Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KULIAH IV KEGIATAN DAN JABATAN GURU (I)  Pengertian Guru  Status, Peran/Fungsi dan Tugas Guru  Guru/Pendidik sebagai Profesi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KULIAH IV KEGIATAN DAN JABATAN GURU (I)  Pengertian Guru  Status, Peran/Fungsi dan Tugas Guru  Guru/Pendidik sebagai Profesi."— Transcript presentasi:

1 KULIAH IV KEGIATAN DAN JABATAN GURU (I)  Pengertian Guru  Status, Peran/Fungsi dan Tugas Guru  Guru/Pendidik sebagai Profesi

2 I. PENGERTIAN GURU: Ada banyak pendapat ttg apa pengertian Guru.  Dlm Kamus besar Bahasa Indonesia (1991): Guru diartikan sbg org yg pekerjaannya (mata pencahariannya) mengajar.  Dlm UU No. 14 Thn 2005 ttg Guru dan Dosen, pd pasal 2 disebutkan: Guru adlh tenaga profesional yg mengandung arti bhw pekerjaa guru hanya dpt dila-kukan oleh org yg mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi pendidik sesuai dgn persyaratan utk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu.  Dlm bhs Arab guru dikenal dgn al-Mu’alim atau al-Ustdz yg bertugas memberikan ilmu dlm majelis taklim. Atau guru adlh seorg yg memberikan ilmu.  Dlm bhs Inggris disebut Teacher. Yakni “a person occcupation is teaching other” artinya Seorg yg pekerjaannya mengajar org lain.

3  Dlm paradigma Jawa Guru diidentikkan dgn pendidik, yg bermakna “digugu dan ditiru”, artinya mereka yg selalu ditiru dan dicontoh serta dipanuti.  Menurut Ngalim Purwanto: Guru adlh org yg pernah memberikan suatu ilmu atau kepandaian kpd seseorg atau sekelompok org.  Ahmad Tafsir: mengatakan Guru adlh org-2 yg bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dgn mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, kognitif maupun psiko-motorik.  Menurut Hadari Nawawi bhw pengertian Guru dpt dilihat dari dua sisi:  Pertama, secara sempit: guru adlh ia yg berkewajiban mewujudkan program kelas, yakni org yg kerjanya mengajar dan meemberikan pelajaran di kelas.  Kedua, secara Luas: Guru adlh org yg bekerja dlm bidang pendidikan dan pengajaran yg ikut bertanggung jawab dlm membantu anak-anak dlm mencapai kedewasaan masing-masing.

4  Dlm perkembangananya definisi Guru berkembang secara luas, misalnya:  Guru disebut pendidik profesional karena guru itu tlh menerima dan memikul beban dari org tua utk ikut mendidik.  Guru disebut sbg seorg yg memperoleh Surat Keputusan (SK), baik pemerintah atau Swasta utk melaksanakan tugasnya. Hingga dia memiliki hak dan kewajiban utk kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah).  Menurut Laurence & Jonathan dlm bukunya This is Teaching, bhw Guru “Teacher is profesional person who conducts classes”. Artinya Guru org yg mempunyai kemampuan dlm menata dan mengelola sekolah. Semua pengertian tsb di atas, menurut Muhibbin Syah adlh pengertian yg bersifat umum, sehingga dpt mengundang bermacam-macam interpretasi, misalnya:  Pertama: adlh kata orang atau seorang, pengertiannya bisa mengacu pd siapa saja asal pekerjaan sehari-harinya (profesinya) mengajar. Dgn demikian berarti guru bukan saja yg mengajar di sekolah, tapi juga orang-2 yg berprofesi sbg Kiyai di Pesantren, pendeta di Gereja, Instruktur di Balai Diklat.

5  Kedua: kata “Mengajar”. Kata tsb dpt pula ditafsirkan dlm arti bermacam- macam, misalnya: 1.Menularkan (menyampaikan) pengetahuan dan kebudayaan kpd org lain (bersifat Kognitif). 2.Melatih keterampilan jasmani kpd org lain (psikomotorik). 3.Menananmkan nilai dan keyakinan kpd org lain (afektif).  Sehingga dgn demikian maka pengertian Guru adlh org yg memberikan ilmu pengetahuan kpd anak-anak-2 didik, tdk peduli dimana saja dilaksanakan- nya, bisa saja dimesjid, di surau/mushalla, di rumah, dll. Oleh sebab itu dpt kita tarik kesimpulan, bhw Guru adlh semua org yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun secara klassikal, disekolah maupun diluar sekolah.

6 Sedangkan pengertian Guru menurut pengertian Legal Formal adlh:  Berdasarkan SE Mendikbud dan Kepala BKN No 57686/MPK/1989, disebutkan bhw Guru ialah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yg diberi tugas wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yg berwenang utk melaksa- nakan pendidikan di sekolah, termasuk hak yg melekat dlm jabatan.  Sedangkan berdasarkan UU RI No 20 than 2003 ttg SISDIKNAS, disebutkan, bhw pendidik adlh merupakan tenaga profesional yg bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kpd masyarakat, terutama pendidik yg bertugas pd Perguruan Tinggi.

7 II. STATUS, PERAN DAN TUGAS GURU A. STATUS GURU :  Menurut Digumarti Bhaskara Rao dlm bukunya yg berjudul “Teacher in a changing World” Status Guru itu dibagi seperti tabel di bawah ini: 1. Personal Status 2. Profesional Status 3. Social Status 1. Self esteem.1. Responsibility.1. Material. 2. Vision.2. Autonomy.  Salary 3. Commitment3. Accuntability.  Minimum working standar. 4. Comvection.4. Competence.  Welfare and fringe benefits. 5. Aspiration.5. Knowledge.2. Non Mataerial 6. Dignity.6. Teacher Research  Respect 7. Publications.  Community standing 8. Profesional Organizations.  Patnership 9. Partisipative Management.  Trust.  Leadership.

8  Selanjutnya dlm melaksanakan tuga S, STATUS GURU dpt dibedakan: 1.Guru Sebagai Pegawai Negeri Sipil atau pegawai Swasta 2.Guru sbg profesi (ibu Profesi) karena melahirkan banyak profesi; 3.Guru sbg social leadership, guru sbg pemimpin sosial, yg dianggap serba tahu, teladan, dan sumber pengetahuan. 1. Guru sbg PNS atau Pegawai Swasta: Seseorg akan memiliki status sbagai guru baik sbg PNS maupun Pegawai Swasta manakala ybs telah menerima Surat Keptusan (SKI), baik dari peme- rintah maupun lembaga penyedia layanan pendidikan. Dan SK tsb dia akan memperoleh hak dan kewajiban yg telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yg berlaku.

9 2. Guru sebagai Profesi: Sbg profesi, berarti Guru sesungguhnya memiliki status yg sederajat dgn profesi lainnya, seperti dokter, apoteker, Insinyur, Hakim, Jaksa, Akuntan, Arsitek, dll. Dan bahkan Guru disebut sbg Ibu dari semua Profesi. Karena Gurulah yg dpt menghasil- kan berbagai profesi tsb. Secara khusus pengertian Guru sbg profesi tlh ditetapkan dlm UU RI Nomor 20 thn 2003 ttg SISDIKNAS, pada ayat (2) disebutkan: “Pendidik merupakan tenaga profesional yg bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, ”.

10 3. Guru sebagai pemimpin masyarakat (Social Leader):  Guru sering disebut sbg peminpin masyarakat (social Leader), terutama ditengah- tengah masyarakat peguyuban, yg memiliki rasa kebersamaan yg kental, atau masyarakat yg masih tradisional, maka:  Guru biasanya menduduki posisi sbg tokoh yg diteladani oleh warga masyarakat.  Ia menjadi satu-satunya sumber informasi dan sumber ilmu Pengetahuan.  Guru dipandang menjadi sosok yg digugu dan ditiru. Dlm masyarakat peguyuban sperti inilah tlh lahir pepatah yg berkaitan betapa berpengaruhnya guru di tengah –tengah masyarakat tsb. : misalnya “ Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Karena apa yg dilakukan oleh Guru akan menjadi contoh bagi warga masyarakatnya.

11 Guru memiliki kesatuan peran dan fungsi yg tdk dpt dipisahkan, yaitu antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar dan melatih. Ketiga kemampuan tsb merupakan kemampuan integratif, yg tdk dpt dipisahkan antara yg satu dgn lainnya. Misalnya seorg guru yg dpt mendidik tetapi tdk memiliki kemampuan mengajar, atau membimbing maupun melatih. Guru yg demikian bukanlah guru yg paripurna. Demikian pula sebaliknya guru yg punya kemampuan mengajar tapi tdk mampu dlm mendidik, membimbing maupun melatih, guru tsb bukanlah guru yg sebenarnya. Karena Guru harus memiliki keempat-2nya secara paripurna. Keempat kemampuan tsb secara terminologis akademis dpt dibedakan antara yg satu dgn yg lainnya. Namun dlm praktiknya d i lapangan keempatnya harus menjadi satu kesatuan yg utuh yg tdk dpt dipisah-pisahkan. Namun perlu kita sadari bhw guru adlh manusia biasa yg tdk lepas dari berbagai kekurangan. Hingga mungkin saja seorg guru ada yg memiliki kemampuan mendidik yg lebih tapi kurang dlm hal membimbing atau melatih dan mengajar, demikian pula sebaliknya. B. PERAN DAN FUNGSI GURU

12 . PERBEDAAN ANTARA PERAN MENDIDIK, MEMBIMBING, MENGAJAR, DAN MELATIH NO ASPEKMENDIDIKMEMBIMBINGMENGAJARMELATIH 1.IsiMoral dan kepribadian Norma dan tata tertib Bahan ajar berupa ilpeng dan teknologi. Keterampilan atau kecaka- pan hidup (life skill) 2.ProsesMemberikan motivasi utk belajar dan mengikuti ketentuan/tata tertib yg tlh menjadi kesepakan bersama Menyampaikan/men transfer bahan ajar yg berupa ilmu pengetahuan, tekno- logi/seni dgn meng- gunakan strategi/ metode mengajar yg sesuai dgn perbeda- an individual siswa. Memberikan contoh kpd siswa atau mem- praktikkan keterampi- lan tertentu atau me- nerapkan konsep yg tlh diberikan kpd siswa menjadi kecakapan yg dpt digunakan dlm kehidupan sehari-hari. Menjadi contoh dan teladan dlm hal moral dan kepribadian 3.Strategi dan Metode Keteladanan, pembiasaan Motivasi dan pembinaan Ekspositori dan enkuiri Praktik kerja, simulasi, dan magang.

13  PERANAN GURU/PENDIDIK, Menurut Pidarta (1997), Guru adlh sebagai: 1.Manajer pendidikan atau pengorganisasi kurikulum; 7.Konselor. 2.Fasilitator pendidikan.8. Penilai. 3Pelaksana Pendidikan9.Petugas Tata usaha ttg administrasi kls yg dipegangnya. 4.Pembimbing/Supervisor.10Komonikator dgn org tua siswa/ Masya- rakat 5.Penegak disiplin.11Pengajar utk meningkatkan profesi secara berkelanjutan. 6.Model prilaku yg akan ditiru siswa.12Anggota organisasi profesi pendidikan.

14  PERAN GURU MENURUT TAMPOBOLON (2001) Dan peran tsb dpt bergradasi baik menurun, menaik, atau tetap, sesuai dgn jenjang tuntutannya. PERAN GURU 1.Orang tua; 2. Pendidik atau pengajar 3. Pemimpin atau manajer; 4. Produsen atau pelayanan; 5. Pembimbing atau fasilitator 6. Motivator atau stimulator; 7. Peneliti atau nara sumber.

15  Menurut SYAMSUDDIN PERAN GURU ADLH: PERAN GURU 1. Konservator 2. Inovator 3. Transmitor 4. Transformator5. Organisator

16  PENJELASAN: Menurut SYAMSUDDIN efektifitas dan efesiensi belajar individu di sekolah, sangat tergantung kpd Peran Guru. Maka pendidikan dlm penger- tian luas seorg guru yg ideal seyogianya dpt berperan sebagai: 1.Konservator (Pemelihara) sistem nilai yg merupakan sumber norma kedewasaan. 2.Inovator (Pembaharu, pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan. 3.Transmitor (Penerus) sistem-sistem nilai tsb kepada siswa. 4.Transformator (pnerjemah) sistem-sistem nilai melalui penjelmaan dlm pribadinya dan prilakunya, dlm proses interaksi dgn sasaran didik. 5.Organisator (Penyelenggara) terciptnya proses edukatif yg dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kpd pihak yg mengang- kat dan menugaskannya) maupun secara moral (kpd sasaran didik, serta Tuhan yg menciptakannya).

17  SURYA (1997) MENGEMUKAKAN PERAN GURU ADLH: DI SEKOLAHDLM KELUARGADLM MASYARAKAT 1. Sbg perancang pembelajaran. Sebagai pendidik dlm keluarga. (Family edu- cation) 1.Sbg pembina dlm masyara- kat (social deve-loper) 2. Pengelola pembelajaran2. Penemu masyarakat (Social inovator) 3. Penilai hasil pembelajaran siswa 3. Agen masyarakat (Sosial agent). 4. Pengarah pengarah dan pembimbing siswa

18  Disamping itu Peran Guru juga menyangkut hal-2 berikut: PERAN GURU 1. Guru sbg perancang pembelajaran 2. Guru sbg pengelola pembelajaran 3. Guru sbg pelaksana pembelajaran 4. Guru sbg evaluator 5. Guru sbg pelaksana kurikulum

19  PERAN GURU DLM AKTIFITAS PEMBELAJARAN DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Pengembil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan. 3.Seorg pakar dlm bidangnya, yaitu menguasai bahan yg harus diajarkannya. 4.Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para siswa melaksanakan disiplin. 5.Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendi- dikan dpt berlangsung dgn baik. 6.Pemimpin generasi muda, artinya guru bertenggung jawab utk mengarahkan perkembangan siswa sbg generasi muda yg akan menjadi pewaris masa depan. 7.Penerjemah kpd masyarakat, yaitu agar guru berperan utk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kpd masyarakat.

20 Para pakar pendidikan sepakat bhw tugas guru adlh mendidik. Namun tugas tsb amatlah luas, karena mendidik sebahagian dilakukan dlm bentuk:  mengajar,  sebagian lagi dlm bentuk memberikan dorongan,  memberikan pujian, melakukan hukuman,  memberi contoh,  pembiasaan dll. Dlm pendidikan di sekolah, tugas guru sebagian besar adlh mendidik dgn cara mengajar. Tugas pendidik di rumah tangga sebagian besar, bahkan seluruhnya adlh dlm bentuk:  Pembiasaan,  Memberi contoh yg baik  Memberikan pujian, dorongan, dll yg diperkirakan akan menghasilkan pengaruh yg positif bagi pendewasaan anak. C. TUGAS GURU

21 Inti tugas Guru adlh: Menurut Suraji (2008) bila semua sifat tsb ada pd guru-guru tsb dpt dikatakan sbg Guru Profesional TUGAS GURU Menyelamatkan masyarakat dari kebodohan, dari sifat dan perilaku buruk yg menghancurkan masa depan mereka. Tugas guru merupakan tugas pengganti para Nabi yg telah tiada, guru adlh pewaris para Nabi Sbg pewaris para Nabi, guru harus memaknai tugasnya sbg amanat dari Allah SWT. Utk mengabdi kpd sesamanya. Guru harus berusaha melengkapi dirinya dgn sifat-2 para Nabi, yaitu Siddiq (benar), amanah (dpt dipercaya. Tablig (mengajarkan segalanya sampai tuntas) dan Fathanah (cerdas)

22 Antara lain meliputi: Dengan perkataan lain: Seorg guru dlm proses pembelajaran dia dituntut mampu menyelaraskan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor TUGAS GURU SEBAGAI PROFESI 1.MENDIDIK: Yaitu meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup 3. MELATIH: Maksudnya mengembangkan keterampilaan-2 pada seluruh siswa. 2. MENGAJAR: Maksudnya meneruskan dan mengambangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

23  Berdasarkan UU RI Nomor 14 thn 2005 ttg Guru dan Dosen disebutkan:  Utk dpt terlaksananya semua tugas tersebut guru dituntut utk kreatif dlm menciptakan suasana belajar yg inovatif. Guru adlh Pendidik profesional dengan tugas mendidik dan mengajar, serta membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan Dasar, dan meneng ah. Sementara dlm pasal 35 ayat 1 UU RI yg sama disebutkan bahwa “Beban kerja utama seorg guru adlah merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, membimbing dan melatih siswa, serta melaksanakan tugas tambahan

24 SELANJUTNYA: Dlm SISDIKNAS thn 2003 BAB XI ttg Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pasal 39 disebutkan: bhw tugas seorg guru adlh: a)Merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, b)menilai hasil pembelajaran, c)melakukan pembimbingan dan pelatihan serta d)melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama bagi pendidik pada Perguruan Tinggi. Kemudian pada pasal berikutnya ayat ke (2) disebutkan bhw pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban: a)Menciptakan suasana pendidikan yg bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. b)Mempunyai komitmen secara profesional utk meningkatkan mutu pendidikan, dan. c)Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan sesuai dgn kepercayaan yg diberikan kepadanya.

25 TUGAS GURU/PENDIDIK MENURUT AHMAD TAFSIR: 1. Wajib menemukan pembawaan yg ada pd anak didik dgn berbagai cara seperti obesrvasi, wawancara, angket, melalui pergaulan, dll. 2. Berusaha mendorong anak didik mengembangkan pembawaan yg baik dan menekan perkembangan pembawaan yg buruk agar tdk berkembang. 3. Memperlihatkan kpd anak didik tugas org dewasa dgn cara memperkenalkan berbagai bidang keahlian, keterampilan, agar anak didik dpt memilihnya dgn tepat. 4. Mengadakan evaluasi setiap waktu utk mengetahui apakah perkembangan anak didik lancar. 5. Memberikan bimbingan dan penyuluhan tatkala anak didik menemui kesulitan dlm mengembangkan potensinya. TUGAS GURU/PENDIDIK

26 Menurut Usman (1995): Tugas Guru dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok: TUGAS DLM BIDANG PROFESITUGAS DLM BIDANG KEMANUSIAAN TUGAS BIDANG KEMASYARAKATAN 1)Mendidik: berarti menerus- kan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. 2)Mengajar: berarti menerus- kan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3)Melatih: berarti mengem- bangkan keterampilan-2 pd siswa. 1)Menjadikan dirinya sbg org tua kedua. 2)Ia harus dpt menarik simpati sehingga ia dpt menjadi idola bagi para siswanya. Apa yg diajarkan hendaknya dpt menjadi motivasi bagi siswanya dlm belajar. 1)Di depan ia menjadi teladan bagi masyarakatnya. 2)Di tengah-2 ia sebagai pembangun. 3)Di belakang ia memberikan dorongan dan motivasi. Hal tsb sesuai dgn ungkapan: Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani.

27 GURU PERLU MENGETAHUI DAN MENERAPKAN BEBERAPA PRINSIP MENGAJAR AGAR IA DPT MELAKSANAKAN TUGASNYA SECARA PROFESIONAL: 1.Membangkitkan perhatian siswa pd meteri yg diberikan serta dpt menggunakan berbagai media dan sumber belajar yg bervariasi. 2.Membangkitkan minat siswa utk aktif dlm berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. 3.Membuat urutan (Sequence) dlm pemberian pembelajaran dan penyesuaian dgn usia dan tahapan tugas perkembangan siswa. 4.Memhubungkan pelajaran yg diberikan dgn pengtahuan yg dimiliki siswa (kegiatan apper- sepsi), agar siswa menjadi mudah dlm memahami pelajaran yg diterimanya. 5.Dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang sehingga tanggapan siswa menjadi jelas. 6.Memerhatikan dan memikirkan hubungan anatara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. 7.Menjaga konsentrasi belajar siswa dgn cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti dan menyimpulkan pengalaman yg diperoleh. 8.Mengembangkan sikap siswa dlm membina hubungan sosial, baik dlm kelas maupun di luar kelas. 9Menyelidiki dan mendalami perbedaan siswa secara individual agar dpt melayani siswa sesuai dgn perbedaannya tersebut.

28 Barmawi dan Muhammad Amin (2012), mengatakan bhw guru sbg profesi di Indonesia masih dlm taraf sedang tumbuh ( emerging profession ), yg tingkat kematangannya belum sampai seperti profesi-2 lainnya, sehingga guru dikatakan sbg profesi yg belum sepenuhnya profesional. Walaupun demikian kita sepakat, bhw pekerjaan Guru bukanlah pekerjaan yg mudah. Karena seorg guru haruslah mampu memahami karekteristik peserta didiknya, dan membaca potensinya, serta mengembangkannya secara optimal. Pada hal utk maksud tsb diperlukan seorg guru profesional. Karena potensi siswa tsb tetap sbg potensi tdk akan muncul kepermukaan manakala tanpa adanya sentuhan dari Guru profesional. III.GURU/PENDIDIK SEBAGAI PROFESI

29 Oemar Hamalik (2009), Merekomendasika n mengapa guru haruslah jabatan Profesi: 1.Utk menyukseskan pembangunan perlu dirancang dan dilaksanakan org-2 yg ahli/profesional di bidangnya. Tanpa guru yg profesional pendidikan akan sulit akan berhasil. Pd hal guru bukanlah profesi yg dpt dilaksanakan oleh warga masyarakat pd umumnya, tetapi hanya dimiliki oleh org-2 yg telah menjalani pendidikan secara terencana dan sistematik (profesional). 2.Bhw hasil pendidikan tak mungkin dpt dilihat dlm waktu yg singkat, tapi dlm waktu yg lama (bahkan setelah satu generasi). Oleh sebab itu pendidik- an tdklah boleh adanya kesalahan karena akan merusak satu generasi. Dgn alasan tsb maka org-2 yg mengelola pendidikan (dari atas sampai ke dlm kelas) haruslah terdiri dari tenaga profesional di bidangnya. 3.Bhw para guru haruslah dididik dlm profesi kependidikaan agar mereka memiliki kompetensi yg diperlukan dlm melaksanakan tugas dan fungsinya secara efesien dan efektif. Hal ini hanya mungkin dilakukan apabila kedudu- kan, fungsi dan peran guru diakui sbg tenaga profesi

30 4.Pekerjaan guru adlh pekerjaan yg penuh pengabdian pd masyarakat dan perlu ditata dan berdasarkan Kode Etik tertentu (pada hal Kode Etik adlh salah satu syarat dari jabatan Profesi), yg akan mengatur bagaimana seorg guru bertingkah laku sesuai dgn norma-norma pekerjaannya, baik dlm hubungannya dgn anak didiknya mapun dgn org-2 yg terkait lainnya. 5.Sebagai konsekuensi logis dari pertimbangan di atas, setiap guru harus memiliki kompetensi profesional, kompetensi kpribadian, dan kompetensi kemasyarakatan.  Dia memiliki kewenangan mengajar dan utk itu ia berhak utk diberikan imbalan secara wajar sesuai dgn fungsi dan tugasnya.  Dgn demikian, seorg calon guru seharusnya telah menempuh program pendidikan guru pd suatu lembaga pendidikan tertentu.

31 Menurut Mukhtar (2009): TIGA ALASAN MENGAPA MENGAPA GURU HARUS PROFESIONAL 1. Karena Guru bertanggung jawab menyiapkan sumber daya manusia yg berkualitas, beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan, serta memahami teknologi. 2. Karena guru bertanggung jawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Menyiapkan seorg pelajar utk menjadi seorg pemimpin masa depan (student to day leader to morrow). 3. Karena guru bertanggung jawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi (chang of attitude and behavior).

32 Secara Yuridis Guru sebagai Tenaga Profesi (Profesional) didasarkan atas: 1. UU RI Nomor 20 Thn 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39 ayat (2). Yaitu: “Pendidik merupakan tenaga profesional yg bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kpd masyarakat, terutama bagi pendidik pd perguruan tinggi. 2.UU RI Nomor 14 thn 2005 ttg Guru dan Dosen, BAB II pasal 2 disebutkan: (1)“Guru mempunyai kedudukan sbg tenaga profesional pd jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak sia dini pd jalur pendidi- kan formal yg diangkat sesuai dgn peraturan perundang-undangan. (2)Pengakuan kedudukan guru sebagai tanga profesional sebagaimana dimak- sud ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

33 Prinsip-prinsip Profesi Guru Dalam Melaksanakan Tugas Di Bidang Kependidikan Berdasarkan UU RI No. 14/2005 Ttg Guru dan Dosen pd pasal 7 ayat (1) 1.Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme. 2.Memiliki komitmen utk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. 3.Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dgn bidang tugas. 4.Memiliki kompetensi yg diperlukan sesuai dgn bidang tugas. 5.Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. 6.Memperoleh penghasilan yg ditentukan sesuai dgn perofesi kerjanya. 7.Memiliki kesempatan utk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dgn belajar sepanjang hayat. 8.Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. 9.Memiliki oganisasi profesi yg mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yg berkaitan dgn tugas keprofesionalan guru.


Download ppt "KULIAH IV KEGIATAN DAN JABATAN GURU (I)  Pengertian Guru  Status, Peran/Fungsi dan Tugas Guru  Guru/Pendidik sebagai Profesi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google