Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MACHINERY PROCEDURES. PROSEDUR PERMESINAN Bagian 1-Umum Bagian 2-Peralatan dan Mesin Geladak Kapal Bagian 3-Sistem Pipa Bagian 4-Daun Kemudi dan Sistem.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MACHINERY PROCEDURES. PROSEDUR PERMESINAN Bagian 1-Umum Bagian 2-Peralatan dan Mesin Geladak Kapal Bagian 3-Sistem Pipa Bagian 4-Daun Kemudi dan Sistem."— Transcript presentasi:

1 MACHINERY PROCEDURES

2 PROSEDUR PERMESINAN Bagian 1-Umum Bagian 2-Peralatan dan Mesin Geladak Kapal Bagian 3-Sistem Pipa Bagian 4-Daun Kemudi dan Sistem Kemudi Bagian 5-Mesin Induk, Baling-baling dan Shafting Bagian 6-Mesin Pelengkap Kamar Mesin Bagian 7-Prosedur Heat Exchanger Bagian 8-Prosedur Boiler / Ketel (Oil Fired and Waste Heat) Bagian 9-Prosedur Kelistrikan Bagian 10-Prosedur Instrumentasi dan Peralatan Pengendali Bagian 11-Prosedur Ruang Mesin Bagian 12-Prosedur Hot Work / Pekerjaan Panas Bagian 13-Prosedur Minyak Bahan Bakar Bagian 14-Prosedur Minyak Pelumas Bagian 15-Prosedur Penerapan Pengangkat

3 SASARAN Buku ini menjelaskan mengenai tata cara perawatan dan cara mengoperasikan/menjalankan permesinan di kapal.

4 TUJUAN TRAINING Peserta memahami isi dari prosedur permesinan Peserta dapat menjelaskan mengenai prosedur operasional permesinan Peserta dapat menerapkan tata cara pengoperasian sistem dan permesinan di kapal termasuk sistem recording dan pelaporan sesuai dengan prosedur Company

5 1 - GENERAL Tanggung jawab C/E bertanggung jawab kepada Master untuk kepentingan administrasi di departemen Engineering dan memimpin stafnya. Perusahaan memberikan bantuan & dukungan dalam bentuk nasihat, informasi dan peralatan, dan tenaga tambahan bila diperlukan. Pedoman pegangan : Builder’s records of setting and clearance, Manufacturer’s Instruction Manual, The Shipboard Procedure Manual, keahlian professional dan pengalaman yang ada.

6 Night Order Book Sebelum melakukan tugas berjaga di kapal, engineer officer wajib menandatangani Night Order Book untuk Company Engine Room Watchkeeping, Unmanned Operation Standing Order dan Chief Engineer’s Standing Order.

7 Pemeliharaan & Perbaikan Kebijaksanaan Perusahaan : Pemeliharaan & Perbaikan yang dapat dilakukan oleh awak kapal wajib segera dilakukan di atas kapal. Pemeliharaan & Perbaikan yang dapat dilakukan awak kapal harus segera dilakukan tanpa ditunda sampai masa masuk galangan (dry dock).

8 Dokumentasi & Recording Petunjuk tentang dokumentasi dan pencatatan yang diwajibkan Perusahaan terdapat dalam Company Form

9 Pertimbangan Keselamatan Sebelum melakukan tindakan pemeliharaan permesinan dan peralatan, syarat-syarat operasional kapal dan aspek keselamatan harus diperhatikan. –Keselamatan jiwa –Keselamatan lingkungan –Keselamatan Properti : cargo, machinery, equipment

10 2 - Peralatan & Mesin Geladak Kapal Harus cukup udara sejuk mengalir di dekat motor listrik. Setiap bulan, megger reading harus dijalankan pada semua peralatan bertenaga listrik termasuk alat2 yang tidak digunakan, ditulis dalam buku harian mesin (Engine Log Book).

11 3 - Sistem Pipa Sistem Perpipaan di Kamar Mesin Pipa, katup2 dan fittings dperiksa secara rutin adanya kemungkinan kebocoran dan kerusakan. Bilge dan katup ballast harus diperiksa sejalan dengan prosedur pemeliharaan terencana. Alat penyedot got darurat (emergency bilge suction) harus dijaga dalam kondisi baik dan dibuka setiap drydocking.

12 4 - Daun Kemudi & Sistem Kemudi Inspeksi semua flange peralatan kemudi harus dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 3 bulan sekali. Inspeksi visual pada daun kemudi harus dilakukan setiap kali ada kesempatan. Sistem kemudi & daun kemudi khususnya sistem pelumasan harus teratur diperiksa ketika kapal berlabuh jangkar & sistem kemudi tidak bekerja.

13 5 - Mesin Induk, Propeller dan Shafting Kegagalan Performansi : Pihak kapal harus segera memberitahukan kepada perusahaan dengan penjelasan alasan lengkap, apabila kapal : –tidak mencapai kecepatan sepenuhnya –tidak dapat mempertahankan kecepatan charter –boros bahan bakar Pengoperasian Kapal dengan Kecepatan Rendah : Pengoperasian mesin induk di bawah 40% MCR untuk waktu yang lama, harus disetujui perusahaan terlebih dahulu. Nozzle injector yang akan digunakan dipastikan dalam kondisi memuaskan.

14 Piston & Cylinder Liner : Overhaul piston dan penggantian ring harus sesuai petunjuk dari instruction manual dan jadwal pemeliharaan terencana. Alat kalibrasi yang akan digunakan untuk pengukuran cyl. liner dipastikan mempunyai suhu yang sama dengan cyl. liner. Pengukuran cyl. liner dan overhaul piston, di-record dalam “Cylinder Liner Report” (TD 06) dan dikirim ke perusahaan. Bila terjadi keausan yang tidak biasanya, cyl. liner ataupun ring piston harus segera dilaporkan ke perusahaan.

15 Inspeksi Crankcase & Bolting Check : Inspeksi harus dilakukan maksimum 3 bulan sekali : fastening, pipa2, peralatan non permanen, perkakas, dll. Peralatan pembuang tekanan (pressure relieving device) dan flame trap gauze harus diperiksa dan dirawat. Pengukuran Crankshaft deflection dilakukan setiap 3 bulan sekali dan dicatat dalam form TD-15 (crankshaft defection). Inspeksi teratur harus dilakukan untuk fretting, tie bolts, holding down bolts, chock, dan cyl. head bolt. Holding down bolt dan chock diperiksa setiap 6 bulan sekali.

16 Alarm, Shutdown & Keselamatan Semua alarm dan shutdown harus ditest secara teratur sesuai jadwal pengetesan semua sistem alarm semua permesinan, boiler, dan sistem alarm tambahan. Jadwal pengetesan Overspeed trip untuk controllable pitch propeller dengan motor induk kecepatan sedang juga harus dibuat.

17 Performansi Main Engine Performance Data (TD-12) harus diisi dan dikirim ke perusahaan min. sekali dalam pelayaran panjang atau min. sekali setiap bulan untuk kapal pelayaran pendek. Motor Berkecepatan Sedang Kemurnian minyak pelumas harus diperhatikan. Pengujian kelembaban dan kekentalan minyak pelumas harus dilakukan maks. 2 hari sekali dan di- record dalam Engine Log Book.

18 Propeller Propeller diperiksa bila memungkinkan pada saat kapal kosong. Bila terdapat kerusakan berat atau vibrasi yang tidak umum, harus segera diberitahukan kepada perusahaan. Inspeksi terperinci propeller harus dilakukan bila kapal di atas dock. Variable Pitch Propeller Keandalan operasi CPP tergantung pemeliharaan yang baik pada sistem servo hidrolik (hydraulic servi system). Semua engineer officer harus familiar dengan metode emergency untuk pengetesan pitch propeller bila terjadi kesalahan/kerusakan hidrolik atau sistem kontrol.

19 Pencatatan Running hours untuk permesinan: alternator, steering geer unit, pompa2, fan, heater/cooler; dilakukan sesuai dengan adanya jadwal pemeliharaan terencana (PMS). Setiap bulan data2 performansi motor bantu di-record dalam Auxiliary Engine Data (TD-13) dan diperiksa bahwa power out tiap silinder adalah sama. Data yang dicatat: –peak pressure –exhaust temp. –fuel pump rack reading Bila terdapat motor bantu yang tidak dapat memberikan listrik dengan kapasitas yang sesuai desain, harus segera memberitahukan kepada pihak kapal. 6 - Permesinan Bantu

20 Turbo Generator Over speed dan hand trip harus ditest sebelum dijalankan dan setiap enam bulan atau sesuai permintaan perusahaan, semua peralatan over speed terpasang harus ditest. Emergency Diesel Generator Motor ini dijalankan seminggu sekali. Alarm dan peralatan keselamatan diuji setiap waktu. Setiap bulan atau bila ada kesempatan di pelabuhan, motor dijalankan dengan beban dan diperiksa starting otomatisnya. Semua dicatat dalam Engine Room Log.

21 Pompa Pompa2 yang dilengkapi dengan trip harus ditest sebelum dijalankan dan dicatat di Engine Log Book. Pengetesan dilakukan min. 6 bulan sekali.

22 C/E bertanggung jawab terhadap semua instalasi listrik. Semua engineer officer termasuk kadet wajib tahu lokasi dan metode operasi pembangkit listrik utama dan untuk emergency. Semua engineer officer wajib tahu prosedur yang harus diikuti untuk menghidupkan kembali auxiliary power supplies setelah terjadi black out. Termasuk mengenai peralatan trip switch board dan operasi manual permesinan. 9 - Prosedur Listrik

23 Ketahanan isolasi dari setiap peralatan yang dapat dihubungkan ke sumber energi listrik harus diukur dan dicatat min. sekali dalam 6 bulan. Insulation Resistance Test/Megger Test

24 Semua engineer officer harus mengerti benar “company engine room watchkeeping and unmanned operation standing order” C/E harus memastikan bahwa semua personnel kamar mesin harus mengenal benar keadaan kapal, prosedur keselamatan dan semua tata tertib yang diberlakukan. Semua engineer officer harus mengerti benar prosedur yang harus diikuti saat terdengar bunyi alarm gas ataupun banjir busa. Pengaktifan sistem pengalihan gas atau busa ke ruang2 mesin dilakukan atas perintah langsung C/E Prosedur Ruang Mesin

25 Berisi mengenai prosedur terperinci yang harus diikuti ketika staff kapal ataupun riding squads melakukan pembakaran, pengelasan, atau hot work lainnya. Hanya officer dan petugas yang telah ditunjuk C/E dapat menggunakan peralatan pembakaran dan pengelasan. Hot work tidak boleh dilakukan pada pipa sebelum dilepaskan dari sistem pipa. Hot work di bengkel kamar mesin dapat dilakukan bila diminta C/E Prosedur Hot Work

26 C/E harus bertanggung jawab terhadap pengelolaan minyak bahan bakar. C/E menjaga record yang akurat dari bahan bakar dan cairan dalam bunker dengan mengisi form OP 062 “Fuel/LO/Feed and Domestic Wared sounding and transfer”. Semua tanki settling dan service FO harus dicuci dan diperiksa pada waktu maks. 12 bulan sekali Prosedur Minyak Bahan Bakar

27 C/E harus bertanggung jawab terhadap jadwal suplai LO dan mencegah terjadinya pembuangan minyak. Peralatan test untuk kandungan LO, kekentalan dan angka netralisasi harus digunakan : –setiap 7 hari di laut untuk M/E –setiap 7 hari operasi untuk A/E –setiap bulan untuk stern tube Setiap record harus dicatat di Engine Log Book Prosedur Minyak Pelumas

28 LO Analysis Sample minyak pelumas harus diambil pada saat mesin sedang aktif dan dibawa ke laboratorium untuk dianalisa. Jadwal LO Analysis 3 bulan : untuk gearbox M/E, alternator/generator, tabung uap/steam tube. 6 bulan : untuk sistem lain meliputi CPP, steering gear, cargo valve hydraulic dan deck machinery hydraulic.

29 Semua alat pengangkat yang terbuka harus dicantumkan dalam deck greasing plan yang formal. Hal ini dilakukan oleh C/O sesuai prosedur pemeliharaan kapal C/O bertanggung jawab pada Master untuk penjagaan keamanan atas Register of Lifting Appliances. C/O harus memastikan semua sertifikasi alat2 pengangkat ditulis dalam Register Prosedur Alat-Alat Pengangkat

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52

53

54

55

56

57

58

59

60

61

62

63


Download ppt "MACHINERY PROCEDURES. PROSEDUR PERMESINAN Bagian 1-Umum Bagian 2-Peralatan dan Mesin Geladak Kapal Bagian 3-Sistem Pipa Bagian 4-Daun Kemudi dan Sistem."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google