Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGEMBANGAN RAPID PERANGKAT LUNAK Pertemuan 15 dan 16.: Erna Sri Hartatik :. Lukman Hakim.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGEMBANGAN RAPID PERANGKAT LUNAK Pertemuan 15 dan 16.: Erna Sri Hartatik :. Lukman Hakim."— Transcript presentasi:

1 PENGEMBANGAN RAPID PERANGKAT LUNAK Pertemuan 15 dan 16.: Erna Sri Hartatik :. Lukman Hakim

2 Pembahasan Proses Pengembangan Interaktif dan Incremental Metode Agile Development Prinsip Ekstrim Prototyping didalam proses PL Lukman Hakim

3 METODE PENGEMBANGAN SISTEM  Banyak metode pengembangan sistem yang tersedia  Metode yang paling dikenal disebut juga sebagai System Development Life Cycle (SDLC) atau sering juga disebut sebagai Water Fall Method  Alternatif metode lainPrototyping : CASE tools, Joint Application Design (JAD), Rapid Application Development (RAD), Agile Methodologies, eXtreme Programming Lukman Hakim

4 Pendahuluan  Rapid Aplication Development (RAD) Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat. Rapid Aplication Development dapat dijadikan acuan untuk menghasilkan sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan user. sebagai salah satu alternatif dari System Development Life Cycle belakangan ini seringkali digunakan untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi apabila menggunakan metode konvensional Lukman Hakim

5 CASE TOOLS Computer-Aided Software Engineering Software memberikan dukungan alat otomatis untuk pengembangan sistem Proyek kamus / buku kerja: sistem deskripsi dan spesifikasi diagram alat Contoh produk: Oracle Designer, Rational Rose Lukman Hakim

6 Model Tradisional dan RAD Lukman Hakim

7 KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE KONVENSIONAL Adapun kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode konvensional adalah sebagai berikut:  Dengan metode konvensional, maka terdapat batas waktu yang cukup lama mulai dari pembuatan sistem sampai dengan konsumen dapat menggunakan sistem tersebut.  Dengan metode konvensional, apabila proses pengembangan suatu sistem membutuhkan waktu yang lama maka kebutuhan konsumen pada sistem akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan proses bisnis yang dilakukan oleh konsumen.  Dengan metode konvensional, sistem yang dikembangkan tidak akan mempunyai manfaat apabila belum diselesaikan seluruhnya Lukman Hakim

8 Joint Application Design (JAD) Proses terstruktur yang melibatkan pengguna, analis, dan manajer Membutuhkan beberapa hari sesi workgroup intensif Tujuan: untuk menentukan atau meninjau persyaratan sistem Lukman Hakim

9 Keuntungan RAD Membeli sistem yang baru memungkinkan untuk lebih menghemat biaya ketimbang mengembangkan sendiri.  Proses pengiriman menjadi lebih mudah, hal ini dikarenakan proses pembuatan lebih banyak menggunakan potonganpotongan script.  Mudah untuk diamati karena menggunakan model prototype, sehingga user lebih mengerti akan sistem yang dikembangkan.  Lebih fleksibel karena pengembang dapat melakukan proses desain ulang pada saat yang bersamaan.  Bisa mengurangi penulisan kode yang kompleks karena menggunakan wizard.  Keterlibatan user semakin meningkat karena merupakan bagian dari tim secara keseluruhan.  Mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat- alat bantuan (CASE tools ).  Mempercepat waktu pengembangan sistem secara keseluruhan karena cenderung mengabaikan kualitas.  Tampilan yang lebih standar dan nyaman dengan bantuan software-software pendukung. Lukman Hakim

10 Tahapan RAD Lukman Hakim

11 RAD Development Strategys Lukman Hakim

12 Rencana Kebutuhan (Requirement Planning) Pada tahap ini, user dan analyst melakukan semacam pertemuan untuk melakukan identifikasi tujuan dari aplikasi atau sistem dan melakukan identifikasi kebutuhan informasi untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini hal terpenting adalah adanya keterlibatan dari kedua belah pihak, bukan hanya sekedar persetujuan akan proposal yang sudah dibuat. Untuk lebih jauh lagi, keterlibatan user bukan hanya dari satu tingkatan pada suatu organisasi, melainkan beberapa tingkatan organisasi sehingga informasi yang dibutuhkan untuk masingmasing user dapat terpenuhi dengan baik. Di samping itu, dapat juga melakukan koordinasi dengan Rencana Kebutuhan (Requirement Planning) (CIO) atau bagian perencana strategis terutama untuk mengembangkan suatu aplikasi E-commerce berbasis Web untuk mendapatkan informasi yang lebih detail akan tujuan dari suatu organisasi. Pertemuan semacam ini seringkali disebut Joint Aplication Development. Lukman Hakim

13 Proses Desain (Design Workshop) Pada tahap ini adalah melakukan proses desain dan melakukan perbaikan-perbaikan apabila masih terdapat ketidaksesuaian desain antara user dan analyst. Untuk tahap ini maka keaktifan user yang terlibat sangat menentukan untuk mencapai tujuan, karena user bisa langsung memberikan komentar apabila terdapat ketidaksesuaian pada desain. Biasanya, user dan analyst berkumpul menjadi satu dan duduk di meja melingkar dimana masing-masing orang bisa melihat satu dengan yang lain tanpa ada halangan. Lukman Hakim

14 Implementasi (Implementation) Setelah desain dari sistem yang akan dibuat sudah disetujui baik itu oleh user dan analyst, maka pada tahap ini programmer mengembangkan desain menjadi suatu program. Setelah program selesai baik itu sebagian maupun secara keseluruhan, maka dilakukan proses pengujian terhadap program tersebut apakah terdapat kesalahan atau tidak sebelum diaplikasikan pada suatu organisasi. Pada saat ini maka user bisa memberikan tanggapan akan sistem yang sudah dibuat serta persetujuan mengenai sistem tersebut Lukman Hakim

15 Proses Pengembangan Interaktif dan Incremental Iteratif dan incremental: –Analisis, rancang, implementasikan sebagian. Lanjutkan analisis, rancang & implementasi sebagian lagi. Lanjutkan lagi analisis, rancang & implementasi, bagian berikutnya. Demikian seterusnya sampai sistem jadi –Kelebihan: meningkatkan kepuasan pemilik dan pemakai sistem Lukman Hakim

16 Lanjutan Lukman Hakim

17 Ekstrem Programming Classic life cycle Lukman Hakim

18 Lanjutan Siklus pengembangan incremental, pendek Otomatis tes Dua orang tim pemrograman Pengkodean dan pengujian beroperasi bersama-sama Keuntungan: –Komunikasi antara pengembang –Tinggi tingkat produktivitas –Tinggi kualitas kode Lukman Hakim

19 Agile Methodologies Termotivasi oleh pengakuan pengembangan perangkat lunak sebagai sesuatu yang tak terduga, dan dinamis Tiga prinsip kunci –Adaptif ketimbang prediksi –Tekankan orang ketimbang peran –Self-adaptif proses Lukman Hakim

20 Tugas I (Individu) Carilah penjelasan tentang Model pengembangan PL yang lain, beri keterangan dalam tiap alur sertakan kelebihan dan kekurangannya. 1.Prototype 2.Transformasi formal 3.RAD (Rapid Application Development) 4.Pengembangan Incremental 5.Spiral 6.Fourth-Generation Techniques (4GT) Lukman Hakim

21 PENGGUNAAN KEMBALI PERANGKAT LUNAK PERTEMUAN 16 Lukman Hakim

22 Masalah Manajemen KENDALA UNTUK REUSE 1. Beberapa perusahaan dan organisasi memiliki sesuatu yang sangat mirip dengan rencana reusabilitas per.lunak 2. Meski semakin banyak vendor perangkat lunak yg menjual peranti atau memberi bantuan terhadap reuse, pengembang tidak menggunakannya 3. Tersedia latihan yg sedikit untuk membantu perekayasa dan manajer memahami dan mengaplikasikan reuse 4. Banyak praktisi percaya bahwa reuse lebih merupakan “masalah”. 5. Banyak perusahaan menganjurkan metodologi pengembangan perangkat lunak tidak memfasilitasi reuse. 6. Beberapa perusahaan memberi insentif untuk menghasilkan reuse. Kenyataannya ada disinsentif Lukman Hakim

23 ANALOGI PERANGKAT KERAS  Agar benar-benar reusable, komponen perangkat lunak harus dapat dipakai di beberapa tempat lain. Maka perekayasa harus membuat komponen lebih umum. Peningkatan generalitas dapat menurunkan efisiensi, atau bahkan meningkatkan kompleksitas Lukman Hakim

24 SARAN-SARAN UNTUK MEMBANGUN PENDEKATAN REUSE Langkah-langkah berikut akan membantu: 1.Membangun rencana reuse internal 2.Mengharuskan reusabilitas menjadi bagian internal dari pelatihan manajerial dan teknik. 3.Dapatkan peranti dan perpustakaan yang dapat memberi konstribusi positif bagi reuse 4.Dukung metode dan piranti yang telah didemonstrasikan. 5. Telusuri dan ukur reuse serta pengaruhnya 6.Manajemen harus mendukung dan aktif 7.Kenali peranti, data test, desain, rencana, lingkungan dan jenis per.lunak yang dapat di reuse 8.Reuse bukan merupakan “ bisnis biasa” Lukman Hakim

25 Proses Reuse PERKAKAS REUSABLE a. Rencana proyek b. Perkiraan biaya c. Arsitektur d. Model dan spesifikasi persyaratan e. Desain f. Kode sumber g. Dokumentasi teknis dan pemakai h. Interface manusia i. Data j. Test case Lukman Hakim

26 Model Proses Lukman Hakim

27 Rekayasa Domain Tujuan : mengidentifikasi, mengkonstruksi, meng-katalog dan menyebarkan serangkaian perkakas perangkat lunak yang memiliki aplikabilitas dan perangkat lunak masa depan didalam suatu domain aplikasi tertentu. Rekayasa domain meliputi 3 aktifitas,yaitu analisis, konstruksi dan penyebaran Lukman Hakim

28 Proses Analisis Domain Langkah-langkah proses itu didefinisikan sebagai: 1. Tentukan domain yang akan diselidiki. 2. Kategorikan item yang akan di-ekstrak dari domain 3. Kumpulkan sampel yang presentatif dari aplikasi didalam domain. 4. Analisis masing-masing aplikasi didalam sampel. 5. Kembangkan sebuah analisis bagi objek Lukman Hakim

29 Fungsi-Fungsi Karakterisasi serangkaian karakteristik domain untuk suatu perkakas reusable dapat direpresentasikan sebagai {Dp} dimana Dpi, merepresentasikan karakteristik domain spesifik ; nilai yang diberikan ke Dpi merepresentasikan skala ordinal yang merupakan indikasi mengenai relevansi dari karakteristik untuk perkakas p. Tipe skala: 1. tidak relevan 2. relevan dalam situasi yang tidak biasa 3. relevan, dapat dimodifikasi meskipun berbeda 4. sangat relevan bila perangkat lunak tidak memiliki karakteristik ini reuse tidak efisien 5. sangat relevan bila perangkat lunak tidak memiliki karakteristik ini reuse tidak efektif, reuse tidak disetujui Lukman Hakim

30 Lanjutan Bila perangkat lunak baru, w, akan dibangun didalam domain aplikasi, serangkaian karakteristik domain ditarik untuknya. Dpi dan Dwi kemudian dibandingkan untuk menentukan apakah perkakas yang ada (p) dapat secara efektif digunakan lagi didalam aplikasi w. Lukman Hakim

31 Tabel Karakteristik Lukman Hakim

32 Pemodelan Struktural Pemodelan struktural adalah suatu pola yang berdasarkan pendekatan rekayasa domain aplikasi yang bekerja dengan asumsi bahwa setiap domain aplikasi memiliki pola pengulangan (fungsi, data, tingkah laku) yang memiliki potensi reuse. Point struktur memiliki 3 karakteristik: 1. Point struktur adl abstarksi yg harus memiliki sejumlah contoh terbatas. 2. Interface ke point struktur harus sederhana. 3. Point struktur hrs mengimplementasi penyembunyian informasi yg diisikan di dlm point struktur itu sendiri Lukman Hakim

33 Membangun komponen reusable Analisis dan desain untuk reuse Idealnya, model analisis di analisis untuk menentukan elemenelemen model yang menunjuk ke perkakas reusable yang ada. Kunci untuk desain reuse: (Design For Reuse/DFR) Data standar. Domain aplikasi, dan struktur data global standar (struktur file atau database) lengkap harus diidentifikasi. Protokol interface standar. Tiga tingkat protokol harus dibangun; sifat interface intramodular, desain interface teknis eksternal dan interface manusia mesin. Template program. Model struktur dapat berfungsi sebagai template untuk desain arsitektur dari program baru Lukman Hakim


Download ppt "PENGEMBANGAN RAPID PERANGKAT LUNAK Pertemuan 15 dan 16.: Erna Sri Hartatik :. Lukman Hakim."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google