Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Pertemuan 21 PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DERIVATIF Matakuliah: F 0344 / PASAR UANG DAN PASAR MODAL Tahun: Semester Genap 2004 / 2005 Versi: 0 / 0.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Pertemuan 21 PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DERIVATIF Matakuliah: F 0344 / PASAR UANG DAN PASAR MODAL Tahun: Semester Genap 2004 / 2005 Versi: 0 / 0."— Transcript presentasi:

1 1 Pertemuan 21 PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DERIVATIF Matakuliah: F 0344 / PASAR UANG DAN PASAR MODAL Tahun: Semester Genap 2004 / 2005 Versi: 0 / 0

2 2 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menerangkan pengertian Indeks Harga Saham Memperhitungkan pergerakan Indeks (IHSG), pengertian Indeks Syariah dan indeks-indeks lainnya. Melengkapi pengertiannya tentang LQ 45 Mengenali Kondisi Pasar Bearish atau Bullish

3 3 Outline Materi Materi 1 : Pengertian Indeks Harga Saham Materi 2 : Indeks (IHSG) dan Indeks Syariah Materi 2 : LQ 45 Materi 3 : Indeks Saham JBA 25

4 4 INDEKS HARGA SAHAM Indeks harga saham merupakan tolok ukur utama yang menggambarkan pergerakan harga efek di pasar modal suatu negara. Fungsi indeks antara lain sebagai : 1. indikator naik turun pasar efek 2. indikator tingkat keuntungan pelaku pasar 3. indikator kinerja suatu portofolio, dengan ini dapat membantu manajer investasi menentukan strateginya 4. mendukung transaksi derivatif

5 5 INDEKS HARGA SAHAM Pendekatan / Metode penghitungan Indeks : 1.Menghitung rata-rata arithmatik (arithmatic mean) harga saham yang masuk dalam anggota indeks 2.Menghitung rata-rata geometrik (geometric mean) indeks individual saham yang masuk dalam anggota indeks 3.Menghitung rata-rata tertimbang (weighted arithmetic mean) nilai pasar saham Umumnya semua indeks harga saham gabungan (composite) menggunakan rata-rata tertimbang (secara weighted arithmetic mean) termasuk di Bursa Efek Jakarta

6 6 Jenis Indeks di Bursa Efek Jakarta 1.INDEKS INDIVIDUAL : masing-masing saham punya indkes. Saat diluncurkan dipasar perdana diberi indeks = 100, lalu berubah sesuai kondisi pasar. INDEKS INDIVIDUAL = (HARGA PASAR : HARGA DASAR)x100 2.INDEKS HARGA SAHAM SEKTORAL : dibagi menjadi 9 sektor, yaitu : A. Sektor Primer (1.Pertanian, 2.Pertambangan), B. Sektor Industri (3.Ind.Dasar&Kimia, 4.Aneka Industri, 5.Ind.Barang Konsumsi), C. Sektor Jasa (6.Properti, 7.Transportasi&Infrastuktur, 8.Keuangan, 9.Perdagangan, Jasa & Investasi)

7 7 Jenis Indeks di Bursa Efek Jakarta 3.INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (Composite Share Price Index) IHSG= Jml.Saham tercatat x Hrg.Terakhir x100 Jml.Saham tercatat x Hrg.Perdana 4.INDEKS LQ-45 : menggunakan 45 saham yang terpilih berdasarkan likuiditas perdagangan saham. Perubahan indeks ini ditinjau setiap enam bulan, yaitu bulan Februari dan Agustus. 5.INDEKS SYARIAH Pergerakan IHSG secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan harga saham-saham dengan kapitalisasi besar.

8 8 Indeks Syariah JII – Jakarta Islamic Index, diberikan kepada investasi yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah Islam (Pengumuman BEJ-DAG no.06/2000 Seleksi untuk saham-saham yang masuk Indeks Syariah : 1.Pilih kumpulan saham dengan jenis usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah listing lebih dari 3 bulan (kecuali termasuk dalam 10 besar dalam hal kapitalisasi) 2.Memilih saham berdasarkan Laporan Keuangan tahunan atau tengah tahun terakhir yang memiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%

9 9 INDEKS SYARIAH 3.Memilih 60 saham dari susunan saham diatas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar terbesar selama 1 tahun terakhir 4.Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama 1 tahun Pengkajian ulang periodilkal 6 bulan sekali dengan penentuan komponen indeks awal bulan Januari dan Juli. Nilai kapitalisasi pasar adalah nilai seluruh saham yang dihitung berdasarkan harga terakhir yang terjadi. Nilai dasar adalah nilai yang dihitung berdasarkan harga perdana dari masing-masing saham.

10 10 Indeks Saham JBA 25 Indeks Saham JBA 25 adalah indeks saham pertama di Indonesia yang menggunakan perhitungan atas dasar harga saham bukan kapitalisasi pasar. Cara perhitungan ini sama dengan cara perhitungan yang digunakan oleh indeks-indeks terkemuka di dunia, yaitu Dow Jones Industrial Average dan Nikkei 225 Average. Alasan penggunaan cara perhitungan ini adalah : 1.untuk mendapatkan angka indeks yang lebih tinggi, sehingga aktivitas lindung nilai akan lebih mudah dilakukan, bila kelak indeks ini diperdagangkan dalam bentuk instrumen derivatif. 2.lebih mudah dipahami bagi kebanyakan investor individu yang tidak mengetahui kapitalisasi pasar suatu saham setiap saatnya

11 11 Indeks Saham JBA 25 Indeks saham JBA-25 juga melakukan adjustment indeks terhadap pembayaran dividen tunai (fully reinvested approach). Dengan demikian diharapkan Indeks Saham JBA-25 dapat representatif digunakan sebagai indikator keuntungan, sehingga dapat memfasilitasi strategi pasif dalam pembentukan portfolio serta pembentukan ReksaDana Indeks.

12 12 CLOSING Dengan demikian investor dapat bebas memilih efek mana yang menguntungkan dalam menginvestasi kan dananya, serta bagaimana model pasarnya. Disamping itu juga, dapat dihitung dengan tepat (tidak salah dalam memilih efek) dan dengan diversifikasi, investor dapat mengarahkan pemerataan resikonya secara substansial.


Download ppt "1 Pertemuan 21 PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DERIVATIF Matakuliah: F 0344 / PASAR UANG DAN PASAR MODAL Tahun: Semester Genap 2004 / 2005 Versi: 0 / 0."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google