Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Inovasi Pendidikan AJIEGOENA PGSD UVIVERSITAS ESA UNGGUL 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Inovasi Pendidikan AJIEGOENA PGSD UVIVERSITAS ESA UNGGUL 2013."— Transcript presentasi:

1 Inovasi Pendidikan AJIEGOENA PGSD UVIVERSITAS ESA UNGGUL 2013

2 Pengertian Inovasi Berikut ini adalah pengertian inovasi dari berbagai sumber: Secara etimologi Inovasi berasal dari kata Latin innovation yang berarti pembaharuan atau perubahan. Kata kerjanya innovo yang artinya memperbaharui dan mengubah. Inovasi adalah suatu perubahan yang baru yang menuju ke arah perbaikan, yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja atau berencana (tidak secara kebetulan saja).

3 Dalam istilah perubahan dan pembaharuan terdapat perbedaan dan persamaannya. Perbedaannya : kalau pada pembaharuan ada unsur kesengajaan. Persamaannya : yakni sama-sama memiliki unsur baru atau yang lain dari yang sebelumnya. Kata “baru” dapat juga diartikan apa saja yang baru dipahami diterima, atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi, meskipun bukan baru lagi bagi orang lain.

4 Inovasi dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Inovasi dapat menjadi positif atau negatif.  Inovasi positif didefinisikan sebagai proses membuat perubahan terhadap sesuatu yang telah mapan dengan memperkenalkan sesuatu yang baru yang meberikan nilai tambah bagi pelanggan.  Inovasi negatif menyebabkan pelanggan enggan untuk memakai produk tersebut karena tidak memiliki nilai tambah, merusak cita rasa dan kepercayaan pelanggan hilang.

5 Pengertian Inovasi Pendidikan Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inversi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

6 Masalah-masalah yang Menuntut Diadakan Inovasi Inovasi dilakukan ketika ditenggarai adanya masalah. Masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan di Indonesia, yaitu: Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan bangsa Indonesia. Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang.

7 Melonjaknya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, sedangkan kesempatan sangat terbatas. Mutu pendidikan yang dirasakan makin menurun. Keterbatasan dana.  Belum berkembangnya alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat.  Kurang ada relevansi antara program pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.

8 Berbagai Upaya Inovasi Pendidikan Proyek Perintis Sekolah Pembangunan Kurikulum 1975 Proyek Pamong SMP Terbuka Pengajaran dengan Sistem Modul Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan

9 Proyek Perintis Sekolah Pembangunan Ada delapan IKIP yang ditugaskan untuk menyelenggarakan Proyek Perintisan Sekolah Pembangunan (PPSP), yaitu: IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Semarang, IKIP Yogyakarta, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Ujung Padang.

10 Ciri-ciri  Adanya integrasi antara sekolah dan masyarakat.  Sekolah menghasilkan tenaga terdidik sehingga dapat merupakan tenaga kerja yang produktif.  Sekolah menghasilkan manusia terdidik dengan pengertian kesadaran ekologi, baik lingkungan sosial, fisik, maupun biologis.  Sekolah menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan.  Sekolah meningkatkan keseimbangan fisik, emosional intelektual, cultural, dan spiritual, serta keseluruhan pembangunan masyarakat.  Sekolah memberikan sumbangan bagi ketahanan nasional dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat.

11 Tujuan Mengembangkan satu sistem pendidikan dasar dan menengah (Surat Keputusan Menteri 0141 tahun 1974), yaitu: Efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan individu yang diwujudkan melalui program pendidikan yang sesuai. Merupakan dasar bagi pendidikan seumur hidup. Efisiensi dan realistis, sesuai dengan tingkat kemampuan pembiayaan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

12 Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 disetujui oleh Mendiknas dilaksanakan bertahap mulai tahun pelajaran 1976 dengan catatan bahwa bagi sekolah-sekolah yang menurut kepala perwakilan telah mampu, diperkenankan melaksanakannya mulai tahun 1975.

13  Menganut pendekatan yang berorientasi pada tujuan.  Menganut pendekatan yang integratif.  Pendidikan moral Pancasila juga dibebankan kepada bidang pelajaran ilmu pengetahuan sosial.  Menekankan pada efisiensi dan efektivitas penggunaan dana, daya, dan waktu yang tersedia. Ciri-ciri

14 Mengharuskan guru untuk menggunakan teknik penyusunan program pengajaran yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Intruksional (PPSI). Organisasi pelajaran meliputi bidang-bidang studi: agama, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan sosial, kesenian, olahraga dan kesehatan, ketrampilan, di samping moral Pancasila, yang tujuannya untuk mencapai sinkronisasi dan integrasi pelajaran-pelajaran yang sekelompok.

15 Pendekatan dalam strategi pembelajaran memandang situasi belajar-mengajar sebagai suatu sistem yang meliputi komponen-komponen tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, alat pembelajaran, alat evaluasi, dan metode pembelajaran. Sistem evaluasi, dilakukan penilaian murid-murid pada setiap akhir satuan pembelajaran terkecil dan memperhitungkan nilai-nilai yang dicapai murid-murid pada setiap akhir satuan pembelajaran.

16 Tujuan Tujuan umum ialah tujuan pendidikan nasional. Tujuan institusional ialah tujuan untuk setiap lembaga tingkatan pendidikan, seperti tujuan SD, SMP, dan SMA. Tujuan kurikuler ialah tujuan untuk setiap bidang studi seperti tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia, PMP, PSPB, dan IPA. Tujuan instruksional ialah tujuan setiap pokok bahasan (satuan bahasan), sebagai contoh pada bidang studi ketrampilan, murid dapat menjelaskan cara mengolah tanah.

17 Proyek Pamong Proyek pamong diadakan dengan latar belakang bahwa hampir separo dari jumlah anak-anak di Asia Tenggara tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Langkah yang diambil untuk mengatasi persoalan tersebut mungkin dengan cara memperbanyak gedung sekolah yang bisa berarti memperluas cara mengajar tradisional. Apabila langkah ini diambil, tentu akan memperlukan biaya yang tidak sedikit dan tidak akan mampu dipikul oleh negara-negara di Asia Tenggara. Untuk itu diajukanlah beberapa solusi berikut untuk pemecahannya.

18 Untuk itu diajukanlah beberapa solusi berikut untuk pemecahannya: MMelipatkan dua atau tiga penggunaan gedung sekolah. MMelipatkan besarnya kelas. MMengurangi waktu belajar siswa. PPara siswa hanya belajar setengah waktu sekolah. MMeningkatkan perbandingan guru dan siswa.

19 Ciri-ciri MMempunyai unsur-unsur pokok dari sistem penyampaian pendidikan, yaitu: 1.Modul. 2.Learning centre (Pusat pendidikan). 3.Bimbingan oleh para siswa lebih besar. 4.Pengawasan orang tua. 5.Self base instruction. 6.Anggota masyarakat.

20 Tujuan Membantu anak-anak yang tidak sepenuhnya dapat mengikuti pendidikan sekolah atau membantu siswa yang drop-out. Membantu anak-anak yang tidak mau terikat oleh tempat dan waktu dalam belajar, oleh karena dapat belajar sambil mengembala ternak, waktu istirahat, dll. Mengurangi penggunaan tenaga guru sehingga resio guru terhadap murid terhadap menjadi 1:200. Pada SD biasa 1:40 atau 1:50. Dengan meningkatkan pemerataan kesempatan belajar, dengan pembiayaan yang sedikit dapat ditampung sebanyak mungkin siswa.

21 SMP Terbuka Latar Belakang :  Kekurangan fasilitas pendidikan dan tempat belajar.  Tenaga pendidikan yang tidak cukup.  Memperluas kesempatan belajar dalam rangka pemerataan pendidikan.  Menanggulangi anak terlantar yang tidak diterima di SMP Negeri.

22 Ciri-ciri Terbuka bagi siswa tanpa pembatasan umur dan tanpa syarat-syarat akademis yang ketat. Terbuka dalam memilih program belajar untuk mencapai ijazah formal, atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan jangka pendek yang bersifat praktis, insidental dan perorangan. Terbuka dalam proses belajar mengajar tidak selalu diselenggarakan di ruang kelas secara tatap muka, melainkan dapat juga melalui media, seperti radio, media cetak, kaset, slide, model, dan gambar-gambar.

23  Terbuka dalam keluar-masuk sekolah sesuai dengan waktu yang tersedia oleh siswa.  Terbuka dalam mengelola sekolah. Sekolah dikelola oleh pegawai negeri, dan orang-orang lain yang diperlukan partisipasinya, seperti warga dan pimpinan masyarakat, orang tua siswa dan pamong pemerintah setempat.

24 Tujuan Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh, sehat dan kuat, lahir dan batin. Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di sekolah dasar. Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajarannya ke sekolah lanjutan atas dan untuk terjun ke masyarakat. Meningkatkan disiplin siswa. Menilai kemajuan siswa dan memantapkan hasil pelajaran dengan media.

25 Pengajaran dengan Sistem Modul Sistem modul banyak digunakan karena lebih efektif, seperti dalam pengajaran jarak jauh, perkuliahan tutorial, sekolah-sekolah untuk pimpinan instansi tertentu, dsb. Jadi, pemakaiannya sangat meluas.

26 Ciri-ciri Siswa mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk belajar sendiri, membaca uraian dan petunjuk di dalam lembaran kegiatan siswa, menjawab pertanyaan-pertanyaan atau melaksanakan tugas-tugas yang harus diselesaikan dan mengecek apakah penyelesaian setiap tugas benar atau tidak. Guru mengorganisasi dan mengatur proses belajar, meliputi: menyiapkan situasi belajar yang sesuai, membantu para siswa yang mengalami kesulitan di dalam memahami isi modul atau melaksanakan tugas dan melaksanakan penilaian terhadap setiap siswa.

27 Tujuan Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Menjadi siswa aktif dalam belajar. Siswa dapat bekerja sendiri, baik dibantu oleh guru maupun tidak. Siswa dapat mengikuti pelajaran (program pendidikan) sesuai dengan kemampuan masing- masing. Siswa dapat mengetahui hasil pelajaran secara berkelanjutan.

28 Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan Dalam Repelita III di bidang Kependidikan (Pendidikan dan Keguruan) dikembangkan sistem pendidikan tenaga kependidikan (SPTK), yang berdasar pada kebijaksanaan dasar pengembangan pendidikan tinggi (KDPPT), yang dikukuhkan dengan Keputusan Menteri P dan K No. 0140/U/1975 dan Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi tahun Berdasarkan ketiga dokumen itu dirumuskan pokok-pokok pikiran pengembangan pendidikan tenaga kependidikan dalam pola pengembangan sistem tenaga kependidikan (PP SPTK) tahun Pembaruan sistem pendidikan tenaga kependidikan yang dilaksanakan meliputi pembaruan institusional, restrukturalisasi sistem pengajaran, sehingga lulusannya memenuhi persyaratan kualifikatif, kuantitatif, dan relevansi.

29 Ciri-ciri AAdanya perencanaan dan pengembangan terpadu. Perencanaan terpadu memerlukan adanya kerja sama yang baik antara semua unit dan departemen yang ada kaitannya dengan masalah pembaruan ini. JJadi, LPTK dalam membuat perencanaan terpadu harus menggunakan pendekatan profesional (mampu mengembangkan tiga aspek kompetensi pada setiap tenaga kependidikan, yaitu kompetensi pribadi, profesi, dan kompetensi kemasyarakatan).

30 Tujuan Pengadaan tenaga kerja kependidikan dalam jumlah dan kualifikasi yang tepat. Maksudnya, tenaga kerja kependidikan profesional, yaitu tenaga yang cukup, bekerja dalam bidangnya, dan mampu pula mengembangkan dunia pendidikan. Pengembangan dan pembaharuan ilmu kependidikan. Bertujuan agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang kian meningkat terhadap bidang kependidikan itu. Artinya, profesionalisasi penanganan bidang pendidikan itu sangat perlu diperhatikan.


Download ppt "Inovasi Pendidikan AJIEGOENA PGSD UVIVERSITAS ESA UNGGUL 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google