Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Pertemuan 1 - 2 Manfaat Mata Kuliah Fisika Dasar dan Aplikasinya dalam Rekayasa Industri dan Jenis-Jenis Besaran Fisika, Vektor dan Skalar serta Analisa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Pertemuan 1 - 2 Manfaat Mata Kuliah Fisika Dasar dan Aplikasinya dalam Rekayasa Industri dan Jenis-Jenis Besaran Fisika, Vektor dan Skalar serta Analisa."— Transcript presentasi:

1 1 Pertemuan Manfaat Mata Kuliah Fisika Dasar dan Aplikasinya dalam Rekayasa Industri dan Jenis-Jenis Besaran Fisika, Vektor dan Skalar serta Analisa Vektor Matakuliah: D0564/Fisika Dasar Tahun: September 2005 Versi: 1/1

2 2 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : menjelaskan manfaat dan penerapan dari mata kuliah fisika dasar menjelaskan arti besaran fisika dan sistem satuan yang digunakan menjelaskan arti besaran vektor dan skalar serta analisa vektor

3 3 Outline Materi Mekanisme pembelajaran dan aturan dalam perkuliahan Bahan ajar secara keseluruhan Besaran fisika dan satuannya Sistem pengukuran Konversi satuan Besaran vektor dan skalar Analisa vektor dan aplikasinya

4 4 Besaran, satuan dan vektor Fisika : Ilmu Fisika : Ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam. Ruang lingkupnya : Mempelajari dan memahami sifat – sifat dan hasil interaksi dari benda.

5 5 Besaran Fisika : “Sesuatu” yang dapat diukur dan mempunyai satuan. Besaran dasar (7): Massa, Waktu, Panjang, Suhu, Arus listrik, Intensitas cahaya dan Jumlah mol. Besaran turunan : Kecepatan, percepatan, jarak, gaya.....dll.

6 6 Satuan : Ukuran / takaran kuantisasi dari besaran fisika. Sistem Satuan : Sistem Satuan Internasional (SI) –MKS : Meter, Kilogram, Sikon –CGS : Centimeter, Gram, Sekon Sistem Satuan Inggris –Inches, feet, miles, pounds, slugs

7 7 Faktor konversi sistem satuan : Faktor Konversi dasar : 1 inch= 2.54 cm 1 m = 3.28 ft 1 mile= 5280 ft 1 mile = 1.61 km Contoh : Konvesi dari mile per jam ke meter per second

8 8 Contoh perbandingan panjang Besaran Panjang (m) Radius alam semesta 1.0 x 1026 Jarak ke Galaxy Andromeda 2.0 x 1022 Jarak ke Bintang terdekat 4.0 x 1016 Jarak Bumi ke Matahari 1.5 x 1011 Radius Bumi 6.4 x 106 Tinggi Menara 4.5 x 102

9 9 Lapangan sepak bola 1.0 x 102 Tinggi seseorang 2.0 x 100 Tebal kertas 1.0 x 10-4 Panjang gelombang cahaya biru 4.0 x 10-7 Diameter atom hydrogen 1.0 x Diameter proton 1.0 x 10-15

10 10 Perbandingan besaran waktu Besaran Waktu (s) Umur alam semesta 5.0 x 1017 Umur Grand Canyon 3.0 x tahun 1.0 x 109 Satu tahun 3.2 x 107 Satu jam 3.6 x 103 Perjalanan sinar dari bumi ke bulan 1.3 x 100 Periode senar gitar 2.0 x 10-3 Periode gelombang FM 6.0 x 10-8 Umur rerata pi meson 1.0 x Umur rerata top quark 4.0 x 10-25

11 11 Perbandingan besaran masa Benda Masa (kg) Galaxy Milky Way 4 x 1041 Matahari 2 x 1030 Bumi 6 x 1024 Boeing x 105 Mobil 1 x 103 Manusia 7 x 101 Butiran Debu 1 x 10-9

12 12 Top quark 3 x Proton 2 x Electron 9 x Neutrino 1 x 10-38

13 13 Dimensi : 3 dimensi dasar Dimensi panjang L Dimensi massa M Dimensi waktu T yang lain dimensi turunan Dimensi kecepatan LT-1 Dimensi gaya MLT-2

14 14 Vektor Berdasarkan sifatnya, besaran fisika dibagi dalam dua kelompok, yaitu: Besaran Vektor: besaran fisika yang mempunyai besar (nilai) dan arah. Besaran skalar: besaran fisika yang hanya mempunyai besar (nilai) saja.

15 15 Notasi vektor : A, A Lambang vektor: A B Sifat vektor: vektor dapat digeser ke mana saja, asal besar dan arahnya tetap.

16 16 Penjumlahan vektor C = A + B = B + A   A B C

17 17 Pengurangan vektor Vektor negatif: adalah vektor yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan. A – C = A + (- C) A -A C -C

18 18 Perkalian vektor Ā B Ā B 

19 19 Perkalian titik (dot product) (perkalian titik dua vektor hasilnya skalar)

20 20 Perkalian silang (cross product) (perkalian dua vektor hasilnya vektor)

21 21 Arah vektor hasil kalinya (C) : selalu tegak lurus vektor A dan vektor B  = sudut terkecil antara A dan B

22 22 Komponen vektor : Untuk mendapatkan arah dan nilai suatu vektor A, diperlukan acuan berupa sumbu acuan, x-y (untuk 2 dimensi) atau x-y-z (untuk 3 dimensi). Dengan memproyeksikan sebuah vektor A ke sumbu acuan (x-y atau x-y-z), maka akan diperoleh apa yang disebut sebagai komponen vektor, yaitu:

23 23

24 24 Vektor dalam bidang : 2 dimensi A AxAx AyAy  x y

25 25 Nilai vektor A Sedangkan arah vektor A Sudut  selalu diambil relatif terhadap sumbu x positif.

26 26 Vektor dalam ruang : 3 dimensi x y z A AxAx AyAy AxAx   

27 27 Nilai vektor A Sedangkan arah vektor A

28 28 Cos2  + Cos2  + Cos2  = 1  : sudut antara A dengan sumbu x  : sudut antara A dengan sumbu y  : sudut antara A dengan sumbu z

29 29 Vektor satuan : Untuk mengetahui nilai atau panjang suatu vektor, diperlukan ukuran atau skala yang dikenakan pada sumbu-sumbu koordinat. Ukuran terkecil yang dipakai pada skala tersebut dinamakan vektor satuan, yaitu vektor yang nilainya satu satuan.

30 30 i = vektor satuan ke arah sumbu x j = vektor satuan ke arah sumbu y k= vektor satuan ke arah sumbu z x y z i j k

31 31 Besar vektor satuan Perkalian titik antar vektor satuan (dot product), menghasilkan besaran (skalar) :

32 32 Perkalian silang dua vektor satuan (cross product), menghasilkan vektor satuan lagi:

33 33 Penulisan vektor secara lengkap

34 34 Contoh aplikasi: diberikan oleh dosen


Download ppt "1 Pertemuan 1 - 2 Manfaat Mata Kuliah Fisika Dasar dan Aplikasinya dalam Rekayasa Industri dan Jenis-Jenis Besaran Fisika, Vektor dan Skalar serta Analisa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google