Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penentuan Kebutuhan Nutrien M.K. Pengantar Ilmu Nutrisi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penentuan Kebutuhan Nutrien M.K. Pengantar Ilmu Nutrisi."— Transcript presentasi:

1 Penentuan Kebutuhan Nutrien M.K. Pengantar Ilmu Nutrisi

2 Pemanfaat nutrien oleh ternak dipengaruhi oleh Genetik Individu Senyawa toksik Kualitas pakan dan efek penyakit

3 Tabel 1. Pengaruh perbaikan mutu genetik dari babi melalui perlakuan pakan Keterangan Tahun % Perubahan Pejantan Pertambahan bobot badan (lb) Efisiansi pakan Lemak punggung Data karkas Lemak punggung Loineye area Ham dan loin (% karkas)

4 Faktor Genetik Sapi secara genetik membutuhkan mineral Zn tinggi Tikus secara genetik membutuhkan vitamin B yang tinggi Domba secara genetik membutuhkan mineral Fe tinggi

5 Faktor Individu Sistem pencernaan yang berbeda antar individu Kecepatan tumbuh antar individu yang berbeda Respon selera makan yang berbeda

6 Faktor toksik, kualitas pakan dan penyakit Toksik berpengaruh negatip terhadap pemanfaatan nutrien Kualitas pakan yang baik akan meningkatkan pemanfaatan nutrien Penyakit lebih mengganggu pada pemanfaatan nutrien

7 Teori konsumsi pakan dalam dunia praktis, tergantung: a. Palatabilitas b. Jenis pakan/tekstur c. Bau d. Rasa a. Palatabilitas b. Jenis pakan/tekstur c. Bau d. Rasa

8 Jumlah Indera Perasa Ayam : 24 buah Anjing : 170 buah Manusia : buah Babi & kambing : buah Sapi : buah.

9 Tabel 2. Persen komposisi dan energi dari pertambahan bobot badan bl Sapi Babi bl Domba mg Unggas EMJ/kgALPAir Komposisi (g/kg) Umur BB kg Hewan

10 Kebutuhan Nutrien Dipengaruhi: Umur Bobot badan Komposisi tubuh Bangsa/jenis hewan

11 Kebutuhan Nutrien Untuk Non Ruminansia Untuk Non Ruminansia

12 Tabel 3. Perkiraan kebutuhan ME berdasarkan BB dan % produksi telur BB (kg)% Produksi Telur NRC for Poultry (1994)

13 Kebutuhan energi bruto (GE) untuk unggas petelur GE (Kal/btr) ayam = 19,70 + 1,810 X GE (Kal/btr) kalkun = 27,30 + 1,090 X GE (Kal/btr) angsa = 47,11 + 1,913 X X = berat telur (NRC, 1994)

14 Kebutuhan energi untuk Hidup Pokok berdasarkan perbedaan suhu GE - HP broiler = 1,19 BB 2/3 + 2,07 T o C GE - HP petelur = 0,97 BB 2/3 + 2,07 T o C Balnave (1977)

15 Kebutuhan Nutrien Dipengaruhi: Umur Bobot badan Komposisi tubuh Bangsa/jenis hewan

16 Gambar 1. Pengaruh Suhu terhadap Produksi Panas (PP) Babi Suhu KritisSuhu Kritis Efektif H.I Metab. Puasa PP (MJ/h) Suhu ( o C) puasa makan

17 Beberapa asam amino yang penting dalam ransum unggas Lysine, bila defisien mengakibatkan depigmentasi di bagian bulu sayap Arginin, valin, leucine, tryptopan dan alanin, bila defisien akan mengakibatkan abnormalitas pertumbuhan bulu Methionin, bila defisien akan mengakibatkan dermatitis di kaki

18 Defisiensi beberapa vitamin dan mineral pada unggas Vitamin A: - keratinisasi pada kulit, gangguan integrasi sistim saraaf, penurunan kekebalan, gejala hypothyroidism, posporilasi terganggu Vitamin D: terjadi gangguan absorbsi kalsium (hipokalsemia), gangguan osteocalsin (pembentukan protein tulang), menurunkan aktivitas pengikatan protein di usus (intestinal protein binding), abnormalitas pertumbuhan tulang kaki Vitamin E: berperan sebagai antioksidan (dengan Se sebagai kofaktor), subdermal eksudative, miopati di lambung dan hati, infertile Vitamin K: gangguan pembekuan darah, anemia, osteocalsin

19 Defisiensi beberapa vitamin dan mineral pada unggas Vitamin B1: aktivitas beberapa enzim dekarboxilasi terhambat Vitamin B2: proses reduksi-oksidasi terganggu, gangguan sistem saraf Niacin: gangguan enzim untuk glikolisis, dermatitis, rontok bulu Biotin: gangguan kulit, kematian embrio Vitamin B12: bulu tipis, kematian tinggi (karena luka di lambung), mengakibatkan konsumsi protein meningkat

20 Defisiensi beberapa vitamin dan mineral pada unggas Mineral Kalsium dan Pospor : abnormalitas penulangan, kerabang lembek Mineral Magnesium : pertumbuhan terhambat, produksi telur turun dan hiperiritasi otot-saraf Mineral K, Na, Cl : pertumbuhan terhambat, kerabang lembek, kematian Mineral Fe (besi) : anemia

21 Kebutuhan Nutrien Untuk Ruminansia

22 Definisi Kebutuhan Hidup pokok : kebutuhan nutrien untuk aktivitas basal (pernafasan, aliran darah, gerakan minimal) tanpa mengakibatkan kenaikan dan penurunan bobot badan Total kubutuhan nutrien harus meliputi untuk hidup pokok dan produksi

23 Satuan yang dipakai Energi : TDN, DE, ME, NE Protein : PK, DP, degradasi protein rumen Lemak : LK Vitamin : IU Mineral : %

24 Pada Hewan Hewan susah untuk diukur kebutuhan hidup pokoknya (basal) karena tak dapat dikontrol Pendekatan pengukuran melalui Kebutuhan nutrien saat puasa (metabolisme puasa) Metabolisme basal hampir sama dengan metabolisme istirahat

25 Faktor yang mempengaruhi kebutuhan Hidup pokok Nilai Heat Increament (HI) : panas yang dihasilkan dari proses metabolisme nutrien Nilai Respiration Quotion (RQ) : perbandingan produksi CO2 dengan konsumsi O2

26 Tabel 4. Nilai Perkiraan Kebutuhan Energi untuk Hidup Pokok dari Total Kebutuhan Energi untuk Hewan. Kebutuhan NE (MJ)% HP dari Total Hidup PokokProduksi Sapi perah, bobot 500kg produksi susu 20kg/h Sapi jantan, bobot 50 kg PBB 0.75 kg Babi, bobot 50kg PBB 0.75 kg Sapi perah, bobot 500kg beranak bobot 35kg produksi susu 5000kg Babi induk 200kg beranak 16 produksi susu 750kg Ayam petelur bobot 2 kg produksi 250 butir Ayam broiler, bobot 1 kg PBB 35g

27 Tabel 2. Kebutuhan energi metabolisme puasa beberapa spesies hewan dan manusia Kebutuhan Energi HP dari domba 50 kg ( NE.MJ/h ) 1.Puasa dalam bilik kalorimeter= Makan di kandang= Merumput di pangonan= 5.8 Kebutuhan Energi HP dari domba 50 kg ( NE.MJ/h ) 1.Puasa dalam bilik kalorimeter= Makan di kandang= Merumput di pangonan= 5.8 Hewan BB (kg)Metabolisme puasa (MJ/h) Per hewan Per kg BB Per m2 luas tubuh Per kg BBM Sapi Babi Manusia Domba Unggas Tikus

28 Kebutuhan untuk sapi puasa dirumuskan sebagai : Kebutuhan HP = 0,53 (BB/1,08) 0,67 Apabila untuk aktivitas minimal (istirahat) pada hewan yang dikandangkan dirumukan : Kebutuhan I = 0,0043 BB Untuk sapi seberat 500 kg membutuhkan energi neto sebesar NE = 0,53 (500/1,08)0,67 + 0,0043 x 500 = 34,5 MJ/h. Untuk domba adalah: F = 0,226 (BB/1,08)0,75 + 0,0106 BB.

29 Kebutuhan protein Untuk Hidup Pokok (Gambar 2) Untuk Tumbuh Seekor anak domba tumbuh dengan pertambahan bobot badan 0,2 kg/h dan kehilangan protein endogenous sebanyak 21 g/h, kandungan protein tubuh 170 g/kg. Kebutuhan Protein = 21 + (0,2 x 170) =55 g. Jika nilai BV nya 0,80 dan kecernaan proteinnya 0,85 maka protein yang dibutuhkan adalah : Kebutuhan protein = 55/(0,80 x 0,85) = 81 g.

30 Gambar 2. Kebutuhan Protein untuk Hidup Pokok Kebutuhan H.P Max. Retensi N Balance N Kons. N tua muda Neg. Pos. 0

31 Contoh: Tabel Kebutuhan Nutrien (untuk Domba dan Kambing) BB (kg) EnergiPKMineralVitamin TDN ( g ) DEMENETPDPCaPAD A. Untuk Hidup Pokok Dst B. Untuk Hidup Pokok dan Aktivitas Rendah C. Untuk Hidup Pokok dan Aktivitas Menengah D. Untuk Hidup Pokok dan Aktivitas Tinggi E. Untuk Tumbuh dengan Pertambahan Bobot Badan Harian 50 g/h F. Untuk Tumbuh dengan Pertambahan Bobot Badan Harian 100 g/h G. Untuk Tumbuh dengan Pertambahan Bobot Badan Harian 150 g/h H. Untuk Bunting Akhir

32 Terima Kasih


Download ppt "Penentuan Kebutuhan Nutrien M.K. Pengantar Ilmu Nutrisi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google