Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENYUSUNAN KEBUTUHAN APARATUR SIPIL NEGARA Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi Badan Kepegawaian Negara 2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENYUSUNAN KEBUTUHAN APARATUR SIPIL NEGARA Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi Badan Kepegawaian Negara 2015."— Transcript presentasi:

1

2 PENYUSUNAN KEBUTUHAN APARATUR SIPIL NEGARA Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi Badan Kepegawaian Negara 2015

3 PRINSIP DASAR UU ASN  Netralitas (profesional tdk memihak) kompetensi yg diperlukan sesuai dgn bidang tugas  Jaminan perlindungan hukum dlm melaksanakan tugas  Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian  Mempertanggung jawabkan tindakan kinerja kepada publik  Memiliki kemampuan dlm melaksanakan kebijakan dan program pemernintah  Kesejahteraan

4 9 PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI 1.Penataan Struktur Organisasi Pemerintah 2.Penataan Jumlah dan Distribusi PNS 3.Pengembangan Sistem Seleksi dan Promosi Secara Terbuka 4.Peningkatan Profesionalisasi PNS 5.Pengembangan Sistem Pemerintahan Elektronik yang terintegrasi 6.Peningkatan Pelayanan Publik 7.Peningkatan Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Aparatur 8.Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri 9.Peningkatan Efisiensi Belanja Aparatur

5 PENYUSUNAN KEBUTUHAN PEGAWAI Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 56 1.Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja. 2.Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan.

6  Kementerian/Lembaga dan Pemda wajib melakukan anjab sebagai alat untuk menyusun peta jabatan dan uraian jabatan.  Menyusun peta jabatan bersamaaan dengan ABK.  Penyusunan kebutuhan pegawai per jenis jabatan.  Jumlah jenis tugas dalam jabatan sewajarnya 5 sampai 12.  Setiap tugas diuraikan dengan jelas. Permen PAN dan RB No. 33 Th 2011 Ttg Pedoman Anjab analisis jabatan

7 HASIL UTAMA ANALISIS JABATAN URAIAN JABATAN SYARAT JABATAN - IHKTISAR JABATAN - URAIAN TUGAS - HASIL KERJA - TANGGUNG JAWAB - WEWENANG - KORELASI JABATAN - KONDISI LINGKUNGAN KERJA - RISIKO BAHAYA - PENDIDIKAN - DIKLAT - PENGALAMAN KERJA - PENGETAHUAN KERJA - KETERAMPILAN KERJA - BAKAT KERJA - TEMPERAMEN KERJA - MINAT KERJA - UPAYA FISIK - KONDISI FISIK PETA JABATAN analisis jabatan

8 PEMANFAATAN INFORMASI JABATAN PETA JABATAN URAIAN JABATAN SYARAT JABATAN HASIL ANJAB PERENCANAAN PEGAWAI REKRUTMEN & SELEKSI PENATAAN ORGANISASI PEDOMAN KERJA PENGAWASAN DIKLAT PENILAIAN KINERJA Analisis beban kerja (Analisis kebutuhan pegawai) Standar kualifikasi Kriteria seleksi Pengembangan Batas tugas,tanggung Jawab Standar kinerja Kriteria kinerja Pengawasan pelaksanaan kerja Analisis kebutuhan diklat analisis jabatan

9 BUTIR INFORMASI JABATAN NoIdentitas JabatanUraian JabatanSyarat Jabatan 1Nama JabatanUraian Tugas Pangkat dan Golongan Ruang 2Kode JabatanBahan Kerja Pendidikan 3Unit Kerja JabatanAlat Kerja Kursus/Pelatihan 4Letak dalam StrukturHasil Kerja Pengalaman Kerja 5Ikhtisar JabatanTanggung Jawab Pengetahuan 6Wewenang Keterampilan 7Korelasi Jabatan Bakat Kerja 8Kondisi Lingkungan Kerja Temperamen Kerja 9Keadaan/Resiko Bahaya Minat Kerja 10 Upaya Fisik 11 Kondisi Fisik 12 Fungsi Pekerja analisis jabatan

10 Merumuskan Nama Jabatan o Menetapkan unit organisasi terendah. o Menginventarisasi tugas-tugas pada unit tersebut. o Memperkirakan waktu setiap tugas. o Mengelompokan setiap tugas. o Menghitung waktu setiap kelompok tugas. o Merumuskan syarat-syarat setiap tugas o Menyusun rumusan jabatan. analisis jabatan

11 Pendekatan Penghitungan Kebutuhan Hasil Kerja Objek Kerja Peralatan Kerja Tugas Per Tugas Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja dalam Rangka Penyusunan Formasi PNS Kep.Men.PAN Nomor: KEP/75/M.PAN/7/2004 analisis beban kerja

12 a.Pendekatan Hasil Kerj a.Pendekatan Hasil Kerja Dalam menggunakan metode ini, informasi yang diperlukan adalah: wujud hasil kerja dan satuannya; jumlah beban kerja yang tercermin dari target hasil kerja yang harus dicapai; standar kemampuan rata-rata untuk memperoleh hasil kerja. PENDEKATAN Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum, ANTARA LAIN: Rumus menghitung dengan pendekatan metoda ini adalah:  Beban kerja Standar kemampuan Rata-rata X 1 orang Contoh: Jabatan :Pengentri Data Hasil Kerja :Data Entrian Beban Kerja/Target Hasil : 200 data entrian setiap hari Standar Kemampuan Pengentrian: 30 data per hari Perhitungannya adalah: 200 data entrian 30 data entrian X 1 orang = 6,67 orang Dibulatkan menjadi 7 orang analisis beban kerja

13 b. Pendekatan Objek Kerja b. Pendekatan Objek Kerja Metoda ini memerlukan informasi:  wujud objek kerja dan satuannya;  jumlah beban kerja yang tercermin dari banyaknya objek yang harus dilayani;  standar kemampuan rata-rata untuk melayani objek kerja. Rumus menghitung dengan pendekatan metoda ini adalah:  Objek kerja Standar kemampuan Rata-rata X 1 orang Contoh: Jabatan : Dokter Objek Kerja : Pasien Beban Kerja : 80 pasien per hari Standar Kemampuan Pemeriksaan : 25 pasien per hari 80 pasien 25 pasien X 1 Dokter = 3,2 orang Dokter dibulatkan menjadi 3 orang analisis beban kerja

14 c. Pendekatan Peralatan Kerja Dalam menggunakan metoda ini, informasi yang diperlukan adalah: o satuan alat kerja; o jabatan yang diperlukan untuk pengoperasian alat kerja; o jumlah alat kerja yang dioperasikan; o rasio jumlah pegawai per jabatan per alat kerja (RPK). Rumus penghitungannya adalah:  Peralatan kerja Rasio Penggunaan Alat Kerja X 1 orang Contoh: Bis angkutan pegawai Satuan alat kerja:Bis Jabatan yang diperlukan untuk pengoperasian alat kerja : Pengemudi Bis Kernet Bis Montir Bis Jumlah alat kerja yang dioperasikan:20 bis Rasio Pengoperasian Alat Kerja: 1 Pengemudi 1 Bis 1 Kernet 1 Bis 1 Montir 5 Bis analisis beban kerja

15 Pengemudi Bis: 20 bis 1 bis X 1 Pengemudi = 20 Pengemudi Kernet Bis: 20 bis 1 bis X 1 Kernet = 20 Kernet Bis Montir Bis: 20 bis 5 bis X 1 Montir = 4 Montir Bis Jumlah pegawai yang diperlukan: analisis beban kerja

16 d. Pendekatan Tugas per Tugas Jabatan Informasi yang diperlukan untuk dapat menghitung dengan metoda ini adalah uraian tugas beserta jumlah beban untuk setiap tugas; waktu penyelesaian tugas; jumlah waktu kerja efektif per hari rata-rata. JUMLAH KEBUTUHAN PER JABATAN Waktu Penyelesaian Rata 2 x Beban Kerja Waktu Kerja Efektif = analisis beban kerja

17 WAKTU PENYELESAIAN RATA - RATA analisis beban kerja Waktu rata-rata yang di ukur dari satuan waktu yang digunakan menyelesaikan suatu tugas jabatan yang di pengaruhi beberapa faktor, antara lain : Perangkat kerja Kondisi lingkungan kerja Prosedur kerja Kompetensi pemegang jabatan

18 JAM KERJA FORMAL adalah jam kerja yang ditentukan oleh Pemerintah berdasarkan Kepres No.58 Tahun 1964 jo Kepres No.24 Tahun 1972 jo Kepres Nomor 68 Tahun 1995 tentang Jam Kerja Kantor Pemerintah Jam kerja 1 minggu 37,5 jam analisis beban kerja WAKTU KERJA EFEKTIF

19 CONTOH NoUraian Tugas Satuan Hasil Waktu Penyele- saian Waktu Kerja Efektif Beban Kerja Pegawai Yg Dibutuh -kan Ke t 1 Memeriksa data usulan formasi yang disampaikan oleh Instansi Pusat dan Daerah sudah sesuai dengan format formulir yang ditentukan agar data akurat Laporan Rekapitul asi 30 menit menit 6000,25 Nama Jabatan: Penganalisis Formasi Pegawai Unit Kerja: Sub Dit. Perencanaan Formasi Pegawai Ikhtisar Jabatan: Menginventarisasi, merekapitulasi, dan menyusun konsep pertimbangan Kepala BKN mengenai alokasi tambahan formasi Instansi Pusat dan Daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk kelancaran pelaksanaan tugas di lingkungan Direktorat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi - BKN analisis beban kerja

20 NoNo Uraian Tugas Satuan Hasil Waktu Penyele -saian Waktu Kerja Efektif Beban Kerja Pegawai Yg Dibutuh- kan Ket 2 Menginventarisasi data usulan formasi yang disampaikan oleh Instansi Pusat dan Daerah dengan cara mengelompokkan sesuai dengan instansi dan jabatannya agar memudahkan dalam pencarian data Laporan Rekapitul asi Per Kelompo k Jabatan 60 menit menit 6000,5 3 Mengolah data usulan formasi berdasarkan jenis jabatan untuk membuat bahan pertimbangan Laporan Rekapitul asi Per Jenis Jabatan 100 menit menit 6000,83 analisis beban kerja (contoh)

21 NoNo Uraian Tugas Satuan Hasil Waktu Penyele -saian Waktu Kerja Efektif Beban Kerja Pegawai Yg Dibutuh- kan Ket 4 Memberikan informasi yang dibutuhkan Penganalisis Formasi Pegawai berdasarkan data usul formasi sebagai bahan pembuatan kebijakan formasi dan pertimbangan alokasi tambahan formasi pegawai Instansi Pusat dan Daerah Data30 menit menit 10, Membuat konsep pertimbangan Kepala BKN mengenai alokasi tambahan formasi pegawai Instansi Pusat dan Daerah berdasarkan data usul formasi sebagai bahan pertimbangan teknis Kepala BKN Draft Surat 120 menit menit 10,0016 analisis beban kerja (contoh)

22 NoNo Uraian Tugas Satuan Hasil Waktu Penyele -saian Waktu Kerja Efektif Beban Kerja Pegawai Yg Dibutuh- kan Ket 6 Membuat laporan statistik mengenai formasi pegawai Instansi Pusat dan Daerah berdasarkan data usul formasi untuk diserahkan kepada atasan langsung Laporan 6000 menit menit 20,16 7 Memelihara database formasi pegawai dengan cara menyimpan, memperbaharui dan memproteksi data agar tetap akurat dan terjaga kerahasiaannya Kegiatan60 menit menit 10, Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan baik lisan maupun tertulis untuk kelancaran pelaksanaan tugas Kegiatan20 menit menit 520,014 Jumlah1.75 analisis beban kerja (contoh)

23 a. A = sangat baik apabila TEJ_> 1 b. B = baik apabila TEJ = 0,90 – 0,99 c. C = cukup apabila TEJ = 0,70 – 0,89 d. D = sedang apabila TEJ = 0,50 - 0,69 e. E = kurang apabila TEJ < 0,50 a. A = sangat baik apabila TEJ_> 1 b. B = baik apabila TEJ = 0,90 – 0,99 c. C = cukup apabila TEJ = 0,70 – 0,89 d. D = sedang apabila TEJ = 0,50 - 0,69 e. E = kurang apabila TEJ < 0,50 Nilai Standar Tingkat Efisiensi Jabatan (TEJ)

24 NOJABATAN JML PEMEGANG JABATAN TEJKETERANGAN Jumlah 43,72 1Kabag. Kepegawaian11,27Baik 2Kasi mutasi Pegawai11,20Baik 3Analis Kepegawaian11,0Baik 4Pengadministrasi Umum10,73Cukup 5 Pemroses BUP PNS10.25Kurang CONTOH : STANDAR TINGKAT EFESIENSI JABATAN

25 Selamat Bekerja…… TERIMA KASIH


Download ppt "PENYUSUNAN KEBUTUHAN APARATUR SIPIL NEGARA Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi Badan Kepegawaian Negara 2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google