Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 2 1 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 2 1 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 2 1 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

2 2 A. DETERMINISTIK SISTEM. ◦ Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/ diketahui dengan pasti. Contoh :  Program komputer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.  Sistem penggajian. B.PROBABILISTIK SISTEM. ◦ Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem). Contoh : -Sistem penilaian ujian - Sistem pemasaran.

3 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya 3 C. OPEN SISTEM. ◦ Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya. Contoh :  Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi. (Bisnis dalam menghadapi persaingan dari pasar yang berubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan tersingkir)

4 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya 4 D. CLOSED SISTEM. ◦ Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut. Contoh : - reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup.

5 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya 5 E. RELATIVELY CLOSED SISTEM. ◦ Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruhpengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu Contoh :  Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan sebelumnya. tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).

6 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya 6 F.ARTIFICIAL SISTEM. ◦ Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.  Contoh :  Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat computer seolah-olah berpikir.  Sistem robotika.  Jaringan neutral network. G. NATURAL SISTEM. ◦ Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam. Contoh : - laut, pantai, atmosfer, tata surya dll.

7 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya 7 H. MANNED SISTEM. ◦ Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut : 1. Sistem manusia-manusia.  Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia. 2. Sistem manusia-mesin.  Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan. 3.Sistem mesin-mesin.

8 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya 8  Perancang sistem lebih banyak menggunakan metode " Relatively Closed dan Deterministik Sistem ", karena sistem ini dalam pengerjaannya lebih mudah meramalkan hasil yang akan diperoleh dan lebih mudah diatur dan diawasi. Contoh : ◦ Pada bidang sistem informasi, faktor komputer dan program computer biasanya " Relatively Closed dan Deterministik ", tetapi faktor manusia sebagai pengelolanya adalah " Open dan Probabilistik Sistem ".

9  Kita memerintahkan komputer bagaimana menyelesaikan suatu masalah  Terstruktur dan step by step sampai komputer menyelesaikan suatu masalah  Berdasar suatu algoritma, tersusun jelas, kemudian algoritma tsb di terapkan pada komputer 9 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

10  Di dasar pada representasi dan manipulasi simbol  Simbol bisa berupa huruf, kata, bilangan yang digunakan untuk menggambarkan objek, proses, atau hubungan objek dan proses tsb  Objek bisa orang, benda, ide, peristiwa atau lainnya  Algoritma masih tetap digunakan 10 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

11  Ai dapat melakukan penalaran dan menarik kesimpulan dari pengalamannya  Hal itu dilakukan dengan teknik tertentu, misal pelacakan (searching) dan pencocokan pola (pattern matching)  Dari informasi awal software AI melacak basis pengetahuan untuk mencari pola- pola kondisi yang spesifik.  Mencocokkan kriteria yang sesuai dengan basis pengetahuan yang dimilikinya. 11 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

12 Mendefinisikan ruang masalah untuk masalah yang dihadapi spesifikasi kondisi awal dan solusi yang diharapkan Mendefinisikan representasi pengetahuan yang digunakan mengubah state ke state lainnya Memilih metode inferensia yang tepat sehingga menemukan solusi terbaik dengan usaha yang minimal 12 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

13  Masalah utama dalam membangun sistem berbasis AI adalah bagaimana mengkonversi situasi yang diberikan ke dalam situasi yang lain yang di inginkan menggunakan sekumpulan operasi tertentu. 13 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

14  Contoh klasik permasalahan dalam sistem pakar adalah masalah 2 ember air. "Diberikan 2 ember air yang berkapasitas 8 liter dan 6 liter. Kita dapat mengisi satu ember dari ember lainnya dan proses penakaran hanya dengan memakai 2 ember tersebut. Bagaimana kita bisa mengisikan tepat 4 liter dalam ember 8 liter ? Asumsikan tidak boleh ada air yang hilang dalam proses penakaran". 14 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

15 1. Menentukan aksi-aksi (problem space) yang bisa mengubah kondisi pada kedua ember dalam bentuk rule atau tree-diagram, Contoh kemungkinan aksi-aksi. Isi ember 8 literIsi ember 6 literKosongkan ember 8 literKosongkan ember 6 literIsikan seluruh air dalam ember 8 liter ke 6 literIsikan seluruh air dalam ember 6 liter ke 8 literPenuhi ember 8 liter dari 6 literPenuhi ember 6 liter dari 8 liter 15 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

16 2. Menentukan urutan aksi untuk menghasilkan solusi, seperti: 16 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

17  Bagaimana mendapatkan 2 galon air dari suatu bejana yang berisi mak 4 galon dan 3 galon air dalam bejana yang berisi 3 galon  Initial State (x,y)= (0,0)  X = bejana 4 galon  Y = bejana 3 galon  Goal state (n,2) 17 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

18  Operasi yang mengubah suatu state ke state lainnya  Semua aturan bisa mungkin karena pemikiran yang berbeda-beda  Pertanyaannya bagaimana kita tahu bahwa aturan produksi yang kita pakai itu benar atau belum? 18 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

19 1. (x,y) (4,y) if x < 4 Isi penuh jurigen 4 galon 2. (x,y) (x,3) if y < 3 Isi penuh jurigen 3 galon 3. (x,y) (x-d,y) if x > 0 Buang sebagian air dari jurigen 4 galon 4. (x,y) (x,y-d) if y > 0 Buang sebagian air dari jurigen 3 galon 5. (x,y) (0,y) if x > 0 Kosongkan jurigen 4 galon 6. (x,y) (x,0) if y > 0 Kosongkan jurigen 3 galon 7. (x,y) (4,y-(4-x)) if x+y ≥ 4 and y > 0 Tuangkan air dari jurigen 3 galon ke 4 galon sampai jurigen 4 galon penuh 8. (x,y) (x-(3-y),3) if x+y ≥ 3 and x > 0 Tuangkan air dari jurigen 4 galon ke 3 galon sampai jurigen 3 galon penuh 9. (x,y) (x+y,0) if x+y ≤ 4 and y > 0 Tuangkan seluruh air dari jurigen 3 galon ke jurigen 4 galon 10. (x,y) (0,x+y) if x+y ≤ 3 and x > 0 Tuangkan seluruh air dari jurigen 4 galon ke jurigen 3 galon 11. (0,2) (2,0) Tuangkan 2 galon air dari jurigen 3 galon ke jurigen 4 galon 12. (2,y) (0,y) Buang 2 galon air dalam jurigen 4 galon sampai habis 19 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

20 c. Pilih metode pencarian yang tepat Jumlah Air dalam Jurigen 4 galon Jumlah Air dalam Jurigen 3 galon Aturan Produksi yang di aplikasikan yang di aplikasikan Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

21  Seorang petani akan menyebrangkan seekor kambing, seekor serigala dan sayur mayur dengan sebuah perahu melalui sungai.  Perahu hanya bisa memuat petani dan satu penumpang lain.  Jika Petani menyebrangkan serigala, sayur akan dimakan kambing  Jika Petani menyebrangkan sayur maka kambing akan dimakan serigala 21 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

22  State space identification 1. Permasalahan ini dapat dilambangkan dengan ( Jumlah kambing, jumlah serigala, jumlah sayuran, jumlah petani) 22 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

23  Keadaan Awal 1. Daerah asal (1,1,1,1) 2. Daerah seberang (0,0,0,0)  Tujuan 1. Daerah asal (0,0,0,0) 2. Daerah Seberang(1,1,1,1) 23 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

24 Aturan ke Aturan1 Kambing menyeberang 2 Sayuran menyeberang 3 Serigala menyeberang 4 Kambing kembali 5 Sayuran kembali 6 Serigala kembali 7 Boat kembali 24 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

25 Daerah Asal SeberangAturan(1,1,1,1)(0,0,0,0)1 (0,1,1,0)(1,0,0,1)7 (0,1,1,1)(1,0,0,0)3 (0,0,1,0)(1,1,0,1)4 (1,0,1,1)(0,1,0,0)2 (1,0,0,0)(0,1,1,1)7 (1,0,0,1)(0,1,1,0)1 (0,0,0,0)(1,1,1,1)solusi 25 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya

26 26 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya


Download ppt "Pertemuan 2 1 Sumarsono, S.Si, M.MT -- Poltek NSC Surabaya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google