Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 TIRANI MODAL DAN KETAHANAN EKONOMI Hermanto Siregar, Ph.D. (Guru Besar Ilmu Ekonomi, IPB) Konferensi Warisan Otoritarianisme: “Demokrasi dan Tirani Modal”,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 TIRANI MODAL DAN KETAHANAN EKONOMI Hermanto Siregar, Ph.D. (Guru Besar Ilmu Ekonomi, IPB) Konferensi Warisan Otoritarianisme: “Demokrasi dan Tirani Modal”,"— Transcript presentasi:

1 1 TIRANI MODAL DAN KETAHANAN EKONOMI Hermanto Siregar, Ph.D. (Guru Besar Ilmu Ekonomi, IPB) Konferensi Warisan Otoritarianisme: “Demokrasi dan Tirani Modal”, Fisipol-UI, 05 Agustus 2008

2 2 OUTLINE Beberapa Paradoks Ekonomi Tirani Modal dan Permasalahan Terkait Upaya Menuju Ketahanan Ekonomi

3 3 BEBERAPA PARADOKS EKONOMI PertumbuhanPengangguran %8.10% %9.06% %9.50% %9.86% %10.26% %10.45% Mar % 9.80% 1. Pertumbuhan - Pengangguran Paradoks Pertumbuhan-Pengangguran Mengapa terjadi paradoks?

4 4  Misal: Luas “Lahan Sementara Tidak Diusahakan” (LSTD) menurut Sensus Pertanian 2003 sekitar 10.2 juta ha (sejak 1993 bertumbuh dg laju 7.97% p.a.) Rataan pertumb. LSTD di Luar Jawa 8.08% pa Rataan pertumbuhan LSTD di Jawa 3.05% pa. Kemubaziran besar & ironi mengingat banyaknya rumah tangga petani gurem dan rumah tangga buruh pertanian  Pengangguran SDM dan SDA berkaitan erat dengan kemiskinan Jumlah orang miskin sekitar 37 juta orang atau 16.6% dari populasi (per Maret 2007). Di pedesaan kemiskinan mencapai 21.9%. 2. Sumberdaya Alam Banyak, tapi Banyak di Antaranya yang Menganggur

5 5 3. SDA Banyak tapi Kita Sangat Tergantung pada Impor TahunKonsumsiBahan Baku & Penolong ModalJumlah ,2 1,4 2,4 2,8 2,2 1,9 2,5 2,7 2,3 2,7 2,9 3,8 4,6 4,7 6,7 20,0 23,1 29,6 30,5 30,2 19,6 18,5 26,0 23,9 24,2 25,5 36,2 44,8 47,1 56,3 7,2 7,4 8,7 9,7 9,3 5,8 3,1 4,8 4,4 4,2 6,5 8,3 9,2 11,5 28,3 31,98 40,6 42,9 41,7 27,3 24,0 33,5 30,96 31,3 32,6 46,5 57,7 61,0 74,5 Nilai Berbagai Jenis Barang Impor Indonesia (USD Bn.)

6 6  Indeks Gini mengalami peningkatan: (1999)  (2002)  (2005).  Lebarnya kesenjangan pendapatan juga terjadi antara petani dan non-petani:  Pangsa TK pertanian thd total angkatan kerja 44%, pangsa PDB pertanian thd PDB total hanya 13%.  Besarnya kemiskinan di sektor pertanian berkaitan dengan penguasaan tanah yang timpang: petani gurem (penguasaan tanah < 0.5 hektar) mencapai 56.5% dari total jumlah petani. Salah satu akibat dari persoalan2 tsb adalah melebarnya kesenjangan dlm berbagai hal… TIRANI MODAL & PERMASALAHAN TERKAIT

7 7 Dengan potensi SDA yang besar, tidak seharusnya Indonesia:  mengalami kemiskinan dan pengangguran yang tinggi  memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor Dengan budaya gotong royong dan Pancasila yg kita miliki:  tidak selayaknya berbagai kesenjangan itu eksis  tidak sepatutnya kita membiarkan SDM kita berkualitas rendah, sehingga: tidak mampu mengelola SDA kita yang berlimpah justru menjadi “koeli” di negara jiran yg SDAnya tak sebanyak yang kita miliki  …

8 8 Ranking Malaysia 63, Thailand 78, Filipina 90, dan Vietnam 105. Source: HDR 2007/2008.

9 9 Korelasi DAU Perkapita (Kebijakan Otda) dengan IPM Sangat Rendah DAU perkapita hampir tak memiliki korelasi dengan HDI, karena DAU tidak difokuskan oleh Pemda untuk meningkatkan komponen2 IPM Seharusnya dpt digunakan utk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi rakyat.

10 10  …tidak sepantasnya pula kita memiliki sistem birokrasi dan kebijakan yang membiarkan: Asing menikmati manfaat SDA Indonesia berlipat-lipat melebihi yang dapat dinikmati pelaku usaha domestik konglomerasi domestik memarjinalkan ekonomi rakyat kecil (ilustrasi: marjinalisasi lahan pertanian)marjinalisasi lahan pertanian Cara pandang thd modal asing harus diobah  salah satu instrumen pendukung pemba- ngunan semata.  Arus masuk FDI masih sangat terbatas, meskipun berbagai kemudahan telah diberikan oleh pemerintah.  Maka, kita harus memperbesar peran pelaku ekonomi domestik yg tidak parasitik  Kerjasama pelaku ekonomi asing dan domestik berasaskan prinsip saling menguntungkan.

11 Kelompok Luas (ha) Usaha Tani (%) Rata-rata Luas (ha) Usaha Tani (%) Rata-rata Luas (ha) Usaha Tani (%) Kelompok Luas (ha) < < – – – – 2.99 ≥ ≥ 3 Sumber: BPS, “Sensus Pertanian Indonesia 1983, 1993, dan 2003”. Terjadi marjinalisasi lahan pertanian: persentase lahan pertanian luasan ha berkurang, seperti yg terjadi pada luasan 2.0 ha, persentase luasan <0.5 ha meningkat tajam. Jumlah RT Buruh Pertanian terus meningkat: 5.0 juta KK (1983)  8.9 juta KK (1993)  13.4 juta KK (2003)  Back Back

12 12 UPAYA MENUJU KETAHANAN EKONOMI Sementara pertumbuhan investasi lamban, dan pertumbuhan ekonomi lebih bergantung pada sektor jasa (non-tradable & capital intensive), upaya menuju ketahanan ekonomi seyogianya dilakukan melalui pengembangan kewirausahaan.  Di negara maju, wirausahawan berjumlah sekitar 2% dari angkatan kerja  Di Indonesia, tiap tahun ada sekitar 2.6 juta orang tambahan angkatan kerja. Bila tidak terserap, menjadi beban (pengangguran) Jika 5% dari jumlah tsb menjadi wirausahawan (130 ribu orang per tahun), maka akan tercipta sekitar 650 ribu kesempatan kerja per tahun Dlm 5 tahun, dari sini saja sudah mampu menciptakan kesempatan kerja langsung sekitar 3.25 juta.

13 13 Apakah wirausaha (entrepreneur) dan kewira- usahaan (entrepreneurship)? Entrepreneur is “ a person who creates and grows a venture.” (Jay Kayne, Miami Univ.) Entrepreneurship is:  “t he process through which ventures are created ” (Deb Markley, RUPRI)  “the pursuit of opportunity beyond the resources one currently controls” (Howard Stevenson, the Harvard Business School)  “to create and grow business” (The Webster’s dictionary; the Kaufman and Kellogg Foundations) Pengembangan kewirausahaan: upaya-upaya sistem- atis yang mempercepat dan mendukung entre- preneurs and entrepreneurship melalui public and private partnerships and practices.

14 14 Community Support of Youth and Their Ideas Entrepreneurial Education & Career Development Youth Involvement & Leadership in Community Engage Equip Support Sumber: Schroeder, RUPRI. Lebih mudah menciptakan dan mengembangkan wira- usaha sejak muda.

15 15 Antara lain dengan cara: Beri dukungan agar pemuda dan para senior bekerjasama menciptakan kesempatan2 yg lebih luas guna lebih berkembangnya wirausaha muda Dukung pemuda menciptakan dan mengembangkan bisnisnya sendiri, sesuai/fokus pada potensi ekonomi lokasi Bantu para pemuda agar mendapat akses terhadap pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan sumberdaya yang dibutuhkan.

16 16 Pendekatan pengembangannya:  “Mikro-ke-Makro” (microeconomic-based- economic development)  Pendekatan “local/regional-to-national” Wirausaha bertambah, maka:  komunitas lokal kuat, sehingga…  ekonomi lokal kuat, dan menyebabkan…  ekonomi nasional tumbuh dg akar yg kokoh.

17 17 Ekonomi nasional hanya akan kokoh bila pilar-pilar berikut kuat. Pilar-pilar:  Katahanan pangan  Ketahanan energi  Ketahanan finansial  Ketahanan ekonomi meningkat bila pilar- pilar tersebut semakin kuat. + Pilar ketahanan sosial, budaya & politik Kemandirian bangsa meningkat!! Objek yang prospektif bagi wirausaha

18 18 Terima kasih… Terima kasih…


Download ppt "1 TIRANI MODAL DAN KETAHANAN EKONOMI Hermanto Siregar, Ph.D. (Guru Besar Ilmu Ekonomi, IPB) Konferensi Warisan Otoritarianisme: “Demokrasi dan Tirani Modal”,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google