Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pelajaran 10 Hukum Allah. Orang Kristen yang menuruti hukum Allah yang abadi dengan sepenuh hati menempatkan diri mereka bagi berkat surga yang terbesar,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pelajaran 10 Hukum Allah. Orang Kristen yang menuruti hukum Allah yang abadi dengan sepenuh hati menempatkan diri mereka bagi berkat surga yang terbesar,"— Transcript presentasi:

1 Pelajaran 10 Hukum Allah

2 Orang Kristen yang menuruti hukum Allah yang abadi dengan sepenuh hati menempatkan diri mereka bagi berkat surga yang terbesar, dan menyatakan kepada orang lain, berkat surga yang terbesar. Kata-kata Pembuka

3 Untuk menegaskan kembali bahwa 10 Hukum Allah itu bersifat kekal dan masih berlaku hingga saat ini serta menjelaskan arti dan tujuan dari 10 Hukum Allah. Tujuan Pelajaran

4 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" (Yoh. 14:15). "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" (Yoh. 14:15). Ayat Hafalan

5 Banyak pemimpin Israel yang salah dalam memahami tujuan Hukum Allah, mereka percaya bahwa mereka dapat memperoleh kebenaran oleh menuruti hukum. Paulus katakan “oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah" Banyak pemimpin Israel yang salah dalam memahami tujuan Hukum Allah, mereka percaya bahwa mereka dapat memperoleh kebenaran oleh menuruti hukum. Paulus katakan “oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah" Pendahuluan

6 Meskipun Yesus mengkritik secara terbuka praktik-praktik legalistik orang Farisi, Ia meninggikan 10 hukum, dengan jelas menegaskan kekekalan 10 Hukum serta menjelaskan arti dan tujuannya. Kristus sendiri berkata bahwa Ia telah datang untuk menggenapi hukum (Mat. 5:17).... kematian- Nya adalah wahyu utama akan keabsahan hukum Allah yang terus berlanjut. Meskipun Yesus mengkritik secara terbuka praktik-praktik legalistik orang Farisi, Ia meninggikan 10 hukum, dengan jelas menegaskan kekekalan 10 Hukum serta menjelaskan arti dan tujuannya. Kristus sendiri berkata bahwa Ia telah datang untuk menggenapi hukum (Mat. 5:17).... kematian- Nya adalah wahyu utama akan keabsahan hukum Allah yang terus berlanjut. Pendahuluan

7 b b Understand the purposes of marriageA Hukum Allah Selayang Pandang Hukum Allah Selayang Pandang 1. Menunjukkan Kekekalan Hukum (Matius 5:17,18) 2. Memperdalam Arti Hukum (Matius 5:27, 28) 3. Memberi Inti Hukum (Matius 22:37-40)

8 b b Understand the purposes of marriageA Hukum Allah Selayang Pandang Hukum Allah Selayang Pandang 1. Menunjukkan Kekekalan Hukum (Matius 5:17,18)

9 Hukum Allah 1.Menunjukkan Kekekalan Hukum Hukum Allah 1.Menunjukkan Kekekalan Hukum Matius 5:17,18 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

10 1.Menunjukkan Kekekalan Hukum Tidak Mengubah Hukum 1.Menunjukkan Kekekalan Hukum Tidak Mengubah Hukum Ketika berkata Ia tidak datang untuk "menghancurkan" hukum, Yesus secara harfiah mengatakan, Aku tidak datang untuk membuat tidak berlaku atau meniadakan Sepuluh Hukum. Pernyataan­Nya sangat jelas dan kemungkinan besar dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa para pemimpin agama, bukan Dia, yang sedang menghancurkan hu­kum, mengurangi efeknya melalui tradisi mereka (lihat Mat. 15:3,6). Ketika berkata Ia tidak datang untuk "menghancurkan" hukum, Yesus secara harfiah mengatakan, Aku tidak datang untuk membuat tidak berlaku atau meniadakan Sepuluh Hukum. Pernyataan­Nya sangat jelas dan kemungkinan besar dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa para pemimpin agama, bukan Dia, yang sedang menghancurkan hu­kum, mengurangi efeknya melalui tradisi mereka (lihat Mat. 15:3,6).

11 1.Menunjukkan Kekekalan Hukum Tidak Mengubah Hukum 1.Menunjukkan Kekekalan Hukum Tidak Mengubah Hukum Sebaliknya, dengan mengisinya dengan makna yang lebih dalam, Kristus telah datang untuk "menggenapi" hukum, sehingga memberikan kepada kita sebuah contoh seperti apakah penurutan yang sempurna kepada kehendak Allah itu. (Lihat Roma 8:3, 4). Akan sulit untuk menemukan dalam kehidupan dan pengajaran Yesus apa pun menyiratkan bahwa Sepuluh Hukum Allah tidak mengikat orang-orang Kristen. Sebaliknya, dengan mengisinya dengan makna yang lebih dalam, Kristus telah datang untuk "menggenapi" hukum, sehingga memberikan kepada kita sebuah contoh seperti apakah penurutan yang sempurna kepada kehendak Allah itu. (Lihat Roma 8:3, 4). Akan sulit untuk menemukan dalam kehidupan dan pengajaran Yesus apa pun menyiratkan bahwa Sepuluh Hukum Allah tidak mengikat orang-orang Kristen.

12 DISKUSIKAN Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hukum masih mengikat, namun tidak menyelamatkan kita. Bagikanlah pemahaman Anda tentang hubungan antara hukum dan kasih karunia! Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hukum masih mengikat, namun tidak menyelamatkan kita. Bagikanlah pemahaman Anda tentang hubungan antara hukum dan kasih karunia!

13 b b Understand the purposes of marriageA Hukum Allah Selayang Pandang Hukum Allah Selayang Pandang 2. Memperdalam Arti Hukum (Matius 5:27, 28)

14 Hukum Allah 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Allah 2.Memperdalam Arti Hukum Matius 5:27,28 “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

15 2.Memperdalam Arti Hukum Memperjelas dan Memperluas Arti Hukum 2.Memperdalam Arti Hukum Memperjelas dan Memperluas Arti Hukum Dalam setiap contoh yang diberikan dalam membahas tentang Hukum, Yesus pertama mengutip satu ayat Perjanjian Lama dan kemudian muncul untuk membantah hal itu. Ini dilakukan Yesus untuk memperjelas dan memperluas apa yang telah dipersempit oleh para pemimpin agama dan menjadikan hal itu hanya formalitas saja, Yesus hanya sekadar membandingkan pengajaran orang Farisi dengan makna hukum yang sesungguhnya. Dalam setiap contoh yang diberikan dalam membahas tentang Hukum, Yesus pertama mengutip satu ayat Perjanjian Lama dan kemudian muncul untuk membantah hal itu. Ini dilakukan Yesus untuk memperjelas dan memperluas apa yang telah dipersempit oleh para pemimpin agama dan menjadikan hal itu hanya formalitas saja, Yesus hanya sekadar membandingkan pengajaran orang Farisi dengan makna hukum yang sesungguhnya.

16 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh Para rabi menyebut tradisi sebagai otoritas mereka untuk interpretasi mereka akan hukum. Kristus berbicara atas otoritas- Nya sendiri, sebagai Si Pemberi Hukum.... Pengajaran-Nya termasuk semangat di balik huruf-huruf hukum. Roh yang mengajarkan arti dan kehidupan yang jika tidak hanya bisa menjadi formalitas belaka Para rabi menyebut tradisi sebagai otoritas mereka untuk interpretasi mereka akan hukum. Kristus berbicara atas otoritas- Nya sendiri, sebagai Si Pemberi Hukum.... Pengajaran-Nya termasuk semangat di balik huruf-huruf hukum. Roh yang mengajarkan arti dan kehidupan yang jika tidak hanya bisa menjadi formalitas belaka

17 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh Hukum ke 7 – Perzinaan  Sampai saat itu, orang Israel menganggap berzina hanya kepada tindakan fi­sik seksual secara terbuka dengan pasangan orang lain.  Yesus menunjukkan bahwa dalam kenyataannya, oleh karena perintah kesepuluh, perzinaan juga mencakup pikiran dan keinginan nafsu. Hukum ke 7 – Perzinaan  Sampai saat itu, orang Israel menganggap berzina hanya kepada tindakan fi­sik seksual secara terbuka dengan pasangan orang lain.  Yesus menunjukkan bahwa dalam kenyataannya, oleh karena perintah kesepuluh, perzinaan juga mencakup pikiran dan keinginan nafsu.

18 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh  Mencungkil mata dan memenggal tangan:  Di sini Yesus tidak mengajarkan tentang “mutilasi” yang bertentangan dengan ajaran Alkitab yakni “jangan membunuh.”  Disini Yesus sedang merujuk kepada pengendalian pikiran dan gerakan hati seseorang. Dalam referensi-referensi-Nya untuk mencabut mata atau memotong tangan, Kristus sedang berbicara secara kiasan tentang pentingnya mengambil keputusan dan tindakan tegas untuk menjadi diri sendiri melawan godaan dan dosa.  Mencungkil mata dan memenggal tangan:  Di sini Yesus tidak mengajarkan tentang “mutilasi” yang bertentangan dengan ajaran Alkitab yakni “jangan membunuh.”  Disini Yesus sedang merujuk kepada pengendalian pikiran dan gerakan hati seseorang. Dalam referensi-referensi-Nya untuk mencabut mata atau memotong tangan, Kristus sedang berbicara secara kiasan tentang pentingnya mengambil keputusan dan tindakan tegas untuk menjadi diri sendiri melawan godaan dan dosa.

19 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh Bercerai  Di zaman Yesus ada dua sekolah rabi-rabi yang menginterpretasikan ayat ini dalam dua cara yang berbeda: Hillel memahaminya untuk mengizinkan perceraian dengan alasan apa saja, sementara Shammai menginterpretasikan itu dengan arti hanya perzinaan yang jelas. Orang Farisi mencoba menjebak Yesus untuk memihak kepada salah satu sekolah. Bercerai  Di zaman Yesus ada dua sekolah rabi-rabi yang menginterpretasikan ayat ini dalam dua cara yang berbeda: Hillel memahaminya untuk mengizinkan perceraian dengan alasan apa saja, sementara Shammai menginterpretasikan itu dengan arti hanya perzinaan yang jelas. Orang Farisi mencoba menjebak Yesus untuk memihak kepada salah satu sekolah.

20 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Tujuh Bercerai Kristus mengoreksi penyalahgunaan ayat ini dengan mengangkat kekudusan dan keabadian pernikahan: Satu-satunya penyebab perceraian, di hadapan Allah, adalah "pelanggaran susila seksual" atau "perzinaan" (dalam bahasa Yunani, “ porneia” yang arti harfiahnya "zina"). Bercerai Kristus mengoreksi penyalahgunaan ayat ini dengan mengangkat kekudusan dan keabadian pernikahan: Satu-satunya penyebab perceraian, di hadapan Allah, adalah "pelanggaran susila seksual" atau "perzinaan" (dalam bahasa Yunani, “ porneia” yang arti harfiahnya "zina").

21 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Lima 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Lima Corban: suatu tradisi yang telah ditetapkan oleh orang Farisi, berasal dari sebuah kata yang berarti "sebuah pemberian." Ketika seseorang menerapkan kata-kata, "Ini adalah Corban" untuk apa saja, itu dianggap sebagai sebuah sumpah; itu adalah sesuatu yang didedikasikan kepada Allah dan Bait Suci. Orang Farisi telah menemukan alasan yang sempurna untuk menyangkal hak orangtua mendapatkan bantuan. Corban: suatu tradisi yang telah ditetapkan oleh orang Farisi, berasal dari sebuah kata yang berarti "sebuah pemberian." Ketika seseorang menerapkan kata-kata, "Ini adalah Corban" untuk apa saja, itu dianggap sebagai sebuah sumpah; itu adalah sesuatu yang didedikasikan kepada Allah dan Bait Suci. Orang Farisi telah menemukan alasan yang sempurna untuk menyangkal hak orangtua mendapatkan bantuan.

22 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Lima 2.Memperdalam Arti Hukum Hukum Ke Lima Mereka telah memperluas prinsip-prinsip yang solid yang ditemukan di dalam lima kitab Taurat dan mengubahnya menjadi perintah buatan manusia, yang, dalam pemikiran para pemimpin mereka sendiri, dapat menggantikan salah satu dari perintah-perintah Allah. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia" (Mat. 15:8, 9). Mereka telah memperluas prinsip-prinsip yang solid yang ditemukan di dalam lima kitab Taurat dan mengubahnya menjadi perintah buatan manusia, yang, dalam pemikiran para pemimpin mereka sendiri, dapat menggantikan salah satu dari perintah-perintah Allah. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia" (Mat. 15:8, 9).

23 DISKUSIKAN Pelanggaran hukum (dosa) menyebabkan kematian Kristus. Menurut Anda, mengapakah Yesus tidak menghapuskan hukum-Nya. untuk menyesuaikan kepada praktik-praktik yang berlaku dan lalu mengakhiri pelanggaran hukum? Tidakkah ini akan lebih sangat mudah dan lebih sedikit menyakitkan? Berilah tanggapan Anda. Pelanggaran hukum (dosa) menyebabkan kematian Kristus. Menurut Anda, mengapakah Yesus tidak menghapuskan hukum-Nya. untuk menyesuaikan kepada praktik-praktik yang berlaku dan lalu mengakhiri pelanggaran hukum? Tidakkah ini akan lebih sangat mudah dan lebih sedikit menyakitkan? Berilah tanggapan Anda.

24 b b Understand the purposes of marriageA Hukum Allah Selayang Pandang Hukum Allah Selayang Pandang 3. Memberi Inti Hukum (Matius 22:37-40)

25 Hukum Allah 2.Memberi Inti Hukum Hukum Allah 2.Memberi Inti Hukum Matius 22:37-40 “Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

26 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia Keselamatan dari dosa tidak datang dari mengikuti hukum, meskipun dengan ketat. Sebaliknya, itu datang dari si Pemberi hukum, Juruselamat. Orang Israel telah mengetahui kebenaran ini sejak mulanya, tetapi mereka telah melupakannya. Keselamatan dari dosa tidak datang dari mengikuti hukum, meskipun dengan ketat. Sebaliknya, itu datang dari si Pemberi hukum, Juruselamat. Orang Israel telah mengetahui kebenaran ini sejak mulanya, tetapi mereka telah melupakannya.

27 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia Yesus menekankan bahwa: Penurutan dan penyerahan yang penuh kepada Allah begitu menyatu sehingga yang satu tanpa yang lainnya hanya menjadi kehidupan Kristen yang berpura- pura. Para rabi berusaha untuk menyusun semua perintah berdasarkan urutan pentingnya. Jika dua perintah tampaknya berada dalam konflik, satu yang lebih penting akan diprioritaskan dan membiarkan seseorang bebas untuk melanggar yang kurang penting. Yesus menekankan bahwa: Penurutan dan penyerahan yang penuh kepada Allah begitu menyatu sehingga yang satu tanpa yang lainnya hanya menjadi kehidupan Kristen yang berpura- pura. Para rabi berusaha untuk menyusun semua perintah berdasarkan urutan pentingnya. Jika dua perintah tampaknya berada dalam konflik, satu yang lebih penting akan diprioritaskan dan membiarkan seseorang bebas untuk melanggar yang kurang penting.

28 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia Orang-orang Farisi terutama sekali meninggikan empat hukum pertama dari Sepuluh Hukum sebagai lebih penting dari enam hukum yang terakhir dan, akibatnya, mereka gagal ketika tiba kepada masalah-masalah praktik keagamaan. Pertama, dan yang paling penting, harus ada cinta di dalam hati sebelum seseorang bisa mulai menuruti hukum Allah. Orang-orang Farisi terutama sekali meninggikan empat hukum pertama dari Sepuluh Hukum sebagai lebih penting dari enam hukum yang terakhir dan, akibatnya, mereka gagal ketika tiba kepada masalah-masalah praktik keagamaan. Pertama, dan yang paling penting, harus ada cinta di dalam hati sebelum seseorang bisa mulai menuruti hukum Allah.

29 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia 3.Memberi Inti Hukum Mengasihi Allah dan Sesama Manusia Penurutan tanpa kasih adalah mustahil dan tak berarti. Namun, di mana ada kasih sejati kepada Allah, seseorang akan tanpa syarat menempatkan hidupnya selaras dengan kehendak Allah seperti yang diungkapkan dalam seluruh sepuluh perintah-Nya. Itulah sebabnya Yesus selanjutnya mengatakan: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala permtah-Ku" (Yoh. 14:15). Penurutan tanpa kasih adalah mustahil dan tak berarti. Namun, di mana ada kasih sejati kepada Allah, seseorang akan tanpa syarat menempatkan hidupnya selaras dengan kehendak Allah seperti yang diungkapkan dalam seluruh sepuluh perintah-Nya. Itulah sebabnya Yesus selanjutnya mengatakan: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala permtah-Ku" (Yoh. 14:15).

30 DISKUSIKAN Menurut Anda bagaimanakah seharusnya sikap seorang Kristen dalam memelihara Hukum Allah? Apakah rahasia agar kita menurut hukum bukannya dengan cara mengeluh melainkan dengan suka cita yang mendalam?

31 "Menyatakan hukum itu, Yesus berkata, 'Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'...; yakni untuk memenuhi ukuran tuntutan hukum, untuk memberikan suatu contoh dari persesuaian yang sem­purna kepada kehendak Allah.... Misi-Nya adalah untuk ;memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia.' Yesaya 42:21. Dia harus menunjukkan sikap roha­ni dari hukum itu, untuk menunjukkan prinsip-prinsipnya yang luas dan untuk menjelaskan kewajiban yang abadi.... Yesus, citra yang jelas dari diri Bapa itu, cahaya dari kemuliaan-Nya; Penebus yang menyangkal diri, sepanjang perja­lanan hidup-Nya yang penuh kasih di atas dunia adalah suatu gambaran hidup dari sifat hukum Allah. Di dalam kehidupan-Nya dinyatakan bahwa kasih yang lahir dari surga, prinsip-prinsip yang menyerupai Kristus, mendasari hukum- hukum kejujuran yang abadi.“ Ellen G. White, Khotbah di Atas Bukit, hlm. 59, 60. "Menyatakan hukum itu, Yesus berkata, 'Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'...; yakni untuk memenuhi ukuran tuntutan hukum, untuk memberikan suatu contoh dari persesuaian yang sem­purna kepada kehendak Allah.... Misi-Nya adalah untuk ;memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia.' Yesaya 42:21. Dia harus menunjukkan sikap roha­ni dari hukum itu, untuk menunjukkan prinsip-prinsipnya yang luas dan untuk menjelaskan kewajiban yang abadi.... Yesus, citra yang jelas dari diri Bapa itu, cahaya dari kemuliaan-Nya; Penebus yang menyangkal diri, sepanjang perja­lanan hidup-Nya yang penuh kasih di atas dunia adalah suatu gambaran hidup dari sifat hukum Allah. Di dalam kehidupan-Nya dinyatakan bahwa kasih yang lahir dari surga, prinsip-prinsip yang menyerupai Kristus, mendasari hukum- hukum kejujuran yang abadi.“ Ellen G. White, Khotbah di Atas Bukit, hlm. 59, 60. Kutipan Roh Nubuat

32 Hukum Allah yang konsisten menyediakan kestabilan dan keamanan. Kasih karunia Allah memfasilitasi kehidupan yang selaras oleh keberadaannya. RANGKUMAN

33 PENERAPAN Hal penting apakah dari pelajaran SS ini yang dapat saya terapkan dalam hidup saya minggu mendatang ini? PelajaranAplikasiMasalahKeputusan Masing-masing kita harus memahami bahwa sifat hukum yang kekal, memiliki implikasi yang besar bagi komunikasi Kekristenan tentang keselamatan. Setiap anggota gereja wajib memahami bahwa orang percaya melayani Allah yang konsisten di mana tabiat dan prinsip- prinsip-Nya tidak pernah berubah. Saya tidak menyadari hal ini. Minggu depan ini saya akan berdoa dengan sungguh- sungguh mengundang Kristus, sebab hanya kuasa-Nya sajalah yang mengubahkan dan yang dapat mendorong keinginan untuk melakukan kehendak-Nya, setiap hari ke dalam hati.

34 Efektif untuk Kelompok Kecil SELIDIKI kebenaran – Mengapa saya harus mempelajari pelajaran ini ? INTISARIKAN kebenaran – Apa kata Alkitab tentang kebenaran ini ? ADAPTASIKAN kebenaran – Bagaimana kebenaran ini mempengaruhi aku? GUNAKAN kebenaran – Bagaimana saya bisa menggunakan kebenaran ini ? APLIKASIKAN kebenaran – Perobahan apa yang aku perlukan dalam hidup ini ? Model Mengajar “SIAGA”


Download ppt "Pelajaran 10 Hukum Allah. Orang Kristen yang menuruti hukum Allah yang abadi dengan sepenuh hati menempatkan diri mereka bagi berkat surga yang terbesar,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google