Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presented by Ends ®. Perkembangan Teori Manajemen  Teori Manajemen Klasik Manajemen Ilmiah Teori Organisasi Klasik  Aliran Hubungan Manusiawi  Aliran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Presented by Ends ®. Perkembangan Teori Manajemen  Teori Manajemen Klasik Manajemen Ilmiah Teori Organisasi Klasik  Aliran Hubungan Manusiawi  Aliran."— Transcript presentasi:

1 Presented by Ends ®

2 Perkembangan Teori Manajemen  Teori Manajemen Klasik Manajemen Ilmiah Teori Organisasi Klasik  Aliran Hubungan Manusiawi  Aliran Manajemen Modern Perilaku Organisasi Aliran Kuantitatif Pendekatan Sistem Pendekatan Kontingensi  Perkembangan teori manajemen dimasa yang akan datang

3 Teori Manajemen Klasik  Secara umum teori manajemen klasik adalah suatu pendekatan dengan menekankan pentingnya unsur manusia (tenaga kerja) dalam produksi. Melalui perbaikan kondisi (tenaga kerja) dan meningkatkan efisiensi akan menaikkan produktivitas dan keuntungan. 1.Robert Owen ( ) : menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi dan perbaikan kondisi kerja. Mengembangkan prosedur kerja dalam upaya meningkatkan produktivitas ; Tenaga Kerja menjadi bagian ”asset” atau ”vital machine” sebagai investasi yang menguntungkan 2.Charles Babbage ( ) : Menganjurkan prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi. Menciptakan alat penghitung mekanis yang pertama, menganjurkan kerja sama yang saling menguntungkan antara kepentingan karyawan dan pemilik perusahaan serta merencanakan skema pembagian keuntungan

4 MANAJEMEN ILMIAH TEORI ORGANISASI KLASIK MANAJEMEN KLASIK F.W Taylor Frank & Lilian Gilberth Henry Gantt Harington Emerson Henry Fayol ;James D. Money ; Marry Parker Herbet Simon Chester I. Banard Menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun, dan untuk menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja. Tujuannya adalah kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas Menumbuhkan kebutuhan untuk menemukan pedoman pengelolaan organisasi kompleks.

5 Frederick W.Taylor ( ) Sebagai bapak manajemen ilmiah, menggambarkan bahwa manajemen ilmiah diartikan dengan metoda ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi serta efisiensi kerja organisasi.

6 Frank & Lilian Gilbreth ( ) Dengan pendekatan kepada efesiensi, serta aspek manusia dalam kerja seperti seleksi, penempatan dan pelatihan tenaga kerja  dengan tujuan akhir membantu para tenaga kerja mencapai seluruh potensinya sebagai mahluk hidup

7 Empat prinsip dasar pendekatan ilmiah pada manajemen 1.Dengan mengembangkan metode ilmiah dalam manajemen, setiap pelaksanaan pekerjaan akan mencapai hasil yang maksimum 2.Lakukan seleksi secara ilmiah kepada karyawan untuk mengetahui kemampuan agar dapat diberikan tanggung jawab yang sesuai dengan bidangnya 3.Memberikan pendidikan/pelatihan dan pengembangan bagi karyawan 4.Lakukan kerja sama yang baik antara manajemen dengan tenaga kerja

8 Henry L. Gantt ( ) Pedekatan ilmiahnya yang terbesar darinya adalah penggunaan metode grafik yang dikenal dengan Bagan Gantt (Gantt Chart) untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi dan metode scheduling produksi.

9 Harrington Emerson ( ) Pendekatan 12 prinsip efesiensi : 1.Tujuan dirumuskan dengan jelas 2.Kegiatan yang dilakukan masuk akal 3.Adanya staf yang cakap 4.Disiplin 5.Balas jasa yang adil 6.Laporan terpercaya, segera, akurat, konsisten, sistem informasi dan akutansi 7.Pemberian perintah – perencanaan dan pengurutan kerja 8.Adanya standar dan skedul - metode dan waktu setiap kegiatan 9.Kondisi yang disatandarisasi 10.Operasi yang distandarisasi 11.Instruksi praktis tertulis yang standar 12.Balas jasa efesiensi – rencana insentif

10 Kontribusi Manajemen Ilmiah  Metode manajemen ilmiah terbukti dapat diterapkan pada bermacam kegiatan organisasi  meningkatkan produktivitas  Teknik efesiensi manajemen ilmiah dapat meningkatkan produktivitas serta pelaksanaan yang lebih efesien  Seleksi ilmiah dan pengembangan ilmiah para karyawan dapat meningkatkan efektivitas karyawan  Disain kerja yang dibuat memudahkan para manajer untuk melaksanakan fungsinya dengan cara yang terbaik  Manajemen ilmiah dengan pendekatan rasional dalam pemecahan masalah-masalah organisasi menciptakan iklim profesionalisme dikalangan manajemen/karyawan

11 Keterbatasan Manajemen Ilmiah  Kenaikan produktivitas tidak selalu diiringi dengan kenaikan pendapatan.  Perilaku manusia yang bermacam ragam menjadi faktor penghambat.  Pendekatan “rasional” hanya memuaskan kebutuhan ekonomis dan pisik, tidak memuaskan kebutuhan sosial karyawan  Manajemen ilmiah cenderung mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja

12 Teori Organisasi Klasik. Henry Fayol ( ). Teori ini muncul dari adanya kebutuhan pengelolaan organisasi yang kompleks seperti misalnya mengelola sebuah pabrik  dalam prakteknya mengelola suatu organisasi harus mempunyai pola yang dapat dikenali, dipelajari dan dianalisis. Dalam bukunya yang terkenal, “Administration Industrielle et Generale” (General and Industrial Management). Fayol merinci ada 5 unsur atau disebut fungsionalisme fayol yakni : 1.Perencanaan 2.Pengorganisasian 3.Pemberian perintah 4.Pengkoordinasian 5.Pengawasan.

13 Sumbangan dan Keterbatasan Teori Organisasi Klasik Dapat diterapkan pada semua jenis kegiatan Memberikan prinsip dasar bagi para manajer  memisahkan bidang-bidang utama dalam praktek manajemen. Prinsip dasar perilaku manajerial yang efektif dapat dkenali dan dipelajari <><><><><><><><><><><><><><><><><><><> Teori ini hanya cocok bagi manajer yang ingin mempertahankan otoritas formalnya saja, sementara pendidikan yang semakin baik memberikan pemahaman dan menambah wawasan bagi para anggota organisasi (bawahan) yang tidak menerima adanya otoritas formal saja. Teori ini teralu umum untuk organisasi dimasa sekarang yang memiliki kompleksitas tinggi

14 Aliran Hubungan Manusiawi Aliran ini muncul karena ada ketidak puasan bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para pimpinan perusahaan (manajer) menghadapi kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku yang rasional  sehingga pola perilaku manusia ini menjadi titik konsentrasi yang perlu diperhatikan. Tokoh Manajemen Aliran Hubungan Manusiawi Hugo Munsterberg ( ) Elton Mayo (1880 – 1949)

15 Kontribusi & Keterbatasan Aliran Hubungan Manusiawi Dalam konteks penekanan kebutuhan sosial melengkapi pendekatan klasik sebagai usaha untuk meningkatkan produktivitas. Dengan memperhatikan kebutuhan karyawan akan memberikan keuntungan. Proses kelompok menjadi fokus untuk melengkapi perhatian terhadap karyawan secara individual. Konsep ”mahluk sosial” tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja. Perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan

16 Aliran Manajemen Modern Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai Perilaku organisasi dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif (operation research dan management science atau manajemen operasi)

17 Perilaku Organisasi Perkembangan aliran prilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang prilaku manusia dan sistem sosial Tokoh prilaku organisasi : Abraham Maslow yang mengemukakan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang prilaku mamanusia dan dinamika proses motivasi. Douglas McGregor dengan teori X dan Y Fredeerick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori 2 factor. Robert Black dan Jane Mouton, yang membahas tentang lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial, Fried Friedler Chris Argyris Edgar Schein.

18 Prinsip-prinsip dasar perilaku organisasi Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para tokoh manajemen modern sbb : 1.Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses tehnik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip). Manajemen harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati. 2.Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. 3.Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.

19 Aliran Kuantitatif Aliran ini ditandai dengan perkembangan team- team riset operasi dalam pemecahan masalah- masalah industri, yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris pada perang DN II sejalan dengan semakin kompleknya komputer electronik, transportasi dan komunikasi. Tehnik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. Prosedur riset operasi tersebut. kemudian diformalisasikan dan disebut aliran kuantitatif.

20 Pendekatan Sistem Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan sistem memberi manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Suatu pendekatan manajemen, sistem mencakup baik sistem umum maupun khusus dan analisis tertutup maupun terbuka. Pendekatan sistem umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan konsep organisasi formal dan tehnis, filosofis dan sosiologis.

21 Pendekatan Kontingensi Pendekatan dalam pelaksanaan manajemen harus disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan (Jika  Lalu). Pendekatan ini juga dinamakan sebagai pendekatan manajemen menurut keadaan

22 Perkembangan Teori Manajemen dimasa datang Ada 5 kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya dimasa mendatang yaitu : 1.Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna. 2.Divergence. Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri. 3.Convergence. Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur. 4.Sintesa. Masing-masing aliran berinteraksi. 5.Proliferation. Kemungkinan akan bertambah aliran lagi (berkembang biak).

23 TUGAS MANDIRI I DIKUMPULKAN PADA PERTEMUAN 3 1.Berikan penjelasan tentang pengertian manajemen sebagai proses yang mencakup pelaksanaan suatu rangkaian kegiatan. 2.Ada beberapa alasan utama mengapa manajemen dibutuhkan, berikan penjelasan Anda mengapa manajemen dibutuhkan? 3.Ada beberapa keterampilan yang diperlukan oleh seorang manajer agar mampu mengemban tugas dan tanggung dalam pelaksanaan pekerjaannnya, berikan uraian keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang manajer 4.Kegiatan apa saja yang substantif dilakukan oleh seorang manajer 5.Berikan penjelasan/uraian Anda tentang fungsi-fungsi dari seorang manajer dalam proses manajemen yang umum. 6.Berikan penjelasan tentang langkah-langkah pendekatan management science yang Anda ketahui 7.Ada keterkaitan antara pendapat para tokoh manajemen modern dengan berkembangnya manajemen sebagai ilmu pengetahuan (science) dan pemikiran manajemen berdasarkan pendekatan sistem, berikan pendapat Anda perbedaan dan persamaannya dari ke dua hal tersebut. 8.Uraikan lima fungsional kegiatan manajemen yang dikembangkan oleh Henry Fayol. 9.Berikan pandangan dan uraian penjelasan Anda tentang prinsip-prinsip dasar dari tokoh manajemen modern.


Download ppt "Presented by Ends ®. Perkembangan Teori Manajemen  Teori Manajemen Klasik Manajemen Ilmiah Teori Organisasi Klasik  Aliran Hubungan Manusiawi  Aliran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google