Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Free Powerpoint Templates Page 1 Free Powerpoint Templates MASALAH PERUBAHAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Free Powerpoint Templates Page 1 Free Powerpoint Templates MASALAH PERUBAHAN."— Transcript presentasi:

1 Free Powerpoint Templates Page 1 Free Powerpoint Templates MASALAH PERUBAHAN

2 Free Powerpoint Templates Page 2 Pendahuluan Panta Rei (bahasa Belanda: alles verandert – bahasa Inggris: evertyhing changes). Manusia perlu “berubah” sesuai dengan tuntutan perubahan itu sendiri. – perubahan dalam perilaku. – perubahan dalam sistem nilai dan penilaian. – perubahan dalam metode dan cara-cara bekerja. – perubahan dalam peralatan yang digunakan. – perubahan dalam cara berpikir. – perubahan dalam hal bersikap.

3 Free Powerpoint Templates Page 3 Perubahan mengandung makna : Beralihnya keadaan sebelumnya (the before condition) menjadi keadaan setelahnya (the after condition). Transisi dari kondisi awal hingga kondisi kemudian memerlukan transformasi. Salah satu sasaran dari manajemen perubahan ialah “mengupayakan agar proses transformasi tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif cepat dengan kesulitan-kesulitan seminimal mungkin”.

4 Free Powerpoint Templates Page 4 Aneka macam kekuatan yang membantu dan menghalangi perubahan keorganisasian (George/Jones, 2002: ) Kekuatan yang MembantuKekuatan yang Menghalangi Kekuatan-kekuatan yang kompetitif.Kendala-kendala keorganisasian kekuasaan dan konflik. Kekuatan ekonomi dan politik.Perbedaan-perbedaandalam orientasi fungsional. Struktur mekanistik. Kekuatan-kekuatan global.Kultur keorganisasian. Kekuatan-kekuatan demografik dan kekuatan-kekuatan sosial. Kendala-kendala kelompok. Norma-norma kelompok. Kohesivitas kelompok. Kekuatan-kekuatan etikal.Pemikiran kelompok dan eskalasi komitmen. Kendala-kendala individual. Ketidakpastian dan Perasaan tidak aman. Persepsi selektif dan retensi kebiasaan.

5 Free Powerpoint Templates Page 5 Sifat dari Perubahan Keorganisasian (Schermerhorn, Hunt, Osborn, 1991: ) Dalam proses perubahan ada yang disebut agen perubahan (a change agent) seorang atau kelompok yang bertanggung jawab untuk mengubah pola perilaku yang ada pada orang tertentu atau sistem sosial tertentu. Dua konsep perubahan Perubahan yang direncanakan (Planned Change). Perubahan yang tidak direncanakan (Unplanned Change).

6 Free Powerpoint Templates Page 6 Target-target Keorganisasian yang dapat diubah dan metode-metode Menghadapinya TargetMetode-metode perubahan yang dapat di terapkan Tujuan-tujuan dan sasaran- sasaran. Jelaskan misi secara keseluruhan; laksanakan modifikasi sasaran- sasaran yang ada; terapkan asas manajemen berdasarkan sasaran- sasaran. KulturLaksanakan klarifikasi, modifikasi, dan atau ciptakan keyakinan- keyakinaninti dan nilai-nilai guna membantu membentuk perilaku individu-individu dan kelompok-kelompok. StrategiModifikasi rencana-rencana strategik; modifikasi rencana-rencana operasional,modifikasi kebijakan-kebijakan serta prosedur-prosedur. Tugas-tugasModifikasi desain pekerjaan; terapkan perkayaan pekerjaan (job enrichment)dan kelompok-kelompok kerja otonomi. TeknologiPerbaiki peralatan serta fasilitas-fasilitas; perbaiki metode-metode dan arus pekerjaan. Orang-orangModifikasi kriteria seleksi, modifikasi praktek-praktek rekruiting, terapkan program-program pelatihan dan pengembangan; klarifikasi peranan dan ekspektasi-ekspektasi. StrukturModifikasi uraianpekerjaan, modifikasi desain keorganisasian, sesuaikan mekanisme-mekanisme koordinasi; modifikasi penyebaran otoritas.

7 Free Powerpoint Templates Page 7 Fase Proses Perubahan (Kurt Lewin) Fase I Pencairan: Menciptakan kebutuhan akan perubahan. Meminimasi tantangan terhadap perubahan Fase II Mengubah : Mengubah orang- orang (individu dan kelompok). tugas-tugas struktur. teknologi Fase III Pembekuan Kembali Memperkuat hasil- hasil. Mengevaluasi hasil- hasil. Membuat modifikasi- modifikasi konstruktif.

8 Free Powerpoint Templates Page 8 Pandangan Stephen P Robbins Tentang Perubahan (Robbins, 1991: ) Enam kekuatan yang bekerja sebagai stimulan bagi perubahan: 1.Sifat angkatan kerja yang berubah. 2.Teknologi. 3.Kejutan-kejutan ekonomi. 4.Tren sosial yang berubah. 5.Politik dunia baru. 6.Sifat persaingan yang berubah.

9 Free Powerpoint Templates Page 9 Tentangan atau Penolakan Individu terhadap Perubahan Penolakan Individual Kepastian Perasaan takut terhadap hal-hal yang tidak diketahui Pemrosesan informasi secara selektif Faktor-faktor ekonomi Kebiasaan

10 Free Powerpoint Templates Page 10 Tentangan Keorganisasian (Organizational Resistance) Tantangan Keorganisasian Inertia kelompok Ancaman bagi ekspertis Ancaman terhadap hubungan- hubungan kekuasaan yang sudah mapan Ancaman terhadap alokasi sumber- sumber daya yang berlaku Fokus perubahan yang terbatas Inertia Struktural

11 Free Powerpoint Templates Page 11 Sejumlah Target Perubahan (Jones, 1998; ) Perubahan keorganisasian yang terencana ditujukan kearah upaya perbaikan kinerja pada salah satu diantara tingkatan berikut: Tingkat Sumber daya manusia. Tingkat sumber-sumber daya fungsional. Tingkat kemampuan teknologi. Tingkat kemampuan keorganisasian.

12 Free Powerpoint Templates Page 12 Sejumlah cara untuk mengatasi tentangan terhadap perubahan (Robbins, 1991: ) Enam taktik yang dapat diterapkan oleh agen perubahan: 1.Pendidikan dan komunikasi. 2.Partisipasi 3.Fasilitas dan bantuan. 4.Negosiasi 5.Manipulasi dan kooptasi (kooptasi merupakan sebuah bentuk manipulasi dan partisipasi). 6.Paksaan (Coercion).

13 Free Powerpoint Templates Page 13 Aneka macam tipe Perubahan (Jones 1998; ) Dua kategori perubahan: 1.Perubahan yang bersifat gradual, inkremental dan yang terfokuskan secara khusus 2.Perubahan yang bersifat revolusioner, yang bersifat mendadak, drastis dan mencakup seluruh organisasi. Perubahan revolusioner mencakup upaya untuk meningkatkan efektivitas bekerjanya suatu organisasi sedangkan Perubahan evolusioner berupaya mencari cara-cara baru untuk menjadi efektif.

14 Free Powerpoint Templates Page 14 Ada beberapa cara yang dapat diterapkan organisasi untuk menimbulkan hasil-hasil secara cepat: 1.Re-engineering. 2.Restrukturisasi. 3.Inovasi.

15 Free Powerpoint Templates Page 15 Konsep Gemba Kaizen (Imai, 1997) Tahun 1986 terbit sebuah buku yang berjudul: Kaizen; the key to Japan’s competitive succes. Kini istilah Kaizen menjadi istilah kunci dalam manajemen. Kaizen berarti “perbaikan secara berkesinambungan” Kaizen merupakan konsep pokok yang memayungi istilah dalam lingkungan industri jepang seperti Total Quality Control (TQC), Quality Circle, (Gugus kendali mutu), Zero Defect, Just in Time (JIT) Management, Sugestion System.

16 Free Powerpoint Templates Page 16 Siklus Perubahan yang Saling Memperkuat Komitmen (Motivasi) Efektivitas Kompetensi (keterampilan) Kooridnasi (perilaku)

17 Free Powerpoint Templates Page 17 Organisasi Pembelajaran (The Learning Organization ) Menurut Ikujiro Nonaka, Keberhasilan perusahaan- perusahaan jepang bukanlah karena keahlian mereka dalam bidang produksi, atau karena mereka dapat mencapai modal murah, memiliki hubungan dekat dengan pelanggan, rekanan ataupun pemerintah tetapi karena keterampilan mereka dalam hal “ menciptakan Pengetahuan Keorganisasian”. Yaitu kemampuan sebuah perusahaan secara keseluruhan untuk menciptakan pengetahuan baru, kemudian meyebarkannya melalui seluruh organisasi tersebut dan memasukannya ke dalam produk-produk- servis-servis-serta sistem-sistem.

18 Free Powerpoint Templates Page 18 Tahapan-tahapan Perkembangan Penciptaan Pengetahuan Inovasi BerkelanjutanKeunggulan Kompetitif Menurut Nonaka, satu-satunya sumber yang dapat diandalkan bagi tercapainya keunggulan kompetitif yaitu pengetahuan.

19 Free Powerpoint Templates Page 19 Kongruensi Lingkungan-Nilai-nilai-Sumber- sumber Data (Thompson,1993) Makin besar kongruensi yang terjadi, makin besar kemungkinan organisasi yang bersangkutan memanaje sumber-sumber dayanya secara efektif, guna menyesuaikan diri dengan faktor-faktor keberhasilan utama, yang ditetapkan oleh lingkungan.

20 Free Powerpoint Templates Page 20 Model Pendekatan Sistem 3 Lingkaran dalam konteks manajemen Perubahan (Winardi, 2002) Setiap proses perubahan senantiasa diawali dengan kondisi yang berlaku (das sein) yang syarat dengan aneka macam problem. Maka pihak manajemen perlu mencari penyebab masalah dengan analisis medan kekuatan (Force Fields Analysis) atau analisis SWOT. Kemudian tahapan berikutnya dinamakan fase die ubergang. Diterapkan aneka macam tindakan korektif untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul pada fase awal (das sein). Fase ketiga disebut fase kondisi yang dicita-citakan (Das Sollen).

21 Free Powerpoint Templates Page 21 Perubahan dan Pendekatan Kontingensi dalam Manajemen (Contingency Approach in Management) Pendekatan Empirikal atau Pendekatan Kasus Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Dipelajarinya pengalaman melalui kasus-kasus, diidentifikasinya keberhasilan-keberhasilan serta kegagalan-kegagalan. Semua situasi berbeda, tidak adanya upaya untuk mengidentifikasi prinsip- prinsip.Hampir tiada manfaatnya untuk mengembangkan teori manajemen. Sejumlah pendekatan manajemen (Koontz, Weihrich, 1988: 38-39)

22 Free Powerpoint Templates Page 22 Pendekatan Perilaku Antar Perorangan Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Pusatperhatian adalah pada perilaku antar perorangan, kepemimpinan dan motivasi. Ia berlandaskan psikologi individual Diabaikannyaperencanaan- pengorganisasian-dan pengawasan. Pelatihan psikologikal tidak cukup untuk menjadi seorang manajer efektif Pendekatan Perilaku Kelompok Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Dititikberatkannya perilaku orang- orang di dalam kelompok-kelompo. Ia berlandaskan sosiologi dan psikologi sosial. Ia terutama mempelajari pola- pola perilaku kelompok. Studi tentang kelompok-kelompok besar sering kali dinamakan “perilaku organisasi”. Iaseringkali tidak terintegrasi dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip- teori-teori dan teknik-teknik manajemen. Diperlukan adanya integrasi lebih dekat dengan desain struktur organisasi-staffing- perencanaan dan pengawasan.

23 Free Powerpoint Templates Page 23 Pendekatan-pendekatan sistem-sistem sosial kooperatif Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Diperhatikannya aspek-aspek antar perorangan dan perilaku kelompok yang menyebabkan timbulnya sebuah sistem kerjasama (kooperasi). Konsep yang diperluas, mencakup setiap kelompok kooperatif dengan tujuan jelas. Bidang yang terlampau luas untuk studi tentang manajeme.Ia mengabaikan banyak konsep-konsep- prinsip-prinsip-teknik-teknik manajemen.

24 Free Powerpoint Templates Page 24 Pendekatan-pendekatan sistem-sistem sosioteknial Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Sistemteknikal menimbulkan dampak besar atas sistem sosial (sikap-sikap pribadi-perilaku kelompok). Fokus perhatian ditujukan pada produksi- operasi-operasi perkantoran dan bidang-bidang lain yang memiliki keeratan kuat antara sistem yang ada dengan orang-orang. Titikberat hanya diletakan pada para karyawan teknikal (blue collar)dan karyawan perkantoran tingkat bawah. Diabaikannya sebagian besar dari pengetahuan manajerial.

25 Free Powerpoint Templates Page 25 Pendekatan teori keputusan Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Fokus perhatian diletakan pada pengambilan keputusan, orang-orang atau kelompok-kelompok yang mengambil keputusan dan proses pengambilan keputusan. Ada ahli-ahli teori tertentu yang menggunakan pengambilan keputusan sebagai batu loncatan untuk mempelajari segala kegiatan perusahaan. Batas-batas studi tidak lagi terumuskan dengan jelas. Kegiatan managing lebih dari sekedar mengambil keputusan-keputusan. Fokus pada waktu bersamaan terlampau sempit dan terlampau luas.

26 Free Powerpoint Templates Page 26 Pendekatan sistem (atau sistematik) Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Konsep-konsepsistem memiliki bidang penerapan luas. Sistem-sistem memiliki batas-batas-tetapi mereka juga berinteraksi dengan lingkungan eksternal: maksudnya organisasi- organisasi merupakan sistem-sistem terbuka. Sangat menekankan pentingnya upaya mempelajari keterkaitan antara perencanaan- pengorganisasian-dan pengawasan di dalam sebuah organisasi, maupun pada berbagai subsistem yang ada. Analisistentang keterkaitan sistem- sistem dan subsistem-subsistem, maupun interaksi organisasi- organisasi dengan lingkungan eksternal mereka. Hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai sebuah pendekatan baru dalam bidang manajemen.

27 Free Powerpoint Templates Page 27 Pendekatanmatematikal atau pendekatan management science Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Kegiatanmanajemen dianggap sebagai proses-proses, konsep- konsep, simbol-simbol, serta model- model matematikal menganggap manajemen sebagai sebuah proses yang logikal murni, yang dinyatakan dalam simbol-simbol dan hubungan- hubungan matematikal. Sangatmementingkan model-model matematikal. Banyak aspek dalam kegiatan manajemen tidak dapatdi modelkan. Matematika merupakan sebuah alat yang berguna, tetapi tidak dapat dianggap sebagai sebuah mazhab atau pendekatan terhadap manajemen.

28 Free Powerpoint Templates Page 28 Pendekatan kontingensi atau pendekatan situasional Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Praktek manajerial tergantung dari situasi dan kondisi yang berlaku (yakni sebuah kontingensi atau situasi tertentu). Teori kontingensi memahami pengaruh dari solusi-solusi tertentu atas pola-pola perilaku keorganisasian. Para manajer sejak lama mengetahui bahwa tiada cara tunggal terbaik untuk melaksanakan pekerjaan. Timbul kesulitan dalam hal mendeterminasi semua faktor kontingensi dan untuk menunjukan hubungan-hubungan mereka. Tugas dapat menjadi teramat kompleks.

29 Free Powerpoint Templates Page 29 Pendekatan peranan manajerial Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Studi orisinil terdiri dari studi tentang lima orang eksekutif puncak. Berdasarkan studi tersebut diidentifikasi sepuluh macam peranan manajerial dan mereka dikelompokan dalam peranan: 1.Antar perorangan 2.Informasional 3.keputusan Sampel orisinil sedikit sekali, kegiatan tertentu tidak bersifat manajerial. Kegiatan-kegiatan merupakan bukti tentang perencanaan- pengorganisasian-staffing-memimpin dan pengawasan. Tetapi beberapa kegiatan diabaikan.

30 Free Powerpoint Templates Page 30 Pendekatan operasional Karakteristik/ KontribusiKeterbatasan-keterbatasan Pendekatan ini menyatakan konsep- konsep, prinsip-prinsip-teknik-teknik, dan pengetahuan dari bidang-bidang lain, dan pendekatan-pendekatan manajerial. Disini upaya dilakukan untuk mengembangkan ilmu (science) dan teori dengan penerapan praktikal. Ia membedakan pengetahuan manajerial dan pengetahuan nonmanajerial. Dikembangkannya sistem klasifikasi yang dibentuk sekitar fungsi fungsi manajerial tentang perencanaan-pengorganisasian- staffing-memimpin dan mengawasi. Pendekatanini tidak seperti halnya penulis tertentu, mengidentifikasi koordinasi sebagai fungsi terpisah. Koordinasi misalnya adalah esensi dari managershipdan tujuan dari managing.

31 Free Powerpoint Templates Page 31 Teori Kontingensi...contingency theory, The idea that managers choice of organizational strucutres and control systems depends on-is contingent on- characteristics of the external environment in which the organizational operates. (Jones, George, Hill, 2000:62) Setiap organisasi yang beroperasi di dalam lingkungan tertentu, perlu menyesuaikan diri dengan (tuntutan-tuntutan) lingkungan eksternal dimana ia berada.

32 Free Powerpoint Templates Page 32 Teori Kontingensi Desain Keorganisasian Karakterisitik Lingkungan Tetapkan desain struktur suatu organisasi dan sistem-sistem kontrol Organisasi-organisasi dalam lingkungan struktu mekanistik (otoritas yang desentralisasi-arus komunikasi vertikal kontrol melalui peraturan- peraturan serta prosedur- prosedur ketat) Organisasi-organisasi pada lingkungan yang berubah memilih struktur organik ( otoritas yang didesentralisasi-arus komunikasi horisontal- kerja sama silang antar departemen)

33 Free Powerpoint Templates Page 33 Teori Kontingensi (lanjutan) (Putti, Koontz, Weihrich, 1998: 60-61) Menurut teori kontingensi, strategi yang dipilih guna menghadapi situasi tertentu, tergantung pada tipe situasi yang dihadapi, atau ia bersifat kontingen pada situasi yang ada. Menurut teori kontingensi tugas seorang manajer ialah mengidentifikasi metode mana, dalam situasi tertentu, dan pada waktu tertentu, dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pencapaian tujuan-tujuan keorganisasian. Menurut pendekatan kontingensi “situasi-situasi yang berbeda memerlukan reaksi-reaksi manajerial yang berbeda”.

34 Free Powerpoint Templates Page 34 Karakteristik-karakteristik Kontingensi (Kreitner 1992: 58-59) 1.Sebuah Perspektif Sistem Terbuka: untuk memahami bagaimana subsistem-subsistem keorganisasian terkombinasi untuk berinteraksi dengan sistem-sistem sosial-politikal-dan ekonomi. 2. Sebuah Orientasi Riset Praktikal: para periset kontingensi berupaya untuk menerjemahkan hasil penemuan mereka menjadi peralatan dan penghalusan- penghalusan situasional guna membantu manajemen menjadi lebih efektif. 3. Pendekatan Multivariat: merupakan sebuah teknik riset yang dimanfaatkan guna mengetahui, bagaimana suatu kombinasi variabel-variabel berinteraksi, guna menimbulkan hasil khusus tertentu.

35 Free Powerpoint Templates Page 35 Sejumlah Pelajaran yang Dapat Diperoleh dari Pendekatan Kontingensi (Kreitner, 1992: 60) Pendekatan kontingensi merupakan sebuah alat yang bermanfaat bagi pemikiran manajemen, karena ditekankannya ketepatan situasional (situational appropriateness) Pemikiran kontingensi merupakan perluasan praktikal dari pendekatan sistem. Pemikiran sistem (sistemik) merupakan sebuah kekuatan sintetik dalam pemikiran manajemen, maka pendekatan kontingensi memberikan arah praktikal.

36 Free Powerpoint Templates Page 36 Pemikiran Sistem dan Pemikiran Kontingensi Kausa Masalah yang terdapat dalam kondisi-kondisi environmental Dampak yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki Tindakan Pemikiran Sistem

37 Free Powerpoint Templates Page 37 Pemikiran sistem mencakup sejumlah asumsi sebagai berikut Terdapat adanya sebuah problem atau masalah Problem tersebut berada pada situasi tertentu. Problem tersebut memerlukan suatu solusi atau pemecahan. Problem tersebut akan menimbulkan dampak terlepas dari dampak yang diinginkan atas problem tersebut. Perlu diupayakan untuk mengantisipasi dampak demikian. Solusi yang disajikan dapat dievaluasi dengan jalan mengidentifikasi serta menimbang bauran (the Mix) dampak yang diinginkan dan dampak yang tidak diinginkan. Solusi yang diterapkan tidak akan bersifat “menetap”-mengingat bahwa situasi akan berubah (Hampton, 1977: 23-24).

38 Free Powerpoint Templates Page 38 Pendekatan Kontingensi Dalam Bidang Organisasi dan Manajemen (Hicks, Gullet, 1981: ) Pendekatan sistem terhadap teori organisasi dibentuk berdasarkan kontribusi-kontribusi para ahli teori klasik, termasuk didalamnya: Scientific Management- bureaucracy-dan administrative management. Masukan adisional ke dalam konsep sistem, muncul dari para ahli humanistik neoklasik, maupun dari para teoritis kuantitatif dan ekonomi. Pandangan kontingensi muncul dari konsep-konsep sistem. Pendekatan kontingensi berarti bahwa lingkungan-lingkungan yang berbeda, memerlukan hubungan-hubungan keorganisasian yang berbeda.


Download ppt "Free Powerpoint Templates Page 1 Free Powerpoint Templates MASALAH PERUBAHAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google