Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Jakarta, 15 Desember 2009 DRAFT JAKSTRANAS 2010-2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Jakarta, 15 Desember 2009 DRAFT JAKSTRANAS 2010-2014."— Transcript presentasi:

1 Jakarta, 15 Desember 2009 DRAFT JAKSTRANAS

2 MATERI PRESENTASI 1. Potret daya saing di kawasan regional 2. Potret progres UU 18/ Isu-isu strategis 4. Arah kebijakan iptek 5. Strategi kebijakan 6. Instrumen kebijakan 7. Indikator kinerja kebijakan 8. Program

3 POTRET DAYA SAING DI KAWASAN REGIONAL Sumber: Institute of Management Development (2009)‏ Negara Singapore33223 Malaysia China Thailand Korea Indonesia Philippines Peringkat Daya Saing 7 negara ASIA menurut IMD (overall)‏

4 POTRET DAYA SAING DI KAWASAN REGIONAL Belanja Litbang Indonesia dibandingkan dengan negara lain Cat: GERD : Gross National R&D Expenditure, BERD : Business R&D Expenditure

5 POTRET DAYA SAING DI KAWASAN REGIONAL Peringkat publikasi ilmiah 7 negara ASIA menurut IMD Sumber: Institute of Management Development (2008, 2009) Stat Negara2005 China5 Korea10 Singapore29 Thailand39 Malaysia45 Indonesia51 Philippines52

6 POTRET DAYA SAING DI KAWASAN REGIONAL Tren publikasi ilmiah Indonesia pada jurnal internasional

7 POTRET DAYA SAING DI KAWASAN REGIONAL Posisi Negara-negara ASEAN + CHINA berdasarkan Jumlah Paten yang Terregister di WIPO No.NegaraJumlah 1.China Singapura Thailand Malaysia490 5.Philipina310 6.Indonesia308 7.Vietnam189 Sumber: Statistik WIPO, Juli 2008

8 BEBERAPA CAPAIAN PENGUATAN SIN: POTRET PROGRES UU 18/ Landasan hukum (UU 18/2002, Inpres No. 4/2003, PP 20/2005, PP 41/2006, PP 35/2007, PP 48/2009; 2. Jumlah IPR – Indonesia keluar dari watching list country negara-negara yang dicurigai banyak terjadi pembajakan IPR; 3.Beberapa lembaga litbang nasional masuk dalam ranking cukup baik di tataran internasional seperti LIPI dikawasan ASIAN; UI, ITB dan UGM menurut World Rank Research Center dan Times Higher Education masuk dalam ranking 287, 315 dan 316; 4.LBM Eijkman sebagai lab. rujukan WHO utk flu burung; 5.Konstribusi para peneliti dalam program swasembada pangan; 6.Berbagai industri sudah mulai memperkuat kapasitas teknologi melalui kegiatan litbang (industri otomotif, industri farmasi, industri software, industri komunikasi, industri jamu, dll.); 7.Jumlah fungsional secara bertahap terjadi peningkatan beberapa tahun terakhir ini; 8.Terbentuknya lembaga intermediasi seperti BTC, BIC, sentra HKI, dll.

9 Sumber: Data dikumpulkan dan diolah oleh Tim (2009) Jumlah SDM pada LPND-Ristek dan 7 Balitbang Departemen POTRET PROGRES UU 18/2002

10 Sumber: Data dikumpulkan dan diolah oleh Tim (2009) Jumlah SDM pada LPND dan Balitbang Departemen terkait 6 bidang fokus Iptek berdasarkan jabatan fungsional No.Jabatan Fungsional Peneliti Perekayasa Litkayasa Pranata Komputer Pranata Nuklir Pranata Humas Arsiparis Pustakawan Analis Kepegawaian Teknisi Litkayasa Widyaiswara Auditor Perencana Pengemdali Dampak Lingkungan Perancang Perundang-Undangan Surveyor Pemetaan Penyelidik Bumi Pengawas Radiasi Statistisi Penyuluh Jumlah POTRET PROGRES UU 18/2002

11 Sumber: Data LIPI Jumlah SDM pada LPND dan Balitbang Departemen terkait 6 bidang fokus Iptek berdasarkan jabatan fungsional POTRET PROGRES UU 18/2002 Ctt: Jumlah total peneliti orang dimana yang terbesar ada di Deptan (1.770 peneliti), LIPI (1.213 peneliti), dan Batan (491 peneliti)

12 Sumber: DJA (2005, 2006, 2007, 2008) Tren anggaran litbang POTRET PROGRES UU 18/2002

13 Sumber: Survai Penelitian dan Pengembangan Pemerintah tahun 2007 (2008) Anggaran lembaga litbang berdasarkan sumber pendanaan POTRET PROGRES UU 18/2002

14 Presiden Menteri 2 TNIMendagriMendiknas Balitbang 2 Menristek Dislitbang TNI-AD Balitbang Depdagri Balitbang Daerah Balitbang Depdiknas Perguruan Tinggi Dislitbang TNI-AU Dislitbang TNI-AL BPPT LIPI BATAN LAPAN BAKOSURTANAL BAPETEN BSN LPNK Industri strategis Industri otomotif Industri farmasi Industri software Industri komunikasi Industri jamu, dll KEPOLISIAN Biro litbang PROGRES KELEMBAGAAN

15 Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi (2005, 2006, 2007, 2008) Tren pertumbuhan Perguruan Tinggi No.Kategori NegeriSwastaTotal Universitas Institut Sekolah Tinggi Akademi Politeknik Jumlah POTRET PROGRES UU 18/2002

16 KAPASITAS PERGURUAN TINGGI (NEGERI + SWASTA) JenjangJumlah Calon Mahasiswa Jumlah Mahasiswa Baru Jumlah Lulusan S S S S POTRET PROGRES UU 18/2002 Sumber data: Dikti (2008)

17 PROGRES LEMBAGA INTERMEDIASI: 1. BUSINESS TECHNOLOGY CENTER (BTC) BTC Batam BTC Bandung BTC Yogjakarta BTC Jawa Timur BTC Makasar BTC Yogjakarta (BBTIY) BTC Salatiga BTC Jababeka 2.BUSINESS INNOVATION CENTER (BIC) 3.PUSAT INOVASI – LIPI 4.PUSAT KEMITRAAN TEKNOLOGI NUKLIR (PKTN) – BATAN 5.BPPT ENGINERING (BE) 6.BALAI INKUBATOR TEKNOLOGI – BPPT (BIT-BPPT) 7.Sentra HKI di Perguruan Tinggi POTRET PROGRES UU 18/2002

18 Tren publikasi ilmiah LPND-Ristek dan 7 Balitbang Departemen Sumber: Data dikumpulkan dan diolah oleh Tim (2009) POTRET PROGRES UU 18/2002

19 Tren publikasi ilmiah internasional berdasarkan jenis lembaga Sumber: SCOPUS, diolah oleh Tim (2009) POTRET PROGRES UU 18/2002

20 Tren paten yang didaftarkan ke Dirjen HaKI berdasarkan lembaga pengusul Sumber : Direktorat Teknologi Informasi, Dirjen HKI (2009) diolah oleh Tim (2009) POTRET PROGRES UU 18/2002

21 Source: BPS. Low quality — Sectoral growth rate (2000 base year, year-on-year growth rate, %)‏ POTRET PROGRES UU 18/2002

22 Source: BPS. PERKEMBANGAN EKSPOR NON MIGAS PER SEKTOR (juta US$)

23 POTRET PROGRES UU 18/2002 Source: BPS. EKSPOR NON MIGAS SEKTOR PERTANIAN (juta US$) 1003,752628,56,953364,92880,22496,22526,12568,3Total 26,71 17,86 16,23 7,14 4,22 3,81 2,97 4,36 1,54 1,67 1,89 1,48 1,05 1,98 0,82 0,49 -5,75 1,54 -4,15 12,85 4,93 9,41 14,19 99,76 -14,07 5,07 28,12 16,68 -5,61 88,89 -13,69 702,2 469,5 426,6 187,8 111,1 100,2 78,1 114,6 40,5 43,9 49,8 39,0 27,7 52,1 21,6 13 1,05 4,91 10,29 9,74 9,97 - 0,41 19,84 - 0,16 0,48 17,02 -17,76 44,45 6,12 -11,19 48,01 -2,71 980,2 620,3 583,2 214,2 137,4 120,8 97,0 77,8 57,2 56,7 51,1 49,6 42,7 40,9 35,2 352,6 846,8 468,3 497,8 222, 130,3 117,7 73,6 77,6 62,9 52,7 47,9 35,6 35,9 34,7 29,1 245,2 824,0 370,2 281,6 223,5 114,0 125,5 61,4 78,4 45,6 43,2 64,8 24,3 29,9 29,7 21,4 118,4 852,7 410,5 250,9 197,8 102,6 111,9 54,2 70,9 44,5 32,7 91,8 16,1 33,2 54,7 10,4 80,4 840,4 521,3 218,8 142,7 96,3 126,4 45,7 82,0 66,5 32,8 98,0 11,8 33,0 59,0 8,3 706,6 Udang segar/beku Biji coklat Kopi Ikan lainnya Kepiting,kerang Tongkol/tuna Buah Lainnya Tembakau Pala & bunga Teh Ganggang Laut Sayuran Lada Putih Biji lainnya Lain-lain Pangsa 07 Perub % 07/ Jan-Sep Trend SektorNo

24 POTRET PROGRES UU 18/2002 Source: BPS. EKSPOR NON MIGAS SEKTOR INDUSTRI (juta US$) 10016,955719,614, ,955593,648677,340879,938729,6TOTAL 7,85 8,15 6,37 5,46 6,06 4,42 3,44 3,74 2,99 3,74 3,65 1,42 2,49 0,22 2,19 37,81 2,35 42,22 5,12 8,07 34,82 14,43 -3,33 8,52 11,23 34,75 65,30 -37,86 6,61 -0,14 10,46 -9, ,6 4539,5 3549,7 3045,3 3377,7 2460,7 1919,6 2083,1 1670,2 2083,5 2032,4 789,4 1391,1 1230,0 1222, ,3 9,86 21,29 14,27 16,11 17,20 7,97 -1,92 10,56 10,15 40,12 14,12 16,77 14,91 8,90 5,76 20, ,2 4817,6 4448,7 3690,8 3371,0 2859,2 2722,1 2561,9 2123,3 1904,4 1883,7 1785,6 1738,2 1599,8 1523, ,2 4966,9 3756,3 4364,1 2133,4 2894,2 2324,8 2842,2 2338,0 1309,3 1257,5 1530,6 1850,4 1562,1 1428,5 1503, ,4 4352,0 3441,8 3486,1 1946,1 2388,8 2228,9 2962,8 2080,5 1129,1 798,2 1535,4 1517,2 1326,6 1320,5 1338, ,4 4037,8 2454,6 3120,6 1402,4 2002,8 2007,3 2898,8 1753,8 820,0 672,1 1225,9 858,5 1139,0 1182,2 1283, ,8 3887,2 2092,4 2700,0 967,5 1832,8 2097,5 3291,3 1790,5 713,1 478,9 1077,7 1207,4 1015,2 1148,1 1246, ,2 Pakaian jadi Minyak Kelapa Sawit Alat Listrik CrumbRubber Industri Lainya Kertas & barang dari kertas Audio visual Tekstil / lainnya Besi/baja Tembaga Organik Komputer & bagiannya Damar tiruan, bahan plastik Alas kaki (kulit, karet, kanvas) Alas kaki dari bahan lain Lainnya Pangsa 07 % Perub % 07/ Jan- Sep Trend SektorNo

25 POTRET PROGRES UU 18/2002 Source: BPS. EKSPOR NON MIGAS SEKTOR PERTAMBANGAN (juta US$) 10024,319176,533, ,57946,84761,43995,63743,7TOTAL 53,22 38,45 5,22 1,85 1,27 0,05 0, ,24 26,87 337,89 75,01 116,23 -77,04 6,80 -61, ,6 3529,0 479,9 170,4 87,9 4,7 20,1 0,0 18,61 28,74 45,71 29,27 25,51 -0,15 6,08 -67, ,7 4646,1 217,4 129,4 58,1 27,4 27,1 0,2 4354,1 3311,0 140,0 81,6 23,6 9,4 26,6 0,5 2748,8 1802,4 108,4 50,5 17,2 6,7 26,5 0,9 1980,1 1854,7 59,5 47,6 18,9 9,9 24,6 0,3 1762,4 1755,5 50,8 46,9 20,8 27,0 21,0 59,3 Batu bara Biji Tembaga Biji Nikel Hasil Tambang Lain Bauksit Pasir alam Granit Biji timah Pangsa 07 % Perub % 07/ Jan- Sep Trend SektorNo

26 SUMMARY -Daya saing Indonesia di lingkungan regional masih kalah dari negara-negara Malaysia, Thailand maupun Singapore -Penguatan pondasi inovasi amanah UU 18/2002 belum optimal -Konstribusi litbang terhadap ekonomi masih kecil Catatan: -Total dana litbang tidak besar - kegiatan litbang belum fokus dan tidak sinergi; -Jumlah SDM peneliti hampir tidak berubah - produktivitas masih rendah; -Hasil litbang yang dimanfaatkan atau dikomersialisasikan masih sedikit; -Lembaga litbang cukup banyak, center of excellence masih sedikit;

27 ISU STRATEGIS Situasi Masalah Meta Masalah Masalah Formal Substantif Masalah -daya saing nasional rendah - nilai tambah produk ekspor (bahan baku, tekn rendah) -pemanfaatan hasil litbang DN -pondasi inovasi belum kuat Sumberdaya Litbang: - Produktivitas SDM dan jumlah SDM litbang rendah - Sarpras Litbang tidak memadai - Investasi/dana litbang kecil, porsi swasta sangat kecil - Program litbang masih belum fokus dan sinergi, prog spin-off dan start-up capital (insentif), paten granted, asuransi teknologi, insentif alih teknologi Kelembagaan Litbang - LPND: Organisasi kegemukan dan tidak fleksible, menejemen PNS, dana terbatas ttp scope keg luas - LPD: dana litbang, sarpras, SDM, sinergi keg - Dislitbang TNI: dana, sarpras, SDM, tupoksi - PT: dana, scope litbang, sarpras, riset dasar - Industri: kuantitas, insentif (keb. Industri + Keu), cost - BTC/BIC: jumlah, peran, kemandirian - Modal ventura: jumlah, peran, kebijakan keu - Inkubator: dana, sarpras, prog, insentif bagi start-up Jejaring - Interaksi ABG masih belum optimal - Jejaring riset nasional dan international masih lemah - Keterlibatan lemlitbang pada proyek riset int’l sedikit Tinjauan : Ek. : index TFP rendah, konstribusi litbang DN thd ekonomi dan penciptaan lapangan kerja Iptek: index infrastruktur iptek Sosbud: budaya N3 dan meman- faatkan dan menggunakan hasil litbang DN Politik: politik teknologi Hukum: sinergi kebijakan & peraturan Pemerintah - Produktivitas litbang - Pendayagunaan hasil litbang pd sektor produksi - Budaya inovasi dan kreativitas Pencarian Masalah Pendefinisian Masalah Spesifikasi Masalah Pengenalan Masalah

28 ISU STRATEGIS -Peningkatan produktivitas litbang nasional -Peningkatan pendayagunaan hasil litbang nasional pada sektor produksi -Peningkatan budaya inovasi dan kreativitas

29 ARAH KEBIJAKAN IPTEK Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Iptek untuk menghasilkan produktivitas litbang yang berdayaguna bagi sektor produksi nasional Menciptakan iklim investasi R&D yang kondusif terutama investasi R&D sektor swasta; Mengembangkan upaya-upaya untuk menyediakan dana riset dari lembaga independen (Technology Fund Foundation) Optimalisasi investasi R&D pada bidang fokus: ketahanan pangan, energi baru dan terbarukan, ICT, teknologi hankam, teknologi dan manajemen transportasi, teknologi kesehatan dan obat, material baru untuk menunjang klaster industri nasional; Peningkatan kapasitas dan kapabilitas SDM yang profesional untuk menghasilkan IPR; Peningkatan kapasitas dan kapabilitas sarpras litbang yang memadai sesuai dengan state-of-the art teknologi;

30 ARAH KEBIJAKAN IPTEK Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan litbang dan lembaga pendukung untuk mendukung proses transfer dari ide – prototip lab. – prototip industri – produk komersial (penguatan sistim inovasi nasional) Pusat-pusat keunggulan iptek (center of excellence) yang spesifik pada bidangnya melalui restrukturisasi program, kelembagaan dan manajemen; Manajemen profesional untuk meningkatkan produktivitas dan pendayagunaan hasil litbang; Mengembangkan sarana dan prasarana inkubator dan mekanisme pendanaan (start-up capital) untuk mendorong terciptanya industri baru berbasis hasil litbang / teknologi Lembaga-lembaga intermediasi yang profesional untuk memfasilitasi proses tranfer hasil litbang dari lab ke sarana produksi; Mengembangkan dan menguatkan sentra HKI melindungi serta mendorong komersialisasi HKI; Mengembangkan dan memperkuat fasilitas Inkubator dan Science and Technology Park (STP).

31 ARAH KEBIJAKAN IPTEK Mengembangkan dan memperkuat jejaring kelembagaan maupun peneliti di lingkup nasional maupun internasional untuk mendukung peningkatan produktivitas litbang dan peningkatan pendayagunaan litbang nasional: Kerjasama litbang nasional melalui sinergi program lintas lembaga litbang maupun insentif riset; Kerjasama litbang internasional melalui program kerjasama G-to-G maupun institusi-to-institusi; Kerjasama lembaga litbang, perguruan tinggi dengan industri melalui program-program riset kemitraan public-private partnership;

32 ARAH KEBIJAKAN IPTEK Meningkatkan kreativitas dan produktivitas litbang nasional untuk memenuhi kebutuhan teknologi di sektor produksi dan meningkatkan daya saing produk-produk nasional dan budaya inovasi, melalui: Bidang fokus: teknologi pangan, teknologi energi baru dan terbarukan, teknologi dan manajemen transportasi, teknologi hankam, teknologi infomasi dan komunikasi, teknologi kesehatan dan obat, material maju; Penajaman fokus bidang; Menghasilkan IPR seperti publikasi internasional, paten, potensi untuk lisensi dan spin-off; Kebutuhan pasar (sektor produksi) masa kini dan masa depan; Sinergi dengan klaster industri unggulan; Penguatan Core competency dari pusat keunggulan iptek; Budaya inovasi dan kreativitas khususnya dikalangan generasi muda;

33 ARAH KEBIJAKAN IPTEK Bidang fokus: Ketahanan Pangan: mengembangkan teknologi benih unggulan untuk lahan pertanian sub-optimal dan mengembangkan teknologi-teknologi paska panen untuk memperkecil kehilangan hasil panen; Energi : mengembangkan teknologi pembangkit listrik nasional dari sumber energi baru dan terbarukan (matahari, bayu, panas bumi, air, nuklir, arus laut) dan bio- energi sesuai dengan kebijakan energi nasional; ICT: mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengurangi kesenjangan informasi, pembajakan IPR dan belanja teknologi impor; Teknologi hankam: mengembangkan teknologi hankam untuk mendukung industri pertahanan nasional dalam menghasilkan alutsista dan mengurangi belanja teknologi impor; Teknologi dan manajemen transportasi: mengembangkan teknologi dan manajemen transportasi nasional untuk mendukung klaster industri transportasi dan memecahkan persoalan transportasi nasional; Teknologi kesehatan dan obat: mengembangkan teknologi alat kesehatan dan obat khususnya obat alami untuk mendukung klaster industri kesehatan dan industri farmasi nasional khususnya indigenous/traditional knowledge; Teknologi material maju: mengembangkan teknologi material maju untuk meningkatkan kandungan lokal, memperkuat industri pendukung dan pohon industri nasional, serta mendukung industri masa depan yang memerlukan penemuan material baru;

34 ARAH KEBIJAKAN IPTEK Meningkatkan pendayagunaan iptek nasional untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja baru, dan mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya iptek, melalui: Pengelolaan dan pemanfaatan/komersialisasi aset intelektual (HKI); Difusi dan diseminasi hasil litbang termasuk patent granted; Spin-off; Penguatan kapasitas adopsi teknologi di sektor produksi (teknologi produksi, asuransi teknologi, dll.); Optimalisasi proses alih teknologi (FDI, lisensi, pengadaan)

35 STRATEGI KEBIJAKAN IPTEK Kebijakan penguatan Sistim Inovasi Nasional (SIN) dilakukan melalui pendekatan penguatan elemen-eleman SIN serta proses alignment (sinergi) dan enggagement (kemitraan): Penguatan elemen sumberdaya, kelembagaan dan jejaring, serta sinergi dan kemitraan program untuk peningkatan produktivitas dan pendayagunaan litbang; Pendekatan top-down: riset unggulan litbang nasional yang spesifik menjawab kebutuhan nasional dan berkualitas internasional; Mendorong riset bersama (konsorsium riset) antar lembaga litbang; Proses alih teknologi: reverse engineering, outsourcing, lisensi, akusisi; Mengutamakan Demand driven Public-Private Partnership; Mempercepat implementasi PP terkait dengan insentif pajak dan investasi litbang swasta;

36 INSTRUMEN KEBIJAKAN Regulasi; Insentif pajak; Sistim insentif riset; Proyek-proyek riset unggulan nasional yang merupakan kemitraan lembaga litbang – industri – pemerintah; SDM litbang yang berkualitas; Peralatan laboratoria yang modern; Modal ventura;

37 INDIKATOR KINERJA KEBIJAKAN INDIKATOR INPUT: Peningkatan jumlah dan kualitas fungsional Peningkatan investasi litbang Modernisasi peralatan lab Peningkatan jumlah proyek konsorsium riset Jumlah pusat-pusat keunggulan iptek INDIKATOR OUTPUT: Academic excellence : publikasi dan paten; Economic value: lisensi, spin-off atau start-up companies; Sosial impact: investasi litbang, jumlah lembaga riset swasta, jumlah kreativitas masyarakat dan individu, investasi keluarga untuk iptek;

38 PROGRAM Kebijakan strategis penguatan sistim inovasi nasional dilaksanakan melalui: 1.Program Penguatan Sumberdaya Iptek; 2.Program Penguatan Kelembagaan Iptek; 3.Program Penguatan Jaringan Iptek; 4.Program Peningaktan Kreativitas dan Produktivitas Litbang; 5.Program Pendayagunaan Iptek;

39

40 POTRET DAYA SAING DI KAWASAN REGIONAL Tren TFP Negara – negara Asia Sumber: APO (2004)

41 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISU STRATEGIS 1.Total dana litbang tidak besar dan scope kegiatan litbang sangat luas -Fokus program dan kegiatan (roadmap, bottom-up, curiosity research, program prioritas) -Koordinasi dan sinergi program dan kegiatan (ego- sektoral, instrumen kebijakan, mekanisme pengusulan, sinergi renstra lembaga) -Investasi R&D pemerintah dan indikator keluaran -Investasi R&D swasta -Mekanisme PNBP / BLU -Kelengkapan sarana dan prasarana litbang -Mekanisme kontrol (evaluasi, sistim reward)

42 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISU STRATEGIS 2. Peningkatan jumlah dan produktivitas SDM Iptek -Rekruitmen calon peneliti -Beasiswa -Pendidikan dan pelatihan -Kapasitas program paska sarjana per tahun -Insentif untuk publikasi internasional dan paten -Kerjasama internasional -Kesejahteraan peneliti -Karir patern fungsional vs struktural (manajemen substansi/program vs manajemen aset litbang) -Kewajiban peneliti senior membina peneliti yunior -Kelompok keahlian – center of excellence

43 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISU STRATEGIS 3. Pemanfaatan/komersilisasi hasil litbang -Mekanisme PNBP/BLU -Lembaga intermediasi -Hasil litbang – kebutuhan industri -Insentif untuk pemanfaatan hasil litbang (patent granted, license granted) -Technology readiness -Jaminan keberhasilan pemanfaatan teknologi -Time delivery -Inkubator -Modal ventura -Promosi -Prosedur pelayanan teknologi -Manajemen profesional -Kepercayaan antara industri – lembaga litbang

44 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISU STRATEGIS 4. Lembaga litbang cukup banyak, center of excellence masih sedikit -Organisasi gemuk -Core competency (kompetensi inti) -Jejaring riset nasional dan internasional -Anggaran riset per pusat riset -Sarana dan prasarana laboratoria yang bersertifikat internasional -Kualitas dan kuantitas SDM -Manajemen profesional -Business as usual vs spesifik -Proyek riset skala besar

45 ISU STRATEGIS ANALISIS PERMASALAHAN MASALAH FORMAL ALTERNATIF KEBIJAKAN KRITERIA RASIONAL TOT SCORE EFEKTIVITASFEASIBILITAS EkIp SosPolHuk EkIp SosPolHuk 1. Sumber- daya Litbang Peningkatan Kualitas SDM (III) Sarpras Iptek (IV) Investasi litbang (Swasta) (I) Fokus – Sinergi Litbang (II) 2. Kelem- bagaan Restrukturisasi (VI) Manajemen Profesional (IV) Center of Excellence (I) Lembaga intermediasi (V) Inkubator (II) Modal Ventura (III) 3. JejaringKerma lintas lemlitbang (III) Kerma internasional (II) Kerma industri-lemlitbang (Public Private Partnership) (I)


Download ppt "Jakarta, 15 Desember 2009 DRAFT JAKSTRANAS 2010-2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google