Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Wahyudi Harnowo (0910651222) Mahfut Hamsyah (0910651253) Ahmad Eko Budi Purnomo (0910651228) Eko Ribut Santoso (0910651221) Ed Firza Zhulmi (0910651232)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Wahyudi Harnowo (0910651222) Mahfut Hamsyah (0910651253) Ahmad Eko Budi Purnomo (0910651228) Eko Ribut Santoso (0910651221) Ed Firza Zhulmi (0910651232)"— Transcript presentasi:

1 1 Wahyudi Harnowo ( ) Mahfut Hamsyah ( ) Ahmad Eko Budi Purnomo ( ) Eko Ribut Santoso ( ) Ed Firza Zhulmi ( ) Qori Umamah M ( ) Dhuha Dwi A ( ) Very Kurniawan ( ) Agus Andika K ( ) Fera Novianty ( ) Melinda Rahmah ( ) DECISION SUPPORT SYSTEM (SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN)

2 Pengertian… Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan. DSS didefinisikan sebagai sesuatu yang interaktif, flexible dan dapat menyesuaikan diri (adaptable) dari sistem informasi berdasarkan komputer, khususnya pengembangan untuk mendukung pemecahan masalah dari non-struktur management, untuk meningkatkan pengambilan keputusan. Dengan menggunakan data, mendukung antar muka yang mudah digunakan dan memberikan wawasan untuk sang pengambil keputusan. AHMAD EKO BUDI PURNOMO Perbedaan SI dan DSS 2

3 Perbedaan SI dan DSS… Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan perbedaan SI dan DSS, SI / Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi untuk pengambilan keputusan sedangkan DSS merupakan sistem pendukung keputusan yang dirancang untuk membantu para pengambil keputusan dan para profesional agar mendapatkan data yang akurat berdasarkan data yang ada. AHMAD EKO BUDI PURNOMO 3

4 KLASIFIKASI DSS (1) Berdasarkan Tingat Dukungannya : 1.Retrive Information Element (Mengambil Elemen-elemen Informasi). Ex: Manajer melakukan query ke database untuk mendapatkan angka penjualan dari salah satu wilayah pemasaran. 2.Analyze Entries Files (Menganalisa File Secara Menyeluruh). Ex: Query ke database untuk mendapatkan total nilai aset perusahaan dari file inventory. 3.Prepare Reports Form Multiple Files (Menyiapkan Laporan Dari Berbagai File). Ex: SPK yang menghasilkan summary report (laporan ringkas) laba - rugi. 4 EKO RIBUT SANTOSO

5 4.Estimate Decisions Qonsquences (Meramalkan Akibat Dari Keputusan). Ex: SPK untuk memproyeksikan keuntungan perusahaan selama 5 tahun ke depan jika anggaran untuk promosi/iklan dikurangi. 5.Propose Decision (Menawarkan Keputusan ). Ex: SPK Penentuan Menu bagi Penderita Diabetes. 6.Make Decisions (Membuat Keputusan). Ex: SPK Pendirian Sekolah Dasar  dibuat berdasar prediksi jumlah penduduk yang akan masuk SD pada suatu waktu tertentu. KLASIFIKASI DSS (2) 5 EKO RIBUT SANTOSO

6 FUNGSI DSS PADA PERUSAHAAN (1) 1.Membantu menetapkan tujuan (goal) perusahaan. 2.Menetapkan / menentukan sumber daya untuk meraih tujuan tersebut. 3.Menetapkan kebijaksanaan untuk pengaturan sumber daya tersebut. 6 MAHFUT HAMSYAH

7 4.Pencapaian pengurangan biaya perusahaan, sekaligus meningkatkan profit perusahaan. 5.membantu dalam mengalokasi dan mengontrol penggunaan sumber daya perusahaan (misal : perencanaan keuangan, perencanaan keperluan pabrik, perencanaan promosi penjualan, penentuan tata letak gedung/pabrik). FUNGSI DSS PADA PERUSAHAAN (2) 7 MAHFUT HAMSYAH

8 Keuntungan DSS (1) Mampu mendukung pencarian solusi dari masalah yang kompleks. Respon cepat pada situasi yang tak diharapkan dalam kondisi yang berubah- ubah. Mampu untuk menerapkan berbagai strategi yang berbeda pada konfigurasi berbeda secara cepat dan tepat. 8 QORI UMAMAH

9 Keuntungan DSS (2) Pandangan dan pembelajaran baru. Memfasilitasi komunikasi. Meningkatkan kontrol manajemen dan kinerja. Menghemat biaya. Keputusannya lebih tepat. Meningkatkan efektivitas manajerial, menjadikan manajer dapat bekerja dengan sedikit usaha. Meningkatkan produktivitas analisis. 9 QORI UMAMAH

10 Karakteristik dan Kemampuan DSS (1) 10

11 1.semi-structured decisions DSS menyediakan dukungan bagi pengambil keputusan utamanya pada situasi semi terstruktur dan tak terstruktur dengan memadukan pertimbangan manusia dan informasi terkomputerisasi. 2. For manager at different levels Dukungan disediakan untuk berbagai level manajerial yang berbeda, mulai dari pimpinan puncak sampai manajer lapangan. 3. For groups and individuals Dukungan disediakan bagi individu dan juga bagi group. berbagai masalah organisasional melibatkan pengambilan keputusan dari orang dalam group. Untuk masalah yang strukturnya lebih sedikit seringkali hanya membutuhkan keterlibatan beberapa individu dari departemen dan level organisasi yang berbeda. 4.Independent or sequential decision DSS menyediakan dukungan ke berbagai keputusan yang berurutan atau saling berkaitan. 11 ED FIRZA ZHULMI

12 6.Support intelligence,design,choice DSS mendukung berbagai fase proses pengambilan keputusan: intelligence, design, choice dan implementation. Support variety of decisions styles and processess DSS mendukung berbagai proses pengambilan keputusan dan style yang berbeda-beda; ada kesesuaian diantara DSS dan atribut pengambil keputusan individu (contohnya vocabulary dan style keputusan). 7.Adaptibility and flexibility DSS selalu bisa beradaptasi sepanjang masa. Pengambil keputusan harus reaktif, mampu mengatasi perubahan kondisi secepatnya dan beradaptasi untuk membuat DSS selalu bisa menangani perubahan ini. DSS adalah fleksibel, sehingga user dapat menambahkan, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau mengatur kembali elemen-elemen dasar (menyediakan respon cepat pada situasi yang tak diharapkan). Kemampuan ini memberikan analisis yang tepat waktu dan cepat setiap saat. 12 ED FIRZA ZHULMI

13 8.Ease of use DSS mudah untuk digunakan.user harus merasa nyaman dengan sistem ini.user friendlines,fleksibelitas,dukungan grafis terbaik,da antar muka bahaa yang sesuai dengan bahasa manusiadapat meningkatkan efektifitas DSS.kemudahan penggunaan ini di implementasikan. 9.Evectiveness not efficiency DSS mencoba untuk meningkatkan efektivitas dari pengambilan keputusan (akurasi, jangka waktu, kualitas), lebih daripada efisiensi yang bisa diperoleh (biaya membuat keputusan, termasuk biaya penggunaan komputer). H 10.Humans control the machine Pengambil keputusan memiliki kontrol menyeluruh terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah. DSS secara khusus ditujukan untuk mendukung dan tak menggantikan pengambil keputusan. Pengambil keputusan dapat menindaklanjuti rekomendasi komputer sembarang waktu dalam proses dengan tambahan pendapat pribadi atau pun tidak. 13 DHUHA DWI/MAHFUT HAMSYAH

14 11.Evolutionary usage DSS mengarah pada pembelajaran, yaitu mengarah pada kebutuhan baru dan penyempurnaan sistem, yang mengarah pada pembelajaran tambahan, dan begitu selanjutnya dalam proses pengembangan dan peningkatan DSS secara berkelanjutan. 12.ease of contruction User/pengguna harus mampu menyusun sendiri sistem yang sederhana. Sistem yang lebih besar dapat dibangun dalam organisasi user tadi dengan melibatkan sedikit saja bantuan dari spesialis di bidang Information Systems (IS). 13.modeling DSS biasanya mendayagunakan berbagai model (standar atau sesuai keinginan user dalam menganalisis berbagai keputusan. Kemampuan pemodelan ini menjadikan percobaan yang dilakukan dapat dilakukan pada berbagai konfigurasi yang berbeda.berbagai percobaan tersebut lebih lanjut akan memberikan pandangan dan pembelajaran baru. 14 DHUHA DWI/MAHFUT HAMSYAH

15 14.Knowledge DSS dalam tingkat lanjut dilengkapi dengan komponen knowledge yang bisa memberikan solusi yang efisien dan efektif dari berbagai masalah yang pelik. 15 DHUHA DWI/MAHFUT HAMSYAH

16 Beberapa Keterbatasan DSS Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya. Kemampuan suatu DSS terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar). Proses-proses yang dapat dilakukan DSS biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan. DSS tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya. 16 MELINDA RAHMAH

17 Para Pengguna DSS (1) Orang yang berhadapan dengan masalah atau keputusan dimana DSS didesain untuk mendukungnya disebut dengan user, manajer, atau pengambil keputusan. DSS memiliki 2 klas user: manajer dan staf spesialis. Staf spesialis ini misalnya, analisis finansial, perencana produksi, periset pasar, dan sejumlah manajer lainnya. Mengetahui siapa yang akhirnya benar-benar menggunakan DSS ini adalah penting dalam hal pendesainan suatu DSS. Secara umum, manajer mengharapkan sistem lebih user-friendly daripada yang diharapkan oleh seorang staf spesialis. Staf spesialis cenderung pada orientasi detil, dan mau menghadapi sistem yang kompleks dalam pekerjaan sehari-hari mereka, juga mereka tertarik pada kemampuan komputasi DSS. Dalam berbagai kasus staf analisis adalah perantara antara manajemen dan DSS. 17 FERA NOVIANTY

18 Para Pengguna DSS (2) Walaupun dikategorikan ada manajer dan staf spesialis, terdapat berbagai sub kategori yang terlibat dalam pendesainan DSS. Sebagai contoh, manajer terbagi atas level organisasi, wilayah fungsional, latar belakang pendidikan, sehingga hal ini memerlukan dukungan analisis yang baik. Staf spesialis terbagi atas level pendidikannya, wilayah fungsional dimana mereka bertugas, dan hubungannya dengan pihak manajemen. 18 FERA NOVIANTY

19 Pola penggunaan DSS pada Usernya (1) 1.Subscription mode Pengambil keputusan menerima report yang dihasilkan secara teratur,walaupun berbagai sistem analis data atau model akunting mirip dengan cara ini, tapi tak dimasukkan dalam DSS. 2.Terminal mode pengambil keputusan adalah user langsung ari sistem melalui akses online,inilah yang merupakan mode paling dominan. 3.Intermediary mode pengambil keputusan menggunakan sistem melalui perantara, yang yang melakukan analis, menerjemahkan dan melaporkan hasilnya. Pengambil keputusan tak perlu tahu bagaimana perantara ini bekerja dalam sistem untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. 19 MELINDA RAHMAH

20 Pola penggunaan DSS pada Usernya (3) Mode perantara masih sering ditemui dalam penggunaan DSS,maka dari itu terdapat tipe perantara yang mereflesikan berbagai dukungan yang berbeda terhadap manajer : 1. Staff Assistant Orang yang memiliki knowledge mengenai manajemen masalah dan berpengalaman dengan teknologi pendukung keputusan. 2.Facilitator in Group DSS ini menjadi perantara untuk mengontrol dan mengordinasi software dari Group DSS. 20 AHMAD EKO BUDI PURNOMO

21 Pola penggunaan DSS pada Usernya (4) 3.Expert tool user Orang yang memiliki keterampilan dalam aplikasi yang melibatkan satu atau lebih jenis tool penyelesaian masalah spesifik. Juga menampilkan unjuk kerja dimana pengambil keputusan tak memiliki keterampilan tersebut atau memang dia tak dilatih untuk melakukan hal itu. 4.Bussiness (system) analyst Orang yang memiliki knowledge umum dari wilayah aplikasi,pendidikan administrasi bisnis formal (bukan computer science), dan memiliki keterampilan dalam membangun tool DSS. 21 AHMAD EKO BUDI PURNOMO

22 DSS kini populer berbasis tabel atau spreadsheets, karena para manajer sudah terbiasa membaca data dengan cara tersebut. Tabel inilah yang menjadi media manajer dalam “meng utak atik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada, di mana hasilnya akan ditampilkan dalam format grafik Perkembangan Teknologi DSS (1) 22 WAHYUDI HARNOWO

23 Perkembangan Teknologi DSS (2) DSS sudah ada yang bekerja dalam infrastruktur jaringan (LAN, WAN, Intranet, Internet, dsb.). Beberapa manajer dihubungkan melalui jaringan komputer, sehingga dapat saling tukar data dan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan. DSS akan diperlengkapi dengan expert system (dengan kecerdasan buatan = artifial intelligence), sehingga keputusan bisnis secara langsung dapat dilakukan oleh komputer, tanpa campur tangan manusia. 23 WAHYUDI HARNOWO

24 Perkembangan terkini di bidang teknologi komputer memberikan lahan subur bagi aplikasi DSS yang diinginkan. diantaranya adalah teknoligi Web. Keunggulan : Kemudahan berkomunikasi dan kolaborasi antara pembangun DSS, pengguna (User). Web dapat digunakan untuk mengumpulkan data internal (intranet) dan eksternal untuk database DSS. Perkembangan Teknologi DSS (2) Teknologi WEB 24 VERY KURNIAWAN

25 Perkembangan Teknologi DSS (3) DSS Masa Depan : 1. DSS berbasis PC akan terus tumbuh utamanya untuk dukungan personal. 2. Untuk DSS di institusi yang mendukung pengambilan keputusan berurutan dan saling berhubungan, kecenderungan ke depan adalah menjadi DSS terdistribusi. 3. Untuk dukungan keputusan saling berhubungan yang terkonsentrasi, group DSS akan lebih lazim di masa depan. 4. Produk-produk DSS akan mulai menggabungkan tool dan teknik- teknik AI. 5. Semua kecenderungan di atas akan menuju pada satu titik pada pengembangan berkelanjutan pada kemampuan sistem yang lebih user-friendly. 25 VERY KURNIAWAN

26 JENIS – JENIS KEPUTUSAN Menurut Herbert A Simon keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan, dengan Keputusan terprogram pada satu ujungnya dan Keputusan tak terprogram pada ujung lainnya.  Keputusan Terprogram, bersifat berulang dan rutin sedemikian sehingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlukan de novo ( sebagai sesuatu yang baru tiap kali terjadi. Example : - keputusan pemesanan barang - keputusan penagihan piutang 26 AGUS ANDIKA K

27 JENIS – JENIS KEPUTUSAN  Keputusan Tak Terprogram, bersifat baru, tidak terstruktur, dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tak terlihat atau rumit, atau karena begitu pentingnya sehingga memerluka perlakuan yang sangat khusus. Example : - Pengembangan Teknologi Baru, - Bergabung dengan Perusahaan Lain, - Perekrutan Eksekutif. 27 AGUS ANDIKA K


Download ppt "1 Wahyudi Harnowo (0910651222) Mahfut Hamsyah (0910651253) Ahmad Eko Budi Purnomo (0910651228) Eko Ribut Santoso (0910651221) Ed Firza Zhulmi (0910651232)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google