Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Aspek terkait proses pembelajaran Perencanaan pembelajaran Materi Metode Proses pembelajaran Sarana pembelajaran dan pemanfatannya Pelaksanaan proses pembelajaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Aspek terkait proses pembelajaran Perencanaan pembelajaran Materi Metode Proses pembelajaran Sarana pembelajaran dan pemanfatannya Pelaksanaan proses pembelajaran."— Transcript presentasi:

1 Aspek terkait proses pembelajaran Perencanaan pembelajaran Materi Metode Proses pembelajaran Sarana pembelajaran dan pemanfatannya Pelaksanaan proses pembelajaran Interaksi dosen dan mahasiswa Administrasi pendukung pembelajaran Pengawasan dan pengendalian mutu pembelajaran Pengaksesan fasilitas pendukung pembelajaran Interaksi akademik mahasiswa dengan pihak lain di luar disiplin ilmunya

2 Pengendalian standar : Pengendalian proses pembelajaran Evaluasi pembelajaran Evaluasi dosen oleh mahasiswa

3 Proses pembelajaran Berpusat pada mahasiswa. Bersifat kolaboratif dengan melibatkan berbagai ranah pembelajaran. Mengembangkan belajar mandiri (autonomous learning). Mengembangkan kualitas pribadi (soft skills). Berlangsung sepanjang hayat (lifelong learning). Memanfaatkan IPTEK (ICT).

4 Evaluasi proses pembelajaran: Penilaian proses dan hasil. Dilakukan secara reguler dan hasilnya diadministrasikan dengan baik. Dilakukan sesuai standar yang ditetapkan (batas kelulusan, PAN/PAP/dan lain-lain). Transparan.

5 Evaluasi dosen Evaluasi dosen dilakukan oleh mahasiswa untuk memastikan dosen telah menjamin bahwa mahasiswa telah memperoleh pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Evaluasi dapat dilakukan secara tertutup atau terbuka. Hasil evaluasi disampaikan kepada mahasiswa, dosen, dan pimpinan

6 Pilar Belajar Pilar belajar UNESCO ”plus” yang meliputi: learning to know, learning to do, l earning to live together, learning to be, learning to believe in God.

7 Dimensi Belajar Tidak sekedar transfer pengetahuan (knowledge), Penumbuhkembangan nilai-nilai (values), keterampilan (skills), sikap (attitudes), dan ketaqwaan kepada Tuhan (spiritual values).

8 Pilar Pembelajaran Pilar kedekatan yang kuat (high touch) ”ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tutwuri handayani, gotong royong. ”alam takambang jadi guru” silih asah, silih asih, silih asuh

9 Muatan Pembelajaran (1) iman dan takwa, (2) inisiatif (kreativitas, kepekaan, semangat, aspirasi, motivasi dan ambisi), (3) rajin (bekerja keras, ulet, pantang menyerah, disiplin, produktif, menggunakan nilai tambah yang positif yang didasari oleh IPTEKS serta memperhatikan kebersihan, keindahan, dan keamanan), (4) individu (bakat, minat, dan perbedaan individu lainnya), (5) interaksi (sosial dan kontekstual dengan lingkungan), (6) ilmiah (logis dan sistematis, berdasarkan fakta), (7) religius. dan (8) edukatif

10 Top Manajemen berkewajiban –Melakukan supervisi dan mnegevaluasi proses dan hasil pembelajaran baik melalui penjaminan mutu internal maupun eksternal dengan mengaktifkan terutama Satuan Kendali Mutu (SKM), dan Gugus Kendali Mutu (GKM). –Berinisiatif meningkatkan mutu proses pembelajaran oleh dosen sesuai dengan target mutu yang telah ditetapkan dalam visi, misi, dan renstra UPI. –Mengimplementasikan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan untuk mencapai proses pembelajaran yang bermutu.

11 Pimpinan UPI berkewajiban –Memotivasi mahasiswa agar aktif berpartisipasi secara penuh demi keberlangsungan proses pembelajaran yang bermutu. –Memanfaatkan, menambah dan mengelola sarana dan prasarana sesuai Standar Prasarana-Sarana Perguruan Tinggi untuk disiplin ilmu/teknologi/seni yang menjadi kekhususan program studi. –Menyediakan dana untuk proses pembelajaran bermutu sesuai Standar Pembiayaan Perguruan Tinggi. –Meningkatkan kualitas SDM universitas secara terus menerus baik melalui pendidikan bergelar, nirgelar, atau penciptaan suasana akademik yang mendukung.

12 Program studi berkewajiban: –Menyelenggarakan sistem pembelajaran dengan SKS (Sistem Kredit Semester), yang mengacu kepada Standar Isi Pendidikan Tinggi. –Mengembangkan interaksi yang kondusif dan konstruktif dalam rangka memantapkan dan meningkatkan mutu materi dan proses pembelajaran. –Mengembangkan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan untuk memperkaya proses pembelajaran dalam rangka peningkatan suasana akademis. –Bertanggung jawab atas terselenggaranya proses pembelajaran serta evaluasi hasil pembelajaran yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

13 Program studi berkewajiban: –Mendorong Gugus Kendali Mutu (GKM) program studi untuk aktif bekerja sama dengan Satuan Kendali Mutu (SKM) Fakultas dan Satuan Penjaminan Mutu (SPM) UPI dalam melakukan monitoring dan evaluasi internal proses pembelajaran. –Merumuskan, merencanakan, dan mengusulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses pembelajaran di tingkat program studi.

14 Dosen berkewajiban: 1) Menyusun silabus dan satuan acara perkuliahan (SAP), melaksanakan proses pembelajaran, serta mengevaluasinya. 2) Memperbaharui materi, strategi, metode dan teknik pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, khususnya dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. 3) Menyelenggarakan proses pembelajaran yang terprogram dan akuntabel berdasarkan kurikulum, silabus, SAP, dan peraturan akademik yang diberlakukan oleh program studi dan universitas sesuai target mutu yang telah ditetapkan. 4) Menyelenggarakan proses pembelajaran melalui tatap muka, penugasan terstruktur lapangan (laboratorium, bengkel, studio, simulator) maupun tugas mandiri.

15 Dosen berkewajiban: 5) Melakukan penelusuran bahan-bahan pustaka, baik dari perpustakaan, pusat sumber belajar, dunia maya) 6) Menyiapkan bahan-bahan ujian sesuai dengan karakteristik bahan dan tujuan pembelajaran, melaksanakan ujian serta mengadministrasikan dan melaporkan hasilnya secara transparan 7) Memanfaatkan hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka memantapkan dan mengembangkan materi dan penyelenggaraan pembelajaran yang meningkat kualitasnya secara berkelanjutan. 8) Menyelenggarakan pelayanan akademik secara individual kepada mahasiswa baik berupa bimbingan akademik, bimbingan skripsi, bimbingan belajar, maupun bimbingan karir.

16 Tenaga penunjang Laboran, teknisi, dan pustakawan berkewajiban 1) Memberikan pelayanan secara optimal bagi penyediaan fasilitas pembelajaran seperti bahan pustaka, alat bantu dan bahan pembelajaran untuk laboratorium/ bengkel kerja/simulator, perpustakaan dan pusat sumber belajar. 2) Memberikan layanan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja), kebersihan, dan keamanan bagi penyediaan fasilitas dan keberlangsungan proses pembelajaran sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

17 Dalam mengelola pembelajaran, Dosen Berkewajiban –Menciptakan komunikasi yang efisien dan efektif dengan pihak yang terkait dengan proses pembelajaran seperti mahasiswa, staf administrasi jurusan dan fakultas, direktorat akademik, dan teknologi informasi dan komunikasi

18 Dalam mengelola pembelajaran, Dosen Berkewajiban Menyelenggarakan pembelajaran dengan menerapkan: Format kelas, kelompok, atau individual. E-learning. Pembelajaran melalui laboratorium/bengkel/studio/simulator dan atau lapangan. Penerapan sistem pembelajaran tuntas (mastery learning). Penciptaan suasana pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir, merasa, bersikap, berempati, bertindak dan bertanggung jawab. Menciptakan sistem pembelajaran yang terprogram dan akuntabel berdasarkan kurikulum, silabus, SAP, dan peraturan akademik yang berlaku sesuai dengan target yang mutu yang telah ditetapkan.

19 Dalam mengelola pembelajaran, Dosen Berkewajiban Menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem SKS mengacu kepada Standar Isi Peguruan Tinggi. Melaksanakan sistem pembelajaran melalui tatap muka, tugas terstruktur, tugas mandiri, tugas lapangan, laboratorium/bengkel kerja/studio/simulator, penelusuran bahan perkuliahan dan bahan ujian dan mengadministrasikannya secara transparan. Memanfaatkan sistem informasi, baik konvensional maupun elektronik, secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran yang bermutu.

20 Perencanaan Pembelajaran SILABUS: minimal memuat: Identitas mata kuliah Kontribusi mata kuliah dalam mencapai standar kompetensi lulusan program studi Kompetensi yang diharapkan Deskripsi materi pokok dan pengetahuan prasyarat Indikator dan bentuk penilaian pencapaian kompetensi Alokasi waktu yang dibutuhkan Bahan pustaka dan sumber belajar lain yang digunakan

21 Identitas silabus mencakupi nama mata kuliah, kode mata kuliah, jenjang mata kuliah (Diploma, S1,S2, S3), jumlah SKS, semester, kelompok mata kuliah (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian, Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan, Mata Kuliah Keahlian Berkarya, Mata Kuliah Perilaku Berkarya, Mata Kuliah Kehidupan Bermasyarakat), Jurusan/Program studi, Status mata kuliah (wajib, pengganti skripsi, dan lain lain), dosen, ruangan, dan waktu penyelenggaraan perkuliahan.

22 Deskripsi perkuliahan menggambarkan visi dan misi perkuliahan, tujuan umum perkuliahan, garis besar aktivitas, dan pendekatan penilaian yang akan dilakukan. Tujuan perkuliahan merupakan tujuan yang ingin dicapai setelah perkuliahan dilakukan yang mengarah pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki mahasiswa setelah memenuhi persyaratan perkuliahan yang diberlakukan, serta mempertimbangkan kecerdasan ganda (multiple intelligences)

23 Evaluasi pembelajaran mencakupi: Kuis, tugas, Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS). Keempat komponen harus diberi bobot sesuai dengan tinggi rendahnya beban masing-masing komponen. Komponen penilaian, bobot masing-masing komponen serta teknis perhitungannya harus disampaikan kepada mahasiswa sebelum perkuliahan dilakukan. Kehadiran digunakan sebagai syarat mahasiswa dapat mengikuti proses penilaian atau tidak.

24 Materi perkuliahan Materi perkuliahan berisi butir material yang akan disampaikan atau dibahas pada setiap pertemuan. Uraian materi harus mencakupi referensi yang digunakan, serta dimana bahan itu dapat diperoleh sehingga mahasiswa dapat mencari bahan itu secara mudah.

25 SAP disusun berdasarkan silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Dosen menyusun SAP untuk satu atau beberapa kali kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dalam semester yang akan berlangsung. Penyusunan SAP harus memperhatikan partisipasi aktif mahasiswa, penerapan teknologi informasi dan komunikasi, keterkaitan dan keterpaduan antarmateri, umpan balik dan tindak lanjut.

26 SAP setidaknya memuat: –Identitas mata kuliah –Tujuan pembelajaran –Kompetensi dan indikator pencapaiannya –Uraian materi –Metode dan kegiatan pembelajaran –Alokasi waktu –Bentuk penilaian –Jenis tagihan –Sumber belajar –Perangkat pendukung proses pembelajaran

27 PROSES PEMBELAJARAN Pendahuluan Pendahuluan merupakan langkah awal dalam kegiatan belajar mengajar yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memusatkan perhatian mahasiswa atas tujuan pembelajaran dan kegiatan inti yang akan dilakukan serta tagihan yang harus dipenuhi. Kegiatan pendahuluan dilakukan setelah dosen mengabsen mahasiswa dan mengisi Berita Acara Perkuliahan (BAP). Kegiatan pendahuluan dapat dilakukan melalui paparan mengenai pentingnya materi yang akan dibahas sert scaffolding melalui teori skema atau mind mapping sesuai dengan karakteristik materi yang bersangkutan

28 Kegiatan Inti Kegiatan merupakan kegiatan utama dalam mencapai tujuan perkuliahan. Kegiatan inti diarahkan melalui kegiatan yang interaktif, inspiratif, menantang, dan memotivasi mahasiswa untuk terlibat secara aktif serta member ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai minat, bakat, dan kebutuhan mahasiswa. Kegiatan itu dapat dilakukan melalui proses eksposisi, eksplorasi, elaborasi, konfirmasi, aplikasi, dan ekstensifikasi. Mahasiswa juga diarahkan tidak hanya pada hafalan tetapi juga penalaran ilmiah seperti membuat laporan percobaan laboratorium, laporan observasi, laporan penelitian, laporan praktik, menulis essei, makalah dan sejenisnya. Dalam hal penulisan laporan atau makalah, mahasiswa dan dosen harus senantiasa memperhatikan etika ilmiah dan kode etik perilaku mahasiswa yang ditetapkan UPI.

29 Penutup Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk meringkas dan menyimpulkan atas apa yang telah dilakukan, memberi pertanyaan, meminta mahasiswa menyimpulkan, atau kegiatan lainnya. Kegiatan penutup juga dapat dilakukan melalui penyampaian tagihan atau tugas yang harus dikerjakan.

30 Penilaian hasil belajar Penilaian pada setiap akhir kegiatan pembelajaran dilakukan mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan kegiata pembelajaran yang telah dilakukan serta untuk mengukur ketercapaian tujuan. Kegiatan penilaian dapat dilakukan secara lisan berupa tanya jawab atau tertulis seperti kuis. Tindak lanjut kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dapat berupa tugas yang relevan.

31 PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN SAP Mendorong pengembangan minat, bakat dan penalaran mahasiswa. Memperhatikan perbedaan kekhasan mahasiswa secara individual. Mendorong mahasiswa utuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Mendorong mahasiswa untuk membaca dan menulis baik menulis akademik maupun menulis kreatif.

32 PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN SAP Memberikan umpan balik dan tindak lanjut seperti memeriksa pekerjaan mahasiswa, memberi penguatan, pengayaan, dan remedial. Menitikberatkan pada pemerolehan pengetahuan melalui pengalaman, pencarian dan praktik secara langsung, bukan mengandalkan hapalan semata. Memanfaatkan teknologi informasi seperti komputer, Internet, televisi, radio, telepon, dan sejenisnya. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

33 Rombel Rombongan belajar dapat berupa: –Rombongan belajar kuliah program diploma dan sarjana (S1) maksimal 40 mahasiswa. –Rombongan belajar kuliah program pascasarjana (S2) dan profesi maksimal 20 mahasiswa. –Rombongan belajar kuliah program doktoral dan spesialis maksimal 10 orang. –Rombongan belajar praktikum, bengkel, dan studio maksimal 20 mahasiswa.

34 Rombel –Rombongan belajar praktik lapangan dan industri disesuaikan dengan kapasitas lapangan/industri yang bersangkutan. –Rombongan belajar untuk mata kuliah tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi disesuaikan dengan beban kerja pembimbing. –Rombongan belajar untuk kuliah/mimbar umum yang merupakan gabungan dari 2 atau lebih rombongan belajar kuliah disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi dengan tetap memperhatikan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran. –Rombongan belajar untuk mata kuliah tertentu seperti piano, keyboard, paduan suara, dan sejenisnya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata kuliah.

35 BKD Beban kerja dosen yang berkaitan dengan proses pembelajaran mempertimbangkan: beban mengajar dan tutorial. bimbingan skripsi/tesis/disertasi. aktualisasi potensi dan kepakaran dosen yang bersangkutan. bimbingan praktik di laboratorium, program latihan profesi, dan program kerja lapangan. tugas struktural yang diemban. kesempatan dosen melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah yang relevan.

36 Penyiapan Sumber Belajar Dosen diberi kewenangan penuh menentukan sumber belajar yang digunakan berdasarkan pertimbangan kepakarannya. Dosen menyiapkan sumber belajar yang di antaranya dapat mencakupi: –Buku –akses informasi –hasil karya –kejadian/fakta, dan

37 Penyiapan Sumber Belajar –hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penyiapan Sumber Belajar –Dosen diberi kewenangan penuh menentukan sumber belajar yang digunakan berdasarkan pertimbangan kepakarannya. –Dosen menyiapkan sumber belajar yang di antaranya dapat mencakupi: Buku akses informasi hasil karya kejadian/fakta, dan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

38 Penyiapan Sumber Belajar Dosen menyiapkan sumber belajar yang isinya minimal mencakupi: teori-teori dasar atau klasik dalam mata kuliah yang bersangkutan buku-buku terkini (minimal terbitan 3 tahun terakhir) dalam bidang yang relevan. jurnal rujukan (referred journal) ensiklopedia, prosiding, e-book dan e-journal bahan belajar dari internet baik dalam file.doc, pdf, atau.ppt beserta alamatnya

39 Untuk Setiap Matkul mahasiswa setidaknya membaca minimal 1 buku untuk program diploma atau dual modes, minimal 2 buku rujukan yang digunakan untuk S1, minimal 3 buku dan satu artikel jurnal rujukan untuk S2, dan minimal 3 buku dan 3 artikel jurnal rujukan terbaru yang relevan untuk S3.

40 Penyiapan Sumber Belajar Dosen mendorong mahasiswa menggunakan bahan pustaka lain yang relevan seperti, ensiklopedia, thesaurus, kamus, who is who, majalah, buletin serta referensi lainnya. Dosen memberi informasi kepada mahasiswa mengenai bahan pustaka yang akan digunakan dan dimana bahan pustaka itu dapat diakses.

41 Pengelolaan Pembelajaran Pengelolaan proses pembelajaran memerlukan strategi yang dipersiapkan dengan baik agar dapat tercipta proses yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi mahasiswa untuk mencapai target pembelajaran.

42 Pelaksanaan Pembelajaran Dalam pendahuluan, dosen: –menyiapkan mahasiswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; –mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; –menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; –menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

43 Kegiatan pendahuluan Kegiatan pendahuluan didahului oleh kegiatan administratif, yaitu dosen: salam dan tegur sapa mengabsen mahasiswa mengisi berita acara perkuliahan mempersiapkan bahan pembelajaran atau alat bantu belajar seperti LCD projector atau OHP mengecek kesiapan mahasiswa

44 Kegiatan Inti Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

45 Eksplorasi Menciptakan kondisi dimana mahasiswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip belajar mandiri dan belajar sepanjang hayat, berguru pada alam, serta silih asah, silih asih, dan silih asuh; Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; Memfasilitasi terjadinya interaksi antarmahasiswa serta antara mahasiswa dan dosen, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; Melibatkan mahasiswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan Memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan percobaan di laboratorium, studio, bengkel kerja, simulator, atau di lapangan.

46 Eksplorasi Memfasilitasi mahasiswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; Memfasilitasi mahasiswa untuk menyajikan variasi; kerja individual maupun kelompok; Memfasilitasi mahasiswa melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; Memfasilitasi mahasiswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri mahasiswa seperti menjadi atlet nasional, lomba debat, lomba robot tingkat internasional, mendaki gunung, dan sejenisnya.

47 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, dosen: Membiasakan mahasiswa membaca dan menulis dengan genre (jenis teks) yang beragam melalui tugas-tugas yang relevan dan bermakna; Memfasilitasi mahasiswa melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Memfasilitasi mahasiswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Memfasilitasi mahasiswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

48 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, dosen: Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan mahasiswa; Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi mahasiswa melalui berbagai sumber; Memfasilitasi mahasiswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan; Memfasilitasi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar

49 Memfasilitasi Mhs dengan berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan mahasiswa yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; membantu menyelesaikan masalah; memberi acuan agar mahasiswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh; memberikan motivasi kepada mahasiswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

50 Dalam kegiatan penutup, dosen: Bersama-sama dengan mahasiswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran; Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk program remedial, pengayaan, tugas dan sejenisnya. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

51 Pengertian dan Fungsi Penilaian Penilaian merupakan usaha pengumpulan informasi mengenai proses dan hasil belajar mahasiswa yang dilakukan secara terencana, terukur dan sistematis, yang dilakukan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Penilaian berfungsi: Memotivasi mahasiswa, Perbaikan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran, Menentukan keberhasilan mahasiswa, serta Sebagai wujud peningkatan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan proses pembelajaran bagi para stakeholders.

52 Lingkup Penilaian Lingkup penilaian meliputi penilaian terhadap perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran, serta penilaian hasil pembelajaran. a. Penilaian terhadap perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran adalah penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang mencakupi aspek-aspek dan kondisi kegiatan pembelajaran oleh dosen yang diikuti oleh mahasiswa yang mengacu pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

53 b. Penilaian terhadap hasil pembelajaran merupakan penilaian terhadap penguasaan materi yang diperoleh mahasiswa yang meliputi penguasaan kompetensi lulusan (output) dan hasil guna (outcome) yang telah ditetapkan dalam tujuan pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, kecerdasan ganda, atau aspek lainnya. Lingkup Penilaian

54 Pendekatan penilaian hasil belajar meliputi Pendekatan penilaian acuan patokan (PAP) dan penilaian acuan norma (PAN). Pendekatan PAP merupakan penilaian yang didasarkan atas pencapaian kompetensi yang ditetapkan sebagai tujuan pembelajaran sehingga nilai yang diperoleh mahasiswa mencerminkan penguasaan kompetensi. Pendekatan PAN merupakan penilaian yang didasarkan atas norma kelompok yang mengikuti proses pembelajaran sehingga nilai yang diperoleh mahasiswa mencerminkan posisinya di dalam kelompok. Kurikulum berbasis kompetensi menggunakan pendekatan acuan patokan (PAP), demikian pula prinsip belajar tuntas (mastery learning). Dosen dalam menafsirkan capaian hasil belajar mahasiswa disarankan menggunakan PAP.

55 Sasaran penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas mencakupi: mutu rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang mencakupi: tujuan, strategi, metode, teknik dan alat bantu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran mencakupi penerapan, strategi, metode, teknik, dan alat bantu pembelajaran, serta interaksi mahasiswa dengan dosen dengan mahasiswa, partisipasi mahasiswa, iklim pembelajaran, refleksi, dan umpan balik.

56 di laboratorium/bengkel studio, atau simulator, meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang mencakupi: tujuan, strategi, metode, teknik dan alat bantu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran mencakupi: penerapan strategi, metode, teknik dan alat bantu pembelajaran serta interaksi dosen dengan mahasiswa, partisipasi mahasiswa, iklim pembelajaran, refleksi, dan umpan balik

57 Di lapangan meliputi mutu rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus, yang mencakupi: pemilihan lapangan, strategi, metode, teknik pembelajaran, khususnya yang berkaitan dengan lembar kerja kegiatan lapangan dan alat bantu pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran lapangan mencakupi partisipasi mahasiswa, suasana pembimbingan, iklim pembelajaran, pemanfaatan unsur-unsur lapangan, refleksi dan umpan balik.

58 penugasan meliputi: Rencana pelaksaan pembelajaran berdasarkan silabus, yang mencakupi: materi pemberian tugas, strategi, metode, teknik pembelajaran, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran mencakupi: kinerja mahasiswa, suasana pembimbingan, pemanfaatan unsur-unsur pelaksanaan tugas, refleksi dan umpan balik.

59 Penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi: Ketepatan dengan prosedur akademis tentang penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Kinerja mahasiswa Suasana pembimbingan Pemanfaatan unsur-unsur penyelesaian tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi, yaitu: Untuk mengikuti ujian akhir mahasiswa S1 program studi nonbahasa Inggris harus memiliki skor TOEFL minimal 440. Sebelum mengajukan proposal skripsi, mahasiswa jurusan bahasa Inggris S1 harus memiliki skor TOEFL 525 dan 550 sebelum mengikuti ujian sidang skripsi.

60 Penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi: Sebelum semester 2, mahasiswa S2 dan S3 nonbahasa Inggris harus memiliki skor TOEFL minimal 450, dan 550 bagi mahasiswa S2 dan S3 jurusan bahasa Inggris. Sebelum sidang tahap 2, mahasiswa S2 harus menyajikan hasil penelitiannya pada seminar atau konferensi tingkat nasional atau memublikasikannya pada jurnal nasional. Sebelum ujian sidang tahap 2, mahasiswa S3 harus menyajikan hasil penelitiannya pada seminar nasional atau internasional, atau mempublikasikannya pada jurnal ilmiah nasional atau internasional.

61 Sasaran penilaian hasil pembelajaran dalam kelas/kegiatan laboratorium/ bengkel/studio/simulator/lapangan meliputi mutu: Penguasaan kompetensi (output) yang telah ditentukan beserta arah outcome yang relevan. Partisipasi/kinerja mahasiswa.

62 Penugasan Mata Kuliah Penguasaan kompetensi (output) yang telah ditentukan beserta arah outcome yang relevan. Laporan berkenaan dengan isi, bahasa dan struktur penulisan Partisipasi/kinerja mahasiswa

63 penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi, meliputi mutu: Penguasaan kompetensi yang telah ditentukan pada penyusunan tugas akhir, tesis, dan disertasi. Laporan berkenaan dengan isi, bahasa dan struktur penulisan. Partisipasi/kinerja mahasiswa. Kemampuan mempertahankan hasil karya ilmiah secara logis dan ilmiah. Kesesuaian dengan aturan akademik yang berlaku.

64 Bentuk Pelaksanaan Penilaian Bentuk pelaksanaan penilaian dapat dilakukan melalui ujian-ujian, seperti ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), atau bentuk penilaian lain yang setara (Tes Unit, ulangan blok, dll), pertanggungjawaban tugas, dan ujian khusus untuk tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Ujian tengah semester adalah penilaian atas penguasaan materi pembelajaran setelah pembelajaran berlangsung selama setengah semester, yang dilaksanakan pada akhir tengah semester dalam bentuk tes tertulis, tes lisan dan/atau tes praktik.

65 Bentuk Pelaksanaan Penilaian Ujian akhir semester adalah penilaian atas penguasaan materi pembelajaran setelah pembelajaran berlangsung selama satu semester, yang dilaksanakan pada akhir semester dalam bentuk tes tertulis, tes lisan dan/atau tes praktik. Penilaian pertanggungjawaban tugas diselenggarakan terhadap hasil penyelesaian tugas Ujian untuk tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi dilaksanakan sesuai dengan panduan akademik UPI. Pelaksanaan penilaian disesuaikan dengan kalender akademik yang berlaku.

66 Instrumen Penilaian Instrumen penilaian dirancang untuk mengukur penguasaan indikator kompetensi sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran, baik dalam bentuk tertulis, lisan, penampilan kinerja, hasil penugasan, maupun hash penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Instrumen yang dimaksud dapat berbentuk tes maupun nontes (seperti: inventori, skala penilaian, daftar cek, daftar peringkat, portofolio, rubrik penilaian, proyek, dan hasil karya). Penggunaan instrumen dalam penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses dan hasil pembelajaran disesuaikan dengan sasaran penilaian.

67 Mekanisme Penilaian Mekanisme penilaian dapat diselenggarakan dalam bentuk penilaian tunggal oleh dosen, penilaian tim dosen, penilaian dosen dengan mengikutsertakan penilaian sejawat, dan mahasiswa. Instrumen penilaian perlu dikembangkan dalam rangka pembakuannya, dan disosialisasikan sehingga mahasiswa mengetahui kinerja puncak yang harus ditunjukannya agar mendapatkan nilai maksimum.

68 Bentuk hasil penilaian Bentuk hasil penilaian berupa: angka, huruf, dan yudisium. Penilaian hasil akhir pembelajaran dalam bentuk skala 5 (A, B, C, D, E) mengacu pada Penilaian Acuan Patokan (PAP). Penilaian hasil akhir pembelajaran baik untuk program pendidikan vokasi, akademik dan profesi ditetapkan dalam bentuk huruf mengacu kriteria skala 0 — 100, dengan ketentuan sebagai berikut.

69 Hasil Akhir Pembelajaran HurufSkala 100 Skala 5 A95-100% 3.75 – 4.00 A-90-94% 3.50 – 3.74 B+85-89% 3.25 – 3.49 B80-84% 3.00 – 3.24 B-75-79% 2.75 – 2.99 C+70-74% 2.50 – 2.74 C65-69% C-60-64% 2.00 – 2.24 D+55-59% 1.75 – 1.99 D50-54% 1.50 – 1.74 Ebelow 50% < 1.49

70 Penghitungan IPK NilaiBobot A 4 A- 3.7 B+ 3.3 B 3 B- 2.7 C+ 2.3 C 2 C- 1.7 D+ 1.3 D 1 E 0

71 IPK Hasil akhir penilaian dalam bentuk indeks prestasi meliputi indeks prestasi semester (IPS) dan indeks prestasi kumulatif (IPK) diperoleh melalui perhitungan dengan rumus: Keterangan :IP = indek prestasi (IPS atau IPK) k = bobot sks setiap mata kuliah n = bobot nilai setiap mata kuliah

72 IPK IPK sebagai nilai akhir keseluruhan pembelajaran pada program studi dinyatakan dalam bentuk yudisium sebagai berikut: Batas lulus Program diploma, minimal IPK untuk lulus 2,50 Program sarjana, minimal IPK untuk lulus 2,50 Program magister, minimal IPK untuk lulus 3,00 Program doktor, minimal IPK untuk lulus 3,00 Program profesi, minimal IPK untuk lulus 3,00

73 Kriteria yudisium kelulusan a) Program diploma : IPK 2,50 - 2,69: memuaskan IPK 2,70 - 3,49: sangat memuaskan IPK 3,50 -4,00: dengan pujian *) b) Program sarjana: IPK 2,50 - 2,74 : memuaskan IPK 2,75 - 3,49: sangat memuaskan IPK 3,50 -4,00: dengan pujian *)

74 Kriteria yudisium kelulusan c) Program magister IPK 3,00 - 3,29 : memuaskan IPK 3,30 - 3,59 : sangat memuaskan IPK 3, : dengan pujian *) d) Program doktor Jalur Kuliah (by course) IPK 3,00 - 3,49 : memuaskan IPK 3,50 - 3,74 : sangat memuaskan IPK 3,75 - 4,00 : dengan pujian *) Jalur Riset (by research) dengan nilai dan predikat sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Sekolah Pascasarjana.

75 Kriteria yudisium kelulusan Program profesi IPK 3,00 - 3,49 : memuaskan IPK 3,50 - 3,74: sangat emuaskan IPK 3, : dengan pujian *)

76 PELAPORAN PENILAIAN Nilai akhir setiap mata kuliah (tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi) dinyatakan secara tertulis dalam Kartu Hasil Studi (KHS). Nilai skripsi dan pemertahanan skripsi merupakan bagian dari nilai mata kuliah sesuai dengan bobot SKS yang telah ditetapkan. Nilai akhir keseluruhan hasil pembelajaran program studi dinyatakan dalam bentuk transkrip akademis. Bukti kelulusan studi dari program studi dinyatakan dalam bentuk ijazah.

77 Pengertian dan Komponen Pengawasan Pengawasan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran mengacu kepada akuntabilitas penyelenggarakan pembelajaran universitas untuk mencapal kualitas yang lebih baik di atas standar yang ditetapkan. Pengawasan pembelajaran dilaksanakan sebagai upaya pengawasan terhadap akuntabilitas pembelajaran di UPI, baik dalam proses maupun hasilnya.

78 Komponen pengawasan meliputi : Kurikulum Silabus SAP penyelenggaraan pembelajaran sarana pembelajaran penilaian hasil pembelajaran iklim akademis pembelajaran manajemen pembelajaran hasil penelusuran lulusan (tracer study

79 DATA, PENGOLAHAN, DAN PENAFSIRAN Perolehan data tentang semua komponen tersebut di atas dengan menggunakan instrumen yang sesuai dan terstandar diperlukan agar pengawasan dalam pembelajaran terselenggara dengan baik. Data yang diperoleh diolah, ditafsirkan, dan dilaporkan dalam bentuk/pola yang ditetapkan oleh UPI.

80 Mekanisme Pelaksanaan Pengawasan Penyelenggaraan pengawasan dilaksanakan melalui pemantauan dan supervisi yang menggunakan instrumen sebagai tersebut di atas dengan dosen dan mahasiswa sebagai sumber data. Mekanisme pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh tim yang ditetapkan oleh UPI. Pada tingkat universitas, pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh Satuan Penjaminan Mutu dan Satuan Audit Internal (SAI), pada tingkat fakultas oleh Satuan Kendali Mutu, dan tingkat jurusan atau prodi oleh Gugus Kendali Mutu.

81 Mekanisme Pelaksanaan Pengawasan Pengawasan dapat berbentuk penyebaran kuesioner kepuasan mahasiswa atas kinerja dosen dan layanan akademik atau dalam bentuk monitoring perkuliahan. Monitoring perkuliahan dilakukan secara terus menerus selama proses perkuliahan berjalan baik dengan mendatangi kelas secara langsung dan mengontrol berita acara perkuliahan, atau dengan teknik pemantauan lainnya. Asosiasi profesi yang relevan dengan program studi dapat diikutsertakan dalam pengawasan proses pembelajaran secara eksternal baik dalam bentuk benchmarking, sertifikasi maupun akreditasi.

82 Pelaporan Pelaporan hasil pengawasan pembelajaran bersifat internal dan eksternal Pelaporan internal disampaikan oleh tim kepada pimpinan program studi, fakultas, dan universitas untuk digunakan sebagaimana mestinya. Pelaporan eksternal dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan di luar UPI guna diperolehnya masukan untuk peningkatan mutu pembelajaran.

83 Tindak Lanjut Hasil pengawasan pembelajaran digunakan sebagai umpan balik bagi kinerja pembelajaran program studi untuk ditindaklanjuti mengacu kepada standar proses yang ditetapkan. Tindak lanjut dimaksud dapat menjangkau sarana dan prasarana, termasuk di dalamnya sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam meningkatkan mutu pembelajaran,


Download ppt "Aspek terkait proses pembelajaran Perencanaan pembelajaran Materi Metode Proses pembelajaran Sarana pembelajaran dan pemanfatannya Pelaksanaan proses pembelajaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google