Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metode Blocking Sesi – 3 Moh. Saefudin, S.Kom, MMSi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metode Blocking Sesi – 3 Moh. Saefudin, S.Kom, MMSi."— Transcript presentasi:

1 Metode Blocking Sesi – 3 Moh. Saefudin, S.Kom, MMSi

2 SISTEM BERKAS Metode Blocking 2 Blocking Block adalah unit data yang ditransfer antara device sekunder dengan device primer. Block adalah unit data yang ditransfer antara device sekunder dengan device primer. Block Size (ukuran blok) dinyatakan dalam byte, notasi B. Block Size (ukuran blok) dinyatakan dalam byte, notasi B. Block Size yang terlalu besar akan mengakibatkan data yang tidak diperlukan ikut berpindah (memerlukan memori besar). Block Size yang terlalu besar akan mengakibatkan data yang tidak diperlukan ikut berpindah (memerlukan memori besar). Block Size kecil menyebabkan pembacaan berulang-ulang. Block Size kecil menyebabkan pembacaan berulang-ulang. Record-record disimpan dalam block. Metode yang digunakan dalam menempatkan record-record pada block adalah Blocking. Record-record disimpan dalam block. Metode yang digunakan dalam menempatkan record-record pada block adalah Blocking. Bfr (Blocking Factor) adalah nilai yang menentukan berapa banyak record yang dapat ditempatkan dalam satu block. Bfr (Blocking Factor) adalah nilai yang menentukan berapa banyak record yang dapat ditempatkan dalam satu block.

3 SISTEM BERKAS Metode Blocking 3 Blocking Record Unit logik dari file adalah byte atau record, dan unit fisik file adalah block. Unit logik dari file adalah byte atau record, dan unit fisik file adalah block. Tipe Block : Tipe Block :  Fixed Blocking (Fixed-Length Record)  Variable-Length Spanned Blocking  Variable-Length Unspanned Blocking Fixed Blocking

4 SISTEM BERKAS Metode Blocking 4 Fixed Blocking Jumlah record yang ditempatkan dalam satu block sama dengan jumlah record pada block lain, dimana satu block berisi record yang berukuran sama (fixed length record). Jumlah record yang ditempatkan dalam satu block sama dengan jumlah record pada block lain, dimana satu block berisi record yang berukuran sama (fixed length record). Record length <= Block size Record length <= Block size Blocking factor (Bfr) = Blocking factor (Bfr) = Jika block size B = 100 byte, R = 30 byte, maka dengan fixed blocking akan ada 3 buah record per block Jika block size B = 100 byte, R = 30 byte, maka dengan fixed blocking akan ada 3 buah record per block

5 SISTEM BERKAS Metode Blocking 5 Variable-Length Spanned Blocking Ukuran record tidak sama (variable) Ukuran record tidak sama (variable) Record dapat dipecah bila menemukan gap antar blok. Record dapat dipecah bila menemukan gap antar blok. Panjang record dapat lebih besar dari block size. Panjang record dapat lebih besar dari block size. Tidak ada ruang yang terbuang karena blocking, tapi sulit untuk diimplementasikan. Tidak ada ruang yang terbuang karena blocking, tapi sulit untuk diimplementasikan. Record yang berada pada 2 block memerlukan waktu yang lebih lama dalam pembacaannya. Record yang berada pada 2 block memerlukan waktu yang lebih lama dalam pembacaannya.

6 SISTEM BERKAS Metode Blocking 6 Variable-Length Unspanned Blocking Ukuran record bervariasi Ukuran record bervariasi Hanya record yang utuh yang dapat menempati block. Hanya record yang utuh yang dapat menempati block. Ada kemungkinan terjadi ruang kosong akibat blocking. Ada kemungkinan terjadi ruang kosong akibat blocking. Record length <= block size Record length <= block size

7 SISTEM BERKAS Metode Blocking 7 Blocking Factor Variable Spanned Sebuah block pointer (P) harus disertakan pada tiap block. Sebuah block pointer (P) harus disertakan pada tiap block. Ukuran efektif block = B – P Ukuran efektif block = B – P Ukuran record + marker = R + M Ukuran record + marker = R + M Bfr = (B – P) / (R + M) Bfr = (B – P) / (R + M) Jika diasumsikan M = P, didapat Jika diasumsikan M = P, didapat Bfr = (B – P) / (R + P)

8 SISTEM BERKAS Metode Blocking 8 Blocking Factor Variable Unspanned Rata-rata ruang block terbuang = ½ R Rata-rata ruang block terbuang = ½ R Tidak ada block pointer Tidak ada block pointer Ukuran block efektif = B – ½ R Ukuran block efektif = B – ½ R Bfr = (B – ½ R) / (R + M) Bfr = (B – ½ R) / (R + M) Pemborosan Ruang (waste/W) Ruang yang terbuang tidak dapat digunakan untuk menyimpan data. W dipengaruhi oleh : Wg : Waste yang muncul karena gap antar block Wr : Waste yang muncul karena blocking W = Wg + Wr, nilai W dihitung per record

9 SISTEM BERKAS Metode Blocking 9 W pada Fixed Blocking Pada fixed blocking, ruang terbuang akibat blocking adalah < R Pada fixed blocking, ruang terbuang akibat blocking adalah < R Dihitung per record : 0 ≤ W r < R / Bfr Dihitung per record : 0 ≤ W r < R / Bfr Fixed blocking umumnya digunakan jika ukuran record jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas block (W g jauh lebih besar dibandingkan W r ). Fixed blocking umumnya digunakan jika ukuran record jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas block (W g jauh lebih besar dibandingkan W r ). W = W g + W r  W = W g = G / Bfr W = W g + W r  W = W g = G / Bfr Tidak ada ruang terbuang karena blocking Tidak ada ruang terbuang karena blocking Muncul penanda record (M) dan pointer block (P) Muncul penanda record (M) dan pointer block (P) W r = M + P / Bfr W r = M + P / Bfr W = W g + W r  G / Bfr + M + (P / Bfr) W = W g + W r  G / Bfr + M + (P / Bfr) W = M + (P + G) / Bfr Jika M = P, maka W = P + (P + G) / Bfr Jika M = P, maka W = P + (P + G) / Bfr W pada Variable Spanned

10 SISTEM BERKAS Metode Blocking 10 W pada Variable Unspanned Ada ruang terbuang Ada ruang terbuang Ada penanda record Ada penanda record W r = M + ((½ R) / Bfr) W r = M + ((½ R) / Bfr) W = W g + W r  G / Bfr + M + ((½ R) / Bfr W = W g + W r  G / Bfr + M + ((½ R) / Bfr W = M + (½ R + G) / Bfr Jika M = P, maka W = P + (½ R + G) / Bfr Jika M = P, maka W = P + (½ R + G) / Bfr Transfer Rate (t) adalah kecepatan data yang dapat ditransfer / kecepatan transfer data sesaat. Transfer Rate (t) adalah kecepatan data yang dapat ditransfer / kecepatan transfer data sesaat. Satuan byte / s, besarnya t diinformasikan oleh pembuat perangkat. Satuan byte / s, besarnya t diinformasikan oleh pembuat perangkat. Terdapat 2 pengukuran yang tergantung pada transfer rate : Terdapat 2 pengukuran yang tergantung pada transfer rate :  Record Transfer Time (T R )  Block Transfer Time (Btt) Transfer Rate

11 SISTEM BERKAS Metode Blocking 11 Transfer Rate T R adalah waktu transfer record dengan panjang R, dimana T R = R / t T R adalah waktu transfer record dengan panjang R, dimana T R = R / t Btt adalah waktu transfer block dengan besar B, dimana Btt = B / t Btt adalah waktu transfer block dengan besar B, dimana Btt = B / t Satuan T R dan Btt adalah milisecond Satuan T R dan Btt adalah milisecond Untuk pembacaan data dalam jumlah besar, diperhitungkan nilai bulk transfer rate (t’). Untuk pembacaan data dalam jumlah besar, diperhitungkan nilai bulk transfer rate (t’). Bulk transfer rate dihitung dengan mempertimbangkan besar dan banyaknya gap area non data yang harus dilalui. Bulk transfer rate dihitung dengan mempertimbangkan besar dan banyaknya gap area non data yang harus dilalui. t’ = (t / 2) (R / (R + W)) t’ = (t / 2) (R / (R + W)) Bulk Transfer Data

12 SISTEM BERKAS Metode Blocking 12 Contoh Kasus Diketahui sebuah harddisk memiliki karakteristik : Diketahui sebuah harddisk memiliki karakteristik :  Seek time (s) = 10 ms  Kecepatan putar disk 6000 rpm  Transfer rate (t) = 2048 byte / s  Kapasitas block (B) = 2048 byte  Ukuran record (R) = 250 byte  Ukuran gap (G) = 256 byte  Ukuran M = P = 8 byte

13 SISTEM BERKAS Metode Blocking 13 Contoh Kasus Ditanya : Ditanya :  Blocking Factor  Record Transfer Time  Block Transfer Time  Pemborosan Ruang (Waste)  Bulk Transfer Rate Jika metode blockingnya : Jika metode blockingnya :  Fixed blocking  Variable spanned  Variable unspanned

14 SISTEM BERKAS Metode Blocking 14 Contoh Kasus Pembahasan dengan Fixed Blocking : Pembahasan dengan Fixed Blocking :  Bfr = B / R = 2048 / 250 = 8 record  Record Transfer Time (T R ) = R / t = 250 / 2048 = 0,122 s  Block Transfer Time (Btt) = B / t = 2048 / 2048 = 1 s  W = W G = G / Bfr = 256 / 8 = 32 byte  Bulk Transfer Rate : t’ = (t / 2) (R / (R + W)) t’ = (t / 2) (R / (R + W)) = (2048 / 2) (250 / ( )) = 1024 (250 / 282) = 1024 (0,886) = 907,8 s

15 SISTEM BERKAS Metode Blocking 15 Contoh Kasus Pembahasan dengan Spanned Blocking : Pembahasan dengan Spanned Blocking :  Bfr = (B – P) / (R + M) = (2048 – 8) / ( ) = 7 record  Record Transfer Time (T R ) = R / t = 250 / 2048 = 0,122 s  Block Transfer Time (Btt) = B / t = 2048 / 2048 = 1 s  W = M + (P + G) / Bfr = 8 + ( ) / 7 = 45 byte  Bulk Transfer Rate : t’ = (t / 2) (R / (R + W)) t’ = (t / 2) (R / (R + W)) = (2048 / 2) (250 / ( )) = 1024 (250 / 282) = 1024 (0,886) = 907,8 byte/s

16 SISTEM BERKAS Metode Blocking 16 Contoh Kasus Pembahasan dengan Unspanned Blocking : Pembahasan dengan Unspanned Blocking :  Bfr = (B – ½ R) / (R + M) = (2048 – ½ (250)) / ( ) = 7 rec  Record Transfer Time (T R ) = R / t = 250 / 2048 = 0,122 s  Block Transfer Time (Btt) = B / t = 2048 / 2048 = 1 s  W = M + (½ R + G) / Bfr = 8 + (½ (250) + 256) / 7 = 62 byte  Bulk Transfer Rate : t’ = (t / 2) (R / (R + W)) t’ = (t / 2) (R / (R + W)) = (2048 / 2) (250 / ( )) = 1024 (250 / 282) = 1024 (0,886) = 907,8 s


Download ppt "Metode Blocking Sesi – 3 Moh. Saefudin, S.Kom, MMSi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google