Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERAN PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN RELEVANSI DJOKO SANTOSO DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERAN PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN RELEVANSI DJOKO SANTOSO DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL."— Transcript presentasi:

1 PERAN PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN RELEVANSI DJOKO SANTOSO DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

2 TOPIK BAHASAN TANTANGAN BAGI PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENYONGSONG ASEAN ONE COMMUNITY 2015 PERAN PENDIDIKAN TINGGI

3 2010 PDB: $ 700 M Pendapatan/kapita $ PDB: $ 4~4,5 T Pendapatan/kapita $ PDB: $ 15~17,5 T Pendapatan/kapita $ Potensi Pertumbuhan Ekonomi.....Indonesia menjadi negara maju....melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan (BPS) 59,23% 21,22% 0,96 % 0,17 % Pengeluaran/hari Tahun 2009 Tahun % 45% 2% 9,7 < 2 dolar 2-4 dolar 4-10 dolar dolar >20 dolar 13% (Harapan) 10%

4 + 1.Natural Resources Geothermal (largest reserve) Coal (no.2 in the world) Tin, Nickel (no. 2 and 4 in the world) Palm oil, Rubber, Cacao (no.1, 2, 2 in the world) Marine resources (largest teritory, mega biodiversity) Others 2.Experiences Per capita income USD 3. Human Resource... 3 Main Resources for Economic Growth

5 Demographic Bonus Human Resource (Source: Menko Perekonomian) Human Resource (Source: Menko Perekonomian) Year of Independence Decreasing Dependency Ratio from : can become demographic deviden for economic development, provided that good human resource development is in place.

6 + 6 Koridor Pengembangan

7 + Human Resource Situation: Level of Education (Source: BPS) Improving access to higher education! Primary Education SMP/MTs SMA/MA Junior Secondary High School Vocational HS University

8 + TKI dengan kualitas rendah Tahun TKI Formal % TKI Informal %Total Sumer: Kemenakertrans (2010)

9 + TKA membanjiri Indonesia Sumber: Kemenakertrans (2010)

10 TANTANGAN BAGI PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENYONGSONG ONE COMMUNITY 2015 Jakarta sebagai ‘entry point’ masuknya orang, barang, budaya, pengaruh, ke Indonesia  sangat dominan Menyiapkan sumberdaya yang berkualitas untuk memberikan sinyal kolaborasi, dan hal ini tidak mungkin jika tidak melalui PENDIDIKAN Sebanyak mungkin sumberdaya manusia Indonesia lulusan perguruan tinggi (akademik/vokasi/profesi)  ada hubungan antara lulusan PT dengan GDP

11 + Apa yang dibutuhkan? Perguruan tinggi BERKUALITAS yang mampu: – Mengembangkan potensi mahasiswa agar bisa menjadi sarjana yang bertaqwa, cakap, bermartabat, bermanfaat bagi pembangunan dan masyarakat, dan bisa berkompetisi dalam pasar global (kompetitif) – Memberi solusi bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan dan menciptakan pengetahuan dan teknologi yang meningkatkan daya saing (lulusan, perguruan tinggi, daerah, bangsa) membangun knowledge capital melalui riset dan pemberdayaan masyarakat

12 APA KESIAPAN KITA? Memberikan pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan, Perguruan Tinggi harus berijin dari Kemdiknas, Perguruan Tinggi harus konsisten menyelenggarakan pendidikannya sebagaimana saat mengajukan usulannya, Perguruan Tinggi harus memiliki fokus pada peningkatan KOMPETENSI MAHASISWA.

13 Kompetensi berhubungan dengan Budaya Akademik: KARAKTER MAHASISWA JUJUR TANGGUNG JAWAB PEDULI SALING MENGHARG AI TANGGUH 13

14 KOMPETENSI MAHASISWA dicapai melalui: Pendidikan karakter Budaya Akademik Di Kampus Penyelenggaraan PT yang akuntabel, menjunjung integritas yang tinggi Reduksi konflik Mengedepankan MUTU dalam pelayanan akademik

15 Kondisi Perguruan Tinggi di Indonesia Status akreditasi (masih banyak yang belum mengajukan akreditasi) Pembelajaran masih lebih banyak bobotnya pada peningkatan Hardskills Kualifikasi dosen masih banyak yang S1 Sarana dan prasarana masih belum menyesuaikan dengan kemajuan teknologi saat ini

16 STATUS AKREDITASI PRODI DI INDONESIA* N o. Status Akreditas iPTN KOP 1 KOP 2 KOP 3 KOP 4 KOP 5 KOP 6 KOP 7 KOP 8 KOP 9 KOP 10 KOP 11KOP 12Total Perse ntase 1A** B C K T Jumlah Grant Total **A = Akreditasi A B = Akreditasi B C = Akreditasi C K = Kadaluarsa T = Belum Akreditasi * SUMBER DATA DI DOWLOAD DARI WEB PDPT DAN BAN-PT TAHUN September 2011

17 PERSENTASE AKREDITASI PRODI DI INDONESIA *A = Akreditasi A B = Akreditasi B C = Akreditasi C K = Kadaluarsa T = Belum Akreditasi

18 KOPERTIS 3 Bagaimana strategi mengubah PT menjadi berkualitas?

19 PERAN PENDIDIKAN TINGGI

20 Pendidikan Tinggi Pembangunan Basis Pengetahuan & Kebudayaan Pembentukan Modal Manusia Pemeliharaan dan Penyebaran Pengetahuan dan Budaya Pemanfaatan Pengetahuan Peran Pendidikan Tinggi Pembelajaran Penelitian & Pengembangan Publikasi Interaksi dengan Industri dan Masy.

21 KriteriaTidak Lulus SMA Lulusan SMA Lulusan Diploma-2 Lulusan Universitas Perbandingan Gaji Perbandingan Pengembalian Bersih /Lulusan (Net Return) Tambahan manfaat publik lulusan Universi- tas terhadap SMA ---+$50,000 Manfaat Publik/Biaya (Public Benefit Cost Ratio) ---3 Tingkat Kesehatan (%) Minat Berpolitik (%) Rasa saling Percaya (%) Manfaat Sosial dan Ekonomi dari Pendidikan (Sumber: OECD, Highlight of Education At Glance, 2010) Manfaat Sosial dan Ekonomi dari Pendidikan (Sumber: OECD, Highlight of Education At Glance, 2010)

22 1.Premium untuk lulusan universitas dan diploma Indonesia lebih tinggi dari rata-rata negara OECD. 2.Data Gaji adalah untuk 2010 dari: Gaji Rata-rata per Bulan untuk Tiap Jenjang (Sumber: Depnakertrans, 2011) Gaji Rata-rata per Bulan untuk Tiap Jenjang (Sumber: Depnakertrans, 2011) PendidikanGaji rata-rata / bulanPerbandingan Rata-rata ≤ SD/MI/Paket A SMP/MTs/Paket B SMA/MA/Paket C SMK Diploma I/II/III/Akademi Universitas

23 Jumlah Pekerja Berpendidikan Tinggi (D2 Keatas) (Sumber: NSF, Asia’s Rising Scince&Engineering Strength, 2007) Walaupun peningkatannya paling tinggi, namun dalam jumlah, apalagi proporsi terhadap populasi, Indonesia memiliki jumlah pekerja berpendidikan tinggi yang sangat rendah.

24 Jumlah Peneliti dan PDB/Kapita adalah data tahun 2007 yang diambil dari data statistik world bank Jumlah Peneliti dan PDB/Kapita adalah data tahun 2007 yang diambil dari data statistik world bank Hubungan Nilai PDB/Kapita dengan Jumlah Peneliti (2007) Sumber : World Bank 2011 Y = -1085,96 + 6,82 X R² = 0,85 Jumlah Peneliti per 1 juta penduduk memiliki korelasi positif yang tinggi dengan nilai PDB per Kapita (koefisien korelasi r = 0,92) Denmark Islandia Peneliti adalah ilmuwan dan tenaga teknis berpendidikan minimal S1/D4 yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Indonesia

25 Tabel 1. Lima besar penghasil makalah (dokumen) ilmiah dari berbagai jurnal yang tercatat di Scopus (Mei 2011) dari berbagai institusi riset di Indonesia 25

26 KARYA ILMIAH INSTITUSI RISET INDONESIA MENURUT SCOPUS (MEI 2011)

27 PERBANDINGAN DENGAN BEBERAPA NEGARA LAIN Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional 2011* Indonesia Institut Teknologi Bandung1.686  Universitas Indonesia1.414  Universitas Gadjah Mada1.001  Institut Pertanian Bogor683 Malaysia University of Malaya  Universiti Sains Malaysia9.649  Universiti Putra Malaysia8.725  Universiti Kebangsaan Malaysia7.194  Universiti Teknologi Malaysia4.102 Peringkat KEI Indonesia dan Negara Tetangga** PeringkatNegara 19Singapura 48Malaysia 63Thailand 103Indonesia Keterangan: *Jumlah publikasi yang tercatat di pangkalan data Scimago yang data berasal dari Scopus **KEI (Knowledge Economy Index) menunjukkan banyaknya penelitian yang dipublikasikan secara internasional. Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional 2011* Indonesia Institut Teknologi Bandung1.686  Universitas Indonesia1.414  Universitas Gadjah Mada1.001  Institut Pertanian Bogor683 Malaysia University of Malaya  Universiti Sains Malaysia9.649  Universiti Putra Malaysia8.725  Universiti Kebangsaan Malaysia7.194  Universiti Teknologi Malaysia4.102 Peringkat KEI Indonesia dan Negara Tetangga** PeringkatNegara 19Singapura 48Malaysia 63Thailand 103Indonesia Keterangan: *Jumlah publikasi yang tercatat di pangkalan data Scimago yang data berasal dari Scopus **KEI (Knowledge Economy Index) menunjukkan banyaknya penelitian yang dipublikasikan secara internasional. Singapura National Universiy of Singapore  Nayang Technological University  Institute for Infocomm Research4.629 Thailand Mahidol University  Chulalongkorn University  Chiang Mai University6.084  Prince of Songkia University4.163  Kesetsart University3.827 Singapura National Universiy of Singapore  Nayang Technological University  Institute for Infocomm Research4.629 Thailand Mahidol University  Chulalongkorn University  Chiang Mai University6.084  Prince of Songkia University4.163  Kesetsart University3.827

28 Hubungan Dana Penelitian dan PDB (Sumber : Worldbank, 2011) 1. Anggaran penelitian tahun 2007 : 2. PDB / Kapita tahun 2007 : 1. Anggaran penelitian tahun 2007 : 2. PDB / Kapita tahun 2007 : Persentase dana penelitian terhadap PDB memiliki korelasi positif yang cukup kuat terhadap nilai PDB per kapita (koefisien korelasi r = 0,54) Y = 4260, ,78 X R² = 0,29 Indonesia Norway Israel

29 Hubungan Kenaikan Produktivitas dengan Kenaikan Jumlah Peneliti (Sumber : Worldbank dan OECD) Y = 11,33 + 0,37 X R² = 0,65 Kenaikan jumlah peneliti per 1 juta penduduk memiliki korelasi positif yang tinggi terhadap kenaikan nilai produktivitas (koef. Korelasi = 0.81) 1.Jumlah Peneliti : dan 2.Produktivitas dihitung dari data PDB dan Jam kerja tahun data PDB : data jam kerja : 1.Jumlah Peneliti : dan 2.Produktivitas dihitung dari data PDB dan Jam kerja tahun data PDB : data jam kerja :

30 Kapasitas Inovasi Indonesia (Sumber: Innovation Capacity Index, ) NoIndikatorRangking Overal Innovation Capacity Index77 1Good Governance92 2Country Policy Assessment27 3Social Inclusion & Equity Policies96 4Education (Secondary and Tertiery Education)85 5Doing Business82 6R & D Infrastructure89 7Patent & Trademark73 8Telephone Communication79 9Mobile Celluler92 10Internet, Computer & TV97 11Government ICT Usage84 12Quality of the Infrastructure75 Catatan: - Indikator dengan huruf hijau memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan - Kebijakan sudah dianggap bagus (rangking 27), tetapi realisasinya masih rendah

31 Fungsi Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi adalah sumber penting penelitian&pengembangan – Lebih dari 50% penelitian dasar yang menghasilkan terobosan-terobosan pemikiran yang memungkinkan munculnya industri-industri baru dilaksanakan di perguruan tinggi. – Perguruan tinggi memiliki misi yang lebih luas dalam menerjemahkan hasil litbang menjadi produk dan perusahaan baru – 15 % penelitian terapan dilaksanakan melalui inovasi yang dimulai di kampus yang kemudian diserap menjadi bisnis melalui paten, start-up, dan pengaturan konsultansi antara dosen dan industri. (National Science Foundation (2007), NSF Report ; Litan, R.E. et al (2007). “Commercializing University Innovations: A Better Way,” in Innovation Policy and the Economy, vol. 8. MIT Press.) Pembelajaran setingkat sarjana adalah kegiatan utama perguruan tinggi yang memungkinkan perguruan tinggi berhasil melaksanakan penelitian maju (advanced research) dan pendidikan pasca sarjana. (Bernanke, B “Speech At the U.S. Chamber Education and Workforce Summit”, Washington, D.C.)

32 Peran Community College di AS Community College memberikan kontribusi nyata terhadap perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, karena biayanya murah,jadwal yang lentur, lokasi yang dekat karena tersebar merata di seluruh negara. – Hampir 50% mahasiswa AS mengikuti pendidikan tinggi melalui Community College – Community College sangat membantu pemenuhan kebutuhan pelatihan khusus, pendidikan perbaikan (remedial), dan pendidikan orang dewasa (Bernanke, B. (2007). “Speech At the U.S. Chamber Education and Workforce Summit”, Washington, D.C., September 24, 2007) Pendidikan di community college meningkatkan penghasilan: – D1 sebesar 9-13 % dari lulusan SMA, D2 sebesar % dari lulusan SMA. (Sesuai dengan Mincerian Return sebesar dalam kisaran10 %/tahun) (Kane, T. and Rouse, C. (1999). “ The Community College: Educating Students at The Margin Between College and Work,” J. Economic Perspectives, vol. 13.) Tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan) antara sarjana melalui pendidikan sepenuhnya (4 tahun) di universitas atau yang melalui community college (2 tahun) dan dilanjutkan dengan di universitas (2 tahun) (Gill, A. and Leigh, D. (2003). “Do the Returns to Community Colleges Differ Between Academic and Vocational Programs?” J. Human Resources, vol. 38.)

33 Model Pendidikan Tinggi Mendatang Kebutuhan peningkatan APK dalam jumlah besar dalam waktu cepat, membutuhkan model- model baru pengelolaan pendidikan tinggi dan menengah, yang antara lain dengan mambangun Community College di tiap kota/ibukota kabupaten dengan cara memperluas sekolah yang sudah ada. Melalui Community College, biaya pendidikan tinggi akan dapat ditekan karena peserta didik tidak harus pergi terlalu jauh untuk bisa kuliah. Siswa berprestasi Bekerja/Berwirausaha

34 Kerangka Pikir Perkiraan Rinci Kebutuhan SDM (Demand Side) Pertumbuhan PDB Nasional Peningkatan Output Koridor Penambahan Input Koridor Pertumbuhan PDB Koridor Penambahan Input SD Alam Penambahan Input Investasi Penambahan Input SDM Koridor Potensi Koridor Peluang Kerja Peluang Usaha

35 Kerangka Pikir Perkiraan Rinci Pemenuhan SDM (Supply Side) Penambahan Output Pendidikan: Wirausahawan, Naker, Inovasi,... Penambahan Kapasitas dan Kualitas Pendidikan yang Dibutuhkan Penambahan Input SDM Koridor Kebutuhan SDM Nasional Penentuan Jenis & Tingkat Keahlian yang Harus Disiapkan KKNI/IQF Ketrampila n Sikap Pengetahua n Untuk Tiap Jenis keahlian KKNI: Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia, IQF: Indonesia Qualification Framework Tenaga Kerja Wira- usaha

36 Prioritas Pembangunan Nasional Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas, relevan dan efesien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat, kemandirian, keluhuran budi pekerti, dan karakter bangsa yang kuat. Ketidak sesuaian antara keluaran pendidikan dan kebutuhan dunia kerja akan menyebabkan pengangguran: –Pengangguran terstruktur karena pasokan tenaga kerja melebihi kebutuhan (structural unemployement) –Pengangguran friksional karena pasokan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhannya (frictional unemployment) Pembangunan pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga pendidik dengan kemampuan: –menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan untuk mengatasi pengangguran terstruktur –menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja melalui kesesuaian kompetensi, jumlah, dan lokasi lulusan pendidikan untuk mengatasi pengangguran friksional

37 Framework of Supply-Demand Harmonization (Supply Side)(Demand Side) MoNE/MoRA, other Ministries Industry & Business Sectors as Users Dimension of Harmonization: Quantity, Quality/Competence, Location, Time

38 S2 S1 S3 General High School (3) S2(Applied) D I D IV/ S1(Applied) D III D II Vocational High School (3) S3(Applied) Expert Technician/A nalyst Operator SpecialistProfesional Benchmarking: KKNI

39 Profil relatif PDRB per Koridor

40 Komposisi Persentase Lulusan Rerata dan Serapan Tenaga Kerja di Sektor yang Relevan 40 *Kependidikan, Kesehatan, Komputer dan Sains pendukung semua sektor Sumber: diolah dari PDPT, 2010; BPS, 2010

41 Ekstrapolasi Naker Per Sektor 2025 Sektor Kontribusi Sektor Nasional 2025 Proyeksi Naker Per Sektor 2025 Estimasi Porsi lulusan PT/sektor Estimasi Porsi Lulusan PT scr nasional 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 14% 36%5%1.70% 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 10% 1%28%0.28% 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 27% 12%26%3.15% 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 1% 0%26%0.00% 5. KONSTRUKSI 6% 3%13%0.30% 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 16% 26%13%3.50% 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 7% 16%1.13% 8. KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 9% 1%36%0.38% 9. JASA-JASA 9% 23%26%6.35% TOTAL 100% 16.75% *Porsi lulusan PT pada sektor yang telah memiliki SDM berpendiikan tinggi lebih banyak diestimasikan peningkatannya lebih sedikit.

42 Kebutuhan Naker Berpendidikan Tinggi 2025 SEKTORSainsPertKompKeshTekPddkSosEkonTotal 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN0.15%0.77%0.15%0.00%0.31%0.00%0.31%0.08%1.77% 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN0.08%0.05%0.03%0.00%0.26%0.00% 0.03%0.44% 3. INDUSTRI PENGOLAHAN0.23% 0.47%0.23%2.34%0.00%0.23% 3.98% 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH0.00% 0.02%0.00% 0.03% 5. KONSTRUKSI0.05%0.00%0.05%0.00%0.47%0.00%0.05% 0.66% 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN0.16% 0.31%0.00%1.25%1.57%3.76% 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI0.07%0.00%0.07%0.00%0.24%0.00%0.14% 0.66% 8. KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN0.03% 0.00%0.16%0.00%0.16%0.27%0.66% 9. JASA-JASA0.10% 1.91%0.10%1.91%0.10%0.11%4.42% TOTAL0.87%1.33%1.05%2.31%4.21%1.91%2.24%2.48%16.39% TOTAL RELATIF5.28%8.14%6.39%14.07%25.68%11.68%13.66%15.11%100.00%

43 Proyeksi Jumlah Sarjana per Bidang Ilmu per Sektor Ekonomi th 2025 SEKTORSainsPertKompKeshTekPddkSosEkonTotal 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 171, , , , ,841 1,974, PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 87,103 58,069 29, , , , INDUSTRI PENGOLAHAN 261, , ,310 2,613, ,310 4,442, LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 2, , ,936 37, KONSTRUKSI 52, , , , PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 174, , ,398,491 1,748,113 4,195, PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 79, , , , KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 29, , , , JASA-JASA 106,837 2,136, ,837 2,136, , ,204 4,935,849 TOTAL 966,036 1,489,050 1,169,277 2,575,320 4,698,895 2,136,731 2,499,227 2,765,125 18,299,660 Perhitungan kebutuhan SDM berbasis kepada kebutuhan masing-masing sektor terhadap Bidang ilmu

44 Estimasi Jumlah Lulusan PT 2025 Sektor Kontribusi Sektor Nasional 2025 Proyeksi Naker Per Sektor th 2025 Estimasi Porsi lulusan PT/sektor Est Porsi Lulusan PT scr nasional Estimasi jumlah lulusan PT 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 15.0% 34.0%5.0%1.70% 1,853, PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 10.0% 1.0%28.0%0.3% 305, INDUSTRI PENGOLAHAN 26.8% 12.0%28.0%3.4% 3,662, LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 1.2% 0.025%30.0%0.0% 8, KONSTRUKSI 6.3% 2.5%15.0%0.4% 408, PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 16.0% 23.0%15.0%3.5% 3,760, PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 6.8% 6.5%20.0%1.3% 1,417, KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 9.3% 1.0%38.0%0.4% 414, JASA-JASA 8.8% 20.0%30.0%6.0% 6,540,000 TOTAL 100.0% 16.9% 18,369,225

45 Proyeksi Jumlah Sarjana per Bidang Ilmu per Sektor Ekonomi th 2025 SEKTORSainsPertKompKeshTekPddkSosEkonTotal 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 161, , , , ,565 1,853, PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 53,859 35,906 17, , , , INDUSTRI PENGOLAHAN 215, , ,435 2,154, ,435 3,662, LISTRIK, GAS & AIR BERSIH , ,090 8, KONSTRUKSI 29, , , , PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 156, , ,253,500 1,566,875 3,760, PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 151, , ,643 1,417, KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 16, , , , JASA-JASA 141,558 2,831, ,558 2,831, , ,870 6,540,000 TOTAL 926,801 1,371,807 1,106,331 3,203,837 4,013,970 2,831,169 2,365,002 2,550,308 18,369,225 TOTAL RELATIF5.05%7.47%6.02%17.44%21.85%15.41%12.87%13.88%100.00%

46 PENUTUP MARI KITA PERBAIKI BERBAGAI KEKURANGAN DI KITA, MULAI DARI: 1. FOKUS PENGEMBANGAN 2. FOKUS KEUNGGULAN 3. PROSES PEMBELAJARAN 4. SISTEM PENJAMINAN MUTU 5. SELALU MEMPERHATIKAN KEBUTUHAN DUNIA KERJA, WIRAUSAHA, DAN DUNIA INDUSTRI

47


Download ppt "PERAN PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN RELEVANSI DJOKO SANTOSO DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google