Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

THEORY SLOT # 2: PENULISAN ARTIKEL JURNAL INTERNATIONAL

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "THEORY SLOT # 2: PENULISAN ARTIKEL JURNAL INTERNATIONAL"— Transcript presentasi:

1 THEORY SLOT # 2: PENULISAN ARTIKEL JURNAL INTERNATIONAL
Workshop Penulisan Artikel Jurnal International THEORY SLOT # 2: PENULISAN ARTIKEL JURNAL INTERNATIONAL Dipersiapkan oleh: CUK SUPRIYADI ALI NANDAR Hotel Aston, Makassar September 2014

2 Setiap orang mengalami naskahnya di reject.
PENDAHULUAN BAGI DOSEN/PENELITI Submit artikel ilmiah ke Jurnal Internasional ITU? Pengalaman yang sangat excited Naskah di-ACCEPT Editor ITU ?? Senang dan Puas. Kabar Naskah di- TOLAK/ REJECT Editor ITU??? Kecewa => Depresi Setiap orang mengalami naskahnya di reject. Setelah bisa Publikasi: Meningkatkan rasa PERCAYA DIRI Lebih mudah memperoleh Bantuan Riset. Ke-PUAS-an Profesional

3 Alasan Mengapa Perlu W & P Jurnal Internasional (Jurnal ter-index)
WHY WE NEED TO PUBLISH JOURNAL? Alasan Mengapa Perlu W & P Jurnal Internasional (Jurnal ter-index) Pengakuan dan koneksi dari dunia International Promosi Insentif Scholarship/Fellowship Prospek Karir Meningkatkan kualitas mengajar Berkontribusi terhadap nama baik Instansi/Universitas dan Negara Ibadah, DLL

4 WHY WE NEED TO PUBLISH? Alasan malas W & P Jurnal Internasional: Belum ada waktu. Belum menjadi Budaya. Belum tahu cara memulai. Belum punya research grant. Belum punya mentor. Belum cukup bekal (bahan maupun bahasa). Belum tertarik Publikasi. Belum peduli terhadap Karir. Bidang saya sulit untuk tembus ke Jurnal Internasional. Ingin lebih fokus pada output riset lainnya. Sudah Terlalu tua, DLL. SOLUSINYA? Sangat MUDAH Hapus kata “BELUM”

5 Perbandingan Kredit/Kondisi JabFung Dosen Vs Perekayasa
Publikasi Dosen Perekayasa International Journal 40 12.5 National Journal 25 6 International Conference 15 National Conference 10 Jumlah jurnal dapat Insentif Banyak Lebih sedikit Jumlah Prajurit Sedikit/tidak ada

6 ETHICAL ISSUE & ACADEMIC INTEGRITY
AUTHORSHIPS : Siapa yang berhak namanya tercantum sebagai Author di Makalah? ORIGINALITY : Makalah yang di submit harus original Apa kriteria Makalah di sebut Original? SUBMIT Makalah yang sama ke lebih dari satu (>1) JURNAL. Tidak diperbolehkan, Namun menjadi BOLEH Jika? PLAGIARISM dan Self – plagiarism : Tidak Boleh. Apa kriteria Makalah disebut Plagiat? ISI makalah yang TIDAK/KURANG AKURAT. Kok Bisa? SITASI : Bagaimana aturan sitasi yang sesuai? SPLITTING DATA : Agar dapat Banyak Publikasi?? CONFLICT OF INTEREST.

7 Authorships, Co-authorships & Multiple Authorships
1. Definitions Authorship : Hak Kepemilikan Penulis : Seseorang yang telah mempunyai kontribusi intelektual secara substansional atas sebuah hasil riset ilmiah.  PENTINGNYA AUTHORSHIP?  Reputasi Penghargaan Tanggung Jawab Ketika nama seseorang melekat pada pekerjaan riset, namun Ia tidak perform atau tidak bisa mempertanggungjawabkan risetnya, maka ini merupakan pelanggaran kode etis berat. Sumber :

8 Authorships, Co-authorships & Multiple Authorships
2. Requirements Vancouver Protocol : Seorang dapat menjadi author / penulis: Berkontribusi secara substansial terhadap konsep dan disain penelitian, atau perolehan data, atau analisis dan interpretasi data. Menulis draft naskah atau merevisi draft naskah untuk meningkatkan niliai keilmihan/terkait dengan konten intelektual (gambar, tabel, isi, persamaan dll). Memperbaiki, merevisi atau membuat persetujuan terhadap versi akhir naskah sampai siap diterbitkan pada suatu Jurnal Ilmiah. * Penulis juga harus setuju untuk ikut bertanggung jawab terhadap akurasi atau integritas bagian-bagian yang terkandung dalam Naskah yang dipublikasi. Sumber :

9 Authorships, Co-authorships & Multiple Authorships
Contoh Sistem Skor (Sumber: ETIKA PUBLIKASI HASIL TUGAS AKHIR PADA JURNAL ILMIAH DEWAN GURU BESAR IPB) Uraian Skor 1. Masukan intelektual (identifikasi masalah, gagasan pendekatan, perencanaan, perancangan) a. Tidak ada sumbangan secara berarti b. Dua tiga kali diskusi 5 c. Beberapa kali diskusi terinci 10 d. Pertemuan dan pembicaraan berlama-lama 15 e. Pembahasan mendalam terus-menerus 20 2. Masukan fisik (penataan peranti serta pengamatan, pengumpulan, perekaman, dan penyarian data) Tidak pernah terlibat secara berarti Terlibat tidak langsung, hanya dua-tiga kali Keterlibatan langsung, beberapa kali Keterlibatan berkali-kali, tak terhitung Terlibat secara penuh dan terus-menerus 3. Masukan pengolahan data (pengorganisasian, pemrosesan, analisis, sintesis) Keterlibatan pendek, dua-tiga kali Beberapa kali terlibat Ikut cukup lama Terlibat terus-menerus dari awal sampai akhir Uraian Skor 4. Masukan kepakaran (konsultasi, nasihat, pandangan, pemikiran, pendapat dari bidang lain) a. Tidak ada sumbangan secara berarti b. Nasihat pendek merutin 5 c. Pandangan cukup bermakna 10 d. Bantuan pemikiran yang khusus dipersiapkan 15 e. Pendapat yang mendasari pendekatan & penyimpulan 20 5. Masukan keahlian (penyimpulan, pengikhtisaran, perampatan, pencetusan teori) Penyimpulan bagian-bagian tertentu Pengikhtisaran sebagian besar hasil Perampatan (generalisasi) menyeluruh Pencetusan teori umum 6. Masukan kesastraan (sumbangan pada draft naskah lengkap pertama) Membaca dan memperbaiki sumbangan orang lain Membantu menulis draft dua-tiga bagian naskah Ikut menulis draft sebagian besar naskah Menulis draft hampir keseluruhan naskah Penulis ? Nilai > 30

10 Authorships, Co-authorships & Multiple Authorships
Urutan NAMA PENULIS : Jumlah penulis tidak terbatas. Urutan penulis ditentukan berdasarkan Urutan Kontribusi. Jika kontribusinya sama, musyawarah perlu dilakukan. Misal berdasarkan urutan alfabet. Pencetus gagasan mempunyai prioritas untuk didahulukan. Alat bantu software menentukan urutan penulis makalah yaitu AuthorOrder. AuthorOrder menggunakan dasar kontribusi masing-masing penulis. Software berdasarkan penelitian di makalah di Jurnal Nature

11 Authorships, Co-authorships & Multiple Authorships
CORRESPONDING AUTHORS : Salah satu penulis dapat bertindak selaku penulis korespondensi (Corresponding authors), yakni penulis yang bertanggungjawab terhadap Korespondensi antara para penulis dan pengelola Jurnal, dan Persyaratan lain yang diperlukan oleh pengelola Jurnal. Jika ada pertanyaan dari pihak lain/pembaca/peneliti lainnya. Sumber: ETIKA PUBLIKASI HASIL TUGAS AKHIR PADA JURNAL ILMIAH DEWAN GURU BESAR IPB

12 AUTHORSHIPS Authorships, Co-authorships & Multiple Authorships Bagaimana dengan orang TIDAK MEMENUHI KRITERIA sebagai Author, namun Ia ikut ber-KONTRIBUSI? Dapat dicantumkan pada bagian “Ucapan Terima Kasih” “ACKNOWLEDGMENT” pada Naskah ilmiah. Dapat ditentukan dengan Tabel 1, kriterianya < 30 % Contoh : We are grateful to Cuk Supriyadi Ali Nandar for insightful discussion. This research was supported by UnHas project grant ref 1/23/456/2014.

13 Authorships, Co-authorships & Multiple Authorships
Ucapan Terima Kasih (Acknowledgments) dapat disampaikan kepada: Orang-orang yang telah berjasa dalam memberikan bantuan selama proses penelitian dan atau penulisan naskah ilmiah; Lembaga atau perorangan yang memberikan dana penelitian dan atau publikasi; Institusi tempat dilaksanakannya penelitian; Pakar sebidang yang membantu dalam proses perbaikan naskah ilmiah.

14 FREE RIDERISM Pencantuman Nama penulis yang patut dihindari:
Gift author : Seseorang diberi “HADIAH” sebagai penulis namun ia tidak masuk dalam kriteria penulis Prestige Author : Seseorang yang namanya ditambahkan dalam daftar penulis naskah karena sudah terkenal dalam bidang keilmuannya atau sering menulis di Jurnal yang dituju. Ghost Author : Seseorang yang membantu proses penulisan dan tidak masuk kriteria penulis diatas. Honorary author (Penulis Kehormatan) : Seseorang yang namanya tercantum sebagai penulis karena Jabatannya dalam lembaga tertentu. Pencantuman nama penulis tanpa ijin kepada penulis atau tanpa sepengetahuan penulis

15 COPYRIGHTS & TRANSFER OF COPYRIGHTS
Copyright (Hak cipta) adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Sumber : DJHKI, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual) Pada dasarnya hak cipta itu: 1. “Hak untuk menyalin suatu ciptaan”. 2. Hak untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. 3. Pada umumnya hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

16 COPYRIGHTS & TRANSFER OF COPYRIGHTS
Transfer of Copyright ( Pengalihan Hak cipta ) adalah Pengalihan hak eksklusif bagi penulis kepada pihak lain untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan : agar Penerbit/Publisher mempunyai ijin atau hak untuk menyalin isi suatu Makalah”.

17 TRANSFORMING PAPERS INTO JOURNAL
Anda sudah memiliki bahan yang publishable ke Jurnal? Proceedings papers yang ingin dijadikan Jurnal perlu dilakukan revisi struktur, style, organization, dan juga isi untuk memenuhi persyaratan Jurnal. Alasan Utama Proceeding dapat dipublikasi ke Jurnal: Peneliti didorong untuk menyampaikan/presentasikan hasil riset mereka ke komunitas. Jurnal lebih ke arah long term value baik untuk author maupun untuk komunitas disiplin ilmu tersebut . Dapat mempengaruhi kualitas/nilai Jurnal , jika ide-ide berkualitas tinggi dilarang publikasi di dalamnya, hanya karena Artikel tersebut telah disajikan dalam conference.

18 TRANSFORMING PAPERS INTO JOURNAL
Persyaratan ubah proceeding ke Jurnal di the IEEE Transactions on Wireless Communications : Semua artikel conference dimanapun dapat dijadikan Artikel Jurnal . Jurnal mempublikasikan artikel conference dengan kualitas baik dan mempunyai novelty (kebaruan). Minimal memiliki 30% memilik perbedaan / materi baru dari artikel conference. Teks dan gambar dapat disalin dari artikel Conference ke Artikel Jurnal dengan sedikit perubahan judul untuk menunjukkan kontribusi yang lebih dan menghindari kerancuan (double publication).

19 PLAGIARISM Definition:
Plagiarism is the copying of ideas, text, data and other creative work (e.g. tables, figures and graphs) and presenting it as original research without proper citation. Walaupun sudah dilakukan sitasi, hal lain yang perlu diperhatikan adalah permintaan ijin dari pemegang hak cipta (copyright). Panduan agar terhindar dari Plagiat: Plagiarism mencakup penggunaan ide pada publikasi yang sudah diterbitkan baik dalam bentuk kesamaan kata-kata, tabel, gafik atau gambar. Sumber : INFORMS Guidelines for Copyright & Plagiarism

20 PLAGIARISM Sumber : INFORMS Guidelines for Copyright & Plagiarism 2) Menyalin kata demi kata dari artikel orang lain harus diberi “quotation mark” yang jelas. Jika hanya sedikit menyalin (beberapa kata atau satu - dua kalimat) perlu diberi “tanda kutip” atau di tulis miring (italic) Jika menyalin isi lebih panjang (misalnya paragraf) harus dibuat menjorok atau di tulis miring (italic). Keduanya harus diikuti dengan kutipan dari mana asalnya walaupun dalam bentuk “URL”. Tidak diperbolehkan menyalin lebih banyak, walaupun sudah menggunakan “quotation marks” yang jelas asal salinan. 3) Diperbolehkan menyalin lebih dari 1 paragraf jika berasal dari artikel sendiri dengan meminta ijin ke pemegang copyright, Namun masih perlu diberi “quotation marks” yang jelas bahwa kalimat tersebut menyalin dari artikel sebelumnya. 

21 PLAGIARISM Menggunakan atribusi yang sesuai walaupun Jurnal tersebut sudah memperlakukan double-blind review. Atribusi mewajibkan kita untuk menyebutkan sumber atas suatu ciptaan sesuai dengan cara yang ditetapkan oleh author atau pemegang copyright. 5) Paper yang lebih dulu berkontribusi baik berupa teks, ide, analisis mendapatkan hak kontribusi walau belum accepted. Paper lain bisa melakukan sitasi walaupun statusnya masih “under review”. Sumber : INFORMS Guidelines for Copyright & Plagiarism

22 PLAGIARISM Software untuk mendeteksi Plagiarism TURNITIN for Student
ITHENTicate for Lectures Gratisan : Viper (http://www.scanmyessay.com/) Sumber :

23 CODE OF ETHICS IN JOURNAL W & P
Originality a) Original Work. b) Tidak submit artikel yang sama ke lebih dari 2 Jurnal Kecuali artikel tersebut merupakan resubmission dari manuscript yang rejected or withdrawn. 2. Plagiarism and Self-Plagiarism: Naskah harus bebas dari Plagiarism, Pemalsuan, “Rekayasa negatif” atau Kelalaian yang signifikan

24 CODE OF ETHICS IN JOURNAL W & P
3. Double-Blind Review. Author tidak mengetahui Reviewer dan sebaliknya. 4. Accuracy: Author memilik tanggung jawab terhadap semua isi/materi artikel sehingga author wajib untuk menyajikan isi penelitian secara akurat serta apa pentingnya riset tersebut. 5. Author and Co-Authorship: Semua author dan co-author harus memiliki kontribusi yang signifikan dan mau bertanggung jawab terhadap isi artikel. Orang yang memiliki kontribusi relatif kecil dapat dicantumkan pada “Acknowledgements atau endnote”.

25 CODE OF ETHICS IN JOURNAL W & P
6. Human Subjects: Authors bertanggung jawab terhadap privasi, martabat dan kebebasan orang yang menjadi objek penelitian / terlibat dalam penelitian (survey, simulasi, interview). 7. Copyright Law: Mematuhi aturan hak Cipta ( Copyright) yang berlaku dan sesuai jika melakukan “kutipan”, penggunaan artwork, gambar atau tabel dari publikasi lainnya. 8. Timeliness: Mematuhi Deadline yang disepakati, khususnya terhadap revisi. Jika terpaksa mundur harus menghubungi pihak Publisher untuk bisa tidaknya diperpanjang atau withdraw dari proses review.

26 CODE OF ETHICS IN JOURNAL W & P
Conflicts of Interest: Konflik kepentingan meliputi personal, commercial, political, academic, or financial. Conflicts of Interest bisa mempengaruhi judgment terhadap Author, Reviewer, dan Editors. Author harus terbuka kepada Editor jika terdapat conflict of interest. 10. Post publication: Penerbit akan memegang hak Cipta (copyright) terhadap semua isi Makalah yang dicantumkan dalam bentuk transfer of copyright form.

27 Why Need to Publish in TR (ISI WoS) ? Publikasi di Journal ter-index
LOW Web of Science (ISI) Elsevier (Scopus) DOAJ Google Scholar HIGH Quality Coverage WIDE LOW/HIGH Sumber : DR. NOR AZWADI CHE SIDIK, WRITING & PUBLISHING IN HIGH IMPACT JOURNAL

28 Why Need to Publish in TR (ISI WoS) ?
1. Google Scholar Website : 2. DOAJ : Directory of Open Access Journal Website : 3. Scopus Website : 4. ISI Web of Science Website :

29 Google Scholar Website : http://scholar.google.co.id/
Sign in dengan account gmail

30 Thomson Reuters (Web of Science ISI)
Thomson Reuters adalah sebuah perusahaan informasi yang dibentuk melalui pembelian Reuters oleh Thomson Corporation pada 17 April 2008. Web of Science adalah produk layanan Thomson Reuters yang memberikan akses bagi akademisi dan ilmuwan untuk mengakses dan mengutip hasil penelitian lebih mudah. Kini ada sekitar jurnal yang masuk Web of Science. Jadi Kenapa kita perlu submit Jurnal ter-index ke “Thomson Reuters / Web of Science (ISI) : Berkualitas Tinggi, Diakui secara Internasional dan DIKTI.

31 “Blaclisting”of Publisher
MENGAPA di Blacklist? Jurnal ilmiah palsu, baik yang di tingkat nasional atau internasional, Jurnal tidak Terakreditasi dan Meragukan. Istilah baru : Jurnal Predator atau Jurnal abal-abal Kriteria : Artikel dipublikasikan tanpa peer-review. Menjamin semua artikel diterima. Artikel dipublikasan tanpa persetujuan semua author. Proses editorial bermasalah, masih banyak kesalahan selama proof-reading, dan author merasa kurang dihargai. Hanya untuk tujuan bisnis Sumber:http://scholarlyoa.com/2012/11/30/criteria-for-determining-predatory-open-access-publishers-2nd-edition/

32 “Blaclisting”of Publisher
Pada tahun 2010 : ada sekitar 20 Jurnal Palsu. (Jeffrey Beall, pustakawan riset Universitas Colorado di Denver, Amerika Serikat.) Saat ini diperkirakan 300 Jurnal predator/abal-abal. Diperkirakan akan ada 4000 Jurnal predator. Mengapa Laku? Demand tinggi terutama dari negara berkembang. Apalagi ada syarat lulus S3 harus ada artikel di Jurnal Internasional. Embel-embel Internasional. Cara Instan untuk syarat kenaikan pangkat dan sertifikasi. Mengejar kepangkatan daripada mendalami keilmuan.

33 “Blaclisting”of Publisher
Sumber : ATURAN DIKTI terkait dengan Questionable International Journals: DIKTI akan memeriksa apakah journal internasional tersebut terindeks di lamanThomson ISI Knowledge atau di SCOPUS SJR Journal Ranking atau di Microsoft academic search. Jika ditemukan di SALAH SATU dari ketiga laman tersebut, maka dianggap sebagai JOURNAL ILMIAH INTERNASIONAL BEREPUTASI. Jika DIKTI tidak menemukan journal ilmiah internasional di salah satu dari tiga laman tersebut pada point 5.A., maka journalnya TIDAK DIANGGAP sebagai journal internasional bereputasi. Publikasi dalam journal internasional tersebut TETAP AKAN DINILAI tetapi TIDAK DAPAT DIGUNAKAN untuk pemenuhan syarat kenaikan jabatan ke GURU BESAR atau kenaikan jabatan ke LEKTOR KEPALA dalam masa mukim 1-3 tahun.

34 “Blaclisting”of Publisher
Sumber : ATURAN DIKTI terkait dengan Questionable International Journals: Jika DIKTI tidak menemukan journal ilmiah internasional di salah satu dari tiga laman tersebut pada point 5.A., dan DIKTI menemukan adanya hal-hal ‘YANG TIDAK PATUT’ maka publikasi dalam journalnya TIDAK AKAN DINILAI. Daftar Jurnal Nasional dan Internasional yang di BALCKLIST dapat di Download di Website dikti

35 RANKING BERDASARKAN IMPACT FACTOR
2014 Ranked Journals RANKING BERDASARKAN IMPACT FACTOR Website :

36 RANKING BERDASARKAN SJR dan H-Index
2014 Ranked Journals RANKING BERDASARKAN SJR dan H-Index Website :

37 Terima Kasih


Download ppt "THEORY SLOT # 2: PENULISAN ARTIKEL JURNAL INTERNATIONAL"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google