Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Membangun untuk manusia & masyarakat  Mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial & pembangunan ekologi yg berkelanjutan NORMA PEMBANGUNAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Membangun untuk manusia & masyarakat  Mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial & pembangunan ekologi yg berkelanjutan NORMA PEMBANGUNAN."— Transcript presentasi:

1

2

3  Membangun untuk manusia & masyarakat  Mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial & pembangunan ekologi yg berkelanjutan NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA 3 DIMENSI PEMBANGUNAN QUICK WINS & PROGRAM LANJUTAN LAINNYA  Memulihkan & menjaga keseimbangan antar sektor, antarwilayah & antar kelompok sosial dlm pembangunan  Mewujudkan perekonomian yg inklusif, berbasis ilmu pengetahuan & teknologi, & keunggulan SDM Antar kelompok Pendapatan Antar wilayah KONDISI PERLU Kepastian & Penegakan Hukum Keamanan & Ketertiban Politik & Demokrasi Tata Kelola & RB

4 4

5 Daerah Terpencil, Sangat Terpencil, Perbatasan & Kepulauan Terpencil/Sngt Terpencil Perbatasan Kepulauan 33 Provinsi 353 Kab/kota 2492 Puskesmas *) meliputi kawasan transmigrasi 15 Provinsi 48 Kab/kota 120 Puskesmas 7 Provinsi ( Kepri, Babel, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Sulut ) 147 kab/kota yg diidentifikasi memiliki pulau 5 Daerah Tertinggal

6 6 1. Peningkatan Kesehatan Ibu, Anak, Remaja dan Lansia 2. Percepatan Perbaikan Status Gizi Masyarakat 3. Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 4. Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan yang Berkualitas 5. Pemenuhan Ketersediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Pengawasan Obat dan Makanan 6. Pemenuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan 7. Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 8. Peningkatan Manajemen, Penelitian dan Pengembangan, dan Sistem Informasi 9. Pengembangan dan Peningkatan Efektifitas Pembiayaan Kesehatan 10. Pengembangan Jaminan Kesehatan Nasional

7 7 Strategi 1.Peningkatan surveilans epidemiologi faktor resiko dan penyakit terutama di daerah kumuh dan DTPK; 2.Peningkatan upaya preventif dan promotif dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular; 3.Pelayanan kesehatan jiwa; 4.Pencegahan dan penanggulangan kejadian luar biasa/wabah terutama di daerah DTPK dan kelompok masyarakat miskin; 5.Peningkatan mutu kesehatan lingkungan; 6.Penatalaksanaan kasus dan pemutusan rantai penularan; 7.Peningkatan pengendalian faktor risiko biologi, perilaku dan lingkungan; 8.Peningkatan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan; 9.Peningkatan kesehatan lingkungan dan akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak dan perilaku hygiene terutama di daerah DTPK; 10.Pemberdayaan dan peningkatan peran swasta dan masyarakat dalam pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

8 1. Peningkatan surveilans epidemiologi faktor risiko dan penyakit 2. Peningkatan perlindungan kelompok berisiko 3. Peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan pengendalian faktor risiko lingkungan 4. Penatalaksanaan epidemiologi kasus dan pemutusan rantai penularan 5. Pencegahan dan penanggulangan KLB/Wabah termasuk yang berdimensi internasional 6. Peningkatan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan 7. Pemberdayaan dan peningkatan peran swasta dan masyarakat 8. Peningkatan keterpaduan program promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan

9 1. Melaksanakan review dan memperkuat aspek legal 2. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi 3. Melaksanakan intensifikasi, akselerasi dan inovasi program 4. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang PP dan PL 5. Memperkuat Jejaring kerja dan kemitraan 6. Memperkuat manajemen logistik 7. Meningkatkan Surveilans dan aplikasi teknologi pendukung (SKDR) 8. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pendampingan teknis 9. Mengembangkan dan memperkuat sistem pembiayaan program 10. Meningkatkan pengembangan teknologi preventif

10 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Presentase Pengawasan Kualitas Air Minum OUTPUT:TTG Peningkatan Kualitas Sarana Air Minum DESKRIPSI:Untuk meningkatan akses masyarakat terhadap Air Minum yang berkualitas dapat dilakukan beberapa kegiatan, antara lain adalah dengan membangun unit TTG pengolah air untuk mengolah air dari sumber air yang ada (OPSI PASM – Pengolahan Air Siap Minum) ataupun dengan melakukan pengamanan terhadap sumber-sumber air baik berupa mata air, air sungai maupun air tanah (OPSI RPAM – Rencana Pengamanan Air Minum) TUJUAN:1. meningkatkan kualitas air minum (Opsi PASM) 2. pengamanan sumber mata air (Opsi RPAM) LOKASI:A. PASM : 1. Kab. Belu 2.Kab.Malaka B. RPAM : 1. Kab.Alor 2. Kab.TTU

11 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Persentase TTU yang memenuhi syarat kesehatan OUTPUT:Peta Kualitas TTU DESKRIPSI:Tempat-tempat umum merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dan melakukan berbagai macam aktivitas, antara lain kawasan wisata, kawasan industri dan kawasan fasyankes. Untuk itu diperlukan usaha-usaha untuk mengendalikan faktor risiko penyakit dan menjaga kualitas lingkungan di sekitar daerah wisata. Kegiatan pemetaan kualitas TTU dibuat berdasarkan Inspeksi Sanitasi di suatu wilayah tertentu TUJUAN:memetakan kualitas lingkungan dan FR kesehatan lingkungan di kawasan tertentu LOKASI: A. kawasan wisata : 1. Kab.Sumenep 2. Kab.Banyuwangi B. kawasan Industri : 1. Kab.Mojokerto 2. Kab.Gresik C. Kawasan Fasyankes :1. Kab.Alor 2.Kab.Lombok Timur

12 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Persentase desa/kelurahan yang melaksanakan STBM OUTPUT:TTG Bidang STBM DESKRIPSI:Berdasarkan hasil pemicuan STBM yang telah dilaksanakan oleh Dinkes Kota/Kab dan BBTKLPP Surabaya, diperoleh desa yang sudah terpicu untuk merubah perilaku sesuai STBM pilar ke 1 yaitu Stop BABS. Oleh karena itu dilakukan tindak lanjut dengan membuat TTG berupa jamban sehat untuk wilayah yang sebagian besar penduduk pra KS. TUJUAN:Menyediakan jamban sehat bagi warga pra KS di wilayah DAS LOKASI:1.Kota Malang 2.Sumenep

13 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Persentase TPM yang memenuhi syarat kesehatan OUTPUT:Tenaga terlatih bidang penyehatan TPM DESKRIPSI:Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia, sehingga makanan harus memiliki nilai gizi optimal dan aman bagi kesehatan. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak, oleh karena itu diperlukan pelatihan pengolahan makanan bagi petugas kesehatan. TUJUAN:Terlaksananya kegiatan pelatihan teknis pengolahan makanan LOKASI:Semua kota/kab di Jatim (38 Kota/Kabupaten)

14 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Jumlah rekomendasi kajian analisis dampak kesling OUTPUT:Kajian ADKL/ARKL DESKRIPSI:Surveilans faktor risiko kesehatan dapat dilakukan secara aktif dan pasif. Surveilans aktif dilakukan dengan pengambilan sampel di kawasan DAS, surveilanas pasif dilakukan dengan mengolah data pasif air minum, ALRS, dan udara ambien TUJUAN:Memberikan informasi kondisi kualitas lingkungan dan faktor risiko kesehatan LOKASI:1.Tulungagung, 2.Mojokerto, 3.Gresik, 4.Sidoarjo

15 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Jumlah daerah yang melaksanakan strategi adaptasi dampak perubahan iklim bidang kesehatan (APIK) OUTPUT:Peta kerentanan perubahan iklim kesehatan DESKRIPSI:Perubahan iklim dan cuaca akan membentuk pola musim yang ekstrim seperti musim kemarau yang panjang serta musim hujan dengan curah hujan yang sangat tinggi. Hal ini akan menyebabkan perubahan ekosistem yang mempengaruhi penyebaran penyakit secara langsung dan tidak langsung TUJUAN:pemetaan kerentanan wilayah terhadap penyakit akibat perubahan iklim LOKASI:1.Jombang 5. Pacitan 2.Probolinggo 6. Kediri 3.Trenggalek 7. Madiun 4.Bondowoso

16 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Persentase TPM yang memenuhi syarat kesehatan OUTPUT:peta kualitas TPM DESKRIPSI:Tersedianya makanan yang aman bermutu dan bergizi sangat diperlukan untuk mewujudkan keamanan pangan, sehingga sistem pengelolaan pangan yang higienis oleh TPM perlu diperhatikan. Oleh karena itu diperlukan monitoring terhadap makanan yang diproduksi. TUJUAN:Tersedianya informasi tentang kualitas makanan yang diproduksi dari TPM yang memenuhi syarat mikrobiologi & kimia LOKASI:1.Kab.Jombang 2.Kota Batu 3.Kota Probolinggo 4.Kota Surabaya

17 PENYEHATAN LINGKUNGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN IKK:Persentase Pengawasan kualitas air minum OUTPUT:Peta Kualitas Air Minum DESKRIPSI:Pendampingan laboratorium daerah dalam rangka percepatan akreditasi laboratorium daerah TUJUAN:Jejaring labkesda dan Percepatan akreditasi Labkesda LOKASI:1.Ponorogo, 2.Kota Malang, 3.Lumajang, 4.Ende, 5.Kota Kupang, 6.Karangasem, 7.Sumbawa.

18 IKK: Persentase sinyal kewaspadaan dalam sistem kewaspadaan dini yang direspon OUTPUT: Investigasi dan Penanggulangan KLB DESKRIPSI: Kegiatan ini merupakan upaya penanggulangan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit berpotensi KLB / wabah pada saat kejadian berlangsung maupun pasca kejadian. Upaya penanggulangan KLB/Wabah/Bencana perlu dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam pada desa/ kelurahan yang mengalami KLB. TUJUAN: 1.Menegaskan, menegakkan dan memastikan diagnosis adanya rumor 2.Melakukan penyelidikan epidemiologi, surveilans faktor risiko berbasis laboratorium pada kejadian KLB/wabah/ bencana 3.Memberikan rekomendasi pada kejadian KLB/wabah/ bencana 4.Menyusun Rencana dan 5.tindak lanjut pengendalian dan penanggulangan KLB/wabah/ bencana tersebut. LOKASI: - Respon Cepat & Advokasi KLB PEMBINAAN SIMKARKESMA

19 IKK:Persentase sinyal kewaspadaan dalam sistem kewaspadaan dini yang direspon OUTPUT:Provinsi yang melakukan Penguatan Kewaspadaan Dini KLB Penyakit DESKRIPSI:Jejaring surveilans dengan Dinas Kesehatan Propinsi dalam upaya penguatan sistem kewaspadaan dini, melalui diseminasi informasi dan advokasi TUJUAN:Diseminasi informasi dan advokasi guna kewaspadaan dini KLB LOKASI:1.Kota Surabaya 2.Kota Denpasar 3.Kota Mataram 4.Kota Kupang Penguatan kewaspadaan dini potensial KLB PEMBINAAN SIMKARKESMA

20 IKK: Persentase upaya pengendalian faktor risiko pada wilayah dengan kondisi matra OUTPUT: Upaya pengendalian faktor risiko pada wilayah dengan kondisi matra DESKRIPSI: Kegiatan ini untuk melakukan pengawasan dan pengendalian faktor risiko terhadap KLB keracunan makanan dan SKD gangguan kecelakaan pada situasi khusus hari besar agama, liburan sekolah dan event-event khusus yang banyak melibatkan massa. TUJUAN: 1.Mengetahui potensi faktor risiko keracunan makanan dan gangguan kecelakaan pada situasi khusus arus mudik 2.Mengetahui potensi faktor risiko keracunan makanan pada situasi liburan dan event-event khusus LOKASI: 1.Kota Surabaya, 2.Malang 3.Gresik, 4.Sidoarjo 5.Kota Denpasar 6.Badung 7.Kupang Pengendalian Faktor Risiko Pada Kondisi Matra PEMBINAAN SIMKARKESMA

21 IKK:Persentase kab/kota dengan IR DBD kurang dari target nasional OUTPUT:Kajian monitoring faktor risiko sumber penular dan efektifitas intervensi DBD DESKRIPSI:Kegiatan ini merupakan pemetaan persebaran serotype virus Dengue di wilker BBTKLPP Surabaya. Data serotype diperoleh melalui specimen darah penderita DBD yang diambil di RS. TUJUAN:1.Diperoleh data tentang pola sebaran serotype Virus DBD. 2. Diperoleh data tentang potensi risiko outbreak karena double infection serotype Virus pada manusia. LOKASI: 1.Pacitan, 2.Pasuruan, 3.Probolinggo 4.Tabanan 5.Lombok tengah

22 IKK:Jumlah Kab/Kota dengan API <1/1.000 pada tahun 2019 OUTPUT: Kajian dan monitoring faktor risiko sumber penular dan efektivitas intervensi malaria DESKRIPSI: Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tenaga mikroskopis dan sanitarian/ entomology di puskesmas. Bentuk kegiatan berupa uji profesiensi bagi tenaga mikroskopis dan sanitarian/ entomology dengan cara uji panel slide mikroskopis serta uji identifikasi vector. Disamping itu dilakukan pula supervisi guna memperoleh data tentang kelengkapan sarana dan prasarana lab Puskesmas TUJUAN: 1.mengetahui tingkat kemampuan petugas dalam pemeriksaan mikroskopis 2.mengatahui kualitas sarana dan prasarana laboratorium mikroskopis 3.mengetahui kegiatan/ program yang dilakukan dalam rangka eliminasi malaria LOKASI: 1.Madiun 2.Alor, 3.Sika, 4.Lembata, 5.Ende

23 IKK:Jumlah kasus Konfirmasi Flu Burung pada Manusia kurang dari 11 pada tahun 2019 OUTPUT:Pengamatan faktor risiko dan sumber penular flu burung di wilayah kerja DESKRIPSI:Surveilans dalam rangka sistem kewaspadaan dini penyakit flu burung, pelacakan kasus/kewaspadaan dini serta advokasi pengendalian penyakit flu burung TUJUAN:Surveilan kewaspadaan dini Pelacakan kasus Advokasi pengendalian LOKASI:1.Kt. Surabaya 2.Kt. Denpasar 3.Kt. Kupang

24 IKK:Persentase Angka Kematian kasus Leptospirosis pada Manusia menjadi <15% Tahun 2019 OUTPUT: Pengamatan faktor risiko dan sumber penular leptospirosos di wilayah kerja DESKRIPSI: Kegiatan ini merupakan upaya kewaspadaan dini dan pengendalian faktor risiko lingkungan terhadap penyakit bersumber binatang leptospirosis. Leptospirosis di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berdasarkan Permenkes No Tahun 2010 termasuk penyakit yang dapat menimbulkan wabah. TUJUAN: 1.Mengetahui tingkat kepadatan tikus 2.Mengetahui sebaran, jenis dan proporsi tikus yang positif leptospirosis 3.Mengetahui faktor lingkungan dan perilaku yang berisiko terhadap penularan leptospirosis 4.Memberikan rekomendasi untuk Pengendalian Faktor Risiko Lingkungan Penyakit Leptospirosis berdasarkan hasil kegiatan LOKASI: 1.Gresik, 2.Tulungagung, 3.Ponorogo 4.Denpasar

25 IKK: Jumlah kasus Pes pada manusia menjadi <1 Tahun 2019 OUTPUT: Pengamatan faktor risiko dan sumber penular pes di wilayah kerja DESKRIPSI: Kegiatan ini merupakan upaya kewaspadaa dini terhadap penyakit pes. Kewaspadaan dini terhadap kemungkinan terjadi relaps masih diperlukan. Siklus penyakit pes diduga juga masih terjadi di antara hewan khususnya rodent silvatik di daerah vulkanik. Peningkatan aktivitas vulkanik, perubahan tataguna lahan, penggundulan hutan, perubahan ekologi dan tuntutan kebutuhan hidup hewan silvatik menyebabkan hewan tersebut bermigrasi keluar habitat memasuki habitat yang lain. TUJUAN: 1.Teridentifikasinya vektor dan reservoir penyakit pes 2.Teridentifikasinya faktor risiko penyakit pes dan penyakit tular pinjal 3.Terlaksananya surveilans pada manusia dan petugas yang berisiko pes 4.Terumuskannya situasi dan kondisi wilayah dari risiko penyakit tular pinjal 5.Terselenggaranya assessment pes di daerah fokus dan terancam pes di Jawa Timur LOKASI: 1.Pasuruan

26 IKK:Cakupan kab/kota dengan angka keberhasilan pengobatan TB paru BTA positif (SR) minimal 85% OUTPUT:Kajian faktor risiko kejadian TB DESKRIPSI:Kajian Faktor risiko kejadian TB terkait kejadian MDR TB TUJUAN:Penguatan jejaring dan advokasi hasil kajian faktor risiko TB LOKASI: 1.Jember, 2.Surabaya, 3.Batu, 4.Madiun PPML

27 IKK:Proposi kabupaten/kota endemis frambusia yang melakukan pengobatan massal OUTPUT:Kajian faktor risiko kejadian frambusia DESKRIPSI:Identifikasi faktor risiko dominan spesifik lokal dalam rangkan pencegahan dan eliminasi farmbusia. Kegiatan ditujukan pada kelompok masyarakat yang tidak menunjukkan gejala klinis fambusia TUJUAN:Penguatan jejaring advokasi hasil kajian faktor risiko TB LOKASI: 1.Sumba Timur, 2.Sumba Tengah 3.Belu PPML

28 IKK:Persentase kelompok khusus (Haji, PO Bus, Sekolah, Tempat Kerja) yang melaksanakan kegiatan Posbindu PTM dan Cedera OUTPUT:Kab/kota yg melaksanakan monitoring faktor risiko PTM melalui kegiatan Posbindu PTM pada kelompok masyarakat khusus DESKRIPSI:Kegiatan ini untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit dan pembuluh darah yang meliputi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti riwayat penyakit keluarga, umur, jenis kelamin, serta faktor risiko yang dapat dimodifikasi/ dapat dikontrol, seperti hipertensi, merokok, Diabetes mellitus, dislipidemia (metabolisme lemak yang abnormal), obesitas umum dan obesitas sentral, kurang aktifitas fisik, pola makan, konsumsi minuman beralkohol dan stress pada kelompok masyarakat khusus melalui kegiatan Posbindu TUJUAN:Memandirikan kelompok masyarakat khusus ( Po Bis, lansia ) untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung dan pembuluh darah LOKASI: 1.Sidoarjo, 4. Lamongan, 2.Tuban, 5. Pasuruan 3.Singaraja 6. Buleleng MONITORING FAKTOR RISIKO PTM MELALUI KEGIATAN POSBINDU PTM PADA KELOMPOK MASYARAKAT KHUSUS

29 IKK:Persentase kab/kota memiliki peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) OUTPUT:Peningkatan jumlah peraturan KTR di kab/kota DESKRIPSI:Kegiatan ini sebagai upaya pengendalian untuk mengurangi dan mencegah penyakit tidak menular yang semakin meningkat. 4 FR utama yang berperan dalam terjadinya penyakit tidak menular adalah konsumsi tembakau,kurangnya aktifitas fisik, konsumsi alkohol dan pola diet tidak sehat. Kegiatan ini difokuskan untuk mendorong pemerintah daerah dalam menyusun dan menerapkan kawasan Tanpa Rokok. TUJUAN:1.Mengetahui implementasi Perda KTR di Kota/ kabupaten yang sudah menerapkan Perda KTR. 2.Mengidentifikasi kendala- kendala dalam penerapan Perda KTR 3.Melakukan e monitoring guna pembentukan Perda KTR di daerah kabupaten/kota yang belum mempunyai Perda KTR. LOKASI: 1.Surabaya, 6. Madiun, 2.Probolinggo. 7. Jember 3.Denpasar 8. Badung, 4.Tabanan 9. Kupang, 5.Flores timur PENINGKATAN JUMLAH PERATURAN KTR DI KABUPATEN/KOTA

30


Download ppt " Membangun untuk manusia & masyarakat  Mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial & pembangunan ekologi yg berkelanjutan NORMA PEMBANGUNAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google