendalam untuk setiap UPK (atau kelompok UPK) yang memiliki nilai tercatat goodwill atau aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas, termasuk Asumsi utama dan pendekatan manajemen yang digunakan untuk mengukur nilai terpulihkan Periode dimana manajemen telah memproyeksikan arus kas, tingkat pertumbuhan, tingkat diskonto,.... Pengungkapan PSAK 48 Par

173 Main References  Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley  Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI, Penerbit Salemba 4  Materi Seminar, Training dan Workshop anggota tim Implementasi IFRS  International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales

174 174 Terima Kasih  Contact:  Ikatan Akuntan Indonesia  Jl. Graha Akuntan No. 1  Menteng, Jakarta Pusat10310 


Download ppt "1 Dwi Martani Ketua Departeman Akuntansi FEUI Anggota Tim Implementassi IFRS WORKSHOP PSAK 16, 13 dan 48 Universitas Negeri Semarang 9 Oktober 2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google